Dua Penguasa

Dua Penguasa
Ban121. Asal Usul Lima Avatar


__ADS_3

“Terimakasih atas semuanya senior!” Ne Zha menangkupkan tangannya memberi hormat pada lima Avatar.


“Ah sudahlah, jangan bersikap seperti itu. Perkenalkan namaku Aang,” ucap pemuda itu.


“Panggil saja Shui,” ujar wanita berjubah biru.


“Aku Fung!” seru pemuda kecil yang mengendalikan elemen kayu penuh semangat.


“Kau bisa memanggilku Niu,” kata pria berjubah merah diiringi tawa.


“Hua.” Terakhir gadis yang mengendalikan elemen tanah mengenalkan dirinya, memang Ne Zha melihat dari kelima Avatar hanya Hua lah yang sangat sedikit bicara, seperti dirinya.


“Salam kenal senior, namaku Ne Zha.”


Kelima Avatar mengangguk untuk menanggapi salam perkenalan Ne Zha.


“Baiklah nak sepertinya kau harus mengetahui bahwa Pedang Lima Elemen bukanlah senjata biasa,” ujar Aang seraya menatap Ne Zha.


“Tentu saja, pedang yang dibuat dari lima bintang elemen dari tempat yang berbeda bukanlah senjata biasa.” Ne Zha menjawab dengan senyum.


Jawaban Ne Zha segera membuat lima Avatar tersebut terkejut, hanya mereka yang mengetahui asal usul Pedang Lima Elemen dengan sangat baik. Tidak ada siapapun yang mengetahuinya, bahkan jika Penempa Master Agung meneliti bahan Pedang Lima Elemen maka tidak akan menemukan hasil apapun.


“Dari mana kau mengetahui ini?” Aang bertanya setelah menenangkan kerterkejutannya.


“Harimau Suci,” jawab Ne Zha singkat.


Lima Avatar kini terdiam, mereka tidak mengeluarkan sedikitpun suara. Bahkan jika ada jarum yang terjatuh pasti akan sangat nyating terdengar.


“Ternyata kau memang penerus Tuan.” Shui menghela napas ringan.


Tiba-tiba kelima Avatar membungkuk kepada Ne Zha, mereka memberikan penghormatan tertinggi mereka!


“Terima abdi kami wahai penerus Harimau Suci!” Aaang, Shui, Fung Niu dan Hua berseru pada saat bersamaan.


Ne Zha terkejut pula dengan hal yang terjadi dihadapannya, tidak ada dalam ingatan Harimau Suci yang mendetail tentang Avatar. Sebab itulah dia kebingungan saat pertama kali bertemu dengan mereka.

__ADS_1


Melihat keterkejutan Ne Zha, Aang memilih untuk menjelaskan tentang mereka.


Lima Avatar yaitu Aang, Shui, Niu, Fung dan Hua pada awalnya adalah Peri Bintang dari lima Bintang Elemen.


Mereka ditemukan oleh Harimau Suci dan dirawat dengan baik sehingga menjadi sangat kuat, mereka mendapatkan nama Avatar dari Harimau Suci.


Pada awalnya Peri Bintang seperti mereka tidaklah bisa meninggalkan bintang mereka, jika mereka meninggalkan bintang maka kematian adalah pilihan mereka.


Tapi dibawah kekuatan mutlak dari Harimau Suci, mereka diubah menjadi seperti manusia, untuk seorang Peri Bintang seharusnya mereka hanya memiliki ukuran tubuh hanya sebesar telapak tangan manusia dewasa.


Sebagai ganti dari hal tersebut maka Bintang elemen yang merupakan rumah mereka disatukan dan dilebur menjadi Pedang Lima Elemen.


Kelima nya memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, tapi karena suaru insiden membuat kekuatan mereka tersisa seperti saat ini dan tersegel dalam Pedang Lima Elemen.


Mereka akan terbebas jika ada penerus dari Harimau Suci yang datang untuk mencabut Pedang Lima Elemen, memang selama ini banyak yang datang para kultivator kuat. Tapi mereka bukanlah kandidat yang dimaksud, karena itulah mereka belum terbebas.


Saat Ne Zha datang dan menunjukan penguasaan terhadap lima elemen serta elemen waktu membuat mereka penuh harap bahwa Ne Zha adalah orang yang dimaksud.


Walaupun penuh harap tapi mereka tidak terlalu berfokus karena mengingat perkataan Ne Zha tentang Kultivator yang bisa mengendalikan lima elemen pada saat yang bersamaan.


Ketika Ne Zha mengatakan dia mengetahui bahan utama dari Harimau Suci, sudah dipastikan bahwa Ne Zha adalah orang yang dimaksud.


“Jadi secara singkat kalian adalah Peri Bintang yang diasuh oleh Harimau Suci,” simpul Ne Zha.


“Benar!” sahut kelima Avatar bersamaan.


“Aku penasaran seberapa besar kekuatan kalian saat jaya.” Ne Zha mengelus dagunya.


Niu tertawa kecil, “Kami saat ini hanya memiliki sepuluh persen dari kekuatan puncak kami.” Memang diantara lima Avatar Niu adalah yang paling sombong.


Ne Zha segera tersedak oleh nafasnya, jika kekuatan Alam Inti Kosong hanya sepuluh persen kekuatan puncak mereka, maka seberapa besar kekuatan puncak mereka?


Hal yang membuat Ne Zha lebih bertanya-tanya adalah seberapa besar lagi kekuatan Harimau Suci?


Kini dia lebih tersadar bahwa dia saat ini hanyalah berada di paling dasar jurang, masihlah panjang perjalanan untuk mencapai keinginannya.

__ADS_1


“Jangan berkecil hati, kau berkultivasi menggunakan Spirit Elementum Manual. Kultivasimu akan sangat lancar seperti ikan di lautan dan burung di langit,” ucap Shui menyemangati.


“Kau mungkin sudah tahu bahwa dalam jalan kultivasimu tidak akan banyak yang menggangu terkecuali membentuk lebih dari sepuluh Istana Takdir, benar?” kekeh Niu.


“Tenanglah kami akan membantumu.” Hua yang jarang berbicara kini mengangkat suaranya.


“Hua berbicara!” Aang, Shui dan Fung berseru bersama.


Niu tertawa menanggapi sementara Hua mendelik kesal.


“Baiklah terimakasih atas dorongan semangat kalian, bagaimana aku keluar dari sini dan juga bagaimana caraku mengeluarkan kalian?” kata Ne Zha setelah cukup menenangkan rasa yang baru saja mengejutkannya.


“Kau akan keluar sebentar lagi karena telah lolos dalam ujian, untuk kami. Kau tidak perlu khawatir, kami akan bisa keluar saat kau telah mencapai kultivasi Alam Raja,” terang Aang.


“Saat kau mencapai Alam Raja segel yang terdapat pada dimensi Pedang Lima Elemen akan terbuka sendirinya.” Fung tertawa dengan riang.


Saat hendak Ne Zha mengucapkan kata lainnya tiba-tiba pandangannya menjadi kabur seperti sebelumnya dan kini dirinya telah berpindah lagi.


Mata Ne Zha segera menatap Pedang Lima Elemen yang kini berhasil tercabut dari batu besar.


Ne Zha memalingkah pandangannya dan melihat She Yan dan Qin yang tengah berdiri terpaku, wujud ular She Yan kini tengah berdiri menegang penuh kejutan.


“Tidak mungkin!” seru She Yan terkejut dipenuhi ketidak percayaan melihat Pedang Lima Elemen yang berhasil Ne Zha cabut.


“Berapa lama aku mencabut pedang ini?” tanya Ne Zha.


“Tidak lebih dari sepuluh napas, kenapa kau bertanya hal itu?” jawab Qin yang telah menguasai dirinya dalam keterkejutan.


Jawaban Qin membuat Ne Zha terkejut, jelas dia bertarung melawan lima Avatar lebih dari satu hari. Tapi hanya kurang dari sepuluh napas di dunia nyata?


Ne Zha teringat bahwa dia bertarung di alam bawah sadarnya, ada kemungkinan lima Avatar memanipulasi waktu agar berbeda dengan dunia nyata.


Tangan Ne Zha mengayunkan Pedang Lima Elemen, tidak seperti yang dia kira. Pedang ini ternyata sangat berat tidaklah enteng seperti dalam pikiran sebelumnya.


“Baguslah jika begitu.” Ne Zha merasa semakin berat senjata maka semakin baik, itu karena setiap gerakan yang dia miliki memiliki kekuatan yang besar, jika pedang itu ringan maka tak mungkin Ne Zha bisa mengeluarkan potensi penuh kekuatannya.

__ADS_1


__ADS_2