
Orang-orang yang menonton pertempuran Han Xiao dan Ne Zha melawan Ras Jijian dari kejauhan sungguh terpana, mereka semua takjub akan kekuatan yang dimiliki oleh dua pemuda tersebut.
Bintang ini berada pada Alam tinggi, yaitu Alam yang lebih baik daripada Bintang Makhluk Buas berada, tapi tetap saja itu masih berada di domain kecil yang jauh dari pusat Alam Abadi, sehingga kekuatan yang ditunjukan oleh Han Xiao dan Ne Zha sungguh luar biasa.
Bisa melawan ratusan Ribu Ras Jijian tanpa terluka, bahkan terlihat santai, sungguh bukan hal yang mudah. Mengingat Raja Ras Sisik Biru saja sungguh kerepotan melawan empat ratus ribu Ras Jijian. Digaris bawahi Tetua Ras Jijian tidak ada yang campur tangan.
Tapi dua pemuda di medan perang itu sungguh luarbiasa, bisa membunuh Tetua Ras Jijian seolah membunuh belalang, lalu membantai ratusan ribu Ras Jijian bagaikan membersihkan semut.
"Waktu kita hanya sedikit, juga banyak orang yang telah menonton kita. Lebih baik cepat selesaikan," ucap Ne Zha pada Han Xiao.
Han Xiao tersenyum lebar, dia membuat mudra tangan dengan sangat cepat hingga tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, dalam hitungan detik berikutnya Han Xiao berseru ringan, "Wujud Haus Darah!"
Sebuah tengkorak transparan berwarna biru gelap muncul di belakang Han Xiao, cahaya merah darah dan hitam pekat secara perlahan membentuk jubah pada tengkorak raksasa tersebut. Han Xiao tersenyum kecil, melihat Wujud Haus Darah yang diciptakannya.
Han Xiao melakukan sebuah tebasan, Tengkorak yang merupakan Wujud Haus Darah mengikuti gerakannya dengan sebuah pedang tranparan yang terbuat dari Energi Kehancuran.
BOOOOOM!!!
Ketika pedang itu menebas, hanya gelombang tebasannya saja sudah membuat Ras Jijian hampir lebih dari separuh menghilang, digantikan oleh tumpukan daging.
Ne Zha tidak ingin kalah, dia juga melakukan serangan dengan Manusia Kayu Raksasa miliknya. Pada lima tangan yang berada di punggung Manusia Kayu Raksasa Ne Zha muncul lima senjata berbeda, yaitu Busur, Pedang, Chakra, Tombak dan Cemeti.
Kelima senjata itu digerakan oleh lima tangan Raksasa Kayu untuk membombardir Ras jijian yang tersisa.
Dalam hitungan menit saja, Ras jijian yang datang dengan kepala terangkat angkuh kini semuanya telah terbaring di tanah tidak bernyawa. Bahkan hampir sembilan puluh persen lebih mereka tidak memiliki tubuh yang utuh.
__ADS_1
Han Xiao dan Ne Zha kembali menyimpan Manusia Kayu Raksasa dan Wujud Haus Darah, keduanya melambaikan tangan untuk mengumpulkan Tendon Naga dari ratusan ribu Ras Jijian.
"Hahaha! Sungguh luar biasa! Tendon Naga! Kita mendapatkan ratusan ribu Tendon Naga untuk bekal!" Han Xiao tidak bisa menutupi kesenangannya saat berhasil mengumpulkan seluruh Tendon Naga.
Ne Zha disisi lain senang seperti Han Xiao, tapi dia bisa menahannya sehingga tidak seperti Han Xiao.
"Ayo pergi." Ne Zha menepuk pundak Han Xiao, pemuda itu mengisyaratkan bahwa orang-orang yang menonton mereka akan segera bergegas kemari.
Han Xiao menuruti perkataan Ne Zha, dia segera membawa Ne Zha melintasi ruang untuk tiba di samping Mon Cie dan Shuiyu yang sedang menonton dari kejuhan.
Mon Cie dan Shuiyu jelas sangat terkejut dengan kedatangan dua pemuda tersebut, pandangan mereka kini sungguh berubah sekali lagi ketika menatap dua pemuda tersebut.
Sebelumnya Mon Cie sudah melihat Han Xiao membunuh Gurita raksasa yang sedikit lagi kekuatannya setara dengan Dewa Sejati, sehingga tidak terkejut ketika Han Xiao membunuh Tetua Ras Jijian.
Hal yang mengejutkan Mon Cie adalah cara bertarung Han Xiao dan Ne Zha yang sangat santai melawan ratusan ribu Ras Jijian yang terkenal sangat merepotkan ketika mereka bertarung bersama.
"Apa tingkat kultivasi Raja Ras Jijian?" tanya Han Xiao.
"Dewa Sejati kedua," jawab Shuiyu.
Mata Han Xiao bersinar terang, seorang Dewa Sejati akan menjadi sebuah samsak latihan yang sangat baik, dia ingin mengetahui seberapa kuat lagi kekuatan yang dimilikinya. Melawan Dewa Sejati kedua, itu akan menjadi sangat pas untuk mengukur kekuatannya.
"Kita bahas hal ini nanti, lebih baik kita pergi dari pulau ini terlebih dahulu." Mon Cie kini benar-benar ingin segera membawa dua pemuda itu menjauh dari Pulau.
"Pergi dari pulau ini? Apakah kau bodoh? Jika kami pergi, dan Ras Jijian kembali menyerang dengan kekuatan penuh, bukankah seluruh Manusia di Puau ini akan menjadi sasaran Ras Jijian?" cetus Han Xiao.
__ADS_1
Mon Cie segera terdiam, benar apa yang dikatakan oleh Han Xiao. Bagaimana jika Ras Jijian datang dengan kekuatan penuh untuk membalas dendam? Setelah mengetahui kekuatan dua pemuda itu tidak cukup diredam oleh ratusan ribu prajurit mereka.
Hal terburuknya adalah ketika mereka telah pergi, dan Ras Jijian justru melampiaskan amarahnya pada Manusia yang ada di Pulau ini. Ras Jijian sungguh terkenal karena keji dan tidak masuk akal.
"La... lalu apa yang harus kita lakukan?" Shuiyu yang terdiam angkat suara.
"Seberapa jauh tempat yang kalian maksud dari sini?" Ne Zha lah yang bertanya, Mon Cie dan Shuiyu yang mengerti bahwa Ne Zha hanya akan buka suara saat hal penting segera menjawab dengan cepat.
Jika dengan kecepatan terbang mereka seperti sebelumnya, akan membutuhkan dua hari sampai pada tempat itu.
"Terlalu lama, kami akan membawa kalian terbang, cukup beri arah jalannya." Han Xiao tidak menunggu jawaban dari Mon Cie dan Shuiyu, dia segera meraup Shuiyu dalam pangkuannya dan membawa terbang gadis tersebut.
Mon Cie menatap canggung pada Ne Zha, sedangkan Ne Zha hanya menghela napas ringan. "Maaf tapi aku tidak akan menggendongmu seperti yang dilakukan oleh dia."
Ne Zha melambaikan tangannya, sebuah kekuatan tidak terlihat menggenggam Mon Cie untuk melayang di samping Ne Zha. Melihat Han Xia yang terbang sangat cepat pada suatu arah, Ne Zha yakin bocah nakal itu telah mendapatkan arah jalan.
"Tenang saja, aku adalah yang memberitahu Yu'er arah ke tempat itu, jadi kita tidak akan tersesat tanpa mereka," ujar Mon Cie, melihat bahwa Ne Zha tidak angkat suara dan hanya mengangguk, Mon Cie segera memberikan arah pada Ne Zha untuk menuju tempat potongan Alat Dewa berada.
Ne Zha dan Han Xiao tidak mengetahui bahwa kini mereka tengah menjadi perbincangan panas pada Bintang tersebut, baik dari sekte kecil hingga besar semuanya mengetahui cerita mereka berdua yang sangat berani memprovokasi Ras Jijian dan membantai Ras Jijian hanya untuk kemudian diambil Tendon Naga sebagai Bekal.
"Mereka bukan manusia dari Bintang ini, mereka adalah Alien!" Seorang pria yang menonton pertarungan Han Xiao dan Ne Zha berkomentar ketika mulai berdiskusi bersama teman-temannya yang merupakan Ras Pribumi.
***
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1
Update Merdeka : 63/75