Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab149. Dua Pasukan


__ADS_3

"Kau sudah memberitahunya tentang Delapan kekuatan?" Ne Zha bertanya saat mereka tengah melncur cepat menggunakan Kuai You Shengqi.


Han Xiao mengangguk ringan, "Bagaimana denganmu?"


"Aku hanya tidak menyangka Fu Daiyu akan menjadi salah satu dari pasukanku," balas Ne Zha.


Setelah menembus Ekspansi Istana, sebagian kecil ingatan yang tersegel telah terbuka. Disana menjelaskan tentang dua pasukan yang memiliki kekuatan yang sangat menakutkan. Satu adalah Pasukan kekuatan Kejahatan dan yang satu adalah Pasukan kekuatan Asal.


Kekuatan Kejahatan terdapat delapan bagian yaitu yang sebelumnya dijelaskan oleh Han Xiao, sedangkan kekuatan Asal adalah kekuatan yang berpusatkan pada lima elemen yaitu Api, Air, Kayu, Baja dan Tanah. Walau jumlah kekuatan Asal hanya lima namun mereka juga bisa menguasai seluruh elemen karena pada dasarnya seluruh elemen medasar pada lima elemen kekuatan Asal.


Ne Zha adalah penguasa dari kekuatan Elemen seperti layaknya Han Xiao yang menguasai kekuatan Kejahatan. Tetapi itu bukan berarti Ne Zha bisa mengambil kekuatan seluruh kultivator yang bergantung pada elemen, setidaknya belum saat ini.


Ne Zha saat ini hanya bisa mengambil kekuatan dari orang yang telah menerima peninggalan kekuatan dari Kekuatan Asal, dan Fu Daiyu merupakan salah satunya. Tapi kasus Fu Daiyu adalah secara tidak langsung karena yang menemukan peninggalan adalah Bunga Suci yang menerima peninggalan elemen kayu.


"Kita akan pikirkan itu setelah semuanya berjalan sesuai rencana, saat ini kita fokuskan dulu rencana kita," ucap Ne Zha lalu memejamkan matanya, sebelumnya dia merasa sedikit lelah karena terus mengendarai Kuai You Shengqi siang dan malam hanya untuk mengejar jejak Han Xiao.


***


Selama satu bulan Han Xiao dan Ne Zha mengabiska waktu mereka untuk berpetualang di Kekaisaran Ming, tentu saja tidak ada namanya perjalanan mulus. Kekaisaran Ming selalau menyulitkan mereka dalam perjalanan mereka dengan mengirim misi pada sekte-sekte aliran hitam ataupun netral untuk mempersulit Han Xiao dan Ne Zha.

__ADS_1


Hal itu disambut baik oleh Ne Zha dan Han Xiao dengan meratakan sekte yang menerima misi dari Kekaisaran, para sekte yang menerima misi itu hanyalah sekte kecil hingga menengah. Tidak ada sekte besar yang menerima misi karena mereka mengetahui konsekuensi melawan dua pemuda itu.


Belum lagi mengingat bahwa Han Xiao yang digadang-gadangkan adalah murid Petapa Gila, serta Ne Zha memiliki pengawasan dari Bunga Kematian. Tidak ada yang cukup gila bagi sekte besar untuk menambil misi yang akan berujung kehancuran sekte.


Para sekte kecil dan menengah terpaksa melakukan itu karena hadiah dari Kaisar Ming sangatlah besar, hadiah itu saja bisa membuat sekte kecil menjadi sekte menengah puncak yang harus dipertimbangkan oleh sekte besar. Dan sekte menegah pastilah akan menjadi sekte besar dalam sekejap karena hadiah tersebut. Mereka merasa sepadan jika berhasil mempersulit dua pemuda itu, namun mereka tidak mengetahui konsekuensi mengerikan dari menyinggung dua makhluk mengerikan itu.


Tentu saja sekte besar aliran hitam tidak ingin membagikan informasi tentang konsekuensi itu, karena dengan mengurangnya kekuatan sekte menengah dan kecil maka posisi mereka akan menjadi lebih kuat pada aliran hitam. Memang pada aliran hitam segalapun bisa terjadi karena hal sepele seperti perebutan daerah dan kekuatan.


***


"Hoaaam... kita pulang saja, sudah cukup lama kita berjalan-jalan, juga Pertarungan Keajaiban akan mulai dalam waktu dekat, aku yakin Ayah pasti sudah menggerakan orang untuk mencariku," ujar Han Xiao seraya meregangkan ototnya pegal karena tertidur didalam Kuai You Shengqi.


Han Xiao pindah dari kursi penumpang dan duduk di kursi pengemudi, setelah Ne Zha masuk segera dia menancapkan kecepatan tinggi untuk segera sampai di daerah Hutan Kegelapan yang menjadi perbatasan antara Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Yang.


***


"Yu'er kini sangat kuat, aku yakin Han Xiao akan bangga padamu." Sesosok gadis bergaun hijau muda dengan corak biru muda tersenyum pada gadis berambut emas dihadapannya.


"Terimakasih Jiao'jie!" Ren Yanyu tersenyum lebar pada gadis dihadapannya yang tak lain adalah Bi Jiao.

__ADS_1


Bi Jiao memilih untuk pulang ke Klan karena sebentar lagi Pertarungan Keajaiban akan dimulai, mengingat bahwa dia adalah tim Han Xiao sungguh tidak pantas jika dia tidak datang ke Istana Kekaisaran untuk berangkat bersama menuju Akademi.


Juga pasti akan ada pelatihan untuk tim masing-masing karena membutuhkan kekompakan yang baik dalam sebuah tim, setidaknya dengan pelatihan ini mereka akan mengetahui kekurangan dan kelebihan dari bagian tim mereka sehingga bisa mengisi kekurangan dari teman satu tim tersebut.


Bi Jiao berlatih sangat keras setelah mendapatkan informasi dari Akademi yang mengubah peraturan, awalnya dia menahan diri untuk menembus Alam Ekspansi Istana karena masih kurang jumlah Istana Takdirnya untuk membentuk Istana Bumi, namun siapa sangka Kekaisaran memberikannya sebuah sumber daya besar karena menjadi tim Han Xiao.


Diapun tidak membuang kesempatan baik itu dan segera berkultivasi tertutup untuk membentuk tujuh Istana Takdir membuatnya kuat dalam jejeran Istana Takdir, hal itu membuat Klan Bi bersorak gembira, sangat sulit untuk membentuk lima Istana Takdir namun Bi Jiao telah berhasil membentuk tujuh Istana Takdir. Sudah jelas masa depannya menjadi sangat terang.


Tentu yang paling kesal adalah Sekte Tiga Pedang, mendengar bahwa Bi Jiao membentuk tujuh Istana Takdir membuat mereka senang sekaligus kesal, senang karena memiliki murid yang berbakat serta kesal karena Bi Jiao tidak berada pada tim mereka untuk Pertarungan Keajaiban.


Namun mereka hanya bisa menelan mentah-mentah kekesalan mereka karena tidak bisa melawan Kekaisaran, belum lagi sepertinya Klan Bi lebih suka Bi Jiao ada dalam tim Han Xiao dibandingkan Sepuluh Pedang Suci.


"Hmm... Jiao'jie, apakah kau mendapatkan kabar tentang Abang Zha dan Abang Han? mereka sudah pergi lebih dari dua bulan," tanya Ren Yanyu.


Bi Jiao tersenyum kecut, memang dia mendapatkan kabar tentang dua pemuda itu yang beberapa waktu terakhir membuat Kekaisaran Ming berada didalam kekacauan, julukan Ganas tersemat pada nama mereka berdua lantaran setiap tindakan mereka sangatlah ganas da menakutkan. Siapa yang sangat gila untuk menyerang Sekte menengah seorang diri?


"Jangan khawatirkan dua Abangmu, dalam waktu sebentar lagi juga mereka akanpulang mengingat Pertarungan Keajaiban akan dimulai." Bi Jiao tersenyum manis pada Ren Yanyu.


Beberapa hari ini Bi Jiao menghabiskan waktunya untuk berlatih tanding dengan Ren Yanyu, sekali lagi dia tersenyum kecut karena kekuatan Ren Yanyu tak kalah mengerikan dari dua pemuda yang dikenalnya pada saat dua pemuda itu memiliki kultivasi yang sama dengan Ren Yanyu. Yaitu Alam Emas kedua.

__ADS_1


__ADS_2