
"Maafkan aku telah membuatmu khawatir," ucap sosok tersebut yang tak lain adalah Han Xiao!
Saat Ne Zha selesai menerima warisan, mereka semua tiba-tiba langsung berpindah ke Istana Xian Chin, lebih tepatnya di depan Portal menuju Menara Tianxia. Namun, kini portal itu menjadi redup seolah mati dan pada saat itu juga Han Xiao mengetahui Xian Chin tidak ada di ruang Kultivasi tertutupnya, dengan pemberitahuan dari Robot yang ada di Istana bahwa Xian Chin pergi ke Wilayah Cahaya Ungu untuk menghentikan invasi di sana, perasaan Han Xiao tiba-tiba menjadi buruk.
Dengan kekuatan Ruang, Han Xiao melakukan teleportasi hingga secepat mungkin untuk tiba di Wilayah Cahaya Ungu dengan panduan dari ingatan yang diberikan oleh Xian Xuenai sebagai pemandu jalan.
Ketika sampai di Wilayah Cahaya Ungu, pemandangan yang pertama kali Han Xiao lihat adalah upaya serangan bunuh diri Yingzi Mao, dengan secepat mungkin Han Xiao menekan dan menghentikan Yingzi Mao.
Hingga saat inilah, dia kembali bertemu dengan Xian Chin. Wanita itu memeluk erat tubuh Han Xiao seolah takut kehilangan andai-andai pelukannya longgar sedikit saja.
"Enam Kaisar Abadi?" Han Xiao mengerutkan keningnya, dia tidak terlalu memperhatikan ini sebelumnya. Namun, saat dia merasakan enam aura yang dipancarkan ke arahnya, tatapan Han Xiao menjadi sangat sengit.
"Baiklah sayangku, kini giliranku mengambil alih pembantaian ini," kata Han Xiao dengan sangat lembut, dia dengan perlahan meminta Xian Chin melepaskan pelukannya dan menitipkan Yingzi Mao yang kini tengah tidak sadarkan diri. Walaupun enggan, tetapi Xian Chin akhirnya melepaskan pelukannya dari Han Xiao dan mengambil Yingzi Mao.
Han Xiao membalikkan tubuhnya, kini tatapannya beralih pada enam Kaisar Abadi dan sepuluh Kaisar yang tersisa. Sinar kekejaman dan hausa darah muncul pada kilatan mata Han Xiao.
"Kalian menyentuh wanitaku dan juga mengotori Wilayah Cahaya Ungu, tidak ada pilihan bagi kalian selain kematian yang mengerikan," desis Han Xiao.
"Kau bocah! Sangat memiliki omong besar, kau pikir siapa kami? Kami adalah enam Kaisar Abadi! Kau kira bisa melawan kami dengan kekuatan kecilmu?" Kaisar Api mencibir penuh ejekan pada Han Xiao.
Han Xiao terkekeh kecil sebelum berkata ringan, "Kekuatan kecilku ini sudah cukup untuk membunuh kalian."
__ADS_1
BOOOOM!!!
Pada detik itu juga aura Han Xiao meledak dahsyat, rambut biru gelapnya terapung serta mata biru gelapnya juga menjadi semakin mengerikan untuk dilihat. Tidak berhenti disitu, Han Xiao juga melepaskan hawa membunuhnya tanpa sedikitpun dia tahan. Perlu diingat Han Xiao telah melakukan pembantaian mengerikan di Menara Tianxia, dengan membunuh Monster-monster kuat. Hawa membunuh Han Xiao benar-benar mengerikan.
Pedang Delapan Kejahatan muncul di tangan kanan Han Xiao, delapan mata pada Pedang Delapan Kejahatan terbuka seluruhnya hingga melepaskan aura haus darah yang sangat tirani.
"Alam Kaisar Abadi!" Kaisar Dewa tercekat saat merasakan aura Han Xiao terus meningkat hingga berhenti pada tingkat Alam Kaisar Abadi.
"Kunci Ruang." Han Xiao menjentikkan jarinya, segera saja Ruang disekitar para Kaisar dan dirinya terasa berbeda. Itu karena telah dibatasi oleh Han Xiao! Tidak ada yang bisa keluar dari Ruang tersebut!
"Dia menyegel ruang?!" Kaisar Serangga terkejut, dia melepaskan serangan dahsyat pada pembatas. Namun, itu bahkan tidak memberikan getaran ringan pada pembatas, apa lagi menghancurkannya. Kaisar Serangga sudah yakin dalam serangan tadi dia tidak menahan sedikitpun kekuatannya.
Tatapan semua Kaisar menjadi gelap, jika Han Xiao mengunci ruang, tidak ada pilihan selain bertarung hingga mati dengannya!
"Kong, kau ingin hiburan?" Saat Han Xiao mengatakan kalimat tersebut, sesosok Kera raksasa muncul di hadapan Han Xiao.
Kera raksasa itu tak lain adalah Kong yang berasal dari Menara Tianxia! Aura yang dilepaskan Kong kini sangat mengerikan. Setelah berkultivasi dan menerima sumber daya dari Han Xiao, dalam satu juta tahun lebih ini Kong berhasil menembus ke tingkat 23, membuat dirinya setara dengan Piqi Baozao!
Enam Kaisar Abadi terkejut saat melihat kehadiran Kong, mereka merasakan tekanan luar biasa dari aura Kong. Sementara sepuluh Kaisar memuntahkan Darah dan berwajah pucat, mereka tidak kuat menahan kehadiran Kong!
"Tuan Han, mereka hanya Kaisar Abadi. Aku bermain dengan mereka hanya akan membunuh mereka dalam sekali gerakan." Kong sangat mengerti Han Xiao, tuannya ini tidak suka membunuh secara langsung. Namun, menyiksa musuhnya dengan cara seburuk apapun, karena selalu bersama Han Xiao. Kong sendiri secara tidak sadar mengikuti gaya Han Xiao dalam membunuh.
__ADS_1
"Kau benar, jika begitu. Tekan tingkatmu hingga tingkat 21, bukankah akan menyenangkan?" saran Han Xiao.
"Hehehe..." Kong tersenyum lebar menerima saran Han Xiao, dia adalah pegila tarung. Bahkan pertemuan pertamanya dengan Han Xiao berlangsung pertarungan yang amat sengit.
Aura Kong menurun hingga berada di tingkat 21, setelah melihat Kong menekan tingkatannya. Han Xiao tersenyum kecil, dia mengalihkan pandangannya pada Xian Chin, bersamaan itu juga dia kembali pada Wujud biasanya, delapan pulau Kejahatan serta Pedang Delapan Kejahatan dia simpan kembali.
"Kau telah dipojokkan oleh mereka, bukankah akan indah melihat mereka dipojokkan oleh seekor binatang?" kekeh Han Xiao.
Xian Chin yang telah mengirim Yingzi Mao ke Bintang Cahaya Ungu tersenyum lembut ke arah Han Xiao, dia mendekati Han Xiao dan melingkarkan tangannya pada pinggang Han Xiao.
"Kau harus memberikan penjelasan karena datang terlambat dan membuatku menderita," ujar Xian Chin.
"Kau ingin penjelasannya di sini atau diatas ranjang?" ucap Han Xiao frontal.
Xian Chin memukul dada Han Xiao, tapi tak menghindari bahwa dia sangat bahagia karena Han Xiao datang pada saat kritis. Jika tidak, dia akan kehilangan Yingzi Mao.
"Monster itu, dia dari Menara Tianxia?" tanya Xian Chin seraya melihat Kong yang menyerang secara sembrono ke arah para Kaisar.
Han Xiao mengangguk dihiasi senyum ketika menceritakan pertemuannya dengan Kong di Menara Tianxia pada Xian Chin. Tidak sampai hanya disana, Han Xiao juga menceritakan petualangannya di Menara Tianxia kepada Xian Chin seraya menonton Kong yang kini tengah bertarung penuh semangat melawan para Kaisar.
Kera raksasa itu sungguh menakutkan, bahkan setelah menekan tingkatannya ke tingkat 21, tetapi hal itu membuat para Kaisar kesulitan dalam menghadapi Kong, ditambah dengan adanya Segel Ruang Han Xiao, mereka dipaksa mengeluarkan segalanya dalam perjuangan bertahan hidup, tidak ada celah untuk melarikan diri.
__ADS_1
"Tidak ada akhir yang baik, kita semua akan mati." Kaisar Air mengeratkan rahangnya, walaupun mereka nanti berhasil menangani Kong, masih ada Han Xiao dan Xian Chin, pada saat itu kekuatan mereka sudah terkuras sementara Han Xiao dan Xian Chin masih dalam kondisi puncak mereka.