
Ne Zha sampai pada sebuah rumah yang sangat megah, hatinya berdegup kencang ketika melihat gaya pembangunan dari rumah tersebut, itu persis dengan rumah Han Xiao yang berada di Negara Maritim.
"Ya, Zi Yao memang sangat mencintai rumah ini, tapi karena tidak bisa membawanya dia membuat arsitektur yang sama dengan rumah ini di Negara Maritim," ucap Xian Xuenai ketika melihat Ne Zha yang tertegun.
"Di Negara maritim kalian dilahirkan oleh orang yang berbeda, tapi di dunia kalian dilahirkan oleh orang yang sama," sambung Xian Xuenai.
"Tidak, dua anak malang itu hanyalah sebuah topeng identitas. Aku bahkan tidak percaya Zi Yao hamil karena Xiao Lei, mengingat kekuatan Zi Yao sangat mengerikan, tidak mungkin dia melirik makhluk rendahan seperti Xiao Lei." Ne Zha menggelengkan kepalanya.
Xian Xuenai tertawa kecil, memang benar apa yang dikatakan oleh Ne Zha, mereka yang sudah memiliki kultivasi setingkat dirinya dan Zi Yao, tidak pernah melirik manusia biasa seperti Xiao Lei. Pada dasarnya mereka sudah berada di eksistensi seperti Dewa.
Zi Yao melakukan itu karena sesuai dengan yang Ne Zha ucapkan, yaitu untuk membuat topeng pada Han Xiao dan Ne Zha.
"Kau tidak ingin menonton pertunjukan? Pasti bagus keadaan diluar sana saat Han Xiao, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang mengacak-acak Klan Dongfang." Xian Xuenai bertanya dengan penasaran ketika mereka melangkahkan kaki masuk kedalam rumah milik Zi Yao.
Ne Zha mengangkat bahunya ringan, "Untuk apa menonton, aku sudah tahu hasilnya. Han Xiao, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang akan membantai mereka, apalagi?" jawabnya ringan.
Xian Xuenai justru tertawa menanggapi Ne Zha, "Pertunjukan saat pembantaian itu sangat indah, apalagi Han Xiao yang melakukannya, itu bagaikan seni mahakarya," ceplos Xian Xuenai.
Alis Ne Zha terangkat tinggi, pembunuhan brutal Han Xiao disebut maharya oleh gadi ini? Tangan Ne Zha segera bergerak untuk menyentuh dahi Xian Xuenai, "Kau tidak panas namun berbicara hal aneh," celetuk Ne Zha lalu melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa.
"Aku akan pergi untuk menonton, dadah!" Xian Xuenai segera menghilang dari pandangan Ne Zha dan Feng Jin.
"Bang..."
"Tidak ada, kau tetap disini bersamaku dan Su Lihwa." Ne Zha memotong Feng Jin yang hendak angkat suara.
***
Kota milik Klan Dongfang terdapat tidak jauh dari Klan Xiao, Han Xiao dan lainnya sampai dalam hitungan menit saja.
__ADS_1
Mereka kini berdiri tidak jauh dari hadapan mansion Klan Dongfang.
Han Xiao memasang ekspresi buruk ketika merasakan aura yang keluar dari Klan Dongfang, "Mereka benar-benar bersekutu dengan Ras Iblis, didalam sana terdapat Altar pengorbanan untuk mereka meningkatkan kekuatan mereka."
Xiao Jiang semakin emosi ketika mendengar penjelasan singkat dari Han Xiao, begitu pula dengan Xiao Wushuang, gadis itu sangat bersungut-sungut ketika menatap pada Mansion Klan Dongfang.
"Kita selesaikan dalam sekejap, aku tidak ingin melihat maanusia menjijikan ini dalam waktu lama," ujar Han Xiao lalu dia mengeluarkan Tongkat Naga Penghancur.
Sudah lama dia tidak menggunakan tongkat berat tersebut, dia sendiri merindukan senjata itu, sebuah senyum terurai ketika bayangan pembantaian dari Klan Dongfang akan memperkuat Xian Chin.
"Sayang, kau tidak ingin memberikanku hadiah? Akan ada puluhan ribu pengorbanan hari ini untukmu," batin Han Xiao.
"Aku akan meringankan hukumanmu, kau boleh menyentuhku saat berada di Alam Abadi nanti," suara kekehan Xian Chin terdengar di kepala Han Xiao.
"Bagus, awas saja jika berbohong." Han Xiao menjawab dengn kekehan juga.
"Ayo!" Pemuda itu menerjang ke Mansion Klan Dongfang, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang mengeluarkan pedang mereka lalu menyerang bersama Han Xiao.
Sebelumnya Han Xiao juga memberitahu Xiao Jiang dan Xiao Wushuang, untuk mengenali orang yang memiliki kekuatan pengorbanan ras iblis dalam tubuhnya, dengan menggunakan Kekuatan Mutlak.
Murid-murid Klan Dongfang kini berdatangan, mereka melihat saudara mereka terbunuh, segera saja tanpa berpikir menyerang Han Xiao, Xiao Jiang dan Xiao Wushuang.
Han Xiao tertawa lepas seraya melepaskan serangan demi serangan brutal menggunakan Tongkat Naga Penghancur, setiap murid Klan Dongfang yang terkena serangan tidak akan bertahan utuh, mereka akan hancur seketika dibawah serangan Tongkat Naga Penghancur.
Xiao Jiang dn Xiao Wushuang juga tidak kalah menakutkan, ayunan pedang tipis mereka langsung membunuh puluhan murid Klan Dongfang sekaligus.
"Panggil tetua! Mereka bukan orang yang bisa kita lawan!" teriak salah satu murid.
Namun sayang, Han Xiao sama sekali tidak membiarkan siapapun yang sudah datang bisa pergi seenaknya, dia membunuh siapapun yang akan pergi.
__ADS_1
"Tidak perlu memanggil mereka, mereka juga akan datang dengan sendirinya," kekeh Han Xiao.
Xiao Jiang dan Xiao Wushuang tidak angkat suara, namun mereka kini terlihat seperti sedang berlomba siapa yang membunuh paling banyak.
Para murid Klan Dongfang mengutuk ketika melohat lebih banyak murid lain yang datang, mereka tahu bahwa sebanyak apapun jumlah mereka, hanya dengan kekuatan seperti ini tidak akan cukup untuk menekan Han Xiao dan dua gadis ini.
Tawa Han Xiao menjadi semakin lepas saat melihat sosok orang tua yang membaw ratusan orang bersamanya, "Kau keluar juga? Dongfang... eh aku tidak mengetahui nama panjangmu, hanya margamu, tapi aku yakin kau adalah orang terkuat disini," ujar Han Xiao seraya tertawa.
"Beraninya kau membuat onar di Klan Dongfang!" pekik pria tersebut lalu menyerang Han Xiao.
Senyum Han Xiao mengembang, "Kau lebih kuat dari Xiao Lei," ucap Han Xiao seraya menahan serangan dari Pria tersebut.
"Tentu saja!" Pria itu melancarkan serangan lainnya pada Han Xiao.
Namun nihil, Han Xiao dengan mudah menangkis serangan tersebut, sebuah senyum terukir pada sudut mulut Han Xiao saat menatap ekspresi dari pria tersebut, "Namun ini tidak cukup bahkan untuk meninggalkan memar pada kulitku." Han Xiao segera melayangkan Tongkat Naga Penghancur.
Pria itu menangkis serangan Han Xiao, namun sesaat kemudian kejadian mengerikan terjadi.
Tangan pria itu hancur menjadi bubur daging, Han Xiao tersenyum kecil pada pria tersebut, "Selamat tinggal."
BAAAAAM!!!
Han Xiao melayangkan serangan lagi, kini seluruh tubuh pria itu luluh lantah berceceran di tanah, mati! Orang terkuat di Klan Dongfang telah mati!
Para murid menatap penuh horor pada Han Xiao, mereka mengetahui bahwa pria yang merupakan Patriark lama Klan Dongfang itu telah melakukan pengorbanan untuk Ras Iblis hingg kekuatannya meningkat berkali-kali lipat.
***
Update Mingguan : 04/14
__ADS_1
Update Merdeka : 13/75