Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab473. Pewaris


__ADS_3

Awalnya Han Xiao sedikit frustasi ketika mengetahui bahwa Kekuatan Kejahatan menurun drastis saat digunakan untuk menyerang Jinu dan lainnya, saat dia bertemu sosok liar Jinu lagi, sebuah ide gila muncul pada kepalanya. Jurus Tangan Surgawi sebenarnya digunakan untuk memuaskan lawan jenis ketika bermain di ranjang, itu memiliki efek yang sangat mengerikan karena membuat lawan benar-benar merasakan kenikmatan surgawi hingga tidak bisa bergerak karena tubuhnya dipenuhi kenikmatan.


Mengingat Jinu dan lainnya berasal dari Kesatuan Iblis, Han Xiao tidak ragu lagi. Untuk Ras Iblis seperti Jinu, nafsu mereka bahkan lebih besar daripada wanita dari Ras lainnya.


Han Xiao dengan santai makan seraya memperhatikan kelima gadis yang terkadang merintih hanya karena tiupan angin yang sengaja Han Xiao buat.


"Aku tidak akan kalah hanya dengan trik menjijikkan seperti ini!" desis Jinu seraya mulai melangkah menuju Tower, dia benar-benar bermaksud untuk bunuh diri!


Melihat Jinu yang susah payah menahan hasrat tubuhnya dan mencoba jalan sekuat tenaga menuju Tower, Han Xiao berdecak kagum oleh kegigihan dari Jinu. Gadis itu benar-benar pantang menyerah!


"Xing bagaimana?" Han Xiao bertanya.


"Sedikit lagi," jawab Bing Xing.


Han Xiao mengangguk dia berdiri dari kursinya dan mendekati Jinu yang kini tengah diserang oleh Tower, tinggal sedikit lagi dia mati.


"Hehe, kau pikir akan semudah itu? Tidak." Han Xiao menyeret Jinu dan menggelitik gadis tersebut.


Wajah Jinu memerah, dia mengutuk Han Xiao dengan sumpah serapahnya. Andai saja Han Xiao tidak menggunakan trik menjijikkan ini pada tubuhnya, Jinu yakin masih bisa menghadapi Han Xiao dengan sengit.


"Kau orang kotor! Lihat saja pertemuan kita berikutnya aku tidak akan mengampuni mu! Sebutkan namamu, aku tidak akan membiarkan lepas di Kesatuan Iblis," pekik Jimi, dia tidak bisa melepaskan kekuatan nyatanya karena penekanan dari Arena. Jika berada di Kesatuan Iblis, Jinu yakin bisa mengalahkan Han Xiao dengan kekuatan penuhnya.


"Satu pukulan terakhir Han," suara Bing Xing memberikan peringatan.


Han Xiao menunjukkan senyum lebar pada Jinu, "Han, itu namaku kau bisa mencariku jika tidak puas dengan kenikmatan yang kuberikan hari ini."


Setelah Han Xiao menghabiskan kalimat terakhirnya, dia menghilang kembali ke ruang istirahat dimana Ne Zha sudah menunggunya.

__ADS_1


Dengan akhir pertandingan mereka, itu pertanda bahwa tim Ne Zha dan Han Xiao telah memenangkan pertandingan Arena di lantai 5!


Saat memikirkan mereka telah berhasil melewati tes terakhir dari Menara Tianxia, Han Xiao tidak bisa menahan rasa senang yang membuncah dalam hatinya. Dengan berakhirnya pertandingan mereka bisa segera ke Alam Semesta Waktu untuk membantu mereka dalam perang, ketika memikirkan Alam Semesta Waktu yang kini tengah diserang selama jutaan tahun, Han Xiao menarik napas dingin. Sebuah kilatan mengerikan muncul pada mata biru gelap Han Xiao, dia akan menghancurkan semua Aliansi yang menyerang Alam Semesta Waktu!


Masih butuh beberapa ratus tahun hingga Xian Chin keluar dari Kultivasi tertutupnya, nasib Alam Semesta Waktu benar-benar tidak diketahui apakah hancur atau belum dibawah serangan gencar puluhan Alam Semesta lain.


"Instruktur, apakah kami sudah bisa kembali ke Kesatuan kami?" tanya Han Xiao dengan segera.


Instruktur tersenyum melihat Han Xiao yang terburu-buru ingin kembali, "Pertama kalian akan menerima hadiah, kedua kalian harus memilih siapa yang akan menjadi pewaris."


"Pewaris?" Ne Zha dan lainnya mengulangi kata terakhir Instruktur.


Pewaris? Pewaris untuk apa? Bukankah mereka hanya akan menerima hadiah sebagai pemenang dari Pertandingan Arena?


"Apakah dari si Tua Feng?" Kun Peng yang bersembunyi di ruang pribadi Feng Jin mendadak keluar.


"Kau membicarakan si Phoenix tua? Dia sudah keluar dari Menara Tianxia dan pergi entah kemana." Instruktur berkata.


Feng Jin dan Ne Zha menghela napas ringan, awalnya mereka sedikit berharap bertemu dengan si Tua Feng yang siapa tahu bisa membuat perbaikan dalam wujud Phoenix mereka.


Instruktur mengeluarkan sebuah kotak dan membukanya, disana terdapat sebelas Cincin berwarna berbeda-beda dengan motif yang menunjukan masing-masing Unsur. Dengan lambaian tangan Instruktur sebelas Cincin itu terbang menuju Han Xiao, Ne Zha, Feng Jin, Xian Xuenai, Yang Shui, Bing Xing, Su Lihwa, Qin, Qian Du, Gouyu dan Yan Zhong.


"Eh? Aku tidak melakukan apapun juga mendapat hadiah?" Qin merasa dirinya tidak pantas mendapatkan hadiah karena bagaimanapun dia hanya duduk diam di ruang istirahat, tidak seperti yang lainnya bertarung sengit melawan ratusan Tim.


"Tanpa pembacaan Takdir darimu, akan sulit bagi kami memenangkan pertandingan. Kau pantas mendapatkannya." Han Xiao angkat suara.


Ne Zha disisi lain juga mengangguk dan meminta Qin untuk mengambil hadiahnya.

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih banyak." Qin menerima hadiahnya.


Melihat semua sudah menerima hadiah, kini tatapan Instruktur teralih pada Han Xiao dan Ne Zha secara bergantian.


"Diantara kalian berdua, siapa yang akan menjadi pewaris?" tanya Instruktur.


"Pewaris apa?" Ne Zha bertanya, mereka bahkan tidak mengetahui hadiah yang berada didalam Cincin karena ada kekuatan yang menghalangi visi mereka saat ingin melihat isi Cincin, menurut petunjuk Instruktur mereka hanya bisa melihat hadiah setelah keluar dari Menara Tianxia.


"Hal besar, maka dari itu cepatlah. Bukankah kau harus segera kembali ke Kesatuanmu?" Instruktur menatap Han Xiao.


"Ne Zha akan menjadi Pewaris." Han Xiao berkata dengan cepat.


"Kau serius? Ini hal yang sangat besar, kau tidak ingin memilikinya?" Instruktur bertanya untuk meyakinkan pilihan Han Xiao.


"Kau membuang banyak waktu, aku berkata Ne Zha yang akan menjadi Pewaris, tidakkah kau mendengarnya? Aku tidak peduli apapun itu, cepatlah," gerutu Han Xiao. Bagaimanapun apa yang akan didapatkan oleh Ne Zha nanti dia akan bisa merasakannya juga karena mereka selalu bersama kemanapun.


Instruktur tertawa kecil melihat Han Xiao yang sangat terburu-buru, "Baiklah, Ne Zha jangan melawan ketika ada kekuatan yang masuk kedalam dirimu."


Ne Zha mengangguk ringan, dia mengikuti arahan Instruktur untuk duduk dalam posisi Kultivasi, Instruktur mengeluarkan sebuah benda yang sangat mirip dengan Menara Tianxia, tetapi itu versi kecilnya karena hanya memiliki ukuran sebesar telapak tangan.


Instruktur mengulurkan tangannya ke arah Ne Zha, Menara Tianxia versi kecil itu masuk ke Meridian Neigong Ne Zha dan pada saat itu juga seluruh ruangan menjadi putih sejauh mata memandang, sosok Instruktur juga mulai menjadi butiran cahaya, senyumnya sangat lebar ketika melihat Menara Tianxia masuk dengan lancar ke Meridian Neigong Ne Zha.


"Jaga dengan baik hal itu, selamat tinggal," ucap Instruktur sebelum benar-benar menghilang dari pandangan mereka.


***


Update Dua Penguasa vol2 : 2/5

__ADS_1


__ADS_2