Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab323. Bencana


__ADS_3

Mon Cie yang mengetahui bahwa muridnya bertarung selama dua hari dan Han Xiao hanya makan selama dua hari segera memprotes keras ketika pemuda itu datang ke Rumah Judi.


Han Xiao mengetahui hal tersebut sudah sampai di telinga Mon Cie, sehingga dia sudah menyiapkan beberapa kata.


"Tidak perlu menjelaskan, aku akan berterimakasih padamu karena akhirnya Yu'er menembus, tapi aku belum memaafkanmu karena membiarkan muridku bekerja sangat keras dalam dua hari sendirian. Dia bukan monster sepertimu sehingga tidak akan sanggup melawan ribuan Ras Jijian walaupun mereka berada di Alam Roh." Mon Cie mengomel panjang, namun Han Xiao yang sudah terbiasa menulikan telinganya sehingga tidak terganggu.


Merasa tidak ada gunanya mengomel, Mon Cie menghentikan omelannya, kini dia segera memberitahu Han Xiao dan Ne Zha mengenari informasi terbaru yang dia dapatkan.


"Kalian benar-benar mengundang bencana." Mon Cie memberitahu bahwa Ras Jijian datang sungguh dengan kekuatan penuh, bahkan mereka membawa beberapa Patriark Sekte besar dan Raja dari Ras lain kemari.


"Mereka akan datang dalam satu hari lagi, apa yang akan kalian lakukan dengan itu? Melarikan diri adalah yang terbaik." Mon Cie sungguh sangat pusing, awalnya dia membawa Han Xiao dan Ne Zha karena percaya ramalan bahwa dua orang yang datang membunuh Gurita akan membawa kesejahteraan bagi Ras Manusia di Bintang ini, tapi justru sebaliknya.


Dua pemuda yang dibawanya itu malah membawa bencana yang sangat besar dengan memprovokasi Ras Jijian hingga mengeluarkan kekuatan penuh mereka, bahkan Ras Jijian mendapatkan bantuan dari sekutu mereka yang merupakan kekuatan besar.


Kini Mon Cie mulai meragukan apakah ramalan itu benar atau salah.


"Itu bagus, mereka sangat cepat. Kita tunggu saja kedatangan mereka," sahut Han Xiao dengan santai seolah jutaan Ras Jijian yang datang bukanlah masalah baginya.


Mata Mon Cie melotot, "Kau sungguh gila! Raja Ras Jijian berada di ranah Dewa Sejati pertama yang sedikit lagi masuk tingkat dua, belum lagi ditambah dengan Patriark Sekte besar dan dua Raja Ras pribumi lainnya!"

__ADS_1


Kepala Mon Cie terasa ingin meledak memikirkan betapa mengerikannya kekuatan yang akan menggempur Kota Bawah Laut ini nanti, tapi dua pemuda dihadapannya ini sungguh terlihat sangat santai.


Han Xiao menyentuh pundak Mon Cie dan meremasnya ringan agar wanita itu sedikit rileks, "Tenanglah, percaya pada kami. Hal ini bersangkutan dengan kesejahteraan Manusia di Bintang ini. Kau mengatakan bahwa nyaris separuh Bintang ini adalah Ras Jijian bukan? Dengan membantai mereka..." Han Xiao tidak melanjutkan perkataannya namun Mon Cie sudah mengerti.


Bukan tidak pernah terlintas di kepala Mon Cie ide tersebut, tapi untuk melawan Ras Jijian. Akan membutuhkan kekuatan yang sangat besar.


Ada pepatah kuno disini, yaitu berbunyi 'Jika kau menyatakan perang pada Ras Jijian, itu sama dengan kau menyatakan perang pada Bintang ini.'


Mon Cie awalnya berencana untuk mendapatkan Potongan Alat Dewa sebelum menyatakan perang pada Ras Jijian, tapi takdir berkata lain. Berbagai cara sudah dilakukan tapi dia tidak bisa membuka ruang yang menyimpan Potongan Alat Dewa tersebut.


Sekarang ada dua orang yang menyatakan perang pada Ras Jijian, entah dia harus merasa senang atau khawatir. Itu karena dia tidak mengetahui jelas kekuatan dua pemuda yang ditemuinya ini.


Melihat Mon Cie yang masih sangat gusar, Han Xiao membawanya untuk duduk, pemuda itu menyentuh dagu Mon Cie dan membuat wanita itu menatapnya secara langsung.


Cara Han Xiao selalu ampuh, dan benar. Mon Cie kini terlihat lebih tenang dan santai, mata wanita itu dipenuhi oleh harapan pada Han Xiao dan Ne Zha.


"Kuharap apa yang kau katakan itu adalah kenyataan, jika kalian gagal. Maka berakhirnya riwayat kami Manusia di Bintang ini," kata Mon Cie dengan nada yang sangat rendah.


Han Xiao tersenyum lebar, "Tenanglah, selama kami percaya diri, itu berarti semua berada pada genggaman kami," bisik Han Xiao lalu mengangguk pada Ne Zha.

__ADS_1


Ne Zha yang paham dengan kode dari Han Xiao segera melenggang pergi masuk ke kamar, Han Xiao berpamitan dengan Mon Cie sebelum mengikuti Ne Zha masuk kedalam kamar.


"Rata-rata pasukan mereka berada di Alam Raja dan Alam Roh, sedangkan yang memiliki pangkat akan berada di Alam Inti Kosong dan Jendral pada Alam Dewa. Tetua memiliki kultivasi Alam Dewa Roh, itulah yang aku dapatkan informasi sesuai ingatan dari Harimau Suci. Dan ternyata memang masih sama." Ne Zha mulai mengeluarkan hasil pengamatannya tentang kekuatan lawan.


"Mungkin yang akan merepotkan adalah Patriark dan Raja Ras, tapi jika kita menggunakan setengah dari kekuatan kita, kemenangan sudah pasti berada di tangan." Han Xiao mengeluakan pendapatnya.


Keduanya sudah memiliki gambaran jelas mengenai kekuatan mereka, pada umumnya Dewa Sejati hanya akan memiliki perbedaan kekuatan jauh antar tingkatan, ditambah Han Xiao dan Ne Zha yang memiliki kapasitas Qi lebih banyak serta memiliki Kekuatan Mutlak, mereka berdua tidak bisa dibandingkan dengan Patriark atau Raja Ras di Bintang ini.


"Haish, aku mengira kita berpetualang di Alam Abadi akan bertemu musuh yang sengit." Han Xiao mengeluh, sebelumnya dia mendengar dari Xian Chin bahwa banyak orang yang sangat kuat di Alam Abadi, tapi karena Portal Xian Chin, mereka justru datang ke Alam Semesta Air yang hanya memiliki orang terkuat pada ranah Dewa Sejati.


"Bersabarlah, mungkin berikutnya kita akan bertemu orang yang berada di ranah Dewa Sejati puncak, itu baru lawan yang sedikit sengit untuk kita," ujar Ne Zha.


Kedua pemuda itu mulai mendiskusikan beberapa hal, seperti Han Xiao yang memasang Rune Formasi pengorbanan para Ras Jijian sebelumnya. Ne Zha sendiri memberitahu reaksi yang ada di ruangan bawah tanah. Sesuai dengan yang mereka hitungkan, akan membutuhkan banyak Pengorbanan untuk membuka tempat tersebut.


"Setidaknya sekarang kita mengetahui pasti bahwa pintu itu akan terbuka oleh Pengorbanan Jiwa, hal yang perlu kita lakukan adalah membunuh semua Ras Jijian yang datang. Selain untuk pengorbanan, Tendon Naga mereka juga menjadi bekal untuk bertahun-tahun kedepan." Han Xiao menggosok tangannya ketika membayangkan jutaan Tendon Naga yang dia dapat untuk bekal di masa depan.


"Aku sudah mempunyai rekomendasi untuk petualangan kita berikutnya." Ne Zha mengeluarkan beberapa pengamatannya selama menunggu Han Xiao menguruh markas Ras Jijian bersama Shuiyu.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 67/75


__ADS_2