
Gadis yang tengah memancing itu meletakan alat pancingnya, kini dia menatap kearah Yang Shui dengan senyum lebar, "Jiejie akan menemaniku bermain?!" serunya sangat senang.
Yang Shui mengangguk dan segera menambil kuda0kuda bertarung, hal tersebut membuat dahi Su Lihwa semakin mengerut bingung. Bukankah Yang Shui mengajak gadis kecil itu bermain? Tapi kenapa sekarang Yang Shui memasang kuda-kuda dan ekspresinya berubah seolah akan melawan musuh yang sangat kuat?
BOOOOOOM!!!
Kebingungan Su Lihwa segera terjawab ketika melihat gadis kecil itu menyerang Yang Shui dengan sangat ganas, wajah gadis itu masih tersenyum lebar seolah tidak berdosa.
BAAAAAM!!!
Ledakan dari gelombang kejut segera terdengar lagi ketika Yang Shui dan gadis itu mulai beradu jurus dan bertukar pukulan.
Perhatian semua orang kini teralih pada mereka, Su Lihwa menjadi bingung. Tapi saat mendengar suara Yang Shui di kepalanya yang menyuruh dirinya hanya menonton, Su Lihwa menurutinya walaupun cemas.
Semua orang yang datang segera berkumpul untuk melihat keributan besar yang dibuat oleh Yang Shui dan gadis kecil tadi.
Sebagian besar disini memiliki kultivasi yang cukup tinggi, tapi mereka masih tidak bisa menangkap dengan jelas pertukaran dari Yang Shui dengan gadis kecil tadi.
Hanya orang yang berada di Alam Dewa seperti Su Lihwa dan dua gadis lain yang bisa melihat walaupun secara samar, ada orang yang berlari bergegas melapor pada panitia atas keributan tersebut, tapi tanggapan panitia sungguh mengejutkan. Mereka hanya diam dan justru menonton dengan penasaran pertarungan hebat yang terjadi di lapangan tersebut.
SCRASHHH...
BAAAAAAM...
Suara gelombang air dan suara pecahan es terdenar sangat memekakan telinga, sebagian orang yang melihat jelas pertarungan itu sangat terpukau, dan sebagian orang ini adalah orang yang mengetahui jelas identitas dan kekuatan gadis kecil yang sedang memancing tadi.
"Unsur Airnya sangat tinggi, dia bisa dengan mudah menghancurkan Unsur Es milik Gadis Es, juga Gadis Es sungguh tidak bisa membekukan setetespun air dari gadis itu, luar biasa." Sosok yang tadi menonton dari kejauhan tindakan Yang Shui berkomentar dengan sangat kagum.
Yang Shui yang kini tengah beradu jurus dengan Gadis kecil itu masih terlihat sangat tenang, gadis kecil tadi terlihat lebih senang dan senyumnya lebih lebar dari sebelumnya. Keduanya mengambil jarak dan jeda, sehingga keduanya bisa dilihat dengan sangat jelas oleh semua orang.
Gadis yang sebelumnya menarik tangan Yang Shui kini terjatuh lemas, dia sungguh telah menginjak ekor Harimau, untung saja Harimau itu tidak mengigitnya. Kekuatan yang ditunjukan oleh Yang Shui sudah melampaui ekspentasinya berkali-kali lipat.
__ADS_1
"Kau berhasil membuatku sangat senang bermain! Ayo lebih lagi hahaha!" Gadis kecil itu berseru dengan sangat gembira, dia menyerbu Yang Shui dengan sangat ganas, kini sebuah api berwarna biru putih mengelilingi tubuh gadis kecil tersebut.
"Api Es Dingin? Dia adalah Gadis Es!" Dua gadis yang mendaftar dengan kultivasi Alam Dewa beseru sangat terkejut ketika melihat Api biru putih yang mengelilingi tubuh gadis kecil itu.
Seruan dua gadis itu tidak pelan, sehingga kini banyak orang menyadari bahwa pertarungan dihadapan mereka bukanlah dilakukan oleh para calon murid.
Gadis Es! Semua orang sangat mengenal nama tersebut, itu adalah panggilan untuk Tetua Agung dari Istana Petapa Es yang merupakan Ras Peri Es. Semua calon murid menatap penuh kagum pada sosok gadis kecil tersebut.
Su Lihwa menganga ketika mengetahui identitas dari gadis kecil yang sebelumnya nampak tidak berbahaya ternyata Gadis Es yang merupakan Tetua Agung Istana Petapa Es, dia mengetahui beberapa tokoh besar di Bintang ini dari Yang Shui walaupun dia tidak mengenal wajah dari para tokoh besar itu.
Pertarungan yang Shui dengan Gadis Es hendak berlanjut lebih lama, tapi tiba-tiba ada suara yang mengintrupsi mereka untuk berhenti.
Gadis Es segera berhenti, dia menatap dengan senyum lebar pada Yang Shui, "Kau sangat kuat, ayo kita mengobrol di ruanganku," ajak Gadis Es.
"Aku datang kemari dengan saudariku," ucap Yang Shui seraya merangkul lengan Su Lihwa.
"Bawa saja dia." Gadis Es juga tersenyum indah pada Su Lihwa.
Banyak tatapan iri terlempar pada mereka berdua karena masuk dalam pandangan Tetua Agung, tatapan iri itu terutama terpancar pada Su Lihwa.
Su Lihwa bisa merasakan hal tersebut, dia menghela napas ringan sebelum secara spontan melepaskan kobaran Api Hitam yang sangat menakutkan.
Secara reflek para calon murid menjauh saat merasakan betapa menakutkannya Api Hitam yang mengobar dari tubuh Su Lihwa, jika semua memperhatikan, tangga pijakan yang terbuat dari Es Abadi leleh karena kobaran tersebut.
"Dia juga monster!" Lagi-lagi gadis yang menarik Yang Shui bergetar ketakutan, dia sungguh tidak menyangka sosok yang terlihat tidak mencolok itu memiliki kekuatan mengerikan juga.
Sedangkan di barisan terdepan, dua gadis yang memiliki kultivasi Alam Dewa tersenyum kecut, awalnya mereka mengira akan datang sebagai calon murid terbaik yang berada di kultivasi Alam Dewa, tapi sekarang? Ada dua calon murid yang sangat menakutkan lainnya.
Selepas kepergian Gadis Es dengan Su Lihwa dan Yang Shui, Panitia kembali mengatur untuk para calon murid ini, mereka sudah tidak perlu melakukan tes pada dua gadis sebelumnya, kekuatan yang ditunjukan dua gadis itu saja sangat luar biasa, bahkan tanpa Tetua Agung. Keduanya sudah pasti diterima oleh Istana Petapa Es.
Sedangkan sekarang di dalam Istana Petapa Es, Yang Shui ditanyai beberapa hal oleh Gadis Es, seperti asal-usul mereka dan tujuan datang ke Istana Petapa Es.
__ADS_1
"Kami adalah pendatang dari Alam Rendah," ungkap Yang Shui.
Dalam pemikiran orang lain, mungkin yang datang dari Alam Rendah akan diperlakukan tidak adil, tapi nyatanya tidak seperti itu. Kultivator dari Alam Rendah selalu menjadi rebutan oleh berbagai kekuatan di Alam Abadi.
Itu karena rata-rata Kultivator yang datang dari Alam rendah ke Alam Abadi pasti memiliki Pondasi yang sangat kokoh dan kekuatan yang besar. Serta kultivasi mereka yang dari Alam Rendah lebih stabil daripada dengan kultivator Alam Abadi.
Mata Gadis Es bersinar sangat terang, "Pantas kau sangat kuat, aku bahkan tidak bisa membekukan setetes airmu," ujar Gadis Es dengan sangat senang, wajah mungilnya sungguh menjadi hal yang sangat lucu.
Su Lihwa jika tidak mengingat Gadis Es adalah Tetua Agung yang merupakan Ras Peri Es, dia sungguh ingin meremas ekspresi lucu Gadis Es.
"Jadi, apakah kami diterima sebagai murid di sini?" tanya Yang Shui.
Gadis Es mengangguk dengan sangat cepat, "Kau mulai sekarang adalah murid langsungku!" Gadis Es menatap Su Lihwa.
"Sedangkan untukmu, kau tidak pantas bahkan untuk menjadi murid Patriark, mungkin kau bisa mengisi kursi Tetua dengan kekuatanmu," lanjut Gadis Es seraya tersenyum lebar pada Yang Shui.
***
Bacotan Pengetik :
Halooo! Sudah lama tidak berbacot ria, bukannya tidak ingin. tapi Bab ini tidak kunjung lulus riviewš¤£
Setelah berbagai cara akhirnya bisa dikirim semua draft menumpuk, Update hingga tanggal 1 November akan 4-5 part untuk permintaan maaf karena update bulan kemarin mandet, tapi itu bukan keinginan Pengetik. Buat kalian yang gabung dengan grup chat Pengetik pasti tau alasannya.
Hatur nuhun suda membaca dan setia pada Dua Penguasa sampai disini. Pengetik mengucapkan banyak terimakasih pada kalian.
Udah segitu aja deh Bacotannya.
I hope you enjoy!!!
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1
Update Merdeka : 75/75