Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab393. Tanggung jawab


__ADS_3

Juxue terjatuh lemas, dia sungguh hilang dalam alunan yang dibawa oleh Han Xiao. Gadis itu masih ingin hidup tetapi sebagian dirinya telah mati karena kesuciannya telah diambil secara paksa oleh orang yang bahkan tidak dia kenal.


Gadis itu menatap nanar pada dirinya yang kini terbaring lemah, sosok pemuda yang telah mempermainkan nya kini tengah duduk berkultivasi. Banyak hal-hal buruk di kepala Juxue, ingin dia bunuh diri. Namun, dia takut akan kematian dan juga belum melakukan rencananya terhadap Jian.


Juxue ingin bergerak dan menyerang dan membunuh pemuda yang telah menghancurkan dirinya, tetapi dia tidak sanggup. Seolah ada hal yang membebani dirinya, kini Juxue sedang dalam keadaan kalut.


Rasa sakit yang diterimanya tidak terlalu dia pikirkan, Juxue pernah dipukuli hingga sekarat oleh sang guru. Namun, sakit yang diterimanya ini tidak membekas pada tubuhnya, melainkan di kedalaman dirinya.


Pandangan Juxue kosong saat melihat punggung kokoh pemuda berambut biru gelap itu, banyak hal yang ingin dia ucapkan tapi tidak bisa.


"Bodoh, kenapa aku tidak melawan dan mati saja?!" Juxue merutuki nasibnya, tetapi saat dia teringat adegan beberapa saat yang lalu. Juxue menundukan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sangat memerah.


Pemuda sialan itu memang memegang kata-katanya, dia sungguh sangat handal dan membawanya pada kenikmatan duniawi. Tapi itu hanyalah kenikmatan sekejap, saat semua selesai, rasa marah, kesal, menyesal, stress semua membanjiri kepala Juxue.


***


Dua hari terlewati, Juxue sudah bisa duduk bahkan berdiri, tapi dia tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan hal dalam pikirannya, untuk menyerang dan membunuh pemuda di hadapannya ini.


Pada hari kedua itu Juxue merasakan bahwa terdapat kekuatan besar yang masuk kedaam dirinya, pikirannya segera berputar dan teringat akan aliran hangat yang memenuhi perutnya, itu terbagi menjadi dua arah, yang satu menuju Dantian dan satunya menuju bagian intimnya.


Wajah Juxue terus memerah saat mengingat hal itu, tetapi dia segera memfokuskan dirinya untuk berkutivasi menyaring kekuatan besar yang memasuki Dantian miliknya.


Alangkah terkejutnya Juxue saat merasakan bahwa Qi yang berada didalam Dantiannya itu sangatlah murni, itu memiliki warna seputih susu yang menandakan Qi dengan kemurnian tertinggi!


"Siapa sebenarnya kau?" Pandangan Juxue menjadi sangat rumit pada Han Xiao, dia tidak bisa mengira Han Xiao adalah bagian dari tim Alam Semesta Waktu, karena sebelumnya Juxue mendapat kabar dari Yalan bahwa tim Alam Semesta Waktu telah pergi ke lantai dua.


***


Ne Zha sampai di lantai dua, sesampainya disana, Ne Zha menemukan sebuah ruangan yang sekelilingnya adalah lautan berbintang. Ne Zha merasa seperti dirinya telah terbang bebas dilautan berbintang ketika menginjakkan kakika ke lantai dua.


"Selamat datang anak muda, luar biasa kau bisa menyelesaikan lantai pertama hanya dengan beberapa hari." Seorang pria paruh baya berjalan menghampiri Ne Zha, sosok pria paruh baya ini sedikit aneh karena kepalanya yang sedikit memanjang keatas.

__ADS_1


"Aku adalah penguji lantai dua, sesuai yang dijelaskan sebelum kau masuk kemari, di sini kau akan diuji pengetahuanmu..."


"Langsung pada intinya," sela Ne Zha tidak sabar karena pria paruh baya itu berbicara dengan sangat lamban seolah membaca satu demi satu kata dengan untaian nyanyian.


Pria paruh baya itu terkekeh, sebuah catur raksasa muncul diantara Ne Zha dan si pria paruh baya.


"Pengetahuan Dao Kuktivasi sangatlah besar, kita bisa serata bermain catur," kekeh pria paruh baya itu dengan intonasi lamban.


"Aku tidak memiliki waktu sebanyak milikmu, sebaiknya cepat kita lakukan." Ne Zha mengambil bidak catur dan meletakanya pada papan catur.


Pertanyaan dari ujian pengetahuan inj benar-benar dimulai dari dasar, pria paruh baya itu menanyakan mulai dari kelahiran manusia, lalu cara memulai kultivasi. Ne Zha menjadi semua dengan nada santai nya.


Seperti yang telah diketahui, kultivasi dimulai dari Alam Perunggu, Ne Zha menjelaskan secara detail setiap tingkatan dan cara meningkatkan kultivasi tersebut sesuai pertanyaan dari pria paruh baya.


Sepanjang jawaban Ne Zha, pria paruh baya itu kadang tertawa senang dengan jawaban dari Ne Zha. Terlihat jelas bahwa pria paruh baya itu sekarang memiliki suasana hati yang baik.


Pertanyaan seputar Kultivasi telah selesai, pria paruh baya itu mulai menanyakan tentang hal lainya seperti penyulingan Pil, jenis Monster dan banyak lagi pengetahuan mengenai dunia Kultivator.


Pria paruh baya itu dibuat terdiam cukup lama karena jawaban Ne Zha seluruhnya benar, pada akhirnya pria paruh baya itu menghela napas ringan.


"Skak mat," suara Ne Zha terdengar.


"Kau memang sangat berpengetahuan nak, aku tidak pernah kalah dalam adu pengetahuan. Catur ini adalah salah satu caraku, jika kau tidak memiliki pengetahuan yang memadai, akan sulit bagimu bahkan hanya untuk mengambil satu langkah," papar pria paruh baya itu.


"Jadi?" Ne Zha memasang ekspresi bertanya.


"Kau lulus, Menara berikutnya akan muncul setelah aku pergi." Pria paruh baya itu tertawa kecil seraya melemparkan dua bidak catur satu putih dan satu hitam.


"Kuharap kau memahami itu suatu saat nanti," ucap pria paruh baya tersebut lalu menghilang.


Ne Zha terdiam menatap bidak catur hitam putih di tangannya.

__ADS_1


"Memahami ini?" Ne Zha mengulang perkataan pria paruh baya tadi.


***


Hari sudah malam saat Han Xiao yang telah selesai memurnikan seluruh Esensi Darah membuka matanya secara perlahan, ekspresi pemuda itu segera memancar riang seperti biasanya.


"Huah, lega sekali." Han Xiao mengeiatkan tubuhnya, serangkaian bunyi tulang terdengar dari tubuhnya.


Han Xiao mengedarkan pandangannya dan alangkah terkejutnya dia saat mencium wangi yang tidak asing baginya.


"Eh dia tidak pergi?" Han Xiao mengerutkan dahinya, pemuda itu bergerak pada sosok gadis yang kini tidur meringkuk terlihat kedingingan.


Clap...


Han Xiao yang memiliki jarak dekat segera tertarik oleh tangan gadis tersebut yang tak lain adalah Juxue.


"Hey, kau sebelumnya sangat menolak, tapi sekarang menarik diriku. Apakah kau kedinginan?" kekeh Han Xiao, tidak segan dia melingkarkan tangannya untuk merengkuh tubuh Juxue.


Tiba-tiba saja tubuh Juxue menegang, dalam sekejap gadis itu terbangun dari tidurnya lalu mendorong Han Xiao dengan kasar lalu menjauh.


"Kau! Apa yang ingin kau lakukan padaku?!" seru Juxue seraya memeluk tubuhnya.


Tawa Han Xiao tergelak, "Kau yang menarikku kedalam pelukanmu, apakah kau kedinginan?"


Wajah Juxue segera berubah, segera saja dia teringat akan sesuatu hangat yang memenuhi perutnya.


"Ka... Kau harus tanggung jawab!" seru Juxue.


"Eh?" Han Xiao memasang wajah bingung.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 07/14


__ADS_2