
Han Xiao dibingungkan oleh Ujian Menara, karena sebelumnya dari Xian Chin mengatakan tidak ada hal ini di lantai dua. Namun, sekali lagi Han Xiao bertindak tidak perduli, kemungkinan ini adalah sistem pada Menara Tianxia.
Han Xiao masuk kedalam Lantai pertama, segera saja dia berhadapan dengan ujian pertama.
Persis seperti yang ditemui Ne Zha, Han Xiao juga masuk kedalam dunia ilusi untuk mengujinya.
Dua sosok gadis muncul di hadapan Han Xiao, yang satu memiliki keindahan yang sangat lembut namun tajam sementara yang satunya sangat dingin dan luar biasa.
"Ruan Jian, Bing Xing." Han Xiao menatap keduanya.
Ya, kedua sosok itu tak lain adalah Ruan Jian dan Bing Xing. Seperti sebelumnya, ilusi di tempat ini akan mencongkel bagian terdalam dari isi memori, dan memori memilukan Han Xiao adalah perginya dua sosok gadis ini.
"Han, kau datang juga akhirnya." Kedua gadis itu berkata dengan bersamaan, juga mereka memeluk Han Xiao dengan erat.
Alis Han Xiao berkedut ringan saat Api Dingin Es yang berada di Istana Takdirnya memberikan sengatan dingin luar biasa.
Segera saja Han Xiao tersadar bahwa ini hanya ilusi, dia mengumpat ringan sebelum melepaskan pelukan dari kedua gadis tersebut.
"Ilusi kalian kurang sempurna, tambahkan Parfum, kemungkinan aku akan terjebak," ceplos Han Xiao ringan lalu melenggang pergi.
Pada langkah berikutnya, Han Xiao sampai pada sebuah hutan. Dia mendengar langkah ringan, dengan reflek Han Xiao membalikan tubuhnya.
Disana terdapat sesosok pemuda berambut hitam dan juga dengan mata hitam legam.
"Han, kau mencapai lantai dua juga akhirnya. Hm... Kondisimu sangat buruk, kau tidak memiliki Qi sama sekali." Ne Zha mengerutkan dahinya, sebelum mengambil Pil dari Cincin Spasial.
"Makanlah ini, Dantianmu akan segera terisi penuh," ujar Ne Zha seraya tersenyum ringan.
Han Xiao tiba-tiba lupa bahwa dirinya tengah dalam sebuah ilusi, dia bergerak untuk menghampiri Ne Zha, tetapi pada saat itu juga segera tersadar. Mata Han Xiao menjadi sangat sengit.
__ADS_1
"Berani menjadi saudaraku?" Han Xiao melancarkan tinju yang sangat kuat hingga membuat kepala Ne Zha palsu itu hancur luluh lantah.
"Sialan, tahu saja apa yang sedang aku butuhkan." Han Xiao menggerutu, ilusi ini benar-benar mengerikan, itu mengetahui apa yang sangat dibutuhkannya!
setelah dua kali terkena ilusi, Han Xiao berhasil melewati lantai pertama dengan sangat mudah, begitu juga lantai dua dan ketiga.
Sampailah Han Xiao di lantai keempat, dia tiba-tiba berpikir. Apakah dia akan melawan dirinya yang memiliki Qi? Jika ya, itu akan sangat buruk karena dia sekarang hanya memiliki Kekuatan Fisik dan hanya sedikit Qi.
"Persetan." Han Xiao membuka pintu lantai empat dan segera bertemu dengan dirinya yang lain yang tengah berdiri diam tak jauh darinya.
Han Xiao menggosok tinjunya sebelum langsung menyerang ke arah duplikat dirinya, pada saat itu juga Han Xiao menyadari bahwa duplikatnya itu tidak memiliki Qi seperti dirinya. Hanya menggunakan Kekuatan Fisik.
Senyum Han Xiao melebar, tidak ada kekhawatiran pada dirinya sekarang, segera saja Han Xiao melancarkan serangan demi serangan.
Tinjuan, tendangan, hantaman hingga sundulan telah Han Xiao lepaskan untuk bertukar pukulan dengan duplikat dirinya.
Satu hari berlalu, tiba-tiba Han Xiao menyadari sesuatu. Qi dalam dirinya mulai terisi dan juga dia mengetahui bahwa Duplikat dirinya ini tidak bisa berkembang.
Bagaimanapun kini Han Xiao menggunakan Kekuatan Kehancuran, dan juga kekuatan duplikat dirinya tidak ditingkatkan.
Itulah yang Han Xiao cemaskan sebelumnya, jika duplikat dirinya memiliki Qi, maka yang hancur adalah dia.
Tetapi sangat beruntung, kini dia berhasil mengalahkan duplikat dirinya, sebuah tangga muncul tak jauh dari dirinya. Han Xiao segera menaiki tangga tersebut, dia sangat yakin ini menuju lantai lima dan Ujian terakhir, yaitu Ujian keberuntungan.
Han Xiao muncul dari atas langit, dia sungguh terkejut karena dia muncul dari ketinggian ribuan kaki dari tanah. Qi dalam tubuhnya sudah dia kuras sebelumnya untuk menghabisi duplikatnya dalam sekali gerakan, dia sekarang tidak memiliki Qi tersisa untuk terbang.
"Aaaaaaaaaaaaaaahhhh!" Han Xiao berteriak sebelum mendarat di tanah dan menciptakan sebuah kawah besar.
"Ugh... Keberuntunganku sangat jelek, bahkan saat sampai disini aku langsung dijatuhkan," gerutu Han Xiao seraya bangun dan membersihkan Kaos hitam miliknya.
__ADS_1
Pandangan Han Xiao mengedar dan segera memasang ekpsresi waspada, "Keluarlah." Han Xiao berkata ringan.
Pada saat berikutnya, seekor Kumbang raksasa muncul dan menyemburkan gas beracun pada Han Xiao.
Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, kini dengan Tubuh Kematian, dia kebal akan segala jenis racun, ini adalah tubuh yang mati. Bagaimana bisa diracun? Justru sebaliknya, itu sangat berguna bagi Kekuatan Korosi Han Xiao.
"Kumbang nakal." Han Xiao terkekeh ringan sebelum mengeluarkan Tongkat Naga Penghancur dan menyerang sang Kumbang.
BAAAAM!!!
Kumbang besar itu hanya berada di tingkat 17, sehingga dirinya langsung hancur dibawah serangan Han Xiao. Memang tidak patut Han Xiao waspadai.
Tetapi yang Han Xiao waspadai adalah jumlah mereka, setelah kematian Kumbang pertama, muncul lagi sepuluh Kumbang yang sama dari berbagai arah. Tidak hanya sampai disitu, beberapa Kumbang juga mulai bermunculan dan mengepung Han Xiao.
"Keberuntunganku benar-benar buruk." Han Xiao berkata ringan, Kumbang Raksasa ini tidak memiliki kegunaan apapun untuknya, hanya membuang tenaga baginya untuk membantai mereka.
"Aku malas bertarung, ambil saja itu." Han Xiao melambaikan tangannya dan muncul Bunga Setan, itu sangat baik untuk para Kumbang ini. Sebelumnya Ne Zha telah memberinya cukup banyak. Hingga satu Bunga Setan ini tidak akan membuatnya rugi.
Bunga Setan memang penawar racun, sedangkan Kumbang itu semuanya beracun. Namun, ada satu kelemahan pada Kumbang tersebut, yaitu mereka tidak kebal racun walaupun memiliki racun, sungguh hal aneh tapi nyata.
Dengan Bunga Setan, mereka akan bisa menetralisir racun dalam tubuh mereka, dengan ini kekuatan bertarung mereka juga meningkat.
"Jangan macam-macam, aku membeir ini pada kalian karena malas bertarung. Kalian tidak berguna bahkan jika kubantai," ujar Han xiao seraya memasukan Tongkat Naga Penghancur dan melompat pergi dari tempat tersebut.
Monster ini berada di tingkat 17, sehingga mereka paham dengan perkataan Han Xiao, mereka membiarkan Han Xiao pergi dan segera bergerumul didekat Bunga Setan, hanya dengan aura Bunga Setan saja racun dalam tubuh mereka mulai tertekan.
Han Xiao sendiri kini mulai menyusuri hutan, dia ingin mencari tempat tinggi dan mengetahui posisinya berada dimana. Butuh empat hari hingga Han Xiao menemukan gunung yang sangat tinggi, dengan segera pemuda itu mendaki gunung tersebut.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14