Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab166. Domain Ilusi


__ADS_3

Cahaya ungu memancar terang dari mata Ming Huan, menyebar dalam radius dua puluh meter. Han Xiao dan Ne Zha terkena dampak cahaya ttersebut, disisi lain para gadis berada diluar radius Domain Ilusi yang diciptakan oleh Mata Ilusi Ming Huan.


Senyum Ming Huan mengembang besar melihat Han Xiao dan Ne Zha tidak mundur atau keluar dari jangkauan radius Domain Ilusinya.


"Poin kalian sudah dipastikan menjadi milikku, tidak pernah ada yang bisa meloloskan diri dari Domain Ilusi milikku ini," ucap Ming Huan diiringi tawa merendahkan pada Ne Zha dan Han Xiao.


Ming Huan yakin dengan kemampuan Domain Ilusinya, pada saat berada di Alam Emas, dia sanggup mengunci kultivator Alam Raja dan membunuhnya dalam Domain Ilusi. Ilusi dalam Domain tersebut adalah hal yang ditakuti oleh sang korban, jadi mereka akan menjadi sangat lengah hingga membuat Ming Huan mudah membunuhnya.


Segera, sebuah bangunan pencakar langit serta pemandangan kota yang sangat asing muncul dihadapan Ming Huan, disekitar Han Xiao berkumpul orang berpakaian hitam dengan kaca mata hitam. Mereka menodongkan berbagai senjata asing dimata Ming Huan, senjata itu berbentuk kecil namun mampu membuat bayangan Han Xiao dan Ne Zha angkat tangan seperti menyerah. Inilah hal mengerikan dari Mata Dewa Ilusi, sebuah kemampuan yang bisa mengambil untaian memori hanya dengan memasukan lawan dalam Domain Ilusi.


"Sialan, ini ilusi saat pembunuhan Leyra!" Han Xiao mengutuk pelan, segera dia mengalihkan pandangannya pada Ne Zha.


Setelah membuka Istana kesepuluh yang mengharuskan melawan rasa takut, Ne Zha kini tidak lagi takut ketika mengingat peristiwa pembunuhan Leyra, bahkan bisa dibilang dia adalah manusia tanpa rasa takut. Matanya menjadi sangat dan sangat dingin dari sebelumnya.


"Kita harus memusnahkan dia, jika tidak maka identitas kita..." Ne Zha tidak perlu melanjutkan perkataanya, Han Xiao sudah mengerti.


Ming Huan melihat dunia lama mereka, dengan kekuatan mereka yang sangat besar sudah dipastikan Ming Huan akan menyebarkan berita tentang mereka dari dunia lain. Dan itu akan buruk jika terjadi sebelum mereka memiliki kekuatan yang cukup.


Mata Han Xiao dan Ne Zha menjadi sangat dingin dan sengit, Ming Huan melihat pemandangan itu terkejut, kini dia juga berpikiran bahwa Han Xiao dan Ne Zha datang dari dunia lain. Itu karena dia menonton adegan dimana seorang gadis cantik berambut pirang ditembak oleh senjata aneh itu, dia yakin itu bukan panah. Namun ketajaman dan kecepatannya sungguh mengerikan hingga bisa menembus dada hingga keluar dari punggung gadis malang tersebut.


"Sudah cukup bermain," desis Han Xiao tiba-tiba muncul disamping Ming Huan.


Espresi terkejut bisa dilihat pada wajah Ming Huan. dia tidak percaya Han XIao dan Ne Zha terlepas dengan sangat mudah dari Domain Ilusinya, dia percaya bahwa dua pemuda itu terpengaruh oleh ilusi yang muncul itu. Apa lagi sebelumnya dia melihat dua pemuda itu mematung.

__ADS_1


BOOOOOM!!!


Han Xiao melepaskan sebuah tinju mengerikan pada tubuh Ming Huan, membuat pemuda itu terlempar jauh hingga keluar dari Domain Ilusi.


"Urus yang lain dengan cepat, jangan biarkan mereka hidup setelah melihat ini," ujar Ne Zha seraya melesat kearah Ming Huan, Han Xiao mengangguk lalu bergerak ke arah anggota Ming Huan yang tengah mematung bingung dengan ilusi yang menakutkan bagi Han Xiao dan Ne Zha.


Mereka melihat bangunan yang sangat tinggi dan pakaian orang disana sungguh aneh namun terlihat keren dan elegan.


"Sudah cukup mengagumi duniaku," suara desisan Han Xiao terdengar pada telinga empat pemuda tersebut.


Belum sempat mereka bereaksi, mata mereka melihat tubuh yang berdiri tanpa kepala. Jelas mereka sangat mengenali tubuh tersebut, itu adalah tubuh mereka sendiri.


Hal mengejutkan lain segera terjadi, baik kepala atau tubuh mereka tidak menjadi cahaya seperti teman mereka yang sebelumnya, mereka masih bisa bernapas bahkan setelah terpisah dari tubuh mereka dan tidak mati.


"Selamat jalan." Han Xiao tersenyum lebar, sungguh demi apapun ketika empat pemuda itu melihat senyum Han Xiao, itu lebih mirip senyum malaikat maut bagi mereka.


Empat pemuda itu menghela napas ketika muncul cahaya dari tubuh mereka, itu berarti mereka akan segera kembali ke kamar pseserta dan mlanjutkan Pertarungan Keajaiban.


Setelah melihat empat pemuda itu menghilang, Han Xiao segera bergegas melesat menuju arah Ne Zha dan Ming Huan.


Ketika sampai disana, Han Xiao melihat Ne Zha sedang menusukan jarinya pada dada Ming Huan, bisa dilihat ekspresi Ming Huan yang ketakutan dan putus asa. Sebelumnya Ne Zha sempat kehilangan kendali dan melepaskan seluruh aura dari Istana Dao yang sangat mengerikan, kekuatan Mutlak yang dimiliki Istana Dao menyerang tubuh Ming Huan membuat pemuda itu merasakan kekuatan yang sangat menakutkan dan mutlak, dihadapan kekuatan itu seolah dia tidak berguna melawan dengan cara apapun atau kekuatan apapun. Bahkan Mata Ilusinya segera tidak aktif.


"Ambil matanya Zha, sangat disayangkan jika dibuang. Itu adalah salah satu dari sepuuh mata Dewa," ujar Han Xiao saat melihat Ne Zha hendak membunuh Ming Huan.

__ADS_1


Ne Zha segera teralih pada mata Ming Huan, sedangkan Ming Huan yang ditatap mengumpat Han Xiao yang memberi ide tersebut, namun dia segera tenang bahwa seluruh yang ada disini bukanlah kenyataan.


"Hahaha... memang benar apa yang ada dipikiranmu," kata Han Xiao seraya tertawa ketika melihat ekspresi lega Ming Huan.


"Tapi... jika kami yang melakukan itu, dibawah kekuatan mutlak maka bukan hanya matamu yang hilang. Tapi juga nyawamu," lanjut Han Xiao.


Ekspresi Ming Huan segera menjadi pucat pasi, sekarang dia mengetahui bahwa kekuatan yang sebelumnya dia rasakan adalah kekuatan mutlak, sebagai pemilik Mata Dewa, dia memiliki pengetahuan lebih tentang kekuatan. Di dunia ini, kekuatan Mutlak hanya bisa didapat ketika kultivator mencapai kultivasi yang lebih jauh dari Alam Dewa. Tubuhnya merinding ketika mengingat bahwa di Benua Angin Selatan hanya memiliki Alam Dewa yang terkuat.


Dalam pikiran Ming Huan, dua sosok pemuda dihadapannya ini pasti sudah melebihi Alam Dewa karena memiliki kekuatan Mutlak.


"Siapa kalian?! Apa yang kalian lakukan di Benua rendah seperti ini?" suara Ming Huan berubah menjadi suara seorang gadis.


"Hmm... ternyata kau tidak menyatu dengan seluruhnya dengan anak ini?" Han Xiao mengerutkan dahinya.


"Menyatu seluruhnya dengan anak ini sungguh memalukan bagiku! Aku hanya ingin mengambil alih tubuhnya agar aku bisa mencari tubuh lain yang bagus!" ujar suara gadis dari mulut Ming Huan.


***


**Bacotan Pengetik :


Pengetik kini adain ini untuk menjadi pengingat, baik Pengetik sendiri ataupun pembaca😉


Bab Reguler Mingguan : 1/14**

__ADS_1


__ADS_2