Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab309. Mulai berkultivasi


__ADS_3

Han Xiao mengantar Xian Chin untuk masuk ke tempat paling tersembunyi di Istana, pada tempat tersebut juga terdapat kepadatan Qi dua kali lipat dari luar, memang ini adalah tempat yang dipersiapkan Xian Chin untuk menembus Alam Kaisar Abadi.


"Kekuatan dalam tubuhku sudah mulai meledak-ledak, ditambah dengan Energi Negatif darimu saat kita melakukan hal itu, aku sudah tidak sanggup menahannya, aku akan segera memulai kultivasiku. Jaga dirimu baik-baik selama aku berkultivasi." Xian Chin mendaratkan ciuman seringan bulu pada bibir Han Xiao sebelum masuk kedalam ruangan untuk mulai berkultivasi.


Wajah Han Xiao memerah kesal, "Hey! Kau menciumku dengan seperti itu, apakah kau ingin membuatku mati penasaran huh?!" gerutu Han Xiao, ingin rasanya dia masuk dan menerobos untuk mendapatkan ciuman memuaskan, tapi dia sangat paham bahwa kondisi Xian Chin saat ini tengah dalam titik krisis.


"Apa boleh buat huh! Jika saja kau menciumku dengan penuh gairah dan kasih sayang, aku tidak akan menjadi seperti ini," gerutu Han Xiao seraya meninggalkan tempat tersebut, sungguh sebuah siksaan baginya mendapat sebuah rasa pensaran seperti itu.


Han Xiao datang ke ruang makan kembali, dia ingin mengisi tenaga terlebih dahulu sebelum mulai berkultivasi, bermain dengan Xian Chin sungguh membuatnya lelah, tapi rasa lelah itu tergantikan oleh rasa puas yang sangat luar biasa.


"Entah kebaikan apa yang dilakukan oleh kehidupanku sebelumya, hingga bisa mendapatkan sosok mengaggukan sepertinya," kekeh Han Xiao seraya menyuapkan dimsum kedalam mulutnya.


Makanan di ruang makan sangatlah banyak, Xian Chin seolah benar-benar mempersiapkan segalanya, ketika makanan di meja habis, datang robot pelayan yang membawakan makanan lagi untuknya. Tapi Han Xiao tahu bahwa masakan itu sama dengan yang sebelumnya, yaitu masakan Xian Chin.


"Kapan kau mulai berkultivasi? Waktu kita hanya dua tahun, kau tidak boleh berleha-leha seperti ini." Sebuah suara datar terdengar pada indra pendengaran Han Xiao ketika sedang asik makan.


Han Xiao memutar kepalanya untuk melihat kearah asal suara, disana terdapat Ne Zha yang sedang berdiri seraya menatap Pedang Lima Elemen.


"Dua tahun?" Han Xiao tertawa hingga menyemburkan makanan yang ada di mulutnya.


Dahi Ne Zha mengkerut ketika melihat Han Xiao yang seperti itu, dengan penasaran dia bertanya apa yang salah hingga membuat Han Xiao tertawa seperti itu.


Dengan susah payah Han Xiao menghentikan tawanya, setelah reda. Barulah dia menjelaskan tentang manipulasi waktu yang ada di Istana milik Xian Chin ini.


"Pantas aku merasakan hal yang sangat akrab, juga Roh Beladiri Waktu milikku maju dengan sangat cepat," ujar Ne Zha dengan ekspresi tercerahkan, selama ini Roh Beladiri Waktu miliknya lah yang sangat sulit ditingkatkan, berbeda dengan ROh Beladiri lain dalam dirinya.

__ADS_1


"Zha, aku memiliki rencana." Han Xiao mendekatkan kepalanya di samping telinga Ne Zha seolah sedang berbisik.


Ne Zha dengan reflek menjauh, "Bicara sajalah, Xian Chin sudah mulai kultivasi, Xuenai juga sedang berada jauh dari sini."


Han Xiao tersenyum lebar, dia mulai mengeluarkan apa yang ada di kepalanya. Mereka akan berkultivasi selama seratus lima puluh tahun, dan setengah tahun akan digunakan untuk berpetualang di Alam Abadi sebelum masuk ke Menara Tianxia.


"Pasti sangat menakjubkan bukan? Disini banyak orang kuat, berbeda dengan sebelumnya. Kita berada di tempat dimana kekuatan kita sangat mendominasi, dengan kultivasi seratus lima puluh tahun, itu sudah cukup untuk kita melebihi Alam Dewa Roh. Para Jenius diluaran sana paling lemah berada di Alam Dewa Roh, bukankah akan sangat menyenangkan?" ucap Han Xiao panjang lebar dengan penuh semangat.


Han Xiao menatap penuh harapan pada Ne Zha yang kini tengah bersedekap tangan dihadapannya, terlihat seperti sedang berpikir.


"Ayolah," bujuk Han Xiao.


Sebuah senyum tercetak pada bibir Ne Zha, "Kenapa tidak?" ucap Ne Zha dengan senyumnya. 


Dalam waktu singkat tadi, Ne Zha memperhitungkan semuanya tentang kultivasi dan petualangan mereka di Alam Abadi. Memang sangat beresiko, tapi semuanya patut dicoba.


Tidak tahu berapa lama waktu mereka berkeliling, mereka berdua memilih untuk langsung berkultivasi, mereka tidak ingin membuang waktu lagi, dalam waktu seratus lima puluh tahun, mereka harus menjadi sangat kuat.


Seratus lima puluh tahun, mungkin jika di dunia mereka seblumnya, itu akan menjadi waktu yang sangat lama serta tidak mungkin ada manusia yang hidup selama itu. Tapi di dunia ini, seratus lima puluh tahun adalah waktu yang singkat, itu dikarenakan jika menggunakan waktu untuk berkultivasi, mereka tidak akan merasakan aliran waktu, seolah terputus dari waktu.


Di sisi lain, Xian Xuenai juga tengah bersiap untuk ke perbatasan Alam Semesta milik Xian Chin, hanya membutuhkan beberapa waktu saja baginya untuk sampai karena memiliki Unsur Waktu, kecepatannya bisa dia atur setinggi mungkin. Jika itu adalah orang lain, setidaknya akan membutuhkan


Xian Xuenai sepanjang jalan menggerutu karena ingin bermain tapi tidak bisa karena harus menjaga pelindung di perbatasan yang terus dibombardir oleh orang-orang dari Kaisar Alam semesta lain.


"Percuma aku menggerutu, aku akan melampiaskan kekesalanku pada para orang sialan itu!" cetus Xian Xuenai dengan sangat senang, dia mempercepat terbangnya untuk segera sampai di perbatasan.

__ADS_1


Sesampainya disana, Xian Xuenai dihadapkan oleh sebuah perperangan yang sangat kacau. Berbagai kapal terbang saling menembak.


Tidak hanya kapal-kapal besar, tapi ada juga berbagai Binatang aneh dan unik di sana yang saling berbenturan.


Tidak membuang waktu lagi, Xian Chin membuat mudra tangan yang sangat rumit, dalam sekejap sebuah gelombang besar menghantam arena perperangan.


Orang-orang yang terkena gelombang tersebut mendadak menjadi sangat tua, kulit mereka melayu dengan sangat cepat. Juga mereka kini terdiam, tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


Xian Xuenai tersenyum indah sebelum mengeluarkan pisau kecil dari Cincin Spasialnya.


Dengan sangat cepat Xian Xuenai bergerak untuk membunuh satu persatu musuhnya.


Yang merupakan pasukan sekutu Xian Xuenai, mereka tidak terkena dampak. Jadi mereka ikut membantai bersama Xian Xuenai.


Peperangan di perbatasan itu menjadi sangat singkat karena kedatangan Xian Xuenai.


Pasukan dari Kaisar Alam Semesta lain itu rata dibunuh Oleh pasukan Xian Xuenai.


Sorakan demi sorakan terdengar, tapi tidak dengan Xian Xuenai. Dia mengetahui bahwa pasukan yang dikirim tadi hanyalah pasukan menengah, karena itulah sangat mudah dia tangani.


Jika yang tadi pasukan tinggi, walaupun akan sedikit sulit tapi Xian Xuenai yakin dia bisa mebantainya. Hanya saja korban dari pihaknya akan banyak juga.


***


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


Update Merdeka : 53/75


__ADS_2