
"Aku ada tugas untukmu," ucap Xian Xuenai.
Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan mendekat pada Xian Xuenai, setelah mendengarkan tugas yang diberikan padanya. Sosok tersebut sedikit menggernyit heran, tapi tidak banyak memprotes dan dia segera menghilang untuk menjalankan tugasnya.
"Akan ada hal yang sedikit diluar dugaan, ya tapi ini sedikit bagus." Xian Xuenai terkekeh lalu menyuapkan kembali kue di tangannya.
***
Genap seratus tahun Han Xiao dan Ne Zha berkultivasi, mereka sungguh terlalu meremehkan diri mereka sendiri.
Kapasitas Qi yang mereka miliki sungguh sangat luar biasa besar, itu puluhan kali lipat dari yang dimiliki kultivator jenius sekalipun. Dengan bantuan banyak sumber daya dan seratus tahun sekalipun, mereka kini hanya berada diambang menembus Alam Dewa Roh.
Mereka berdua kini tengah dalam proses pembuatan Altar untuk nanti tempat Jiwa mereka, bagian inilah yang akan sulit dilakukan oleh mereka berdua. Karena selain membuat Altar, mereka juga akan membersihkan jiwa, dimana hal itu akan memakan waktu yang tidak sedikit.
Ne Zha dan Han Xiao tidak pernah terbangun selama seratus tahun ini, mereka benar-benar fokus untuk menaikan kultivasi mereka. Awalnya mereka mengira bahwa dalam lima puluh tahun sudah cukup untuk mencapai Dewa Roh, tapi sial. Karena mereka sangatlah berbeda, tubuh dan segala struktur dalam diri mereka telah dirombak habis oleh dua Harimau Suci pada saat pertama mereka datang kemari.
Namun, dibalik itu ada hal yang menyenangkan, mereka berdua tidak perlu melakukan merubah Inti Dantian mereka menjadi Pohon Kehidupan, karena pada saat itu sudah dirubah oleh Dua Harimau Suci.
Dengan begitu, ketika mereka menembus Alam Dewa Sejati, tidak perlu mereka mengubah Dantian, hanya tinggal menerobos dengan sangat mudah.
Pengetahuan keduanya juga sudah semakin meluas karena segel yang terdapat pada kepala mereka terlepas, sesuai janji dari Harimau Suci, ketika mereka mencapai Alam Inti Kosong.
Mereka kini sudah benar-benar menginjakan diri pada dunia Kultivator yang sesungguhnya. Dunia yang memenuhi standar untuk panggung mereka berdua.
Di Alam Abadi, kultivator akan dinyatakan sebagai kultivator sejati ketika menginjakan kaki pada Alam Dewa Roh, karena pada tingkat Alam Inti Kosong kebawah, itu hanyalah sarapan atau permulaan.
__ADS_1
Untuk tingkatan setelah Alam Dewa adalah Dewa Roh, lalu Dewa Sejati dilanjut ke Dewa Raja yang dibagi menjadi tiga setiap tingkatannya dan barulah Alam Raja Abadi, dari Alam Raja Abadi Kultivator harus membentuk sebuah ruang dan dimensi yang dimana baru nanti mereka bisa masuk ke ranah berikutnya. Yaitu Alam Kaisar.
Xian Xuenai sendiri berada di Alam Raja Abadi, dan yang berada di Alam Kaisar, sudah jelas hanya seratus orang, yaitu seratus Kaisar Alam Semesta. Xian Chin adalah salah satunya.
Setelah Alam Kaisar, yaitu Kaisar Abadi. Tapi sejauh ini seperti yang sudah diketahui, hanya Xian Chin yang memiliki peluang tertinggi untuk menembus Kaisar Abadi.
Tidak mudah untuk berkultivasi hingga Alam Raja Abadi, membutuhkan milyaran tahun dan keberuntungan luar biasa. Dan sejauh ini, barulah tangan kanan para Kaisar dan jagoan tersembunyi saja yang berhasil menembus Alam Raja Abadi.
Sebuah cahaya bersinar terang diiringi oleh darah yang keluar dari kening Ne Zha, pemuda itu terlihat sangat kesakitan. Tapi dengan susah payah dia menahannya, Ne Zha kini tengah menghadapi titik paling kritis dalam pembuatan Altar miliknya.
"Satu polesan lagi berhasil!" Kesadaran Ne Zha yang berada di Istana Takdirnya dipenuhi dengan kesakitan ketika melihat sebuah Altar mulai terbentuk di tengah-tengah Istana Takdirnya.
Benar apa yang dikatakan oleh Ne Zha, hanya satu polesan lagi, dan Altar tersebut berhasil dibuat.
Salah satu kesadaran milik Ne Zha duduk bersemayam dalam posisi berkultivasi diatas Altar, Ne Zha tersenyum sangat senang. Dia mengetahui bahwa kini giliran pembersihan jiwa miliknya.
Kesadarannya kembali pada tubuhnya, Ne Zha segera memfokuskan jiwanya untuk masuk pada Istana Takdir dan duduk disana bersatu dengan kesadarannya.
Benar-benar mulus tanpa halangan sedikitpun, kesadaran serta jiwanya menyatu. Secara perlahan banyak Qi serta berbagai Elemen yang menyelimuti jiwanya.
Alunan lembut tersebut membuat Ne Zha nyaman, jika pembuatan Altar sungguh menyakitkan baginya, proses pembersihan jiwa ini bagaikan air hangat baginya yang membuat dirinya nyaman.
Kotoran-kotoran pada jiwanya dengan sangat jelas dibersihkan, jiwa yang tadinya berwarna Putih susu kini menjadi transparan.
Lima Elemen keluar dan berputaran di belakang Jiwa Ne Zha yang kini sudah berhasil dibersihkan, ledakan terjadi pada tubuh Ne Zha.
__ADS_1
Ne Zha sangat senang, itu karena bertanda dirinya sudah berhasil menginjakan diri pada Dewa Roh. Perlahan Ne Zha membuka matanya, ketika pandangannya terbuka, Ne Zha mengepalkan tangannya. Melihat sebuah aliran kekuatan luar biasa keluar dari tangannya.
"Dewa Roh," cuman Ne Zha ketika merasakan aliran kekuatan besar masuk kedalam tubunya.
Qi yang berada disana dengan sangat menakutkan masuk kedalam dirinya.
Ne Zha hanya tersenyum kecut, tidak bisa dia bayangkan jika dia menembus Dewa Roh bersama di Bintang Makhluk Buas, Ne Zha yakin, Bintang itu akan mengalami pengurangan banyak Qi. Paling sedikit tiga puluh persen!
Setelah menmbus kali ini, Ne Zha memilih untuk beristirahat dan menyesuaikan dirinya dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini.
"Ugh!" Ne Zha terkejut ketika dirinya bangkit, sungguh perasaan yang luar biasa berbeda, tubuhnya sekarang terasa sangat ringan dan nyaman. Berbanding jauh ketika dengan dirinya yang awal berkultivasi disini, perbedaan itu sudah jelas sangat jauh.
Awal dia berkultivasi di tempat ini hanyalah Alam Raja yang bahkan jauh dari Alam Inti Kosong.
"Ini tepat seratus tahun, bagaimana keadaan Han Xiao?" Ne Zha berniat untuk mendatangi tempat kultivasi Han Xiao, tapi dia sadar bahwa takut mengganggu Han Xiao yang sedang berkultivasi, dibandingkan dengannya, Han Xiao pasti akan lebih sulit ketika pembersihan jiwa, karena Manual kultivasi yang digunakan oleh Han Xiao sangatlah dipenuhi oleh hal-hal jahat yang kotor.
Dengan begitu Ne Zha kini memilih untuk berkeliling di kediaman tersebut. ada rasa penasaran dengan kenaikan Adiknya Feng Jin seperti apa. Tapi sekali lagi Ne Zha mengingat, dirinya tidak ingin menggaggu sehingga pada akhirnya merasa bosan setelah membiasakan diri. Ne Zha memilih untuk kembali berkultivasi, karena berkeliling pun tidak yang menyenangkan, dia hanya akan bertemu dengan robot dimana-mana.
"Dalam lima puluh tahun ini setidaknya aku harus mencapai Alam Dewa Sejati," batin Ne Zha dengan penuh semangat, dia berpikir itu bukan hal sulit, karena Dantiannya telah diubah, pasti akan menjadi mudah baginya untuk terus menembus.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 56/75
__ADS_1