Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab437. Pertemuan II


__ADS_3

Han Xiao menghiraukan adegan Ne Zha dan Su Lihwa, langkah pemuda itu bergerak menuju Bing Xing.


Sesampainya disisi Bing Xing, tangan Han Xiao bergerak untuk meraih dagu Bing Xing dan membuat gadis itu langsung menatap wajahnya, Han Xiao menyunggingkan senyum riang ciri khasnya.


"Sudah lelah bermain peran?" kekeh Han Xiao.


Bing Xing memalingkan wajahnya dari pandangan Han Xiao, sebuah kekehan terlepas kembali dari bibir Han Xiao melihat reaksi Bing Xing.


Han Xiao melambaikan tangannya, pada saat itu juga mereka berdua menghilang. Han Xiao membawa Bing Xing ke Alam Surgawi Harimau Putih.


Mereka kini duduk di pekarangan yang sebelumnya juga Han Xiao berbicara dengan Bing Xing.


"Aku tidak tahu apa maksudmu memainkan peran, tapi aku berharap itu tidak berpengaruh pada hubungan kita." Han Xiao berkata seraya menatap wajah Bing Xing.


Wajah kecil Bing Xing yang membuat Han Xiao tenggelam, wajah itu juga yang membuat Han Xiao merasakan penasaran pertama kalinya pada seorang gadis. Yang paling penting adalah wajah itu yang sangat dia rindukan.


"Lima ratus tahun lebih, aku ingin mengetahui apa yang kau kejar." Han Xiao menyentuh pundak Bing Xing dan membuat gadis itu langsung menghadap padanya.


Bing Xing masih diam, dari ekspresi gadis itu jelas dia sangat bingung. Ya, Bing Xing bingung harus menjawab seperti apa pertanyaan dari Han Xiao.


"Baiklah, jika kau tidak ingin mengatakannya. Dahulu aku sempat menangkap arti sebab kepergianmu, kekuatan? Kau merasa bahwa kau tidak pantas bersanding denganku karena kekuatan kita terpaut sangat jauh, maka dari itu kau menerima panggilan dari Alam Semesta Es. Jika itu benar alasanmu meninggalkanku, kuharap itu jangan diulangi lagi." Han Xiao berkata dengan perlahan seraya menatap lembut pada mata biru terang Bing Xing.


"Tidak ada yang bisa menilai kau pantas untukku atau tidak, hanya aku yang bisa menilai itu. Kekuatan memang segalanya, tetapi ada juga yang tidak bisa didapatkan oleh Kekuatan. Yaitu Perasaan, sekarang dirimu sudah kuat." Han Xiao tersenyum hangat ketika hendak melanjutkan perkataannya. "Kultivasimu bahkan lebih tinggi dariku, belum lagi kau sekarang memiliki Api Cinta, yang merupakan Api Langit terkuat."

__ADS_1


Bing Xing terkejut, "Darimana kau mengetahui itu?!"


Han Xiao terkekeh, "Aku sudah menyerap Api Dingin Es, setiap Api Langit memiliki hubungan tipis. Mereka akan merasakan keberadaan satu sama lain," terang Han Xiao.


Han Xiao juga menjelaskan bahwa dirinya menggunakan salah satu teknik untuk menyembunyikan Api Dingin Es yang berada di dalam tubuhnya dari pemilik Api Langit lainnya.


"Jadi, kumohon janga pergi lagi." Han Xiao menuntaskan perkataan rindunya, pemuda itu bergerak untuk merengkuh Bing Xing.


Begitu juga dengan Bing Xing, gadis itu meruntuhkan pertahanannya pada Han Xiao, dia balas memeluk Han Xiao. Pada saat itu jugalah setetes air mata jatuh dari manik indah Bing Xing.


"Maafkan aku, jika bukan karena keegoisanku. Kau tidak akan berada di posisi sulit melawan Api Dingin Es hingga berada di titik menyentuh gerbang kematian," lirih Bing Xing.


"Apa yang kau katakan? Justru dengan itu aku sungguh terbantu. Aku bisa menangani kesulitanku, dan kini juga mendapatkan Api Dingin Es yang menduduki peringkat kedua dari empat Api Langit." Han Xiao mengangkat dagu Bing Xing, sekali lagi mata biru keduanya bertemu, tetapi kini tidak ada penolakan dari Bing Xing, gadis itu juga menatap Han Xiao.


"Kau memiliki hati yang harus dijaga Han, istrimu sedang dalam kesulitan sekarang. Alam Semesta waktu tengah diserang," ujar Bing Xing.


Han Xiao memasang wajah gemas seraya meremas tangannya, dia menarik napas dan menghembuskannya dengan gusar.


"Aku tahu Alam Semesta Waktu sedang diserang, tetapi kita tidak bisa keluar dari Menara tianxia sebelum lima juta tahun, atau ada yang mencapai menyelesaikan minimal lantai tiga." Han Xiao menjelaskan bahwa dirinya mendapat kabar dari Xian Xuenai mengatakan bahwa Yingzi Mao meminta ijin untuk melepaskan Monster yang dipelihara oleh Alam Semesta Waktu, hanya dengan itu sudah cukup memahami bahwa Alam Semesta Waktu sedang kritis.


"Butuh waktu empat juta tahun lebih lagi untuk kita keluar dari Menara Tianxia, kecuali kita secepatnya mencapai lantai teratas." Bing Xing berkata dengan lirih.


Han Xiao tersenyum kecut sebelum mengatakan tentang Menara Tianxia, secara umum ujian di lantai dua saja menghabiskan banyak waktu, akan sulit dikatakan nanti di lantai berikutnya mereka akan mencapai waktu yang lebih cepat.

__ADS_1


"Sejenak lupakan, aku sudah yakin Xian Chin ataupun Alam Semesta Waktu sanggup bertahan." Han Xiao mengembalikan posisinya yang sebelumnya berhadapan dengan Bing Xing kini hanya bersampingan.


Bing Xing kini menatap Han Xiao, berbeda dengan sebelumnya. Dia harus menyembunyikan identitasnya, sehingga tidak bisa menatap lekat pada Han Xiao seperti saat ini. Sebuah senyum nanar terlintas pada bibir kecil indah Bing Xing.


"Kau rindu padaku juga?" Han Xiao secara tiba-tiba kembali menatap Bing Xing dengan senyum khasnya.


Hendak saja Bing Xing memalingkan wajah, tetapi Han Xiao sudah menangkupnya terlebih dahulu. "Kau tahu seberapa hancurnya aku pada saat kau pergi? Beruntung bahwa dirimu dirawat sangat baik oleh Alam semesta Es, jika tidak, sudah kupastikan mereka rata," desis Han Xiao.


Bing Xing terdiam, tidak mengatakan satu patah katapun, dalam desisan Han Xiao tadi, tersirat nada yang sangat pedih. Bing Xing tidak ingin salah mengeluarkan kata hingga nanti justru membangunkan harimau yang tertidur.


Han Xiao tersenyum enuh ironi, tangannya membelai lembut pipi halus Bing Xing, "Sekarang aku menemukanmu, tetapi kau sungguh menolak diriku?" Han Xiao menghentikan gerakannya, dia kembali duduk seperti semula.


Bing Xing tersenyum penuh ejekan seraya menatap Han Xiao, "Jangan memainkan drama." Bing Xing bergerak untuk duduk di pangkuan Han Xiao, gadis itu dengan berani mengalungkan tangannya pada leher Han Xiao lalu menatap langsung netra biru gelap Han Xiao.


"Kau ingin jadi orang ketiga dalam hubunganku dan Xian Chin?" Han Xiao menaikan alisnya menggoda.


"Orang kuat pantas memiliki berapapun wanita disisinya," bisik Bing Xing.


Han Xiao terkekeh melihat Bing Xing yang sangat berubah-ubah dalam waktu sekejap. Tanpa ragu lagi Han Xiao menarik tengkuk Bing Xing dan menautkan bibirnya pada bibir merah muda Bing Xing, luntur sudah kerinduan mereka berdua dengan gelora panas dari pertautan lidah mereka.


***


Update Mingguan : 08/14

__ADS_1


__ADS_2