Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab477. Alam lain - Arc5 Titik awal


__ADS_3

BAAAAM!!!


"Apa kau kata? Tim yang kau pimpin hanya mendapatkan posisi ketiga?!" Seorang pria dengan perawakan kekar berwajah tampan dalam balutan jubah emas bermotif Naga menghancurkan meja besar di hadapannya.


Di depan pria tersebut terdapat sepuluh sosok pria dan wanita muda, tetapi itu hanya tampilan. Dalam kenyataannya mereka telah hidup jutaan tahun! Dari lima orang yang ada di ruangan, jika ada Han Xiao dia akan mengenali kelima orang tersebut, mereka adalah orang yang dia masukan kedalam Kegelapan yang dibalut oleh Keputusasaan.


"Ayah... Maksudku Yang Mulia, Tim yang aku lawan saat Final sangat aneh, satu orang memiliki banyak Unsur, dan itu adalah Unsur Kejahatan yang telah lama musnah." Pria yang menjadi pemimpin tim saat berhadapan dengan Han Xiao mengungkapkan pertarungan terakhirnya saat melawan Han Xiao, bagaimana saat dia dengan timnya diseret kedalam Kegelapan serta Keputusasaan.


"Kegelapan dan Keputusasaan?" Pria yang menghancurkan meja itu menatap empat orang yang dipimpin oleh pria tadi.


Keempat orang itu mengangguk seraya menundukkan kepala, mereka sangat takut dan malu untuk melihat pria yang menghancurkan meja, karena pria itu adalah seorang pemimpin dalam Fraksi terbesar di Alam Langit! Jika saja tidak bertemu tim Han Xiao, sudah dipastikan tim mereka adalah juara satu dalam pertarungan Arena.


Pemimpin Fraksi tidak mentolerir kesalahan sedikitpun, tetapi saat mendengar keluhan mengenai Unsur Kegelapan dan Keputusasaan, matanya menjadi sangat dalam ketika memandang pada suatu arah.


"Kalian pergi berlatih lagi!" ujar Pemimpin Fraksi.


Segera saja kesepuluh orang tersebut pergi dari hadapan Pemimpin Fraksi dalam sekejap, setelah kepergian dari sepuluh orang tersebut, Pemimpin Fraksi memanggil seseorang ke ruangannya, ekspresi Pemimpin Fraksi menjadi sangat serius.


"Pergi ke Kesatuan Iblis, telusuri siapapun yang memiliki keterkaitan dengan Kekuatan Kegelapan dan Keputusasaan," ucap Pemimpin Fraksi.


"Pemimpin, bukankah dua Kekuatan itu sudah musnah milyaran tahun lalu?" Orang yang berada di hadapan Pemimpin Fraksi adalah Wakil Pemimpin Fraksi, jadi dia memiliki keberanian untuk mengeluarkan suaranya atas perintah dari Pemimpin Fraksi.


"Itu milyaran tahun lalu, dalam waktu sebanyak itu. Bukan tidak mungkin Delapan Kekuatan tersebut bangkit mendapatkan Pewaris mereka, cari secepat mungkin mengenai Delapan Kekuatan ini, jika tidak. Akan terjadi bencana bagi Alam Langit." Pemimpin Fraksi mengeluarkan sebuah kotak dari Cincin Spasialnya. "Ini adalah satu-satunya Alat yang bisa menangkal Delapan Kekuatan Kejahatan, bawa ini bersamamu. Gunakan dengan baik, dan ingat, ini adalah satu-satunya jangan sampai hancur ataupun hilang."


Wakil Pemimpin Fraksi menatap penuh serius, sepanjang hidup Pemimpin Fraksi, tidak pernah ada yang membuatnya secemas itu, jika dia harus habis-habisan hingga melepaskan Alat satu-satunya penangkal Delapan Kekuatan Kejahatan, sudah dipastikan ini adalah hal yang sangat berbahaya.


"Aku akan melakukan tugas ini sebaik mungkin," ucap Wakil Pemimpin Fraksi penuh dengan tekad.

__ADS_1


"Jangan ragu, langsung bunuh jika seseorang bahkan memiliki sepercik Delapan Kekuatan Kejahatan, aku tidak ingin ada pohon masalah yang nanti akan membesar," kata Pemimpin Fraksi.


"Baik, aku ijin pergi sekarang." Wakil Pemimpin Fraksi menangkupkan tangannya, setelah mendapat anggukan dari Pemimpin Fraksi, segera saja dia menghilang dari hadapan Pemimpin Fraksi.


Melihat kepergian Wakil Pemimpin Fraksi, Pemimpin Fraksi menarik napas panjang secara perlahan menghembuskanya. Matanya menjadi sedikit sengit bercampur kegelisahan, di kepalanya muncul sesosok wanita berjubah ungu dengan Delapan Pulau mengerikan diatas kepala wanita tersebut. Tulang punggung Pemimpin Fraksi secara tidak sadar gemetar serta menjadi dingin.


"Bibit ini harus hancur sebelum menjadi pohon yang membentang luas," desis Pemimpin Fraksi.


***


"Sepertinya orang yang kita hadapi bukan orang dengan kekuatan biasa," kata seorang pria saat berjalan bersama dengan pria yang memimpinnya dalam pertarungan Arena.


"Cou Guang, apakah kau bodoh? Selama aku hidup, tidak pernah melihat Ayah mengeluarkan ekspresi seperti tadi saat aku menyebutkan Kegelapan dan Keputusasaan." Pria pemimpin itu memukul kepa Cou Guang.


Cou Guang terkekeh ringan alih-alih marah, "Li Ning, kau ingat legenda tentang si wanita Jahat?"


"Kau ingin mengatakan bahwa pemuda itu keturunan si wanita Jahat?" Li Ning sedikit merinding bahkan hanya menyebutkan gelar dari legenda tersebut.


"Aku tidak tahu, tapi Delapan Kekuatan Kejahatan itu sangat mengerikan, Alam Langit dan semua Kesatuan dibuat gempar olehnya, tidak ada yang bisa menghentikannya. Namun, secara aneh sosok legenda itu menghilang seolah ditelan ruang." Cou Guang menjawab.


"Bisakah kalian mengalihkan pembicaraan?" Salah satu wanita di kelompok itu angkat suara.


Li Ning dan Cou Guang mengangkat bahu mereka dengan ringan.


***


"Pria celaka! Beraninya kau menyentuh muridku! Lihat saja saat aku menemukanmu aku akan mencincangmu sampai halus sebelum menjadikanmu bakso dan memberi makan pada Anjing penjaga!" Seorang wanita berkulit merah berteriak lantang setelah mendengar aduan dari sesosok gadis dengan pakaian minim dibalut pesona liarnya. Han Xiao akan tertawa jika melihat gadis tersebut, itu tidak lain adalah Jinu.

__ADS_1


"Han, itulah namanya, dia memiliki rambut serta mata biru gelap. Orang itu menggunakan Pedang merah darah sebesar orang dewasa, ada hal unik tentang dia, Han ini dia melakukan perubahan pada penampilannya saat menaikan kekuatannya, ada juga Delapan Pulau mengerikan diatas kepalanya." Jinu menjelaskan lebih detail lagi tentang Han Xiao, dia tidak akan melupakan penghinaan yang dia terima dari Han Xiao.


Wanita berkulit merah yang merupakan guru Jinu akan angkat suara, tapi setelah mendengar detail Han Xiao dari Jinu langsung tercekat.


"Delapan pulau mengerikan diatas kepalanya?" Guru Jinu mengulangi kalimat akhir Jinu yang dibalas dengan anggukan kepala gadis tersebut.


"Lupakan dendammu." Perkataan gurunya membuat Jinu tercengang, bukankah sebelumnya Gurunya mengatakan ingin mencincang Han Xiao? Kenapa tiba-tiba merubah perkataannya?


Jinu segera meminta penjelasan dari gurunya, setelah mendapat penjelasan gurunya. Jinu ikut tercekat, pantas saja kekuatan yang digunakan Han Xiao terlihat sangat tidak asing baginya. Ternyata kekuatan Han Xiao adalah kekuatan Legenda yang telah hilang dalam milyaran tahun lalu! Jinu menelan ludahnya, tidak bisa dibayangkan jika Han Xiao menaruh dendam padanya. Kemungkinan besar Sekte-nya akan hancur hanya dengan sepatah kata dari Han Xiao!


"Hey bukankah itu bagus juga? Selama hidup kau belum pernah merasakan kenikmatan surgawi karena fokus dalam Kultivasi hehe," ujar guru Jinu. "Bagaimana setelah merasakannya apakah kau akan mulai memilih pasangan? Tidak terus menjadi perawan tua?"


Wajah Jinu memerah mendengar kata-kata tanpa saringan yang terlepas dari mulut gurunya, "Guru, sudah kukatakan, aku tidak akan memiliki pasangan. Dalam hatiku hanya ada Kultivasi!" Jinu berseru kesal sebelum melenggang pergi dari ruangan gurunya.


Guru Jinu menggeleng ringan melihat tingkah Jinu, matanya menatap pada suatu arah. Ada tatapan kerinduan serta harapan tinggi pada matanya.


***


Catatan Pengetik :


Halooo gengs, GILAAAAAA INI UDAH BERAPA TAUN!!!!


Dua Penguasa bakal dilanjut, tadinya mau update di Penguasa II, tapi dapat teguran, alhasil lanjut di sini:v


Dua Penguasa akan tamat di episode 1000an, jadi sudah pasti saya tamatkan.


FYI juga, Dua Penguasa setelah tamat mau diremake alias dibuat ulang, karena menurut saya terlalu banyak kekurangan di cerita ini, saya mau rapihin semuanya biar mudah dibaca, dicerna dan diingat juga.

__ADS_1


okey, stay healthy, stay di Dua Penguasa!


__ADS_2