Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab269. Raja Iblis Berkumpul


__ADS_3

"Kenapa meminta maaf bodoh? Akulah yang ceroboh melakukan kontrak hati denganmu," ujar Xian Chin ketika merasakan nada Han Xiao berubah sangat drastis.


Han Xiao dulu memiliki sebuah komitmen yaitu tidak akan menyakiti pasangan hidupnya, biarpun Xian Chin adalah tunangan yang dipaksakan. Namun, tetap saja gadis itu adalah pasangannya walaupun belum melakukan pernikahan resmi.


"Aku gagal, maafkan aku," lirih Han Xiao.


Xian Chin yang berada jauh di Alam Abadi menjadi kebingungan oleh jawaban dari Han Xiao, kenapa pemuda itu terus meminta maaf padanya, dan mengatakan. Dia gagal?


"Han, kau tidak gagal. Jalan masih panjang kedepan, biarpun Ruan Jian suda tiada, tapi dia sedang dala lingkaran teinkarnasi untuk hidup lagi. Juga Bing Xing, kini dia Tenga afa di rumahnya. Bintang Es, kau tidak gagal. Jangan biarkan rasa dalam hatimu membuatmu berubah, aku melakukan kontrak hati agar kau tidak merasakan sakit sendiri dan membagikannya denganku sebagai tunanganmu." Xian Chin berkata panjang lebar karena merasa Han Xiao kini tengah berubah drastis dari biasanya.


Bukannya membaik, justru Han Xiao semakin memburuk karena penjelasan Xian Chin.


"Kau tahu, aku memiliki komitmen untuk tidak menyakiti pasanganku, aku tidak ingin perempuan yang menjadi pasangan hidupku tersakiti olehku, sudah dua perempuan yang aku sakiti karena kebodohanku. Kini kau juga menjadi satu lagi korban dari kebodohanku," ujar Han Xiao dengan nada pahit.


Xian Chin tertegun ketika mendengar ujaran Han Xiao, sungguh dia tidak menyangka Han Xiao memiliki komitmen seperti itu. Dia selalu membatasi dirinya untuk menyentuh dan mengotak-atik hati Han Xiao, dirinya selalu bertahan pada posisi penasaran yang menggelayuti hati dan pikirannya.


Dulu Xian Chin berpikir bahwa dia tidak harus melakukan agar Han Xiao dengan paksa mencintainya, dan kemungkinan itu benar. Pemuda itu memiliki komitmen unik, namun sangat menyentuh hati.


"Aku memaafkanmu, cepatlah menjadi kuat dan kita akan segera bertemu. Aku ingin merasakan pelukan rindu darimu setelah satu milyar tahun ini," ucap Xian Chin.


"Apa maksudmu? Chin? Xian Chin?!" Han Xiao bingung sendiri ketika Xian Chin mengatakan pelukan rindu setelah satu milyar tahun?


Han Xiao segera memberitahu Ne Zha komunikasi nya dengan Xian Chin barusan, alis Ne Zha terangkat tinggi ketika menyimak akhir kalimat yang dikatakan oleh Xian Chin.


"Jangan bilang bahwa saat kita berpindah dunia menghabiskan waktu satu milyar tahun!" seru Han Xiao dengan terkejut.

__ADS_1


Ne Zha menganggukkan kepalanya ringan, "Itu mungkin saja, kita ini bukan berpindah tempat. Tapi Alam Semesta yang sangat jauh, walaupun kita merasakan hanya satu kedipan mata. Kemungkinan itu kita telah menghabiskan waktu 1 milyar tahun untuk perjalanan menuju dunia ini. Ne Zha mengeluarkan pendapatnya.


Han Xiao tertunduk lemas, dia sempat berpikir untuk kembali secepat mungkin ke Negara Maritim, dengan kekuatan yang dimilikinya. Dia bisa mengamuk sepuasnya memberantas para Mafia dan kelompok yang meresahkan dunianya dulu. Namun sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi, bisa saja dunianya yang dulu yelah hancur. Mengingat dulu para ilmuan mengatakan bahwa akan ada meteor Mega yang akan menghantam planet tersebut, juga perhitungan tentang sudah jarangnya pepohonan di planet tersebut, kemungkinan pasokan udara disana akan memburuk.


"Sudahlah, kita fokus terlebih dahulu untuk melakukan rencana yang diarahkan oleh Xian Chin," kata Ne Zha saat melihat Han Xiao yang linglung.


"Jika benar, maka umur kita sudah satu milyar tahun Zha!" ceplos Han Xiao dengan polos.


Ne Zha terbatuk sebelum menggaruk kepalanya yang tidak gatal, hal yang dikatakan oleh Han Xiao bisa saja benar. Dan kemungkinan benar.


"Kita sampai di Lembah Tiga Warna." Ne Zha menghentikan Kuai You Shengqi pada tepian sebuah lembah.


***


Han Xiao pasti akan mengutuk ratusan kali seraya memukuli sosok bertanduk hitam yang berada dihadapan Raja Iblis Mata Satu itu, ya. Tidak lain sosok itu adalah Raja Iblis Tanduk Hitam.


"Terserah kalian percaya atau tidak, tapi yang aku harapkan kita muncul bersamaan untuk membunuh lima bocah itu, kalian belum pernah bertarung dengan salah satu dari mereka. Namun pasti kalian sudah tahu tentang kematian Kulit Putih?" Raja Iblis Tanduk Hitam menatap delapan sosok mengerikan dihadapannya, mereka adalah delapan Raja Iblis.


"Kulit Putih melakukan perjalanan ke Benua Angin Selatan, benar?" ujar salah satu Raja Iblis yang memiliki sisik baja pada sekujur tubuhnya.


"Benar, kabar ini aku baru dapatkan dari Klan Kulit Putih yang kii sedang melakukan pemilihan untuk Raja Iblis Klan mereka yang baru," sahut Raja Iblis Taring Runcing.


Raja Iblis Tanduk Hitam menggelengkan kepalanya ringan, "Saat aku bertarung dengan pemuda itu, dia mengatakan bahwa Raja Iblis Kulit Putih telah dibunuh olehnya, aku awalnya tidak percaya, tapi saat melihat potongan kulit putih dari Raja Iblis Kulit Putih aku mau tidak mau harus mengakuinya bahwa pemuda itu tidak berbohong."


"Lalu bagaimana kita menghadapi mereka?" tanya sosok hitam legam sekujur tubuhnya, dia adalah Raja Iblis dari Klan Bayangan Malam.

__ADS_1


Raja Iblis Tanduk Hitam menyunggingkan sebuah senyum, dia segera mengatakan rencananya untuk menghadapi kelompok Ne Zha.


Karena mendapatkan hak istimewa dari Kaisar Iblis, dia bisa mengatur para Raja Iblis ini, walaupun mereka tidak melakukannya karena hormat padanya, tapi setidaknya dia berhasil mengatur dan berkuasa diantara delapan Raja Iblis ini.


Delapan Raja Iblis itu juga tertawa pus ketika mendengar rencana yang dimiliki oleh Raja Iblis Tanduk Hitam.


"Hanya dengan begini mereka akan mati," ucap Raja Iblis Tanduk Hitam dengan dingin.


"Iblis akan menguasai lima Benua! Kita akan menguasai Laut Tanpa Batas!" seru para Raja Iblis tersebut dengan penuh semangat yang sangat tinggi.


***


Han Xiao, Ne Zha, Feng Jin, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang tela menelusuri setiap inci dari Lembah Tiba Warna. Namun sayang, mereka tidak menemukan meja apapun mengenai Ras Iblis.


"Mereka benar-benar seolah ditarik oleh ruang," celetuk Han Xiao karena sulit menemukan Ras Iblis satupun, tapi Altar pengorbanan masih berdiri kokoh pada tengah lembah.


"Kalian terlalu heboh, jadi mereka telah kabur dari sebelum kita datang ke sini," ceplos Feng Jin dengan santai.


Han Xiao dan Xiao Wushuang saling memandang sebelum tertawa kecil menanggapi, akhir-akhir ini mereka sungguh ganas untuk meratakan sekte-sekte yang bersekutu dengan Ras Iblis di Benua Kayu Tengah ini.


***


Update Mingguan : 11/14


Update Merdeka : 16/75

__ADS_1


__ADS_2