Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab167. Roh Mata Dewa


__ADS_3

"Sebagai Roh Mata Dewa yang hanya menduduki kursi kedelapan kau terlalu arogan," ejek Han Xiao.


Suara gadis itu tercekat ketika Han Xiao berkata seperti itu, selama ini hanya segelintir orang yang mengetahui tentang Mata Dewa sebaik han Xiao dan Ne Zha.


"Sudah basa-basinya?" tanya Ne Zha.


"Ambil saja matanya, itu akan berguna di masa depan," ujar Han Xiao.


Ne Zha segera membuat mudra tangan yang lebih rumit dari Han Xiao, lalu dia bergerak untuk mengambil mata Ming Huan, setelah itu cahaya terang muncul dari tubuh Ming Huan.


"Arrrrrgh..." jeritan kesakitan Ming Huan sangat keras ketika Ne Zha mengambil matanya, perlahan dia merasakan bahwa dia menghilang. Sejenak dia tenang karena berpikir bahwa dia akan kembali ke kamar peserta, nanti saat dia berada di kamar peserta. Maka dia akan melaporkan apa yang dilihatnya pada Ayahnya. Kaisar Ming Shao.


Tetapi sekali lagi Ming Huan harus merasakan pahit bahwa dia tidak akan kembali ke kamar peserta, mudra tangan yang dilakukan oleh Ne Zha berfungsi untuk melenyapkan seluruh kekuatan dan kesadaran miliknya. Dengan kata lain, Ming Huan sudah mati.


Memang, Akademi mengatakan bahwa tidak akan ada korban jiwa, namun mereka tidak akan pernah menyangka bahwa ada orang yang memiliki kemampuan untuk melenyapkan kekuatan dan kesadaran yang menjadi pokok penting di dimensi tersebut. Sebelumya mereka sudah memperhitungkan bahwa diantara jenius tidak akan ada yang bisa menlenyapkan kekuatan ataupun kesadaran. Karena jika ingin melakukan itu seorang kultivator harus menginjak Alam Inti Kosong terlebih dahulu, juga tidak mungkin ada jenius yang baru berumur dibawah dua puluh sudah menembus Alam Inti Kosong.


Seluruh kejadian ini tidak dilihat oleh petinggi Akademi ataupun yang menonton proyeksi, karena Han Xiao membuat sebuah kekacauan untuk kekuatan yang bisa menunjukan aksi mereka di proyeksi. Dengan kata lain, Han Xiao telah merusak kamera yang menyorot mereka.


Hanya saat mereka selesai membuat mudra tangan dan tubuh anggota Ming Huan dan Ming Huan menjadi cahaya, barulah Han Xiao menghilangkan kekacauan tersebut. Dengan cara itu tidak akan ada yang mencurigai mereka atas kematian Ming Huan dan anggota tim nya, itu karena mereka melihat bahwa Ming Huan dan tim nya menjadi cahaya seperti peserta gugur lainnya.


"Kita urus dia nanti," ucap Ne Zha seraya memberikan Mata Ilusi yang sudah disegelnya pada Han Xiao untuk disimpan pada Cincin Spasial.


"Tidak kusangka ini panen yang baik," ujar Han Xiao lalu tertawa riang.


Mata Ilusi belum menyatu secara seluruhnya dengan Ming Huan, hal itu tentu sangat baik. Roh Mata Dewa memang biasanya akan menjadi pemilih, mengingat jika kekuatan pemilik Mata Dewa akan menjadi sangat kuat. Tidak heran kekuatan Ming Huan hanya memiliki sekitar tiga puluh persen dari kekuatan Mata Ilusi.

__ADS_1


Han Xiao dan Ne Zha menyadari saat Domain Ilusi dilemparkan, itu tidak memiliki kekuatan yang kokoh. Pada awalnya mereka hanya mengira bahwa Ming Huaan belumlah menguasai dengan baik, namun ternyata penyebab utamanya adalah Roh Mata Dewa belum menyatu dengan Ming Huan.


"Bukankah keren jika kita memiliki pasukan yang terdiri dari pemilik sepuluh mata dewa?" celetuk Han Xiao ketika mereka berjalan menuju arah para gadis.


Ne Zha memukul kepala Han Xiao, "Kau harus ingat bahwa para dewa sialan itu akan menjadi musuh kita."


"Hehe..." Han Xiao menggaruk kepalanya ringan.


***


Disisi lain, Kaisar Ming Huan yang melihat anaknya dibunuh dengan sangat mudah oleh Han Xiao dan Ne Zha terkejut. Memang kekuatan dua pemuda itu menakutkan, hanya saja dia tidak menyangka bahwa anaknya yang menurutnya sejajar dengan dua pemuda itu ternyata itu hanya pikirannya belaka.


Ming Huan dikalahkan dengan sebelah tangan oleh Ne Zha, sang Kaisar menghela napas lalu menghampiri kamar Ming Huan untuk melihat kondisi anaknya.


Ketika Kaisar Ming Shao membuka pintu kamar anaknya, segera dia merasakan aura kematian yang keluar dari tubuh anaknya, kekuatannya yang besar dan posisinya sebagai Kaisar Ilusi diantara Enam Kaisar membuat indranya sangat tajam.


Sang Kaisar segera keluar dari kamar peserta dan membuat keributan di aula utama yang kini berisi para Dekan yang juga sedang memantau proyeksi.


"KALIAN GILA!!! KALIAN MENGATAKAN TIDAK AKAN ADA KORBAN JIWA?!!! ANAKKU BARU SAJA MATI KETIKA TERBUNUH DIDALAM DIMENSI SIALANYANG KALIAN CIPTAKAN!!!"


Para Dekan dan Instruktur yang ada di aula utama terkejut oleh teriakan Kaisar Ming Huan yang membuat getaran di seluruh Akademi.


"Apa maksudmu Kaisar Ming Shao?" tanya Dekan Meili.


"KAU SENDIRI MENJELASKAN BAHWA TIDAK AKAN ADA KORBAN JIWA? NAMUN KINI ANAKU TELAH MATI!!!" pekik Kaisar Ming Shao.

__ADS_1


"JAGA CARA BICARAMU DISINI!!!" bentak Dekan Meili, aura yang sangat mengerikan segera terpancar darinya, membuat Kaisar Ming Shao segera terdiam dan secercah rasa takut muncul dalam jiwanya.


Melihat bahwa sang Kaisar telah membaik, Dekan Meili bertanya tentang apa yang terjadi pada Ming Huan.


***


"Ah sayang sekali aku tidak bisa menambahkan minyak pada pembakaran Kaisar Ming, yang mungkin saat ini tengah meledak," gerutu Han Xiao seraya melepaskan tinjunya pada jenius yang mereka temui.


Memang tim ini bukanlah dari sekte besar, mereka dari sekte menengah, tapi Han Xiao sedang kesal sehingga melupakan hal tersebut dan membunuh tim itu sendirian.


Ne Zha hanya menonton kelakuan sahabatnya itu, sedangkan para gadis berkedit ringan. Han Xiao sangat kesal hingga seperti itu karena tidak bisa memberikan minyak pada ledakan Kaisar Ming? Ya, namun hal yang terdengar remeh itu akan berdampak besar pada masa depan.


Han Xiao berniat membuat Kaisar Ming mengacau di Akademi yang memungkinkan Kaisar itu akan terbunuh, dengan cara itu setelah Pertarungan Keajaiban dia akan memimpin kudeta dan penyerangan pada Kekaisaran Ming dengan maksud agar Kekaisaran Yang menjadi lebih luas dan kuat. Serta tidak akan ada pernag antar Kekaisaran lagi setelahnya, mengingat bahwa Kekaisaran Ren sangat netral dan tidak akan bersikap jika tidak diserang.


Di Benua Angin Selatan, perseteruan Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Yang sudah berlangsung selama ribuan tahun, Han Xiao berniat menyelesaikan itu dengan memusnahkan Kekaisaran Ming.


Baik Ne Zha ataupun Han Xiao mengetahui jelas kekuatan sang Kaisar Ilusi, jadi menyerahkan kepala tua itu pada Akademi adalah hal yang sangat baik.


"Mungkin suasana hatinya sedang buruk," celetuk Xia Shiva.


"Mungkin," sahut Bi Jiao.


Setelah membunuh sepuluh murid dari sekte menengah itu, Han Xiao bergerak dengan cepat mencari target lain. Kini entah siapa yang akan mengalami kesialan atas kekesalan seorang Han Xiao.


***

__ADS_1


Bab Reguler mingguan : 2/14


__ADS_2