Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab355. Merepotkan!


__ADS_3

Matriark Xiu adalah kultivator ranah Dewa Sejati puncak yang sedikit lagi menembus ranah Dewa Raja, dirinya tidak takut untuk berhdapan dengan beberapa orang yang datang menghalangi jalan mereka.


Tapi dia akan sedikit cemas pada dua gadis disampingnya, juga di dipan mereka Han Xiao dan Ne Zha tengah berperang melawan Zhangyu dan Tou Jiu.


Sangat beruntung bahwa cara Ne Zha membakar leher dari salah satu kepala yang terpotong itu berjalan dengan nyata, kepala Tou Jiu itu tidak tumbuh! Itu bukanhanya membuat Matriark terkejut, bahkan orang-orang yang baru datang juga terkejut karena kepala Tou Jiu tidak tumbuh.


Setahu mereka, kepala Tou Jiu akan selalu tumbuh bahan setelah dipotong ratusan kali. Tapi kini ular itu dipanggang lehernya dan kepalanya tidak tumbuh, sungguh hal yang sangat mengejutkan!


Han Xiao dan Ne Zha menghela napas, keduanya melakukan tos. Sebenarnya mereka menginginkan musuh yang berada di ranah Dewa Raja. Dan dua makhluk besar didepan mereka sangat cocok untuk bahan latihan mereka. tapi dengan datangnya orang-orang yang sudah membuntuti mereka, itu bukan hanya akan mengganggu kesenangan mereka.


Tappi juga mengancam keselamatan tiga perempuan yang mereka bawa, Han Xiao dan Ne Zha tidak terlali khawatir dengan Matriark Xiu, tapi lain halnya dengan Shuiyu dan Wang Shi. Akan sulit dikatakan mereka bertahan dibawah keroyokan puluhan orang berkultivasi ranah Dewa Roh dan ranah Dewa Sejati menengah.


"Mode tempur!" Han Xiao dan Ne Zha menyerukan kata yang sama.


Jubah dua pemuda itu berubah, jubah Han Xiao menjadi merah darah yang dihiasi dengan rantai hitam dingin. Sosoknya terlihat lebih kejam dan jahat ketika rambut biru gelapnya berkibar dan Pedang Delapan Kejahatan keluar dari Cincin Darah bersamaan dengan Delapan Pulau.


Ne Zha disis lain dengan jubah putihnya terlihat sangat suci dan megah, roda Elemen berputar di punggung Ne Zha, Pedang Lima Elemen yang indah juga muncul dan hinggap di tangan Ne Zha dengan kokoh.


Dalam sekejap, dua pemuda ceroboh dan tenang itu menjadi sosok yang sangat luar biasa, keduanya mengangguk lalu menyerbu untuk menyerang para penguntit terlebih dahulu.


Sementara itu, Zhangyu dan Tou Jiu yang merasa diabaikan marah, mereka bergerak untuk menyerang Han Xiao dan Ne Zha. Tapi sayang, kedua pemuda itu tidak akan membiarkan keduanya menyerang.

__ADS_1


Roda Elemen dan Delapan Pulau bergerak meunuju dua Monster tersebut, dalam sekejap kedua Monster tingkat 15 itu mendadak terdiam seolah dikurung. Mereka lebih tepatnya dikekang oleh kekuatan Roda Elemen dan Delapan Pulau milik Ne Zha dan Han Xiao.


Pandangan Han Xiao menjadi sangat liar ketika melihat orang-orang di hadapannya, dengan Pedang Delapan Kejahatan di tangannya, Han Xiao menebas penuh dengan kekuatan bersamaan dengan Ne Zha yang juga menebas tidak dengan kekuatan yang kecil.


Hembusan besar terjadi dihdapan kedua pedang tersebut, Ne Zha dan Han Xiao ingin menyelesaikan orang-orang ini dalam satu serangan! Mereka yakin orang-orang ini adalah anak buah dari orang yang menempati ruang pribadi. Entah yang mana, tapi Han Xiao dan Ne Zha ingin memperlihatkan bahwa kekuatan mereka tidaklah lemah.


Dalam sekali tebasan tersebut, puluhan orang di ranah Dewa Roh terbunuh dan dari empat ranah Dewa Sejati menengah, hanya tersisa orang yang tengah sekarat. Ne Zha menghampiri orang tersebut.


"Merepotkan!" celetuk Han Xiao.


"Kau beruntung." Ne Zha melemparkan pil pada mulut orang tersebut lalu berkata dengan nada yang dingin. "Katakan pada tuanmu, jangan mencari masalah dengan kami, atau tidak kami akan mengunjunginya. Tidak perduli apa latar belakangnya," desisnya.


Han Xiao dan Ne Zha menarik Delapan Pulau dan Roda Elemen, seketika dua monster itu menjadi sangat ganas. Mereka tidak kenal taku, keduanya segera menyerbu Ne Zha dan Han Xiao.


"Aku ingin yang berotot!" Han Xiao melesat kearah Zhangyu, dia menyimpan Pedang Delapan Kejahatan dan sebagai gantinya mengeluarkan Tongkat Naga Penghancur.


BAM!


Ketika hantaman tongkat Han Xiao ditangkap oleh Zhangyu, monster itu terhempas dan tanah yang dipijaknya amblas sedalan tiga meter karena menahan serangan Han Xiao.


"Hahaha, kau memang sasak tinju terbaik!" Han Xiao menyerangkan beberapa serangan lagi, tapi kali ini serangan Han Xiao tidak diterima secara langsung oleh Zhangyu.

__ADS_1


Ne Zha yang berhadapan dengan Tou Jiu mendenggkus kesal, dia sudah mengeahui kelemahan ular kepala sembilan ini, dengan kecepatan dan kekuatannya, tidak akan sulit untuk memotong delapan kepala sisanya.


Namun sesuatu diluar harapan terjadi, Tou Jiu tiba tiba menjadi sangat lincah dan sangat cepat. Bukan terkejut, justru Ne Zha tersenyum lebar. "Aku, meremehkanmu ternyata ya? Baiklah." Setelah mengatakan hal tersebut, Ne Zha juga menghilang dari pandangan seperti Tou Jiu.


Ne Zha dan Tou Jiu tidak sepenuhnya menghilang, tapi kecepatan mereka sangat sengit hingga bahkan sulit untuk dilihat oleh kultivator tingkat tinggi seperti Matriark Xiu.


Napas Matriark Xiu tertahan ketika melihat dua pemuda tersebut dengan mudah menangani dua Monster yang telah ditakuti di Bintang ini, kini dia meyakini bahwa perkataan Tetua Agung mengenai penilaian dua pemuda tersebut tidak dilebih-lebihkan.


Han Xiao, pemuda itu bahkan tidak menggunakan pedang besar mengerikannya untuk melawan Zhangyu, lalu Ne Zha. Sudah jelas pemuda itu kembali menggunakan pisaunya untuk memerangi Tou Jiu.


Tidak dibayangkan jika dua pemuda itu menggunakan pedang yang tadi sanggup membunuh puluhan kultivator ranah Dewa Roh dan tiga ranah Dewa Sejati menengah. Bahkan dirinya yang berada di puncak ranah Dewa Sejati masih skeptis apakah bisa melakukan hal tersebut atau tidak.


Sedangkan orang yang diberi pil oleh Ne Zha tadi kini menatap dengan dagu terjatuh ke lantai, matanya terbuka hingga sebesar telur angsa. Dia sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jika saja dia tidak melihatnya secara langsung, bahkan jika dia dipukuli hingga mati tidak akan percaya dua orang bocah mempermainkan Binatang Iblis tingkat 15 yang disebut Monster mengerikan!


Pria itu tidak lain adalah pria yang sama dengan orang yang menjadi bawahan gadis di ruangan nomor sembilan, dia sungguh beruntung memiliki kultivasi tertinggi dari yang lainnya, jika tidak. Dia akan bernasib serupa.


Orang-orang ini dia dapatkan dari orang yang menempati ruang pribadi lainnya, ternyata bukan hanya tuan putrinya yang ditekan, tapi seluruh ruang pribadi! Dia tidak bisa membayangkan lagi seberapa mengerikannya dua pemuda disana.


***


Update publish Dragalia Online : 08/12

__ADS_1


__ADS_2