Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab448. Tantangan


__ADS_3

Han Xiao, Ne Zha dan Pu Thin berjalan keluar dari kediaman Pu Thin.


Pu Thin memasang Cincin baru di tangannya, itu adalah perwujudan kecil dari Jirah Jiqiren yang telah dibangun oleh Han Xiao sebelumnya, Jirah itu bisa berubah menjadi Cincin agar mudah dibawa.


"Kita langsung datang ke Istana." Ne Zha meminta Han Xiao untuk menteleportasikan mereka ke sana.


Dengan kekautan Ruang, Han Xiao membawa keduanya ke Istana dalam sekejap, sesampainya disana, para penjaga terkejut dan langsung menodongkan senjata mereka pada ketiganya yang muncul entah dari mana. Namun, ketika melihat Pu Thin, semua penjaga menurunkan senjata mereka.


"Hahaha! Putraku, kau datang kemari. Apakah Jiqiren mu sudah selesai?" Seorang pria paruh baya muncul ditemani dengan dua Jiqiren di belakangnya.


Ne Zha dan Han Xiao mengetahui orang ini adalah Wali Kota yang sekaligus Ayah Pu Thin.


"Oh kau membawa teman, perkenalkan padaku." Wali Kota mengalihkan pandangannya pada Han Xiao dan Ne Zha.


"Ini adalah saudara Han, dan ini saudara Ne," sahut Pu Thin yang sudah dikendalikan Han Xiao.


Wali Kota tertawa menyabut Han Xiao dan Ne Zha, mereka bertiga dibawa kedalam Istana oleh Wali Kota. Sesampainya di dalam, Han Xiao tidak membuang waktu lagi dan memerintahkan Pu Thin lewat pikirannya untuk melakukan tantangan sekarang juga.


"Ayah, maaf jika anakmu lancang. Aku ingin Tantangan dalam pertarungan Jiqiren dilakukan hari ini."


Wali Kota tersenyum kecil, tangannya melambai, detik berikutnya. Istana megah sebelumnya segera melebar dan berubah menjadi sebuah arena pertarungan yang sangat besar dan megah.


"Jika begitu, ayo mulai," ucap Wali Kota diiringi senyum lebarnya.


Dua Jiqiren di belakang Wali Kota terbang dan mendarat di arena pertarungan.


Pu Thin menyentuh Cincin di tangannya, secara bertahap seluruh tubuhnya ditutupi oleh Jirah yang dibuat Han Xiao sebelumnya.


Ketika melihat Jirah yang secara perlahan menutupi tubuh Pu Thin, Wali Kota telihat terkejut. Namun, dia segera menutupinya.


Pu Thin melompat dan mendarat di hadapan dua Jiqiren besar tersebut. Tatapannya segera teralih pada Wali Kota.


"Apakah Ayah yakin tidak akan mengeluarkan dia?" Pu Thin mengarah pada Jiqiren terkuat milik Ayahnya.


Wali Kota tersenyum kecil tidak mengiyakan atau menolak perkataan Pu Thin.


"Pertarungan tahta dimulai!" Tidak banyak hal dalam pertarungan ini, semua hal diperbolehkan kecuali bantuan luar.


Pu Thin berada dibawah kendali Han Xiao, dengan luasnya pengetahuan Han Xiao, dia dengan mudah melakukan penghindaran ataupun perlawanan pada dua Jiqiren milik Wali Kota.

__ADS_1


"Mereka lemah," decak Han Xiao meremehkan Jiqiren milik Wali Kota.


"Apakah kau yakin anak muda? Dua Jiqiren itu jika bersatu setara dengan Kultivator Alam Kaisar," kekeh Wali Kota yang tak jauh dari Han Xiao.


Han Xiao tersenyum riang, "Satu..." Han Xiao mengankat jari telunjukanya. "Dua..." Jari tengah menyusul.


"Tiga..." Jari manis Han Xiao terangkat, pada saat bersamaan suara ledakan luar biasa terjadi di arena pertarungan.


"Kau kalah." Han Xiao menggibaskan tangannya mengirim angin untuk menghilangkan asap hitam yang menghalangi arena.


Di Arena pertarungan, Pu Thin berdiri dengan gagah diantara dua Jiqiren yang terbaring sudah tak berbentuk. Baja-baja Jiqiren itu sudah berantakan.


"Setara Alam Kaisar eh?" kekeh Han Xiao.


Wajah Wali Kota memerah saat mendengar kekehan Han Xiao yang mengandung ejekan sangat kental serta mengesalkan.


"Keluarkan Than!" seru Wali Kota.


Pada saat berikutnya, suara ledakan berbunyi nyaring di arena. Pu Thin yang sebelumnya hanya berdiri kini sedang menahan serangan dari Jiqiren yang dua kali lebih besar darinya, Jiqiren itu memiliki warna ungu terang. Perawakan Jiqiren tersebut sangat besar, Pu Thin yang kecil terlihat sulit menahan.


"Anakku, kau sangat jenius bisa membuat Jirah yang sangat kuat seperti itu. Tapi ingat, sepintar apapun kau, tidak akan bisa melebihiku," ujar Wali Kota dengan santai, dia sangat yakin akan kemenangannya saat Than dikeluarkan.


Wali Kota tertawa saat mendengar perkataan Han Xiao, "Kau bercanda? Than adalah Jiqiren terkuat, dia setara Alam Kaisar Abadi atau Monster tingkat 22. Bagaimana bisa dikalahkan?"


Han Xiao menunjuk kedua matanya lalu kedua jarinya itu dia tujukan pada arena, memberi isyarat agar Wali Kota menatap arena pertarungan.


Wali Kota menggelengkan kepalanya dan melihat arena pertarungan.


Deg!


Jantungnya segera naik ke tenggorokan ketika melihat Pu Thin tengah memukuli Than, Jiqiren terkuatnya.


Pu Thin terlihat sangat mendominasi, berbagai jurus asing dia keluarkan untuk memukuli titik yang sama pada Than.


"Pada akhirnya, itu hanyalah sebuah Mekanik, jika titik utama dipukuli terus dan rusak. Dia akan hancur." Kini Han Xiao tidak hanya terkekeh, dia tertawa lantang dengan sangat puas menginjak Wali Kota.


Ne Zha hanya terdiam menonton pertunjukan, dia malas untuk berbicara jika tidak terjadi hal penting. Dia akan membiarkan Han Xiao mengambil panggung untuk terus berbicara.


Pu Thin mengaktifkan Rune, dua Meriam muncul di tangannya, diarahkannya dua Meriam itu pada Than, ketika Rune aktif. Meriam itu menembakan dua bola cahaya merah.

__ADS_1


BOOOOOOOM!!!


Than terseret bermeter-meter sebelum meledak dibawah serangan dua bola cahaya merah yang keluar dari meriam.


"Hancur." Han Xiao berkata ringan.


Perkataan ringan Han Xiao bagaikan bola cahaya merah itu menghantam hati Wali Kota, tubuh Wali Kota segera ambruk tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Than telah kalah! Itu berarti, dia akan kehilangan tahta yang sudah dia duduki selama milyaran tahun!


Pu Thin datang menghampiri ayahnya, Jirahnya kembali menjadi Cincin di jari telunjuknya.


"Sesuai peraturan, kau kalah. Tahtamu menjadi milikku mulai sekarang." Pu Thin menyentuh kepala Wali Kota.


Cahaya putih menyerebak keluar dari mata Wali Kota dan memasuki tubuh Pu Thin.


Han Xiao dan Ne Zha mengetahui bahwa ini adalah proses pergantian Tahta, ini adalah hal yang sedikit kejam, karena jika Wali Kota memberikan Jabatannya, maka dia harus mati, karena baik kekuatan, ingatan dan berbagai hal lain dalam dirinya dipindahkan pada penerusnya.


Ne Zha mengangguk ringan, semua sesuai dalam harapannya, rencananya berjalan mulus.


Pergantian itu berlangsung sangat singkat, tubuh Wali Kota yang mati ambruk ke tanah. Pu Thin memandang sekelilingnya.


Para penjaga dan semua orang yang menyaksikan pertarungan segera menundukan kepala mereka dan mulai bersujud.


"SALAM WALI KOTA BARU!!!"


"SALAM WALI KOTA BARU!!!"


"SALAM WALI KOTA BARU!!!"


Seruan itu bergema dimana-mana, Pu Thin mengangkat tangannya, pada saat itu juga menjadi hening.


"Aku Pu Thin, mulai sekarang adalah pemimpin kalian!" seru Pu Thin.


Setelah melakukan beberapa hal, Han Xiao mengendalikan Pu Thin untuk kembali merubah Istana. Barulah Han Xiao menjelajahi ingatan baru yang memasuki kepala Pu Thin. Alangkah terkjutnya dia ketika mengetahui hal mengenai Distrik Rahasia.


***


Update Mingguan : 05/14

__ADS_1


__ADS_2