Dua Penguasa

Dua Penguasa
Ban318. Bekal


__ADS_3

Han Xiao dan Ne Zha sedikit terkejut melihat jumlah Ras Jijian yang berada di Pesisi pantai, mereka berdua melepaskan kekuatan mereka untuk memintai kultivasi yang dimiliki oleh Ras Jijian.


Senyum keduanya melebar ketika merasakan bahwa yang terkuat hanyalah Dewa Roh pertama, itu dapat ditangani dengan mudah oleh salah satu dari mereka.


Meskipun mereka terkejut, tapi itu tidak berlangsung lama, rasa keterkejutan tersebut digantikan oleh rasa senang lantaran mereka akan memiliki bekal Tendon Naga yang sangat banyak.


"Ini akan seru Zha." Han Xiao berkata dengan tidak mengalihkan pandangannya pada ratusan ribu Ras Jijian yang kini tengah berseru.


"Wah... wah... wah... Kita akan mendapatkan bekal yang sangat banyak!" Han Xiao berseru dengan sangat senang seraya menunjukan dirinya bersama Ne Zha pada Ras Jijian.


Orang lain mungkin akan mengutuk Han Xiao jika mengetahui dalam kepala pemuda itu terbayang seisi pesisi Pantai bukanlah Ras Jijian, tapi sekumpulan Tendon Naga yang dimasak dengan berbagai macam.


Ne Zha dan Han Xiao bisa mendengar pada barisan paling depan Ras Jijian, terdapat tiga Ras Jijian yang mereka lepaskan tengah mengadu dengan sangat geram pada Ras Jijian paling menonjol.


Kedua pemuda itu sudah mengetahui bahwa Ras Jijian yang paling besar itu juga memiliki kekuatan yang paling besar.


Melihat Ras Jijian yang secara langsung menyerbu, Han Xiao dan Ne Zha tidak gentar. Dua pemuda itu beradu kepalan tangan sebelum menyambut serangan Ras Jijian bersama.


Ada beberapa Ras Manusia dan Ras Pribumi Alam Semesta Air yang menonton pertarungan Han Xiao dan Ne Zha melawan ratusan ribu Ras Jijian.


Mereka semua mengaggap bahwa Han Xiao dan Ne Zha sudah gila, melawan Ras Jijian. Bahkan Ras Sisik Biru saja yang merupakan Ras terkuat di Bintang ini akan berpikir berkali-kali.


Namun, dua pemuda itu kini tengah melakukan perang secara terbuka!


Ne Zha membentuk sebuah mudra tangan ketika mereka hendak berbenturan, tepat pada saat mereka berdua hanya tersisa beberapa jarak saja dengan Ras Jijian.


Di belakang Ne Zha terbentuk Panah-Panah yang tidak terhitung jumlahnya, Panah tersebut terbuat dari berbagai elemen yang sangat menakjubkan. Tangan Ne Zha bergerak menunjuk gerombolan Ras Jijian, panah-panah tersebut langsung menyerbu bagaikan hujan pada Ras Jijian.

__ADS_1


Serangan Ne Zha tentu sangat mengejutkan bagi Ras Jijian, banyak dari mereka yang tidak sempat menghindar atau menangkisnya, hal tersebut membuat Ras Jijian yang berjuang di garis depan tewas seketika, sedangkan yang berada di baris kedua mengalami luka yang cukup seriu.


"Giliranku! Ombak Kehancuran!" Han Xiao membentuk mudra tangan.


Bayangan ombak besar tercetak dihadapan Han Xiao, ombak raksasa berwarna hitam pekat itu menghantam Ras Jijian yang berada di baris kedua hingga ketiga. Ras Jijian yang terkena Ombak Kehancuran dari Han Xia tidak bisa melakukan apa-apa. Kini nasib mereka adalah hancur menjadi tumpukan daging, hanya menyisakan Tendon Naga mereka yang utuh.


"Hampir saja kau merusak bekal kita," omel Ne Zha.


Han Xiao tersenyum canggung, "Tenanglah Zha, jika benar, kata Harimau tua itu, Tendon Naga sangat tahan akan Energi Kehancuran dibandingkan dengan dengan tujuh Energi lainnya, jadi Bekal kita tidak akan hancur," sahut Han Xiao.


Melihat kaumnya terbunuh dengan sangat mudah, Ras Jijian yang bertubuh paling besar itu segera maju, dia mengetahui bahwa dua pemuda itu setidaknya Dewa Roh seperti dirinya.


"Semuanya, kalian fokus pada bocah itu, aku akan menangani yang berambut biru itu! Setidaknya mereka adalah Dewa Roh, jangan takut. Jumlah kita lebih banyak dari mereka!" seru Ras Jijian bertubuh paling besar tersebut.


"Baik Tetua!" sahut Ras Jijian yang lainnya.


Ras Jijian yang disebut Tetua itu terkejut bukan main ketika mendengar suara Han Xiao yang sangat dekat dengannya, hembusan dingin menusuk tulang sangat terasa pada tubuhnya. Tetua Jijian melayangkan sebuah cakaran pada belakang bagian tubuhnya untuk menyerang.


Tapi sial, Tetua Ras Jijian itu hanya mencakar angin.


Bletak...


"Kau mencariku?" Han Xiao menjitak kepala Tetua Ras Jijian.


Spontan saja Tetua Ras Jijian membalik dan langsung menyerang Han Xiao, tapi bukan Han Xiao namanya jika tidak mengesalkan, pemuda itu kembali menghilang.


"Tunjukan dirimu jika berani! Jangan menjadi pengecut!" seru Tetua Ras Jijian sangat marah, dia segera mengeluarkan seluruh kekuatannya, cahaya kehijauan memenuhi tubuh Tetua Ras Jijian.

__ADS_1


"Pengecut? Tidak ada yang tahu siapa pengecut diantara kita." Han Xiao muncul secara tiba-tiba didepan Tetua Ras Jijian, karena tepat hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Tetua Ras Jijian terkejut dan spontan unduk melakukan langkah mundur.


Han Xiao tidak melepaskan Tetua Ras Jijian mundur begit saja, tangan pemuda itu bergerak untuk menusuk dada Tetua Ras Jijian, pada saat tangan Han Xiao berad didalam dada Tetua Ras Jijian, dia menyentuh sebuah benda seperti bola kristal. Itu adalah Inti Bentuk yang dimiliki oleh Ras Jijian agar bisa menjadi setengah manusia.


Inti Bentuk berbeda dengan Inti Perubahan yang dimiliki Kultivator Alam Semesta Xian Chin. Inti Bentuk hanya dimiliki oleh Ras dari Alam Semesta Air, layaknya Inti Perubahan yang hanya dimiliki oleh Alam Semesta Waktu milik Xian Chin.


Han Xiao meremas Inti Bentuk milik Tetua Ras Jijian hingga menghancurkannya lalu kembali menarik tangannya.


Sebuah seringgai tercetak pada sudut bibir Han Xiao ketika melihat Tetua Ras Jijian tidak berhenti muntah darah, tatapan Tetua Ras Jijian terpaku pada Han Xiao, tatapan itu dipenuhi dengan amarah dan keengganan.


Sepucuk daun terbang melewati pandangan Han Xiao, pemuda itu mengambil daun yang terbang tersebut lalu menebaskan daun itu seperti pedang pada leher Tetua Ras Jijian.


"Kultivasi kalian memang tinggi, tapi sayang. Pondasi serta kekuatan kalian sangat lemah," ujar Han Xiao ketika dirinya berhasil membunuh Tetua Ras Jijian.


Sebenarnya bukan Tetua Ras Jijian yang lemah, hanya saja Han Xiao banyak menggunakan trik, seperti menyerang secara menyelinat dan menghancurkan Inti Bentuk.


Juga dengan kultivasi han Xiao yang berada pada Dewa Sejati, kultivator Dewa Roh pertama seperti Tetua Ras Jijian sungguh bagaikan tahu baginya yang menyerang dengan berbagai trik.


Pandangan Han Xiao kini terarah pada Ne Zha yang kini tengah memejamkan matanya.


Ne Zha terlihat sedang duduk santai diatas sebuah Manusia Raksasa yang terbuat dari Elemen Kayu. Manusia Raksasa tersebut memegang Pedang yang terbuat dari Elemen Api pada tangan kanannya dan Pedang Elemen Es pada tangan kirinya. Belum lagi sebuah pelindung dari Elemen Angin yang tersemat tipis bagaikan helaian jubah pada Manusia Raksasa tersebut.


***


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 62/75

__ADS_1


__ADS_2