Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab200. Kembali ke Akademi


__ADS_3

"Biarkan dia beristirahat, aku akan mengurusinya selama perjalanan kembali," ujar Ne Zha ketika melihat Han Xiao seperti mayat hidup.


"Kuserahkan dia padamu nak," balas Kaisar Yang Qian.


Ne Zha mengangguk ringan lalu membawa Han Xiao naik menuju Kapal Naga yang sudah tersiap, mereka akan kembali ke Akademi.


Awalnya Kaisar Yang Qian memaksa mereka untuk kembali ke Istana Kekaiaran terlebih dahulu, namun Ne Zha menolak, disana ada Permaisuri An, bisa saja Permaisuri An secara tidak sengaja memancing emosi Han Xiao yang akan berdampak buruk pada Istana Kekaisaran.


Disisi lain Fu Daiyu membawa peti Ruan Jian dibantu dengan murid dari Sekte Musim Semi Kosong.


"Kau dapat berkunjung kapanpun kau mau, tenanglah, sekte kami adalah tempat teraman bahkan di seluruh lima Benua, hanya segelintir orang saja yang mengetahui lokasi kami," ucap Fu Daiyu pada Han Xiao.


Pemuda itu mengangguk ringan lalu menaiki satu persatu tangga dan masuk kedalam Kapal Naga, sesampainya Han Xiao di kamar, dia mencium wangi yang dikenalnya, ini adalah wangi alami dari tubuh Ruan Jian.


"Han, sebaiknya kau beristirahat di kamar lain," usul Ne Zha.


Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, dia dengan perlahan naik keatas ranjang dan membaringkan tubuhnya dalam posisi telungkup.


"Kau yang paling mengerti atas kondisiku Zha," ujar Han Xiao dari bawah bantal.


Ne Zha menghela napas ketika melihat tingkah Han Xiao, Ne Zha segera menghampiri Han Xiao dan duduk dipinggiran ranjang.


"Aku tidak pernah menyangka bahwa ketika kau patah hati akan berdampak seperti ini, jika itu di dunia lama kita, dengan kekuatanmu. Mungkin Bumi akan mengalami Kehancuran yang disebut kiamat," kekeh Ne Zha.


"Tidak lucu," suara Han Xiao terdengar dari bawah bantal.


"Seorang playboy Han kini tengah patah hati, sungguh momen yang langka," cerocos Ne Zha.


"Hey! Biarpun aku playboy, tapi aku juga punya hati." Han Xiao segera bangun gari posisi telungkupnya dan melemparkan bantal dengan kesal pada Ne Zha.


"Kau kena karma, selama ini kau banyak membuat gadis patah hati," sosor Ne Zha dengan gamblang.

__ADS_1


"Itu bukan salahku! Mereka saja yang terlalu berharap padaku!" seru Han Xiao.


"Gadis mana yang tidak berharap jika dia sudah ditiduri? hahaha," tangkas Ne Zha diiringi tawa puas ketika melihat wajah merah padam Han Xiao.


"Sudahlah, aku tidak akan menggodamu lagi. Kau sudah mendingan dari sebelumnya, jangan terlalu larut, jika dia bereinkarnasi, kita akan mencarinya sampai dapat," ucap Ne Zha lalu melenggang pergi meninggalkan Han Xiao di kamar sendirian.


Han Xiao menghela napas panjang, dulu dia berpikir bahwa menjadi kuat akan sanggup melindungi orang penting dalam hidupnya, tapi kini, walaupun dia bisa dibilang berada di puncak dunia kultivator Benua Angin Selatan, tapi dia tidak bisa menyelamatkan Ruan Jian, bahkan dengan bekal berbagai ilmu dari ingatan Harimau Suci.


Kini Han Xiao memilih untuk benar-benar tidur, matanya terpejam dan segera saja dia terlelap di alam mimpi.


***


"Bagaimana keadaannya?" Ketika Ne Zha sampai di ruang yang sebelumya tempat menonton proyeksi perang, dia segera diserang berbagai pertanyaan dari para gadis.


Mereka tak lain adalah Bing Xing, Bi Jiao, Xia Shiva dan Yang Shui.


"Sudah membaik, dia hanya butuh istirahat, mungkin selama perjalanan ini akan dihabiskannya untuk beristirahat," jelas Ne Zha.


Kelegaan segera menyiram wajah para gadis tersebut, "Aku tidak mengetahui Han Xiao memiliki perasaan yang begitu dalam pada Ruan Jian, hingga menyebabkannya seperti ini," ujar Yang Shui.


***


Disisi lain kapal Naga, sesosok gadis tengah menatap arah kamar Han Xiao dengan rumit.


"Jiejie, apakah kau cemburu sehingga mengambil nyawa gadis itu?" gumam gadis berjubah merah longgar tersebut.


"Kau pikir aku serendah itu?" Sebuah suara terngiang dalam kepala gadis berjubah longgar tersebut membuat sang gadis tertawa.


"Aku kan cuma bertanya," balas gadis tersebut seraya memajukan bibirnya.


***

__ADS_1


Kabar tentang Benua Angin Selatan berhasil melewati masa krisis dari serangan Benua Api barat segera menyebar luar, banyak orang yang sangat bahagia karena merek tidak perl hidup dibawah kepemimpinan orang dari luar Benua mereka, belum lagi mereka mengetahui bahwa yang menyerang adalah Ras yang bukanlah manusia.


Kali ini nama Pasukan Penguasa Generasi sekali lagi melonjak naik keatas langit, performa Pasukan Penguasa Generasi menahan pasukan jenius Benua Api Barat yang sempat membalikan keadaan sungguh mengagumkan, banyak juga orang yang melihat dengan mata kepala mereka sosok dua orang suci yang tidak pernah mereka ketahui.


Bunga Suci sungguh memiliki kecantikan yang luar biasa dalam bentuk seorang anak berumur lima belas tahun, sedangkan Kegelapan Suci tetap misterius karena dia terus ditutupi kegelapan.


Tokoh terbesar kali ini adalah dua pemuda yang berasal dari Kekaisaran Yang, mereka adalah Han Xiao dan Ne Zha, semua kultivator di Benua Angin Selatan mengetahui cerita bagaimana amarah Han Xiao meledak hingga menunjukan kekuatan yang sangat mengerikan, seolah tak cukup Han Xiao mengerikan, Ne Zha juga muncul dengan kekuatan yang setara dengan Han Xiao.


Ne Zha berhasil membunuh satu kultivator Alam Dewa dalam waktu yang dibilang singkat lalu membantu Kaisar Yang Qian menghadapi yang lain dan membunuh kultivator Alam Dewa lainnya.


Kabar ini tentu ada beberapa orang yang tidak percaya, namun melihat banyak sekali kultivator yang ikut serta dalam perang dan menceritakan hal yang sama. Mereka mau tidak mau mempercayai hal tersebut.


Ditambah dengan kini tengah ada pembangunan dua patung besar di Kota Xianxie untuk Han Xiao dan Ne Zha, semua orang percaya dengan cerita tersebut.


***


Tujuh hari dhabiskan untuk perjalanan kembali menuju Akademi, kapal Naga tidak sendirian, itu diikuti oleh kapal Phoenix dan kapal Dekan Akademi. Juga ada puluhan kapal yang sangat menarik mengikuti mereka.


Kapal-kapal itu adalah kapal dari Ras Sayap, mereka semua mengikuti Han Xiao dan Ne Zha menuju Akademi, Yu Mao sudah menjalankan rencananya dengan mulus. Walaupun ada yang sempat diluar kepalanya karena kejadian Ruan Jian, namun setidaknya dia berhasil melakukan apa yang ada dalam ramalan orang terpercayanya tersebut.


Sesampainya di Akademi, Ne Zha kembali masuk ke kamar Han Xiao, dia berniat untuk membangunkan pemuda itu, namun ketika dia sampai disana. Han XIao tidak ada.


"Aku di Dek." Sebuah suara berdengung dikepala Ne Zha.


Segera saja Ne Zha beranjak menuju Dek kapal Naga, disana dia menemukan Han Xiao yang tengah berdiri menatap arah selatan.


Ne Zha menghela napas lega ketika melihat ekspresi riang Han Xiao telah kembali.


***


Bonus Update : 4/4

__ADS_1


Yuhuuuu... ini adalah bonus update dari tebak-tebakan kemarin, jawaban kalian ada yang bener, tapi tetep Pengetik rahasiain jawabannya😂


Haisss, padahal Pengetik ngirim 12 bab hari jum'at. tapi semuanya ga langsung lolos riview🙈


__ADS_2