Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab310. Perbatasan


__ADS_3

"Laporkan semuanya secara detail." Ketika sesampainya di kamp perbatasan, Xian Xuenai segera meminta seorang pria yang seluruh tubuhnya dilapisi jirah berwarna emas.


Pria tersebut maju kedepan memberikan hormat yang sangat dalam pada Xian Xuenai, dengan posisi bertekuk lutut. dia menjelaskan semua situasi yang ada di perbatasan.


Xian Xuenai mengagguk paham, biarpun dia menonton lewat ruangan yang ada di kediaman, tapi pasti ada beberapa perubahan ketika dia perjalanan menuju kemari.


Dan benar, ada tiga Jendral dari Tiga Kaisar Alam Semesta lain, kekuatan para jendral itu dua tingkat dibawah Xian Xuenai, biarpun Xian Xuenai bisa menanganinya, akan sedikit sulit karena ketiga Jendral yang datang itu orang yang benar-benar ditujukan untuk melawannya.


"Aku sungguh tidak menyangka mereka akan dikirim kemari secepat ini. Tapi itu hal yang bagus, aku membutuhkan samsak tinju untuk melepaskan kekesalanku!" ujar Xian Xuenai.


Pandangan Xian Xuenai mengedar pada seluruh kamp, ada jutaan orang di kamp yang tebuat dari bintang kecil ini. Ada satu hal yang palng menguntungkan pihak mereka.


Yaitu memiliki pasukan yang tidak ada habisnya, biarpun mereka melawan tiga pasukan gabungan, tapi setiap orang disini memiliki robot yang memiliki kekuatan sangat kuat, kekuatan robot itu sendiri setara dengan prajurit menengah milik tiga pasukan Kaisar yang menyerang mereka.


"Kita tidak akan memberikan waktu istirahat untuk mereka, saat ini juga kita serang Kamp Bintang mereka, siapkan Pengoyak Ruang, kita akan menghancurkan ruang pada Kamp bintang mereka," ujar Xian Xuenai diiringi tawa riang.


Penampilan gadis itu berbeda dengan terakhir dirinya datang ke Benua Angin Selatan, saat itu dia menggunakan jubah longgar, tapi kini menggunakan sebuah jubah perang yang sangat pas dengan tubuhnya. Ditemani sebuah mahkota emas kecil di kepalanya, Xian Xuenai kini terlihat sangat menakjubkan!


"Kau ikut denganku, kita akan menghancurkan pelindung Kamp Bintang mereka, dan kalian, setelah pelindung hancur. Segera gunakan Pengoyak Ruang untuk melebur mereka," arah Xian Xuenai lalu pergi bersama seseorang berjubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, sejak tadi tidak ada yang menyadari kehadiran sosok tersebut.


"Klan Pembunuh Bayangan memang sangat menakutkan, diantara kita bahkan tidak menyadari kehadirannya selain nona Xuenai," ucap seorang wanita berjubah biru.

__ADS_1


Wanita tersebut adalah jendral terkuat dari pasukan menengah milik Xian Chin, biarpun sebatas Jendral pasukan menengah, tapi wanita tersebut sanggup melawan jendral pasukan tinggi dari Alam Semesta lain. Dia bernama Yuyin.


Tapi sosok bayangan yang mengikuti Xian Xuenai terlebih sangat menakutkan, sosok tersebut berasal dari Klan Pembunuh Bayangan, orang-orang yang lahir di Klan tersebut memiliki bakat tinggi untuk menjadi pembunuh.


Klan Pembunuh Bayangan adalah sebuah Ras yang diciptakan oleh Xian Chin dengan sangat penuh perhitungan, Xian Chin menciptakan Klan Pembunuh Bayangan untuk menjadi mata-mata serta senjata rahasia dari Alam Semestanya.


Selain para Jendral, tidak ada yang mengetahui Klan Pembunuh Bayangan, dan informasi ini tidak akan bocor karena ketika Jendral membocorkan, maka mereka akan meledak, mengingat kekuatan masing-masing Jendral sangat luar biasa, kematian orang yang disekitarnya adalah hal pasti. Sudah pasti informasi tentang Klan Pembunuh Bayangan tidak akan bocor begitu saja.


Xian Xuenai yang pergi bersama sosok dari Klan Pembunuh Bayangan sudah sampai di dalam kamp Bintang pasukan aliansi, tidak ada yang menyadari kehadiran mereka karena kemampuan dari sosok Klan Pembunuh Bayangan yang membuat hawa keberadaan mereka benar-benar hilang. Seolah mereka menyatu dengan udara.


"Nona, aku bisa melakukan ini sendiri, kenapa kau harus repot mengurus hal sepele seperti ini?" sosok berjubah hitam itu berkata dengan suara yang sedikit serak pada Xian Xuenai.


"Aku sedang kesal, mereka adalah tempat pelampiasan yang bagus," ujar Xian Xuenai dengan entengnya. "Juga aku tidak ingin mendengar kau memanggilku dengan embel-embel nona, kau adalah pemimpin Klan Pembunuh Bayangan," lanjut Xian Xuenai seraya menatap pada sosok berjubah hitam tersebut.


Wajah Xian Xuenai justru menjadi semakin masam ketika mendengar seruan dari sosok tersebut, "Percayalah, jika kau terus bertindak seperti itu, justru itu akan membuatku semakin kesal dan tidak segan menjatuhkan hukuman pada Klan Pembunuh Bayangan. Apakah sulit untuk memanggilku dengan namaku saja? Kau sudah kuanggap sebagai saudariku!" gerutu Xian Xuenai.


Sosok berjubah hitam itu segera terdiam, terlihat jelas bahwa tubuhnya bergetar ringan. Jika saja wajahnya tidak tertutupi oleh tudung, akan nampak jelas kulitnya yang memucat.


"Baik! Hamba akan memanggil Non... Maksudku Xuenai dengan namamu," ucap sosok tersebut sedikit melonjak takut karena tatapan Xian Xuenai ketika dirinya hendak menyebut kata Nona.


"Kau memang makhluk ciptaan Chin'jiejie, tapi kau sangat istimewa dari yang lain, bukan aku tidak mementingkan yang lain, hanya saja kau berbeda. Jangan pikirkan hal lain, sudahlah ayo kita serang pelingung Kamp Bintang ini." Xian Xuenai menjadi lebih tenang dan kembali riang seperti sebelumnya, segera saja gadis tersebut pergi menuju suatu arah diikuti oleh pemimpin Klan Pembunuh Bayangan tersebut.

__ADS_1


Dengan langkah yang ringan, Xian Xuenai mulai membunuh satu persatu orang yang masuk dalam pandangannya, gerakan gadis tersebut sungguh sangat lihai, dibantu dengan Unsur Waktu miliknya, sungguh dia bagaikan dewi kematian!


Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan hanya tersenyum kecut, keberadaanya kurang lebih tidak berguna, karena Xian Xuenai dengan mudah menangani semua hal, tapi dia tidak berkecil hati, biarpun jarak kekuatannya dengan Xian Xuenai terlampau jauh, dia cukup percaya diri bahwa dirinya akan dibutuhkan suatu saat nanti.


"Ayo," ajak Xian Xuenai pada Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan.


Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan dengan sigap mengikuti Xian Xuenai, hanya dalam hitungan menit saja. Xian Xuenai sudah membantai orang-orang yang menjaga benteng, kini hanya tinggal masuk dan merusak pelindung.


Bukan tidak bisa Xian Xuenai menghancurkan pelindung secara brutal, tapi dia ingin melampiaskan kekesalannya terlebih dahulu sebelum memusnahkan pasukan aliansi ini.


"Persetan dengan tiga Jendral itu, kalian akan segera mati, hihihi." Xian Xuenai terkikik dengan senang ketika masuk kedalam sebuah bangunan seperti pavilium.


"Kejutan!" Xian Xuenai membuka pintu dan berseru sangat riang.


Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan menepuk keningnya atas tindankan sembrono Xian Xuenai, "Jika begitu, tidak ada gunanya ita masuk mengendap-endap," gumamnya.


Orang-orang yang ada di Pavilium tersebut terkejut atas kedatangan Xian Xuenai, namun belum sempat mereka bereaksi, Xian Xuenai sudah melepaskan kekuatan Unsur Waktu yang sangat kuat, gelombang emas keluar dari tubuh Xian Xuenai dan menyelimuti Pavilium, seketika saja semua yang ada di Pavilium berhenti bergerak.


"Aku berani masuk karena sudah memiliki peningkatan," kekeh Xian Xuenai seraya mulai menebaskan pisau di tangannya untuk membunuh orang-orang yang ada di pavilium.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 54/75


__ADS_2