Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab156. Kekuatan Kehancuran


__ADS_3

Senyum Han Xiao semakin melebar ketika melihat kekuatan pemuda itu semakin membesar, sudah dia duga pemuda ini adalah memiliki salah satu dari delapan kekuatan. Kekuatan Keputusasaan.


Sudah dia hitung sangat sulit untuk sekte seperti sekte jurang racun memiliki murid yang memiliki Istana Surga, karena mereka biasanya akan menghabiskan waktu untuk meracik dan meneliti racun. Waktu kultivasi mereka sangatlah sedikit.


Juga dilihat dari prilaku pemuda dihadapannya ini sangat memungkinkan untuk memiliki Kekuatan Keputusasaan karena terlihat selama hidupnya dia selalu hidup dalam keputusasaan.


"Kau tahu aku bisa meledakan tubuhmu kapan saja kumau?" ujar Han Xiao penuh provokasi.


Pemuda itu tidak diam, serangannya menjadi lebih liar karena putus asa, setidaknya jika dia mati maka Han Xiao harus diseret olehnya.


Serangan demi serangan, jurus demi jurus pemuda itu luncurkan pada Han Xiao, namun dia sadar bahwa tidak ada satupun serangannya yang menyentuh bahkan kain jubah Han Xiao, dibawah rasa putus asanya dia menyerang tidak perduli bahwa dampak serangannya menghancurkan Kapal terbang milik sekte.


"Kau tidak akan bisa menyentuhku, nasibmu hanyalah kematian," kata Han Xiao seraya menangkis serangan pemuda tersebut.


"AKAN KUBAWA KAU MATI BERSAMAKU!!!" pekik pemuda itu parau.


Han Xiao tersenyum kecil melihat pemuda itu semakin putus asa dibawah tekanan yang diberikannya.


Tidak disadari oleh pemuda itu bahwa kini dia telah menembus tingkatan praktik, dari asalnya dia memilliki Istana Surga tingkat pertama kini menembus Istana Surga tingkat dua puncak yang sedikit lagi menerobos tingkat ketiga.


Pemuda itu merasakan memang kekuatannnya semakin membesar setiap detiknya, kecemasannya semakin membesar seiring teringat bahwa pil yang dimasukan oleh Han Xiao bisa meledakkannya kapan saja, dibawah keputusasaannya pemuda itu berpikir bahwa kekuatannya yang bertambah karena tanda-tanda dirinya akan meledak.


"Aku hanya butuh satu jari untuk membunuhmu," bisik Han Xiao.


"DIAM!!!" bentak pemuda itu lalu meluncurkan sebuah tinju besar pada Han Xiao.


Han Xiao tentu dengan mudah menangkis serangan pemuda itu, senyum lebarnya tidak pernah luntur dari awal. Justru semakin melebar.

__ADS_1


Pemuda itu mengeluarkan puluhan jurus dengan dahsyat hingga menghancurkan sebagian besar kapal terbang, Ne Zha disisi lain tengah menonton dengan pandangan bosan.


"Sudah cukup bermain-mainnya Han," ujar Ne Zha.


Gerakan Han Xiao segera terhenti, dengan ayunan tangannya dia mendorong pemuda berjubah emas dan membuat pemuda itu terpental jauh.


"Baiklah," balas Han Xiao lalu melakukan mudra tangan dengan sangat cepat.


Langkah Han Xiao melesat menghampiri pemuda berjubah emas tersebut, "Devour!" Segera sebuah pusaran menghisap kekuatan pemuda berjubah emas tersebut.


Merasakan bahwa kekuatannya semakin mengurang, pemuda itu panik dan semakin putus asa. Kekuatannya kembali melonjak dengan cepat, senyum Han Xiao semakin lebar menanggapi hal tersebut. Memang diantara delapan kekuatan, kekuatan Keputusasaan adalah yang paling ekstrem karena semakin putus asa dia semakin kuatlah dia. Namun dibawah kekuatan mutlak Devour semua kekuatan pemuda itu terhisap hingga habis.


Tubuh pemuda itu terduduk lunglai, matanya kosong menatap Han Xiao, "Bunuh saja aku, api aku mohon satu hal untukmu..."


Han Xiao mengerutkan dahinya saat mendengar pemuda itu memohon padanya, rasa penasaran menggelitik Han Xiao sehingga dia memilih bertanya apa permohonan Pemuda itu.


"Kau boleh menghancurkan sekte jurang racun setelah membunuhku, namun kumohon untuk menyelamatkan adikku," ucapnya lemah.


Pemuda itu menjelaskan bahwa selama ini dia sama sekali tidak memiliki perasaan pada sekte, diapun terpaksa memasuki sekte karena tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini selain adiknya, dengan bakatnya seke jurang racun mengolahnya dengan baik, tapi dia mengetahui bahwa ketika dia menginjakan diri pada Istana Takdir pemuda itu mengetahui bahwa dia hanya digunakan sebagai alat oleh sekte untuk mendapatkan hadiah dari Akademi.


Dia bercerita tentang niatnya yang ingin kabur dari sekte namun segera gagal karena adiknya dijadikan tawanan jika dia hendak melawan sekte.


"Aku sudah mengatakan bahwa jangan berbuat semena-mena namun masih mereka lakukan?" geram Han Xiao.


"Kau adalah pasukanku, aku akan membantumu sudah pasti," lanjut Han Xiao lalu menyentuh kepala pemuda itu dan mengirim penjelasan singkat padat tentang delapan kekuatan.


Mata pemuda itu membelalak lebar ketika telah mencerna seluruh ingatan yang dikirim oleh Han Xiao, segera tubuhnya bergetar lalu menatap Han Xiao penuh pemujaan, dari dalam ingatan sana dijelaskan bahwa dia menerima peninggalan dari Kekuatan Keputusasaan. Memang, saat sedang berkelana keluar sekte dia menemukan sebuah peninggalan. Disana dia dibuat hingga dalam keputusasaan yang sangat menyiksa sebelum terbentuklah sembilan Istana Takdirnya. Juga dia mengetahui bahwa Istana Takdir kesepuluh tidaklah dibentuk, melainkan harus dibuka dari kunci yang berpusat pada ketakutan, hal yang ditakutkan olehnya adalah kematian. Namun segera dia bisa menanganinya karena kematian bukanlah suatu hal yang harus ditakuti.

__ADS_1


"Tugasmu sekrang adalah ambil adikmu dan pergi dari sekte," tutur Han Xiao.


"Tapi... akan sulit mengambil adiku yang dijaga oleh Tetua Agung," jawab Pemuda tersebut.


"Siapa namamu?" tanya Han Xiao.


"Diqiu Zongli," jawab pemuda itu segera.


"Bumi lengser, cocok denganmu," ujar Han Xiao tertawa saat mengetahui arti nama Diqiu Zongli.


"Kau kembalilah ke sekte, katakan pada Ma Liqin, jika dia tidak melepaskan adikmu maka aku akan berkunjung dan menghancurkan sekte kalian," tukas Han Xiao.


Diqiu Zongli menggaruk kepalanya, "Jika hanya sebatas ucapan seperti ini maka Tetua Liqin tidak akan percaya dan berpikir bahwa aku hanya berbual."


Ne Zha yang sedari tadi menonton segera menghampiri mereka berdua lalu melemparkan sebuah batu giok pada Han Xiao, mata pemuda riang itu menyala saat melihat giok tersebut, itu adalah Slip Giok. Benda itu berguna merekam suara untuk sebuah pesan.


Han Xiao segera mengatakan kalimat singkat namun memiliki makna yang banyak disana, tubuh Diqiu Zongli sedikit bergetar karena senang karena akan menjadi pasukan dari Tinju Abu Ganas yang telah membayangi sekte aliran hitam.


''Setelah menjemput adikmu, kau berkelanalah. Untuk adikmu kau bisa menitipkannya di Istana Kekaisaran, berikan surat ini pada gadis bernama Nuren Yexing maka dia akan mengerti, setelah menembus Alam Inti Kosong maka kau bergabunglah dengan Petapa Gila untuk menambah kekuatanmu," ujar Han Xiao panjang lebar lalu memukul kepala Diqiu Zongli.


Diqiu Zongli tidak memprotes karena sat Han Xiao mendaratkan pukulannya, sebuah kekuatan besar memasuki tubuhnya, ini sangat besar hingga membuat dia sangat terkejut.


"Aku menembus tingkat ketiga?" gumam Zongli dengan terkejut.


Han Xiao tersenyum melihat keterkejutan Zongli, "Dengan kekuatan Keputusasaan kau bisa mengolah pil yang kumasukan dalam perutmu, seharusnya itu cukup untuk kau menembus ke tingkat puncak dari Ekspansi Istana atau bahkan sehingga kau memasuki Alam Raja."


Zongli mengucapkan banyak terimakasih sebelum pamit, kapal terbang pun kini tengah meluncur jatuh kepermukaan. Han Xiao dan Ne Zha juga terbang kembali kearah Kuai You Shengqi untuk melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


***


Crazy Up Awal Arc 3 : 4/9


__ADS_2