Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab271. Menuju Dunia Bawah


__ADS_3

Senyum Han Xiao sangat lebar ketika menerima banyak hadiah dari para Patriark sekte di Benua Kayu Tengah, biarpun ini tida berguna baginya. Tapi itu akan sangat berguna di Benua Angin Selatan nanti, hanya sedikit yang bisa digunakan oleh Han Xiao dan Ne Zha. Belum lagi efeknya masih kecil, jadi mereka memilih untuk membagikan di Benua Angin Selatan.


Masih banyak dari sekte lain yang belum memberikan hadiah yang diminta oleh Han Xiao, namun karena waktu sangatlag sempit. Han Xiao menyerahkan hal itu pada Xiao Lei untuk dikumpulkan yang nantinya akan dia ambil setelah mengurus Ras Iblis di Benua Angin Selatan.


Setelah semua orang keluar dari aula utama atas permintaan dari Ne Zha, dua pemuda itu meminta waktu untuk berbicara dengan Xiao Lei kepada seluruh orang yang ada di aula utama.


"Bagaimana jika kalian melakukan hal buruk pada Patriark?" seorang pemuda berwajah tampan yang menggunakan jubah khas dari Klan Xiao yaitu berwarna emas dan biru maju dan menatap Han Xiao serta Ne Zha secara bergantian.


Xiao Lei segera menjadi pucat ketika pemuda itu maju dan berani menentang perkataan dari dua sosok monster yang ditakuti di Benua Kayu Tengah, dia bukan orang bodoh. Dari awal datang, biarpun Han Xiao terlihat riang seperti biasanya. Namun, pada ekspresinya ada secuil kegelisahan dan kekhawatiran yang sulit disembunyikan. Xiao Lei tidak ingin jika Han Xiao yang tengah gelisah itu terusik dan akan melayangkan amarahnya pada Klan Xiao, sungguh dia tidak akan sanggup menahan kekuatan dari pemuda yang berhasil memukul mundur Raja Iblis Tanduk Hitam yang sangat ditakuti karena memegang kekuatan paling kuat diantara Raja Iblis lainnya.


Han Xiao tersenyum kecil menatap pemuda tersebut, sementara disisi lain Feng Jin terkekeh mengasihani pemuda itu, dia sendiri sudah mengenal Han Xiao lama, setiap senyuman pemuda itu memiliki arti. Biarpun dulu di kehidupan pertamanya belum pernah melihat secara langsung Han Xiao membantai, tapi di dunia ini Feng Jin bisa mengenali lebih jauh arti-arti dari senyuman Han Xiao dan Ne Zha.


Xiao Jiang juga sedikit banyak paham, segera dia maju kedepan untuk enghalangi pandangan Han Xiao pada pemuda tersebut.


"Sudah lah Han, kali ini ada hal yang lebih penting untuk dilakukan." Xiao Jiang tidak ingin Han Xiao melakukan pembunuhan lain di Klan Xiao, terlebih lagi dia mengetahui bahwa pemuda di hadapan mereka itu adalah orang yang gemar mencari masalah.


"Orang seperti ini harus diberi pelajaran agar tidak mencari masalah di kemudian hari," balas Han Xiao lalu mengayunkan tangannya.


Pemuda itu segera terbanting menunduk kearah Han Xiao, pemuda berambut biru itu berjalan menghampiri sang pemuda yang menunduk.

__ADS_1


"Siapa namamu?" Han Xiao menarik dagu pemuda itu dengan kasar agar menatap padanya.


Pemuda itu mengumpat dalam hatinya, tekanan yang diberikan oleh Han Xiao sungguh berat baginya, dia yang dengan paksa diangkat kepalanya oleh Han Xiao merasakan sebuah siksaan menyakitkan.


"Xiao Kang," jawab pemuda itu dengan terbata-bata.


Han Xiao mengangguk ringan untuk menanggapi, "Baiklah, Xiao Kang. Kau ingin menantangku bukan? Kau tidak percaya dengan kekuatan kami dan merasa sombong karena kau berhasil menembus tahap akhir dari alam Inti Kosong yang sedikit lagi menembus Alam Dewa? Namun sayang, kau bukan satu-satunya jenius yang memiliki bakat seperti ini." Han Xiao menunjuk Feng Jin.


"Dia barusaja berkultivasi beberapa bulan yang lalu, saat ini berada di Alam Ekspansi Istana. Jika saja dia berkultivasi dari umur 5 tahun dibawah sumberdaya Klan Xiao. Tanpa bimbinganku pun dia bisa melampauimu dengan mudah," ucap Han Xiao dengan santai.


Xiao Kang jelas tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh Han Xiao, sejauh ini bahkan di Benua Kayu Tengah. Namanya sangat agung dikalangan jenius muda, bahkan Xiao Jiang dan Xiao Wushuang berada dibawahnya sebelum ini. Memang benar, jika berhubungan dengan Kultivasi maka Xiao Jiang dan Xiao Wushuang akan kalah hari ini juga. Tapi kekuatan, hal itu Xiao Kang tertinggal sangat jauh, Xiao Jiang bisa membunuhnya hanya dengan jentikan jari. Sungguh perbedaan bagaikan langit dan bumi antara pemilik Kekuatan Mutlak dan tidak.


Feng Jin tersenyum lebar, dia menjentikan jarinya kearah Xiao Kang. Segera saja, Xiao Kang muntah darah, tubuhnya juga kini memiliki luka sayatan yang memenuhi seluruh tubuhnya, pakaian pemuda itu juga menjadi sangat compang-camping.


"Sudah cukup? Kau menggunakan Patriark Lei untuk alasan mencari masalah denganku, namun aku tidak bodoh. Aku langsung memberikan padamu apa yang kau inginkan," ujar Han Xiao diiringi senyum lebar.


Xiao Lei ingin melawan, namun dia sungguh tidak bisa. Serangan dari Feng Jin dari bukan hanya sayatan, tapi itu membakar Qi miliknya hingga berkurang drastis, kini hanya tersisa lima persen Qi pada Dantiannya.


"Bawa dia pergi, obati lukanya. Kosongkan Aula sekarang juga!" Xiao Lei angkat suara karena tidak ingin ada korban lagi dari Klan Xiao karena kebodohan mereka menyenggol Dewa Kematian. Ya, itulah julukan Han Xiao di Benua Kayu Tengah.

__ADS_1


Han Xiao di sini dijuluki Dewa Kematian, lalu Ne Zha memiliki julukan Dewa Elemen lalu Feng Jin Dewi Phoenix, Xiao Jiang Dewi Merah Muda dan yang terakhir Xiao Wushuang dikenal sebagai Dewi Sombong, gadis itu sungguh melakukan sebuah serangan dengan sangat sombong dan mendominasi setiap serangannya, sehingga nama julukan itu melekat pada sosok gadis cantik itu.


Tetua dan Murid dari Klan Xiao segera pergi dari Aula tanpa mengatakan sepatah kata apapun, hanya dalam beberapa detik ruangan itu menjadi kosong dan hanya menyisakan Han Xiao, Ne Zha, Feng Jin, Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Xiao Lei.


"Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Xiao Lei.


"Kau ingin Patriark lama selamat? Maka tunjukan portal ke Dunia bawah, kami akan kesana sekarang juga." Ne Zha menjawab dengan santai.


Xiao Lei menjadi sangat senang, tanpa berpikir panjang dia langsung menunjukan jalan untuk mereka berlima menuju portal tersebut.


Kini Han Xiao, Ne Zha dan lainnya sampai di sebuah lorong seperti mulut gua, suasana di sini sungguh mencekam dan mengerikan, pada mulut gua itu terdengar jeritan-jeritan yang sangat menakutkan.


"Mereka adalah Jiwa Jahat, entah apa yang terjadi. Ketika portal secara paksa terbuka dan Patriark lama tersegel didalam Dunia Bawah, Jiwa Jahat ini bermunculan entah dari mana," jelas Xiao Lei.


***


Update Mingguan : 12/14


Update Merdeka : 17/75

__ADS_1


__ADS_2