
"Hey kalian berisik sekali!" Han Xiao berteriak kesal karena tetangga kamarnya menangis kencang, pemuda itu datang dan menghampiri kedua gadis yang tengah menangis tersebut.
Bukannya berhenti, justru dua gadis itu menambah volume tangisan mereka.
"Ratapan para jomblowati," batin Han Xiao.
Han Xiao menghampiri dua gadis tersebut lalu mengelus dua kepala gadis itu seperti tengah menenangkan bayi yang menangis, "Sudahlah, aku juga merasakan apa yang kalian rasakan."
"Huwaaaaaa..." Kedua tangis gadis itu malah semakin kencang.
"Hais... Zha kau harus tanggung jawab," batin Han Xiao kesal dua gadis ini malah menangis karena mendengarkan percakapan singkat antara Ne Zha dan Su Lihwa.
***
Hari demi hari telah terlewati, Han Xiao dan lainnya telah mengetahui berbagai penjuru Akademi, bagian lantai pertama adalah untuk ruang peserta calon murid Akademi dan aula utama, sedangkan lantai dua merupakan asrama murid dari Akademi, lalu ruang untuk kelas berada di lantai tiga sampai enam. Untuk kantin sendiri tersedia disetiap lantai, dan lantai tujuh terisi oleh ruang latihan.
Akademi Naga dan Phoenix memiliki total sepuluh lantai, lantai delapan terisi oleh perpustakaan dan lantai sembilan adalah ruang senjata. Sedangkan lantai sepuluh hanya untuk para petinggi Akademi saja yang bisa masuk kedalam sana.
Pada hari ini sebuah kapal besar mendarat diluar daerah Akademi lalu turun banyak gadis dari kapal tersebut, Han Xiao sangat antusias ketika melihat kapal tersebut, dia sangat mengenal kapal itu karena kapal itu milik Sekte Musim Semi Kosong yang seluruh isi muridnya adalah perempuan.
Seorang gadis cantik yang terlihat berumur sembilan belas tahunan memimpin jalan setelah semuanya turun dari kapal, senyum Han Xiao tidak surut ketika melihat gadis tersebut. Ne Zha yang ada disamping Han Xiao hanya terdiam dan melanjutkan kegiatannya memakan buah ketika melihat orang yang dikenalnya datang.
Gadis itu tidak mengeluarkan aura apapun, sekilas terlihat dia hanya terlihat seperti gadis biasa saja, namun siapa sangka sebenarnya gadis itu adalah salah satu orang terkuat di Benua Angin selatan? Ya, dia adalah Fu Daiyu, disamping Fu Daiyu berjalan seorang wanita dewasa yang memiliki kecantikan yang tak kalah oleh Fu Daiyu, pesona dewasa wanita itu membuat siapapun ingin bertekuk lutut dihadapannya. Dia adalah Matriark dari Sekte Musim Semi Kosong. Chun Nu.
Saat penyambut tamu hendak berdiri menyambut, tiba-tiba sebuah alunan sitar yang indah terdengar dari seluruh penjuru Akademi. Semua orang terhanyut dalam permainan sitar tersebut.
__ADS_1
"Layak dengan julukanmu, permainan sitarmu sangatlah indah dan mengagumkan," sahut Fu Daiyu seraya tersenyum indah.
"Hihihi... terimakasih atas pujian senior, sepertinya julukan Bunga Kematian milik senior terdengar lebih keren," suara tawa menghiasi dengan indah ketika sesosok wanita yang sangat cantik bagaikan dewi turun dari salah satu pulau terapung yang terdapat pada daerah Akademi.
"Selamat atas kenaikan senior," ucap Petapa Sitar dengan sangat tulus dan lembut.
"Terimakasih," balas Fu Daiyu lalu menatap seorang pemuda yang kini tengah mengigit buah berwarna hitam dengan santai, batin Fu Daiyu menjerit ketika melihat pemuda itu dengan santai memakan Buah Neraka tanpa takut tubuhnya meledak.
"Hais... anak itu memang selalu mengejutkan," batin Fu Daiyu ketika tersenyum kearah Ne Zha yang sedang memakan Buah Neraka.
Petapa Sitar menyadari tatapan dari Fu Daiyu dan segera ikut mengarahkan padangannya, sama seperti Fu Daiyu, wanita itu juga terkejut ketika melihat Ne Zha memakan Buah Neraka dengan santai seolah itu hanyalah sebuah buah biasa.
"Siap anak itu?" batin Petapa Sitar.
Matriark Chun menyadari bahwa pemuda yang ditatap oleh Fu Daiyu adalah seorang dermawan terbesar untuk sektenya, segera saja Matriark Chun mengajak Petapa Sitar dan para muridnya untuk menghampiri Ne Zha.
"Salam kenal tuan muda Zha, pengeran mahkota Han. Aku Chun Nu Matriark sekte musim semi kosong," ucap Matriak Chun seraya tersenyum manis.
"Ugh... gula darahku naik," ujar Han Xiao saat melihat senyum Matriark Chun.
"Salam kenal Matriark Chun," balas Ne Zha dengan sopan, dia akan bertindak sopan pada orang yang menurutnya patut disegani sementara dia tidak akan memberi muka secuilpun untuk orang yang menurutnya tidak pantas.
Matriark Chun masih tersenyum ketika melihat tanggapan dari dua pemuda itu.
Petapa Sitar penasaran siapa dua pemuda yang bisa menarik dua monster Sekte Musim Semi bertindak sangat sopan, namun ketika hendak dia bertanya sebuah suara mengintrupsinya membuat dia harus meninggalkan tempat ini.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya semuanya, aku ada kepentingan mendadak, mohon pamit dan mohon maaf," kata Petapa Sitar menatap Fu Daiyu, sudah jelas bahwa dia hanya menghormati Fu Daiyu. Ya, sudah jelas karena hanya Fu Daiyu lah yang terkuat disini. Walau status Matriark Chun besar namun jika dibandingkan dengannya yang merupakan salah satu dari Petapa itu bukanlah hal besar.
"Silahkan," balas Fu Daiyu.
"Dimana Ruan Jian?" tanya Han Xiao.
Fu Daiyu tersenyum kecil lalu menyuruh Ruan Jian maju, memang setelah menembus Ekspansi Istana dan mendapatkan Istana Surga, gadis itu bertambah sangat cantik hingga sulit dikenali dengan mudah.
Napas Han Xiao tertahan ketika melihat kecantikan Ruan Jian, "Jangan tersenyum atau gula darahku akan meledak," ujar Han Xiao ketika melihat gerakan dari mulut Ruan Jian yang hendak tersenyum.
Para gadis murid Sekte musim semi kosong tertawa melihat tingkah Han Xiao, mereka sudah terbiasa mendapatkan pujian, namun celotehan Han Xiao sungguh lucu.
"Baiklah, Matriak Chun, Senior Fu dan lainnya. Aku mohon pamit dahulu, jika aku terlalu lama disini bisa-bisa gula darahku meledak dan itu sungguh tidak baik mengingat Pertarungan Keajaiban akan dimulai dalam seminggu lagi." Han Xiao segera undur diri, sungguh dia tidak tahan melihat banyak kecantikan seperti itu, memang pemandangan yang indah, namun sungguh tidak baik untuk kesehatannya.
Ne Zha mengutuk melihat Han Xiao yang menyelonong pergi, mau tidak mau dia menemani Matriark Chun, Fu Daiyu dan lainnya untuk sementara waktu.
Ruan Jian sendiri telah mengikuti Han Xiao karena memang gadis itu berada didalam tim Han Xiao, jadi gadis itu berniatan untuk mengenal lebih dekat anggota tim lainnya.
Dekan yang menyambut kini bukanlah Dekan Li, melainkan Dekan Chang. Ternyata setiap sekte akan memiliki Dekan yang memandu mereka didalam Akademi.
Barulah setelah mengantar seluruh murid sekte musim semi kosong ke kamar peserta. Ne Zha, Matriark Chun dan Fu Daiyu pergi menuju kantin untuk berbincang lebih jauh.
Ketika sampai di kantin lantai pertama, disana sudah ada Han Xiao dengan enam gadis lainnya, mereka adalah Ren Yanyu, Bing Xing, Su Lihwa, Xia Shiva, Bi Jiao dan Nuren Yexing.
***
__ADS_1
Crazy Up Awal Arc 3 : 8/9