
Tidak bisa dipungkiri bahwa Tendon Naga yang terdapat pada Ras Jijian sangat lezat, bahkan Ras pribumi pun ada yang mengkonsumsi Tendon Naga dari Ras Jijian.
Tapi mereka semua tidak pernah melakukan hal tersebut secara terang-terangan seperti Han Xiao, dan selama ini. Baru Han Xiao lah yang berani mengungkap ke publik memakan Tendon Naga.
Biarpun rata-rata Ras Jijian lemah dan akan mudah diburu, tapi karena mereka selalu berkelompok dalam jumlah yang mengerikan, tidak ada yang berani menculik salah satu dari Ras Jijian jika tidak memiliki kemampuan.
Berbeda dengan Han Xiao, sebenarnya dia melakukan itu murni karena rasa penasarannya, berdasarkan ingatan yang diberi oleh Harimau Suci. Tendon Naga dari Ras Jijian sungguh luar biasa lezat.
Namun, perlakuan Han Xiao tersebut dianggap sebagai provokasi serta menantang Ras Jijian.
Ras Jijian yang ada disana lebih dari dua ratus, jalanan saja penuh sesak oleh kehadiran dari kelompok Ras Jijian ini.
Mereka semua kini bergerak untuk mengepung Han Xiao, tentu mereka tidak akan diam saja melihat saudara mereka yang dikuliti lalu dimakan Tendon Naganya, jelas penghinaan untuk mereka.
"Ah kalian menganggap ini provokasi? Baiklah akan kutunjukan kalian provokasi ala Han Xiao." Mata Han Xiao menyipit tajam ditemani senyum riangnya.
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan, sudah ditentukan mereka akan menghadapi masalah besar ketika melihat senyum Han Xiao itu.
Han Xiao tidak berkata lagi, dia mengambil pisau lain dari Cincin Spasial miliknya, pandangan Han Xiao mengedar ke semua Ras Jijian yang ada.
"1... 2... 3..." Han Xiao menghitung lalu menghilang, dalam tarikan napas berikutnya, Han Xiao kembali muncul di tempat sebelumnya.
Brak...
Tubuh-tubuh Ras Jijian yang berada disekitar Han Xiao terjatuh ke tanah degan lubang menganga pada tubuh mereka. Han Xiao sendiri kini tersenyum lebar seraya memegangi tumpukan Tendon Naga di tangannya.
"Aku Han Xiao secara terang memprovokasi Ras Jijian!" pekik Han Xiao seraya tertawa sangat gila, dia dengan senang menggigit Tendon Naga seraya menatap buas pada sepuluh Ras Jijian yang tersisa.
"Aku akan membunuh tujuh diantara kalian, ayo tentukan sebelum aku bergerak dalam hitungan, 1... 2... 3!"
Belum sempat Ras Jijian itu mencerna kata-kata Han Xiao, tujuh diantara mereka kembali tumbang seperti yang lain dengan lubang pada tubuh mereka.
__ADS_1
Tiga Ras Jijian yang tersisa bergetar ketakutan.
"Pergilah, katakan pada kepala Ras kalian, aku Han Xiao menantangnya untuk berduel. Sungguh penasaran seenak apa Tendon Naga yang dimilikinya," ujar Han Xiao lalu menendang tiga Ras Jijian tersebut.
"Kau gila!" Mon Cie dan Shuiyu berseru dengan serempak ketika mendapati provokasi Han Xiao yang sangat menakutkan.
Jika saja itu ditujukan untuk Ras Manusia atau lainnya, akan terdengar biasa saja, tapi untuk Ras Jijian. Itu sangat menakutkan! Mengingat jumlah mereka yang hampir setengah populasi di Bintang ini.
Memiliki populasi banyak, memungkinkan juga Ras Jijian memiliki hubungan dengan beberapa Sekte kuat, dan hal itulah yang membuat Ras Jijian semakin ditakuti.
Mon Cie dan Shuiyu menatap Han Xiao dengan horor, Han Xiao dan Ne Zha mungkin tidak tahu seberapa mengerikannya Ras Jijian, tapi mereka berdua mengetahui hal tersebut.
Han Xiao menatap sepasang guru murid tersebut, "Kami tidak memiliki banyak waktu, lebih cepat lebih baik. Bintang ini sangat lemah, sangat tidak seru berpetualang disini."
Ne Zha yang sudah mengetahui apa yang akan dilakukan Han Xiao berikutnya memilih hanya diam dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam Penginapan.
Melihat Ne Zha yang santai, Mon Cie dan Shuiyu sungguh kebingungan. Apakah pemuda itu tidak takut temannya dibantai oleh Milyaran Ras Jijian?
Sesampainya di kamar, Han Xiao mengeluarkan Tendon Naga serta beberapa bumbu untuk memanggang Tendon Naga seperti yang dilakukannya tadi di depan Penginapan.
Tentu saja Ne Zha yang sudah menahan diri sejak tadi tidak kuat lagi, dia mengambil banyak Tendon Naga dari Han Xiao dan memasaknya dengan caranya sendiri.
Mon Cie dan Shuiyu yang barusaja datang menelan ludah mereka ketika melihat Han Xiao dan Ne Zha yang sedang menikmati Tendon Naga.
Han Xiao tentu melihat hal tersebut, pemuda itu mengasongkan sepiring penuh Tendon Naga yang telah dia panggang setengah matang.
"Jangan takut, ini adalah makanan paling lezat, kalian tidak bisa mengungkirinya," kata Han Xiao seraya memberikan piring tersebut pada Mon Cie.
Mon Cie tidak segan lagi, selama hidupnya, dia baru tiga kali memakan Tendon Naga, dan itu adalah sungguh pengalaman luar biasa baginya.
"Tuan muda, aku ingin memberitahumu sesuatu tentang rahasia besar di Bintang ini." Mon Cie yang terlihat telah lama menimbang akhirnya angkat suara ketika mereka telah menghabiskan Tendon Naga.
__ADS_1
Han Xiao mengangkat alisnya seolah bertanya, ada apa? Tapi dia masih tidak membuka mulutnya karena tengah menikmati kelezatan Tendon Naga.
"Hal inilah yang membuat kami Manusia masih bertahan di Bintang ini walaupun hanya tersisa sepuluh persen," ucap Mon Cie.
Ekspresi Han Xiao berubah untuk mengatakan, jangan banyak terbelit.
Mon Cie yang paham dengan ekspresi Han Xiao segera menjelaskan, di Alam Semesta Air. Ada sebuah artefak yang sanggup melawan Alat Dewa milik Kaisar Air, dan itu tepat berada di Bintang ini.
Tidak banyak yang mengetahui hal tersebut, hanya sepuluh orang, "Delapan lainnya telah menyerah, tinggal kami berdua saja."
Juga Mon Cie menambahkan bahwa dia mengetahui posisi Artefak tersebut tinggal, hanya saja dengan berbagai cara apapun Mon Cie tidak bisa memuka pintu menuju tempat tersebut.
"Jika tuan muda menginginkannya, aku bisa mengantar kalian kesana untuk memeriksanya," tawar Mon Cie.
Alis Han Xiao menaik, "Bagaimana jika ini adalah tipuan? Kalian bekerja sama dengan Ras pribumi untuk membunuh kami?" celetuk Han Xiao, biarpun dia ceroboh. Tapi setidaknya dia masih memiliki kewaspadaan berkat pengingat Ne Zha.
"Aku akan melakukan kontrak jiwa denganmu, jika aku berbohong dan justru bersekongkol dengan Ras pribumi, maka aku akan mati pada saat ini juga." Mon Cie mengeluarkan selembar kulit binatang yang terlihat sangat usang.
Han Xiao menulis perjanjian jiwa diatas kulit tersebut, setelah itu dia meneteskan darahnya, begitu juga dengan Mon Cie.
Kulit Binatang yang menjadi kontrak Jiwa itu tidak bereaksi apapun selain cahaya merah yang menandakan bahwa kontrak mereka berhasil dibuat.
"Bagaimana?" Han Xiao meminta pendapat Ne Zha.
Ne Zha mengangguk ringan, "Patut dicoba, ini akan menjadi bantuan besar untuk Xian Chin di masa depan karena bisa menangani Alat Dewa milik Kaisar Air," balas Ne Zha dalam telepati agar tidak terdengar oleh Mon Cie dan Shuiyu.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 60/75
__ADS_1