Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab133. Identitas Cao Feng


__ADS_3

Ne Zha menyelesaikan pekerjaannya menghaluskan bahan Bubuk Tubuh Dewa, aroma obat yang dipancarkan oleh Bubuk Tubuh Dewa sungguh kuat. Komposisi yang dibuat Ne Zha cukup untuk digunakan tiga kali oleh Qin.


Kini dia hanya tinggal memberikannya pada Qin yang kemungkinan telah terbangun dari istirahatnya, mengingat hari pasti sudah berganti pasti gadis kecil itu telah bangun. Tidak mungkin gadis kecil itu tertidur selama dua hari, ya jika dia adalah pemilik Mata Mimpi Buruk tidak akan aneh bahkan jika dia tertidur selama satu tahun.


Ne Zha keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju depan toko, saat sampai disana Ne Zha menemukan Qin dan Tang Ru yang sedang berbincang mengenai Herbal Roh ataupun Tanaman Sihir.


"Ini milikmu." Ne Zha memberikan sebuah kantong kulit pada Qin, disana terdapat Bubuk Tubuh Dewa.


"Pakai untuk tiga kali," ucap Ne Zha lalu mengalihkan pandangannya pada Tang Ru. "Bagaimana kabar Ibumu?"


Tang Ru menjelaskan kabar adik dan ibunya pada Ne Zha, ketika ibunya bangun kondisinya sangat baik. Bahkan lebih bertenaga dari saat dia berada di kondisi puncaknya saat muda, Tang Dan menitipkan rasa terimakasihnya pada Tang Ru untuk Ne Zha.


Dengan pekerjaan baru Tang Ru di toko Surga Celaka Tang Dan bersyukur karena anaknya bisa mencari uang sekaligus ilmu disana.


"Mengenai Cao Feng." Tang Ru lupa untuk memberi tahu Ne Zha tentang latar belakang pria gempal tersebut.


Cao Feng adalah salah satu dari sepuluh cucu Cao Shan yang merupakan Tetua Agung Sekte Surga Harta Karun yang juga pemilik desa ini, sebelumnya tidak pernah ada yang berani melawan Cao Feng didalam desa ini.


"Aku belum memberitahu ibu soal masalah kemarin, juga ibu tak akan keluar rumah dalam waktu dekat jadi kurasa ibu tidak akan mengetahuinya dari mulut orang lain," jelas Tang Ru.


Ne Zha tidak menyangka bahwa sampah seperti Cao Feng adalah cucu dari salaah satu Enam Kaisar yang memiliki julukan Kaisar Harta tersebut, sungguh jauh dengan dengan sang kakek yang kuat serta gagah tanpa memiliki riwayat buruk seperti Cao Feng.


"Mungkin ini pepatah yang mengatakan buah jatuh dari pohonnya yang berada diatas gunung lalu menggelinding jauh hingga masuk sungai dan terbawa arus hingga lautan,'' batin Ne Zha.


"Apakah rumahmu itu milikmu atau menyewa?" tanya Ne Zha.


"Kami menyewanya," jawab Tang Ru.

__ADS_1


"Mulai sekarang kalian tinggal saja di toko ini, walaupun dari luar terlihat kecil dan kumuh tapi kau lihat sendiri di dalam sini sangat luas dan nyaman. Untuk pemilik toko biar aku yang urus, dengan begitu ibumu juga bisa bekerja disini," ujar Ne Zha.


Dia tidak memikirkan dirinya yang kemungkinan diincar oleh orang-orang Cao Shan, namun Tang Dan, Tang Ru dan Tang Nu adalah hal yang berbeda. Mereka tidak akan bisa melawan jika orang-orang dari Cao Shan mengincar mereka, jika mereka ada disini dibawah penjagaan Kacang tua. Bahkan jika Cao Shan datang sendiri orang tua itu tidak akan bisa berbuat apapun terhadap Kacang tua.


"Terimakasih tuan muda!" seru Tang Ru dienuhi kelegaan, dia selalu memikirkan keselamatan keluarga kecilnya.


"Sebaiknya kau membawa keluargamu saat ini juga," ujar Qin.


"Tidak, terlalu cepat. Aku ingin mengetahui tanggapan pemilik toko terlebih dahulu baru membawa ibu dan adikku kesini," balas Tang Ru.


"Pemilik toko ini akan senang xengan kehadiran kalian, lekaslah berpindah," ucap Qin.


Ne Zha mengetahui Qin bisa melihat masa depan, dengan bantuan koin tafsir pasti apa yang diucapkan oleh gadis itu pasti akan memiliki dasar.


"Benar apa yang dikatakan Qin, ayo cepat aku bantu kau untuk berpindah," sahut Ne Zha lalu membawa Tang Ru untuk bersiap-siap berpindahan ke toko ini.


***


Sementara itu di tempat lain, disebuah tempat lembab dan hanya ada bebatuan diseluruh ruangan yang menjadi pandangan mata bebatuan alami ini kini tersinari oleh cahaya merah darah yang sangat terang.


Seorang pemuda berambut hitam sedikit kebiruan tengah berkultivasi tanpa dia sadari bahwa kini dia tengah melayang di udara, aura negatif serta hawa membunuh yang sngat kental keluar dari tubuh pemuda tersebut. Disekitar tubuh pemuda itu terdapat bangunan-bangunan istana indah dalam ukuran yang kecil.


Jika ada seseorang disini mereka tidak akan percaya dengan apa yang mereka lihat, bahkan mereka akan mengira bahwa mata mereka telah rusak saat melihat lima belas Istana Takdir melayang mengelilingi tubuh pemuda itu. Seorang kultivator yang memiliki Sepuluh Istana Takdir jelas sangat langka bahkan bisa dihitung oleh jari karena tidak menggenapi bahkan sebelah tangan.


Kini pemuda itu memiliki lima belas Istana Takdir! Sungguh jika mereka tidak melihatnya sendiri mereka tidak akan percaya bahkan jika dikuliti secara perlahan dan satu klan nya dimusnahkan. Karena jika percaya tanpa melihat mereka sama saja seperti melihat sapi bertelur.


Pemuda itu membuka matanya, terpancar cahaya merah darah dari pupil matanya, wajahnya memiliki ekspresi riang ketika dia membuka matanya.

__ADS_1


Bruk...


Tidak sadar dirinya melayang dan tidak bersiap membuat pemuda itu tersungkur jatuh menghantam tanah.


"Arrghh!!! Sialan! apakah harus melayang?!" gerutu pemuda tersebut seraya membersihkan bokongnya dan meringis karena merasa lumayan sakit disana.


"Ku sudah selesai?" suara berat muncul dari seekor monyet berwarna emas yang memiliki tubuh besar dan kekar.


Pemuda itu tak lain adalah Han Xiao, ketika dia menyadari bahwa dia berhasil melakukan hal yang sangat mustahil bagi sebagian besar kultivator segera sebuah senyum bangga muncul pada wajah riangnya.


Lima belas Istana Takdir muncul dari meridian Neigong Han Xiao dan melayang mengitari tubuhnya secara perlahan, napas Po Houzi tercekat saat melihat lima belas Istana Takdir, Monyet Anggur Emas itu mematung tidak percaya melihat hal di hadapannya. Berulangkali dia mengucek matanya untuk memperjelas bahwa pandangannya bukan sebuah bayangan karena dia kelelahan.


Han Xiao mengehentikan gerak Istana Takdir dan membiarkan mereka terjajar rapi di hadapannya.


"Ya kau tidak salah lihat, ini adalah lima belas Istana Takdir," kata Han Xiao ketika melihat Po Houzi yang tercengang.


Yang membuat Po Houzi tercengang adalah karena semua Istana Takdir itu mirip satu sama lain, dan semuanya adalah Istana Utama karena memiliki bentuk yang sangat megah serta seperti sebuah Istana yang terbuat dari kristal.


"Milikku berbeda dengan yang lain, seluruh Istana Takdir milikku adalah Istana Utama," kekeh Han Xiao mengkonfirmassi sebuh pertanyaan dalam kepala Po Houzi.


***


**Bacotan Pengetik :


Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!


Bonus Update : 09/18**

__ADS_1


__ADS_2