Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab161. Kerjasama


__ADS_3

"Selamat datang di Indomei," celetuk Han Xiao ketika melihat tiga sosok dikenalnya datang menghampiri mejanya yang kini tengah makan bersama para gadis.


Ne Zha melemparkan Buah Neraka pada Han Xiao yang mendarat telak pada kepala pemuda riang itu tanpa bisa mengelak, Matriark Chun menangis dalam hatinya ketika melihat sumber daya berharga sekelas Buah Neraka dilempar seperti sebuah apel biasa oleh Ne Zha.


Untuk Fu Daiyu sendiri dia masih mengaggap hal itu wajar karena mengetahui bahwa Ne Zha memiliki ratusan Buah Neraka, belum lagi pemuda itu memiliki metode untuk menumbuhkan Buah Neraka dengan mudah dalam hitungan detik.


Tiga orang itu duduk pada kursi kosong yang terdapat di meja Han Xiao dan lainnya, mereka menekan rune yang terdapat pada meja lalu memesan makanan serta minuman. Teknologi pada Akademi sungguh maju, rune disini digunakan agar para pengunjung kantin tidak perlu menunggu pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka. Mereka hanya cukup menekan tombol rune dan mengucapkan pesanan. Untuk menunya sendiri, Akademi hampir memiliki seluruh masakan yang terdapat di Benua Angin Selatan sehingga pengunjung bebas memesan apapun.


"Apa yang menarik Matriark datang kemari," tanya Han Xiao ringan.


"Tentu saja kerja sama," ucap Matriark Chun seraya tersenyum.


"Ukh..." Han Xiao terbatuk ketika melihat senyum Matriark Chun.


"Bang Han minum ini." Ren Yanyu segera menyodorkan minuman pada Han Xiao.


Seteah tenang Han Xiao menatap kesal pada Matriark Chun, "Matriark, sungguh jika kau terus tersenyum kesahatanku akan terus memburuk."


Matriark Chun tertawa kecil melihat tingkah Han Xiao, "Baiklah aku tidak akan tersenum lebar dihadapanmu."


"Kerja sama apa yang ingin Mariark ajukan?" tanya Su Lihwa dengan penasaran.


Matriark Chun menatap Ne Zha, dia yakin bahwa pemuda itu sudah paham dengan apa maksud dari perkatannya.


Ternyata memang benar, Ne Zha mengangguk ringan sebelum menjelaskan. Dalam Pertarungan Keajaiban nanti, akan ada kemungkinan banyak sekte yang membuat aliansi, sedangkan Sekte musim semi kosong sendiri hanya memiliki satu aliansi yaitu Gunung Giok, namun belakangan ini mereka mendapatkan kabar bahwa Sekte Gunung Giok memutuskan tali aliansi tanpa alasan yang jelas.


Permintaan kerja sama ini bukan hanya sekedar omong kosong karena memang  dibutuhkan, Pertarungan Keajaiban kali ini dilakukan di dimensi lain, dengan kata lain semua peserta yang berada disana bebas melakukan apapun, dan kemungkinan besar untuk mendapatkan poin tertinggi maka sebuah aliansi pasti tercipta disana.


Semua gadis mengagguk paham, sedangkan Han Xiao sediri sudah menebak hal tersebut.

__ADS_1


"Keputusan ada di tangan kalian, apakah kalian ingin bekerja sama atau tidak," tutup Ne Zha seraya menatap seluruh tim nya.


"Menurutku tidak masalah," sahut Su Lihwa.


"Benar, tim kita juga adalah yang paling sedikit karena memiliki delapan orang," ucap Bi Jiao.


"Tidak masalah," ujar Bing Xing.


"Aku sih yes," celetuk Han Xiao.


"Apakah aku bisa memilih?" tanya Xia Shiva.


Semua orang tertawa sebelum mengatakan kata, "Tidak." secara bersamaan.


***


Setelah kedatangan Sekte Musim Semi Kosong, juga mulai berdatangan sekte-sekte lainnya. Mereka adalah sekte yang memiliki jarak terdekat dari Akademi.


Istana Falcon Utara juga mengajukan kerja sama pada tim Han Xiao karena mereka tidak memiliki aliansi dengan sekte manapun, mereka sungguh tertutup dari dunia kutivator ratusan tahun belakangan.


Tak selang dua hari kemudian Kapal Terbang dari Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Ren telah tiba, sempat terjadi kehebohan karena Kekaisaran Ren dan Kekaisaran memiliki dua tim masing-masing yang dipimpin oleh jenius Istana Surga.


Namun semua itu segera teredam ketika kehadiran Kekaisaran Yang memiliki Yang Shui dan Yang Qianfan yang tak kalah mengerikan dari empat jenius dari dua kekaisaran lainnya. Belum lagi mereka teringat bahwa dua warna ganas yang berbuat onar di Kekaisaran Ming tanpa terluka sedikitpun merupakan tim Kekaisaran Yang. Dan dalam tim dua pemuda itu terdapat tiga jenius Istana Surga!


Para sekte yang awalnya percaya diri oleh murid Istana Surga mereka kini terlihat murung, namun mereka juga menyemangati para muridnya agar berjuang sekuat tenaga. Dan mereka juga mengatakan bahwa kekuatan murid sekte lebih kuat dari para jenius kekaisaran.


Hal itu memang tidak dibantah, tapi tetap saja jeius kekaisaran tidak bisa diremehkan, mengingat Han Xiao dan Ne Zha bisa menghancurkan sekte menengah dalam semalam.


Ketika sehari sebelum Pertarungan Keajaiban dimulai, seluruh perwakilan dari berbagai sekte telahg tiba di Akademi, nyatanya Akademi masih sangat luas bahkan setelah diisi oleh ribuan orang dalam sekaligus.

__ADS_1


Akademi menjadi lebih hidup ketika banyak orang yang bermondar-mandir untuk melihat-lihat Akademi sebelum Pertarungan Keajaiban dimulai.


Untuk tim Han Xiao sendiri, mereka hanya terdiam di kamar karena setiap kali mereka keluar, akan banyak murid dari sekte lain mengejar mereka. Sebagian besar dari mereka adalah orang yang menyebutkan sebagai penggemar Han Xiao dan timya dan ada juga sebagian yang membenci Han Xiao dan ne Zha karena ukah mereka terhadap aliran hitam.


"Hais... sulit memang menjadi orang yang tampan," desah Han Xiao seraya memasukan tofu kedalam mulutnya, dia mengunyah dengan kesal.


"Kita hanya bisa menunggu Pertarungan Keajaiban dimulai barulah keluar dari sini," ucap Xia Shiva dengan pasrah.


"Mau bagaimana lagi?" ujar Bi Jiao.


"Entahlah, menjadi penonton seperti ini sungguh menyakitkan," celetuk Ruan Jian seraya mengalihkan pandangannya pada Su Lihwa dan Ne Zha yang tengah bercanda dengan Ren Yanyu penuh bahagia layaknya seorang keluarga muda.


Han Xiao tersenyum kecut, sahabatnya kini telah terbuka dengan tim nya, tidak bersikap dingin seperti sebelumnya. Bahkan dibeberapa waktu sahabatnya itu akan meladeninya bercanda bersama yang lainnya.


"Cup... cup... cup, kalian gadis cantik jangan bersedih seperti itu," ujar Han Xiao seraya meraih Xia Shiva, Bing Xing dan Ruan Jian kedalam pelukannya yang sedang dalam posisi berada didekatnya.


Bi Jiao merengut kesal karena tidak ditarik oleh Han Xiao, gadis itu dengan frontal memeluk Han Xiao, sedangkan Ruan Jian dan Bing Xing terkejut dan segera melepaskan dirinya dari Han Xiao.


"Oh ayolah, kapan lagi aku memeluk kalian para Dewi yang dipuja oleh para kaum lelaki," keluh Han Xiao.


Pemuda itu mendapatkan sebuah pukulan dari Bing Xing dan Ruan Jian, Xia Shiva sendiri terkejut, namun dia tidak bisa melakukan apapum karena merasa tubuhnya sulit bergerak. Bukan karena disegel oleh Han Xiao, tapi ini adalah kali pertamanya dia dipeluk oleh lawan jenis selain ayahnya. Mengingat dia adalah anak tunggal dari Kepala keluarga Bangsawan Xia, pasti tidak ada yang berani menyenuhkan tangan pada tubuhnya.


***


**Crazy Up Awal Arc 3 : 9/9


Semoga kalian puas ya update awal Arc ini. mulai besok akan berjalan Bab reguler 2bab perhari seperti biasanya.


Ingat, jika Pengetik tidak update satu hari maka akan di double dengan besoknya. Karena jadwal online Pengetik tidaklah teratur karena kesibukan dunia nyata😆

__ADS_1


See you!!!


I hope you enjoy**...


__ADS_2