
Lima Legenda Benua Angin Selatan, orang hanya akan mendengar kisah-kisah tentang mereka saja sebagai pelindung dari lima tempat paling berbahaya di Benua Angin Selatan.
Ratu Ular Selatan yang menjaga Daerah Paling Berbahaya di Selatan yaitu Pantai Selatan, lalu gadis es yang dikenal sebagai Putri Salju, adalah penjaga dari Pulau Es Menyendiri, dan gadis wanita yang memiliki bekas luka dikenal sebagai Pengendali Mayat, dia adalah penjaga dari Jurang Kejahatan. Wanita bercadar di pojok kanan terkenal akan kisahnya yang merupakan seorang pembunuh paling mengerikan, tidak pernah ada yang lolos dari target pembunuhannya selama dia hidup. Dan wanita itu adalah penjaga Lembah Ilusi dan yang terakhir wanita yang menggunakan pakaian serba hitam serta warna kulitnya yang coklat itu adalah penjaga dari Pulau Merapi yang terletak berdekatan dengan Pulau Es Menyendiri.
Dari kelimanya, Ratu Ular Selatan terkenal paling kuat, dan dialah yang memiliki kepemimpinan atas Lima Tempat Paling Berbahaya di Benua Angin Selatan, bahkan bisa dikatakan Ratu Ular Selatan adalah yang terkuat di Benua Angin Selatan. Hanya saja karena dirinya adalah jelmaan Binatang Roh, dia tidak pernah ikut campur dalam pertikaian para kultivator. Ratu Ular Selatan hanya akan muncul ketika Benua Angin Selatan benar-benar membutuhkannya, begitu pula dengan keempat lainnya. Mereka mengetahui bahwa Han Xiao dan Ne Zha akan datang, sehingga mereka hanya menyerang sekali untuk mengulur waktu.
Mereka mengetahui seberapa kuat Han Xiao dan Ne Zha ketika dalam pertempuran melawan Benua Api Barat, belum lagi wanita yang menjaga Jurang Kejahatan mengetahui Ne Zha yang masuk ke Jurang Kejahatan seolah berjalan di taman belakang rumahnya, juga Putri Saltu memiliki pikiran yang sama karena Han Xiao bisa masuk ke tempat yang bahkan dirinya tidak bisa masuki di Pulau Es Menyendiri.
Keyakinan mereka bertambah kuat ketika melihat bahwa dua Presiden Akademi tunduk beserta dua orang suci, ditambah lagi dua oemuda itu mempermainkan Raja Iblis Kulit Putih saat resepsi pernikahan berlangsung.
"Kenapa kalian diam? Ayo bangun," ujar Han Xiao ketika melihat kelima kecantikan tersebut tidak kunjung bangkit dan masih membungkuk.
Kelimanya masih bergeming bahkan setelah Han Xiao angkat suara, pemuda itu mendengus kesal. "Jangan sampai aku memaksa kalian untuk bangkit," ucap Han Xiao.
Kelima perempuan cantik itu segera menegakkan punggung mereka, mereka tidak cukup bodoh untuk memancing emosi Han Xiao, mereka sudah mendengar kabar bahwa pemuda itu kehilangan dua kali orang yang dicintainya yang membuat pemuda itu mengamuk gila, ditambah lagi dalam perang ini teman-teman pemuda itu berguguran. Walaupun terlihat normal dan riang, mereka tidak bisa membaca isi hati pemuda tersebut.
"Kami tidak memiliki banyak waktu, terimalah hadiah ini, jangan menolak. Naikan kultivasi kalian, jaga Benua Angin Selatan dengan sangat baik." Han Xiao memberikan masing-masing Cincin Spasial yang sudah dia dan Ne Zha isi dengan Sumberdaya.
"Untukmu Ratu Ular Selatan, jangan membedakan antara manusia dan Binatang Roh, Klan Binatang juga masihlah maklhuk yang diciptakan oleh Empat Binatang Suci, aku sebagai pewaris dari Harimau Putih memerintahkanmu untuk berdamai dan hidup berdampingan dengan manusia," ujar han Xiao, dia juga akan menyebarkan bahwa manusia dilarang keras melakukan Binatang Roh bahkan Binatang Iblis dengan cara yang tidak baik, dengan garis bawah jika para Binatang Iblis tidak menyerang terlebih dahulu, dan Ras Manusia pantas dihukum jika menyerang Binatang Iblis atau Binatang Roh tanpa alasan yang jelas atau melakukan sebuah plot.
__ADS_1
Mata Ratu Ular Selatan mebelalak lebar ketika mendengar bahwa Han Xiao adalah penerus dari Harimau Putih, dia awalnya hanya memiliki tebakan bahwa Perubahan Bentuk Han Xiao hanya didapat dari Binatang Roh Harimau Putih biasa, tapi siapa sangka bahwa Perubahan Tubuh Han Xiao didapat dari Harimau Putih yang merupakan salah satu dari Empat Binatang Suci.
Empat Binatang Suci yang menciptakan Binatang Roh dan Binatang Iblis adalah Naga Kegelapan, Phoenix Nirwana, Kura-kura Hitam lalu Dua Harimau Suci. Secara jumlah mereka memang ada lima Binatang, tapi Dua Harimau Suci adalah satu jelmaan yang sama dengan dua tubuh yang berbeda dan pengetahuan yang berbeda. Sehingga mereka dihitung satu.
"Hamba akan mengikuti perintah Yang Mulia," ucap Ratu Ular Selatan seraya bersujud, kakinya gemetar ketika merasakan aura yang merembas dari tubuh Han Xiao dan Ne Zha, benar! Dua pemuda itu tidaklah berbohong! Mereka adalah penerus dari Dua Harimau Suci!
"Bangunlah, hadiah yang kuberikan tidak akan ada di Laut tanpa batas, kalian harus menyembunyikannya dengan sangat baik,lebih bagus lagi jika kalian langsung menggunakannya, dengan begitu kalian bisa menembus Puncak Alam Dewa," kata Han Xiao.
Ne Zha menepuk pundak Han Xiao, pemuda riang itu menengok secara spontan pada Ne Zha.
"Waktu kita tidak banyak," ucap Ne Zha.
"Kemarilah," ujar Han Xiao pada wanita tersebut.
Tanpa banyak bicara wanita itu maju mendekat pada Han Xiao, dia memandang penuh heran pada Han Xiao karena memanggilnya padahal memiliki waktu yang sedikit.
"Kau memiliki kekuatan Pengendali Mayat, itu adalah salah satu dari Delapan Kekuatan Kejahatn, kau pasti mengetahuinya bukan?" terang Han Xiao.
Wajah wanita itu menjadi antusias, sebelumnya dia mengetahui bahwa ada delapan Kekuatan Kejahatan, dia juga mengejar Ling Tian untuk bertanya siapa yang memiliki kekuatan kejahatan lainnya. Dari terakhir yang dia ketahui dari Ling Tian, Han Xiao lah pemimpin dari Delapan Kekuatan Kejahatan.
__ADS_1
"Waktuku tidak banyak, aku hanya akan memberikan memori padamu untuk dihafal lalu kekuatan lengkap dari Pengendali Mayat." Han Xiao tidak banyak bicara lagi, dia segera menyentuh kepala wanita tersebut dan mengirim arahan-arahan serta kekuatan lengkap dari Pengendalian Mayat.
Satu Jam terlewati oleh Han Xiao, akhirnya dia selesai mengirim kekuatan lengkap dari Pengendali Mayat pada wanita tersebut.
"TIngkatkan kekuatanmu, kau boleh bepergian ke Tanah Suci Beladiri, hanya saja ingat kau harus menjaga Benua Angin Selatan, saat Benua ini dalam krisis kau harus datang." Han Xiao tersenyum lebar pada wanita tersebut.
"Baiklah, semuanya selamta tinggal!" Han Xiao melesat kearah Ne Zha.
Ne Zha juga dengan cekatan mengeluarkan Kuai You Shengqi dan masuk kedalamnya, hanya dalam hitungan detik Kuai You Shengqi membelas lautan dan kembali mengudara di langit bebas.
"Huaaaah, akhirnya selesai. Kita akan bestirahat sejenak, lalu menyiapkan persiapan kita sebelum berangkat ke Alam Abadi. Aku sungguh tidak sabar untuk mencari Xing'er." Han Xiao menggosok tangannnya dengan penuh antusias yang sangat tinggi.
"Kau benar, di Alam Abadi nanti, itu adalah panggung sebenarnya dari kita," ucap Ne Zha dengan sebuah senyum kecil.
Han Xiao mengangguk berulang kali, dia sudah tidak sabar untuk ke Alam Abadi, bertemu dengan tunangan masa kecilnya, lalu mencari sosok yang hilang dari dirinya.
****
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1
Update Merdeka : 31/75