
Wasit memanggil tim Kilat Es dan Tongkat Besi setelah tiga puluh menit istirahat, turnamen ini benar-benar singkat, hanya berlansung dalam beberapa jam saja. Namun suguhan dari pertandingan Yinjiao ini pasti akan dikenang lama oleh penonton ataupun peserta.
Han Xiao masuk kedalam lapangan beserta para gadis, tim Tongkat Besi sedikit ragu ketika mereka masuk kedalam lapangan, mereka sudah menyaksikan satu demi satu pertandingan dari tim Kilat Es ini.
"Mula..."
"Kami menyerah." Belum sempat wasit memulai pertandingan, ketua dari tim Tongkat Besi mengatakan kata menyerah, dia bukan orang bodoh, sejauh ini yang bergerak hanya Han Xiao, dua gadis yang berdampingan dengan pemuda itu juga walau terlihat tidak berbahaya, namun dia merasakan sebuah aura menakutkan dari dua sosok gadis tersebut.
"Kau tidak asik, kita belum saja bertarung," celetuk Han Xiao.
Senyum pemuda itu menjadi lebih pahit ketika mendengar perkataan dari Han Xiao, "Aku berjuang bagaimanapun akan sulit untuk menang, jika tidak salah ingat kau adalah pemuda yang dengan mudah membunuh kultivator Alam Roh di Penginapan Es Abadi belum lama inikan?"
"Kau salah satu yang menatap adikku?" Han Xiao memicingkan matanya.
Pemuda itu segera gelagapan, "Aku tidak menutupinya, tapi setelah mendengar kau mengatakan ancaman, aku segera memalingkan pandanganku," jawab pemuda itu dengan sedikit canggung.
"Bagus, kau sangat pintar," ujar Han Xiao lalu berjalan menuju luar lapangan.
Wasit mengumumkan kemenangan dari tim Kilat Es, walaupun banyak yang kecewa karena pada final ini tidak ada pertarungan yang sangat sengit, namun mereka memaklumi karena lawan dari Tongkat Besi sangatlah kuat. Sungguh konyol jika melawan orang yang bisa membunuh kultivator Alam Roh tanpa bergerak sedikitpun, daripada melukai diri, lebih baik mereka mundur. Lagi pula hadiah untuk juara dua tidaklah buruk.
Ou Ke sangat senang karena mereka menjuarai pertandingan Yinjiao ini, dia mengatakan ratusan kata terimakasih pada Han Xiao ketika pemuda itu memberikan Teratai Api padanya.
"Jangan bawa ibumu ke tabib, bawa ibumu ke Penginapan Es Abadi, aku akan menunggumu disana, aku sendiri yang akan menyembuhkan ibumu," ucap Han Xiao.
__ADS_1
Ou Ke segera menjadi bimbang ketika mendengar ucapan Han Xiao, "A-aku memiliki janji dengan tabib itu bahwa setelah mendapatkan Teratai Api, aku akan membawa ibuku padanya untuk berobat," lirih Ou Ke. "Juga aku tidak ingin terus merepotkanmu Saudara Han."
Tangan Han Xiao bergerak untuk mengambil kembali Teratai Api secepat kilat dari tangan Ou Ke, gadis itu tidak bisa melawan dan menatap nanar pada Teratai Api.
"Ini persyaratan dariku, bawa ibumu ke Penginapan Es Abadi jika ingin mendapatkan Teratai Api ini," ujar Han Xiao dengan nada perintah yang tidak terbantahkan.
"Ba-baiklah, aku akan membawa ibu ke Penginapan Es Abadi," jawab Ou Ke dengan lirih, setelah itu dia pamit pergi beserta temannya untuk bergegas membawa ibunya menuju Penginapan Es Abadi.
Bing Xing menatap kepergian dari Ou Ke, setelah dua gadis itu pergi jauh dan menghilang dari pandangan, dia menatap pada Han Xiao, "Kenapa kau melakukan ini?" tanya Bing Xing.
Han Xiao tersenyum riang seperti biasanya, "Teratai Api walaupun memiliki unsur api, tapi itu tidak bisa menyembuhkan Racun Dingin, Ou Ke gadis itu tengah ditipu oleh tabib sialan itu untuk mendapatkan Taratai Api."
Bing Xing yang berasal dari Sekte besar pun sedikit minim informasi tentang Teratai Api ini, namun dia meyakini apa yang dikatakan oleh Han Xiao adalah kebenaran, pemuda itu walaupun selalu berulah namun setiap katanya akan mengandung arti.
"Baiklah jikma begitu, ayo kita menuju Penginapan Es Abadi, aku ingin istirahat," ajak Han Xiao lalu berjalan dengan santai menuju arah Penginapan Es Abadi.
***
"Saudara Han, kondisi ibuku semakin memburuk," ucap Ou Ke dengan sangat khawatir.
Han Xiao tersenyum lalu mengajak mereka menuju kamar penginapannya, sesampainya disana Han Xiao mengarahkan agar Ou Ke menidurkan ibunya diatas ranjang.
Tangan Han Xiao bergerak untuk mengecek titik-titik meridian dari wanita tersebut menggunakan Qi miliknya, dahinya mengerut ketika menyadari struktur meridian wanita ini berbeda.
__ADS_1
"Berikan aku waktu sendiri, kalian boleh menunggu di luar, tenang saja Ou Ke. Ibumu akan sembuh segera," ucap Han Xiao dengan ramah seperti biasanya.
Walaupun sedikit enggan, tapi pada akhirnya Ou Ke keluar dengan yang lainnya, saat hanya tinggal Han Xiao dan wanita itu berada didalam kamar, tangan Han Xiao mengayun ringan, sebuah kekuatan tidak terlihat mengelilingi ruangan.
"Berapa lama kau berada di Benua Angin Selatan?" tanya Han Xiao.
Wanita itu mengerutkan dahinya ketika mendengar pertanyaan dari Han Xiao, "Apa maksudmu?" wanita itu bertanya balik.
"Aku tau kau salah satu dari Ras Iblis," jawab Han Xiao ringan diiringi senyum.
"Siapa kau?!" Tubuh wanita itu segera bergetar ringan.
"Aku bertanya sebelumnya, berapa lama kau berada di Benua Angin Selatan, juga apa tujuanmu disini?" ujar Han Xiao seraya tersenyum riang, namun berkebalikan dengan aura mengerikan yang kini menguar dari tubuhnya, kamar ini sudah dia pasangkan sebuah kekuatan penghalang, baik aura ataupun suara tidak akan membocor keluar dari kamar.
Wanita itu semakin ketakutan ketika merasakan kekuatan yang sangat mengerikan dari Han Xiao, "Aku berada disini sudah seribu tahun saat Kota Laut Biru masihlah sebuah Desa, tujuanku kemari hanyalah untuk bertahan hidup dari kejaran Raja Iblis." Tidak ada pilihan lain untuk wanita itu, dia memilih untuk menjawab dengan jujur.
Han Xiao tersenyum lalu menarik kembali auranya, "Siapa namamu? Kenapa Raja Iblis mengejarmu? Belum lama ini aku menangkap Iblis muda yang baru saja datang kemari," kata Han Xiao.
Jelas wanit itu terkejut ketika mendengar Han Xiao menangkap seorang Iblis muda, namun tak urung dia memperkenalkan dirinya, "Namaku Mo Qing, Raja Iblis mengejarku karena hanya akulah yang bisa mengakses pintu teleportasi pada lima Benua dari Benua Kayu Tengah. Sekarang aku bertanya, siapa Iblis yang kau tangkap?"
"Kau tidak memiliki hak bertanya, jadi kau adalah Master Kunci yang selama ini menghilang? Itu bagus untuk membunuhmu, karena jika Ras Iblis menemukanmu maka empat Benua akan mendapatkan serangan dari Ras Iblis, kini mereka tengah membuat onar di Benua Kayu Tengah," kata Han Xiao lalu tangannya bergerak untuk menyentuh dahi wanita tersebut.
"Jangan, jangan bunuh aku. Aku berjanji dengan hidupku bahwa aku tidak akan bersekutu dengan para ******** itu lagi!" seru Mo Qng dengan cepat.
__ADS_1
***
Update Merdeka : 03/75