Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab465. Menyerah?


__ADS_3

"Seraaaaaang!!!" Suara seruan membuat Su Lihwa dan lainnya terkejut, semuanya menatap langsung ke lima musuh mereka yang kini menyerbu ke arah Ne Zha dan lainnya.


"Sial!" Xian Xuenai mengutuk saat melihat musuh mereka lolos dari serangan gabungan mereka berlima.


Gadis yang menggunakan busur melepaskan sebuah anak panah dan menembakan pada Ne Zha dan lainnya, seketika anak panah kecil tersebut mengeluarkan sebuah kekuatan dahsyat. Anak panah raksasa dengan anak panah kecil sebagai inti dari anak panah raksasa tersebut.


Pria bertubuh gempal menghantam tanah, seketika tanah mencuat membentuk sebuah gunung kecil yang menyerang tim Ne Zha.


Tiga orang yang sebelumnya menggabungkan kekuatan petir juga langsung menyerang kembali menggabungkan kekuatan mereka, sebuah badai tercipta dari penggabungan kekuatan petir tersebut.


Tiga serangan beruntun yang dilepaskan secara bersamaan itu sontak membuat Ne Zha dan lainnya terkejut.


BOOOOOOM!!!


Ledakan besar menyebabkan kehancuran disekitar tempat tersebut, debu, asap serta puing-puing bebatuan berterbangan menghalangi pandangan tim musuh, sebuah senyum puas tercetak pada bibir mereka ketika semuanya mereda.


Tidak ada tubuh Ne Zha dan lainnya, ini berarti mereka berhasil membantai rata tim Ne Zha.


"Pada akhirnya mereka hanya sekumpulan semut yang sedikit besar," decih gadis yang memegang panah.


"Hahaha! Tidak ada yang sanggup menahan serangan gabungan kami!" Pria bertubuh gempal tadi tertawa seraya meneguk anggur dari botol labunya.


Sedangkan tiga orang yang mengendalikan unsur Petir hanya tertawa penuh seringai.


"Ah kalian begitu percaya diri ya?" suara riang di belakang mereka membuat kelimanya membeku, mereka sangat kenal suara ini! Sebagai kultivator ingatan mereka sangat tajam, detail kecil bahkan akan mereka ingat. Ini adalah suara gadis berjubah merah yang sebelumnya mengutuk mereka dengan sumpah serapahnya.


Kelimanya membalikan tubuh, segera saja sesaat kemudian mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka. Sebuah tekanan mengerikan terpancar dari pemuda berjubah putih di hadapan mereka, belum lagi senyum riang dari gadis berjubah merah itu membuat mereka seolah melihat makhluk kuno yang sangat mengerikan!


Jelas sosok yang kini tengah dipandang oleh kelimanya adalah Ne Zha, Xian Xuenai dan lainnya. Beruntung pada detik terakhir, Ne Zha sanggup menahan serangan dan begitu juga Xian Xuenai berhasil melakukan lompatan waktu dengan sangat cepat. Kelimanya berhasil melarikan diri dari serangan gabungan yang sangat mengerikan itu. Jika tidak, bahkan Ne Zha sendiri sudah yakin mereka akan mati. Hanya satu detik, satu detik dari pertahanan Ne Zha membuahkan hasil yang sangat besar!

__ADS_1


"Ingin membunuh kami? Tidak semudah itu." Xian Xuenai mendekati wajah gadis yang menggunakan busur dan secara halus membelai pipi gadis tersebut. Namun, dalam belaian halus itu sebuah hal mengerikan terjadi, wajah gadis itu yang sebelumnya mulus dan kencang secara perlahan mulai mengkerut dan mengendur. Terlihat penuaan yang sangat cepat pada wajah gadis tersebut.


Su Lihwa yang melihat hal itu bergidik ngeri, bagi seorang wanita seperti mereka. Wajah adalah segalanya, terlihat sedikit noda saja sudah membuat mereka malu, apa lagi menua seperti itu! Ini adalah siksaan paling mengerikan!


"Ah lihat kulit tua ini." Mata Xian Xuenai membulat penuh dengan kenaifan seolah dia adalah gadis polos.


Semburat amarah terlihat jelas pada mata gadis pengguna busur itu, saat ini dia dipenuhi oleh ketakutan dan amarah, dia sangat takut wajahnya tidak bisa kembali seperti semula dan dia sangat marah pada Xian Xuenai.


"Kau marah? Jangan galak-galak," kekeh Xian Xuenai.


"Xuenai." Ne Zha melangkah mendekati Xian Xuenai yang mulai menuakan bagian tubuh lain gadis tersebut.


"Ada apa Zha?" Xian Xuenai mengerutkan dahinya.


Melihat ekspresi Ne Zha yang mulai mendingin, Xian Xuenai mundur dia paham betul arti ekspresi wajah tersebut.


Ne Zha mengangkat Pedang Lima Elemen di tangannya dan langsung melepaskan teknik pedangnya setelah memasuki kondisi super sadar. Dalam kondisi ini kekuatan Ne Zha meningkat sangat drastis, serta fokus Ne Zha juga berada di ketinggian luar biasa.


Dalam lima gerakan, kelima musuhnya langsung menghilang dari hadapan Ne Zha. Serangan Ne Zha sangat cepat! Bahkan Xian Xuenai dan lainnya tidak bisa melihat garis kasar pergerakan Ne Zha, yang mereka ketahui hanyalah kelima tubuh musuh mereka menghilang setelah beberapa bagian tubuh mereka terpisah.


"Hancurkan Tower!" Ne Zha berseru ringan.


Segera saja keempatnya sadar, mereka langsung berlari untuk menghancurkan Tower satu demi satu. Hingga akhirnya menghancurkan Markas musuh.


Setelah Markas musuh hancur, mereka segera dikirim ke ruangan dimana Instruktur berada, wajah Instruktur sedikit berubah saat melihat Ne Zha, itu terlihat sedikit rumit pada wajahnya.


Xian Xuenai yang memahami perubahan itu segera bertanya, jawaban mengejutkan keluar dari mulut Instruktur membuat Xian Xuenai dan lainnya membelalakkan mata mereka.


"Ne Zha, seranganmu tadi apa itu? Itu secepat cahaya bahkan Arena tidak sempat menyelamatkan jiwa kelima orang itu. Kau telah membunuh mereka dengan telak dan nyata!"

__ADS_1


Ne Zha sendiri tidak percaya mendengar hal tersebut, tetapi segera dia ingat. Sebelumnya pada pertarungan Keajaiban, dia dan Han Xiao bisa membunuh para Jenius dari Benua Angin Selatan di arena buatan Akademi. Ada kemungkinan hal ini serupa di Arena ini!


"Apakah kami akan dieliminasi?" tanya Ne Zha.


Instruktur menggelengkan kepalanya, "Tidak, kalian tidak akan dieliminasi. Tidak ada aturan yang mengatakan tentang hak ini, tetapi kalian harus menanggung konsekuensi dari hal ini sendiri."


"Dendam dari kekuatan di belakang lima orang itu?" Feng Jin bertanya.


"Baiklah aku akan mulai menjelaskan sedikit pada kalian seraya menunggu bocah ceroboh itu." Instruktur akhirnya mulai bercerita tentang berbagai kekuatan yang dihadapi oleh Ne Zha dan teman-temannya.


***


Di sisi lain, Han Xiao dan timnya bertemu musuh yang juga sangat ketat. Nasib mereka nyaris sama dengan tim Ne Zha, hampir dibunuh oleh musuh. Jika saja Perisai Agung Kejahatan tidak memunculkan dirinya lagi. Tim Han Xiao akan hancur.


"Sialan! Darimana mereka berasal? Harta yang dibawa bocah itu sungguh mengesalkan!" Lawan Han Xiao terdapat seorang anak kecil yang memiliki berbagai Senjata dan Alat Roh yang merepotkan. Bocah itu sungguh sangat kaya akan Alat Roh!


"Hahaha! Kalian terpojok! Lebih baik kembali ke markas dan katakan menyerah! Hahaha!" Bocah itu tertawa lantang penuh kepuasan.


"Menyerah? Itu tidak ada pada kamusku." Mata Han Xiao berkedip, dalam satu kedipan mata itu dia berhasil menggapai bocah yang mengejeknya dan langsung melepaskan serangan dengan Pedang Delapan Kejahatan miliknya.


Bocah itu sangat terkejut dan tidak sempat menghindar karena ruang telah dikunci oleh Han Xiao.


"Terpojok? Hehe," kekeh Han Xiao penuh nada mengesalkan.


BAM!


Tubuh bocah itu dibagi beberapa bagian oleh Pedang Delapan Kejahatan.


***

__ADS_1


Update seenak jidat : 04/10


__ADS_2