
Suara pertarungan memenuhi lantai ketujuh, seleksi kali ini dilakukan lebih cepat dengan sekaligus membuat lima pertarungan dalam satu waktu, hal ini dilakukan karena untuk mempersingkat waktu.
Jumlah jenius yang menginginkan masuk kedalam Kelas S sungguh banyak, memang Akademi tidak membatasi, selagi jenius itu mampu maka dia boleh ikut serta dalam seleksi masuk kedalam kelas S.
Han Xiao yang semula menonton kini mulai bosan dan memilih untuk berkeliling disekitar Akademi bersama Xian Xuenai.
Pertarungan para jenius itu sungguh sengit, mereka tidak ingin menyerah dan terus bertarung sekuat tenaga, itu karena mereka mengetahui jika mereka masuk kedalam Kelas S, selain mendapat kedudukan tinggi sebagai murid di Akademi, masa depan mereka juga akan semakin cemerlang.
"Semburan air sungai!" Seorang pemuda menyemburkan air dengan volume yang sangat besar dari mulutnya untuk menyerang gadis dihadapannya.
Gadis itu telat bereaksi dan alhasil terdorong oleh semburan air yang memiliki kekuatan dorong yang kuat.
"Kau tidak bersika[ lunak pada seorang gadis!" cetus gadis itu penuh amarah.
"Ya benar, kau terlalu kejam pada gadis cantik sepertinya," sahut seorang pemuda pada kursi penonton.
"Ya benar itu!" suara lain ikut bergema.
Surakan demi surakan muncul untuk mengejek lelaki tersebut dan berusaha mendapatkan perhatian dari gadis cantik tersebut.
Pemuda yang berhadapan dengan gadis itu justru tersenyum penuh mencela, "Sungguh lucu, kau menggunakan gender sebagai pertahanan? Aku tidak perduli itu, selagi aku menang dan memasuki Kelas S, akan banyak gadis secantik dirimu datang dan berlutut di kakiku kelak," ucap pemuda tersebut dengan sangat menghujam hati.
Tangan pemuda itu membentuk mudra tangan lalu menyerang gadis tersebut dengan ganas, tidak memperdulikan banyak orang yang berteriak memakinya, pandangannya hanya lurus kedepan.
__ADS_1
Gadis itu tidak dapat bertahan dalam lima tukaran jurus dengan pemuda tersebut, hingga membuat dia terkena serangan telak dan kehilangan kesadaran.
Wasit segera mengumumkan kemenangan dari pemuda tersebut, bukan sorak sorai penuh dukungan dan antisipasi yang didapat pemuda tersebut, melainkan sebuah lemparan umpatan dan caci maki yang didapatnya.
Mata pemuda itu dengan dingin menatap para jeniusyang memakinya, "Kalian hanya sekelompok sampah pemuja gadis cantik, cih. Aku bahkan tidak tergoda sedikitpun untuk menyentuhkan tanganku padanya jika bukan karena pertarungan ini, kalian berkoarlah terus aku tidak perduli. Untuk saat ini nikmatilah dan terus mengumpatku, karena, jika aku sudah masuk kedalam kelas S. Hati kalian akan sakit," tutur pemuda tersebut dengan tenang.
"Kau diterima di Kelas S!" Sebuah seruan lantang yang riang itu segera membekukan seluruh isi arena pertarungan untuk seleksi.
Seorang pemuda berambut biru gelap berjalan dengan seorang gadis secantik malaikat disampingnya, banyak pemuda yang mengeluarkan air liur mereka ketika melihat parah cantik gadis tersebut.
"Terus tatap dia dan mata kalian akan hilang," ujar Han Xiao riang ketika merasakan banyak tatapan tamak pada Xian Xuenai.
Semua pemuda itu langsung mengalihkan pandangan mereka, sungguh sebodoh apapun mereka pasti akan mengerti dan mengetahui bahwa sosok riang dihadapan mereka ini sangat mengerikan, kabar Han Xiao yang menyiksa kultivator Alam Dewa sudah menyebar ke telinga mereka semua, dan penyebab pemuda itu mengamuk adalah karena gadis yang disayanginya, jika gadis cantik disamping Han Xiao meminta untuk membunuh mereka karena tidak nyaman terus ditatap, maka kemungkinan bersar Han Xiao akana melakukannya, mengingat bahkan dua orang terkuat di Benua Angin Selatan, yakni dua orang Suci bukanlah tandingan dari pemuda tersebut, apa kabar Patriark sekte mereka?
Nyatanya walaupun Han Xiao bertanya dengan hangat dan riang, pemuda itu sepenuh tenaga menahan rasa takut yang sudah membanjiri tubuhnya, namun sebuah tekad berkobar di kedalaman matanya, dengan penuh seangat pemuda itu mengangguk, "Ya, aku akan berjuang sampai melebihi batasanku dan memasuki kelas S!" seru pemuda itu dengan tekad yang tinggi.
Senyum riang Han Xiao tercetak sangat indah ketika dia menatap binar pada pemuda tersebut, Han Xiao mengulurkan tangannya, "Selamat, kau telah masuk kedalam Kelas S," ujar Han Xiao.
Pemuda itu sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, tubuhnya masih bergetar kecil karena senyum riang dari Han Xiao, namun tak urung dia menerima uluran tangan Han Xiao dan menjabatnya.
Han Xiao menelepaskan jabatan tangan tersebut lalu setelah itu dia mengangguk pada wasit, sang wasit adalah guru Akademi, jadi sedikit bannyaknya mengetahui kedudukan Han Xiao di Akademi.
Wasit segera membawa pemuda tersebut ke sebuah arah lalu menghilang, Han Xiao disisi lain juga berjalan menuju podium dan duduk untuk menonton pertunjukan, sungguh tidak dia sangka akan menemukan orang penuh tekad seperti pemuda sebelumnya, sepertinya dia harus terus menonton dan menemukan jenius dengan bakat terpendam.
__ADS_1
"Kenapa kau meloloskan dia dengan mudah?" tanya Xian Xuenai.
"Kau adik dari penguasa dunia ini, apakah kau tidak bisa membaca isi kepalaku?" Han Xiao berbalik tanya.
Xian Xuenai mendengus ringan sebelum melakukan apa yang dikatakan oleh Han Xiao, segera dia melacak isi kepala Han Xiao, disana dia mendapatkan alasan HanXiao secara langsung meloloskan jenius itu menjadi murid Kelas S.
Pemuda itu memilki tekad dan sebuah bakat terpendam yang sangat sulit ditemukan, pun tubuh pemuda itu ternyata adalah Tubuh Perang yang memungkinkan dia tidak memiliki kesurutan dalam semangat bertarung seburuk apapun, hal ini sangat sulit dideteksi. Xian Xuenai bukannya tidak bisa mendeteksi, tapi gadis itu sangat malas melakukan hal remeh seperti itu.
Kini banyak peserta yang bertarung secara heboh karena ingin menarik perhatian Han Xiao, siapa tahu mereka akan memilki nasib baik seperti pemuda sebelumnya? Masuk kedalam kelas S tanpa harus bertarung.
Seleksi berjalan dengan sangat cepat untuk hari ini, dari ratusan peserta kini hanya menyisakan seratus orang, esok hari seratus orang ini akan kembali dipilah melalui pertarungan hingga hanya akan menyisakan lima orang untuk masuk kedalam kelas S.
Han Xiao menghela napas kecewa, tidak ada lagi yang spesial dari para jenius ini selain pemuda yang sebelumnya dia pilih untuk masuk kedalam kelas S.
"Aku tidak akan menonton besok, mungkin akan menonton saat final saja," ujar Han Xiao seraya bangkit dari tempat duduk podium.
Xian Xuenai mengikuti Han Xiao yang sekarang beranjak pergi menuju kantin untuk mencari makanan.
Banyak tatapan kagum terlempar pada Han Xiao dan Xian Xuenai, ada sebagian besar jenius yang ingin mendekat dan berkenalan, namun mereka sangat segan karena kekuatan pemuda itu sungguh menakutkan. Maka dari itu setiap kali Han Xiao berjalan, mereka akan memberikan jalan untuk lewat. Bahkan ketika sampai di kantin yang penuh sesak, ada sekelompok jenius yang segera mengosongkan meja untuk Han Xiao dan Xian Xuenai.
***
Update Mingguan : 11/14
__ADS_1