Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab315. Ras Jijian


__ADS_3

"Yu'er!" Mon Cie berseru dengan terkejut oleh keputusan Shuiyu.


"Keputusanku sudah bulat guru, mohon tidak mengguncangnya." Shuiyu memberikan hormat yang sangat dalam pada Mon Cie.


Ne Zha disisi lain menggelengkan kepalanya ringan, ada sebuah keberuntungan serta kerugian dalam perkataan Shuiyu. Keuntungannya bisa saja gadis itu menjadi lebih kuat serta terlindungi ketika menjadi budak dari Han Xiao.


Sedangkan kerugiannya adalah setelah Han Xiao membantai Ras Pribumi Alam Semesta Air, gadis itu tidak diketahui akan kuat atau tidak meladeni Han Xiao yang akan menggila oleh hasrat ketika dipenuhi Energi Negatif.


Tapi dibalik itu, jika ternyata Shuiyu berhasil bertahan, kekuatan gadis itu akan melonjak sangat tinggi. Namun tetap saja pertaruhannya adalah nyawa. Ne Zha sangat paham bahwa dengan kekuatan Han Xiao saat ini dan pembantaian yang akan terjadi di masa depan, bukan tidak mungkin pemuda itu akan sangat gila dan Energi Negatifnya akan diluar perhitungan Ne Zha.


"Biarkan muridku pergi, aku akan menggantikannya menjadi budakmu," ujar Mon Cie.


Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, hal itu membuat Mon Cie segera angkat suara.


"Apakah aku terlalu tua sampai tuan muda tidak menginginkanku?"


Han Xiao terbatuk ringan, "Tidak, bukan begitu. Aku berpikir, kalian adalah sepasang guru murid yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana kalau kalian menjadi budakku dan aku akan membantu Ras Manusia di bintang ini dengan separuh kekuatanku?"


"Han kau gila?!" Ne Zha adalah yang pertama bereaksi, dia setidaknya mengetahui kekuatan Han Xiao setelah membunuh Gurita beberapa hari kemarin, menggunakan separuh kekuatannya. Ne Zha khawatir lebih dari separuh populasi di Bintang ini akan musnah.


Berbeda dengan Ne Zha, Shuiyu dan Mon Cie justru mengerutkan dahi mereka. Karena mereka belum mengetahui jelas kekuatan Han Xiao, mereka sedikit kesal karena Han Xiao seperti itu.


"Aku persingkat saja, lakukan atau tidak." Han Xiao menatap dua keindahan di hadapannya tersebut.


"Lakukan!" Shuiyu segera menjawab Han Xiao, setidaknya dia ingin bertaruh apakah Han Xiao sesuai dengan orang yang diramalkan atau tidak. Jika salah, setidaknya mereka sudah berusaha. Jika benar, maka kesejahteraan berada di tangan para Manusia.


Melihat tekad panas dari muridnya, Mon Cie tidak memiliki pilihan lain selain menyetujui permintaan dari Han Xiao walaupun sangat tidak masuk akal baginya.

__ADS_1


"Bagus, aku suka orang yang lugas, jadi bagaimana aku menyingkirkan mereka? Membantai mereka lalu meratakan rumah mereka?" tanya Han Xiao.


Mon Cie segera menggelengkan kepalanya, "Tidak, dalam dua puluh tahun sekali, seluruh kekuatan di Bintang ini akan mengadakan sebuah Festival dan pada Festival itu ada pertarungan."


Mon Cie menjelaskan bahwa Pertarungan tersebut menentukan derajat mereka pada setiap Bintang, ini dilakukan tidak hanya di Bintang ini, tapi di Bintang lainnya juga hanya berbeda waktu penyelenggaraan Festival saja.


"Dan Festival itu akan dilakukan dalam empat hari kedepan," terang Mon Cie.


Ne Zha menatap Han Xiao, dia tidak yakin jika Ras Manusia menang, akan mendapatkan derajat tinggi sesuai harapan. Mengingat Ras Pribumi pasti akan berpikir lebih superior. Dia hanya menggelengkan kepala atas pemikiran naif dari Mon Cie dan Ras Manusia lainnya.


"Kalian akan berpikir kami naif, tapi percayalah. Kaisar Air sungguh menjunjung tinggi keadilan, dia akan bertindak adil. Aku berkata seperti ini karena ada Ras Manusia yang berhasil mendaki derajat tertinggi di Bintang lain." Melihat pandangan Ne Zha yang dingin itu, Mon Cie segera mengatakan salah satu kejadian yang ada di Bintang lain.


Han Xiao justru mengibaskan tangannya, "Aku tidak perduli dengan itu, jika benar Kaisar Air adil maka bagus, jika tidak. Aku akan menanganinya dengan tanganku sendiri," cetus Han Xiao lalu memasukan makanan yang berada di meja.


"Jaga bicaramu!" Mon Cie sungguh terkejut dan takut ketika mendengar Han Xiao yang bicara seenaknya.


Han Xiao mengangkat bahunya lalu melanjutkan makan.


***


"Para Baji ngan itu lagi!" Mon Cie segera melompat keluar dari penginapan diikuti oleh Shuiyu.


Han Xiao dan Ne Zha memiliki Mata Ilahi, sehingga mereka memilih untuk menonton dahulu di tempat mereka berdiri sekarang.


Diluar penginapan, terdapat segerombolan Manusia setengah ikan yang berjalan seraya menyeret kultivator Manusia dengan kakinya.


Juga disepanjang jalan, jika ada yang menghalangi sedikit saja para manusia ikan itu tidak segan untuk membunuh atau melukai manusia yang menghalangi mereka.

__ADS_1


Mereka adalah salah satu dari Ras Pribumi! Ras Jijian! Ras itu terkenal karena sangat kasar dan gila. Mereka sungguh-sungguh tidak memiliki kode etik apapun bahkan sebagai kultivator.


Mon Cie yang melompat dari Penginapan segera memberikan pukulan fatal pada para Ras Jijian tersebut.


Kelompok Ras Jijian tersebut memandang marah pada Mon Cie, "Jangan kira kau kuat kami takut!" pekik Ras Jijian yang dipukul oleh Mon Cie.


Satu hal yang membuat Ras Jijian ditakuti adalah populasi mereka, nyaris empat puluh persen lebih Bintang ini dihuni oleh Ras Jijian, mereka sungguh mendominasi karena memiliki jumlah yang sangat banyak walaupun banyak diantara mereka tidak terlalu kuat.


Jumlah merekalah yang sangat menakutkan!


"Itu! Ras Jijian!" Han Xiao berseru senang ketika melihat kelompok Ras Jijian yang datang.


Tidak menahan diri lagi, Han Xiao melompat keluar dan berdiri di hadapan Mon Cie serta Shuiyu. Ne Zha disisi lain tidak ada pilihan lain selain mengikuti Han Xiao, dia juga tidak bisa menahan godaan dari Ras Jijian.


"Wah aku sungguh tidak menyangka ada Ras Jijian disini, aku dengar Tendon Naga kalian sangat lezat, aku ingin mencicipinya!" ujar Han Xiao dengan tidak sabaran, dia segera menyerang salah satu dari Ras Jijian.


Ras Jijian yang diserang oleh Han Xiao tidak bisa melawan, Han Xiao hanya memukul ringan lalu mematahkan kepala Ras Jijian, setelah itu Han Xiao mengambil pisau dari Cincin Spasialnya.


Tangan Han Xiao bergerak untuk membelah Ras Jijian yang sudah kembali pada bentuk asalnya yang menyerupai Belut laut di dunia sebelumnya. Dengan sangat lihai Han Xiao membelek lalu menarik tendon yang terdapat di tubuh Ras Jijian tersebut.


"Ini sungguh luar biasa! Tekstur ini sangat kenyal namun kuat!" Han Xiao tanpa ragu mengigit Tendon Naga dari Ras Jijian tersebut.


"Ah diberi bumbu sedikit akan lebih nikmat," ujar Han Xiao lalu menaburi kecap asin serta beberapa rempah lalu membakar sedikit dan lanjut memakan Tendon naga dari Ras Jijian.


Semua orang yang berada disana menatap penuh ngeri pada Han Xiao yang berani makan Tendon Naga dari Ras Jijian secara terang-terangan.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 59/75


__ADS_2