
Ne Zha dan Han Xiao mengobrol dan bercanda bersama Yang Shui serta lainnya, mereka membahas baik tentang pernikahan sampai tentang dunia kultivator Benua Angin Selatan yang mulai mendingin.
Bukan tanpa sebab dunia kultivator di Benua Angin Selatan mendingin, kini sudah tidak ada peperangan antar Kekaisaran, juga kini perang antar Sekte bahkan lebih jarang terjadi, itu karena para murid mereka di Akademi damai, belum lagi peringatan dari Han Xiao dan Ne Zha pada aliran hitam sebelumnya ketika Kekaisaran Ming masih ada.
Kini Sekte aliran hitam tidak seperti sebelumnya, biarpun mereka masihlah menggunakan imu yang kejam serta berbagai racun mengerikan, tapi mereka tidak berprilaku seenaknya. Akademi mengumumkan bahwa mereka akan menjaga keseimbangan Benua Angin Selatan, dimana peperangan yang dilakukan hanya karena hal remeh akan dikecam berat oleh Akademi.
Bukan hanya Akademi, Kekaisaran Yang, Sekte Musim Semi Kosong dan Istana Falcon Utara juga menyuarakan hal yang sama. Tiga kekuatan itu bukanlah hal lelucon, Sekte Musim Semi Kosong memiliki Fu Daiyu yang berada di Alam Dewa, tidak perlu disebut untuk Akademi yang memiliki dua Alam Dewa serta Dua Petapa yang berdiam disana.
Kekaisaran Yang dan Istana Falcon Utara juga tidak bisa diremehkan, Kaisar Yang dikabarkan akan segera menembus Alam Dewa, Kaisar Yang tinggal menunggu datangnya Petir Penyucian, sedangkan Istana Falcon Utara juga memiliki sosok kuat yang hanya dibawah Kaisar Yang, yaitu Patriark Donghai yang berjulukan kaisar Es.
"Baguslah keadaan Benua Angin Selatan membaik, kuharap kalian bisa terus menjaganya selama kami pergi," ucap Ne Zha.
"Kalian benar-benar akan menuju Benua Kayu Tengah?" tanya Yang Shui dengan enggan.
Han Xiao mengangguk untuk membenarkan, "Jika Benua Kayu Tengah ditaklukan, maka Ras Iblis akan menginvasi empat Benua lainnya, Benua Angin Selatan juga termasuk kedalamnya, tentu itu bukan hal yang ingin aku lihat," ucap pemuda tersebut.
"Aku akan ikut bersamamu," ujar Yang Shui.
"Aku juga." Yang Qianfan angkat suara.
Biarpun Bing Xing, Bing Kong dan Xi Wang tidak bersuara, tapi tekad pada wajah mereka menunjukan bahwa mereka ingin ikut dalam peperangan melawan Ras Iblis di Benua Kayu Tengah.
Han Xiao dan Ne Zha saling bertatapan, mereka merasa tersentuh oleh tekad dari teman-teman mereka ini.
__ADS_1
Ne Zha menarik napasnya seraya memejamkan matanya dengan lembut sebelum membuka matanya dan menatap para jenius muda dihadapannya ini, "Kalian tidak bisa mengikuti kami..."
"Kenapa Zha?! APakah kami lemah?!" Yang Shui memotong perkataan Ne Zha.
"Shui dengarkan dulu," ujar Han Xiao lalu mengangguk pada Ne Zha.
"Ras Iblis bisa saja sudah masuk kedalam lingkungan kita, belum lama ini ketika Han Xiao melakukan perjalanan, dia berhasil menangkap Iblis Muda. Dengan keberadaan Iblis itu disini, sudah pasti dia tidak sendiri, mengingat perjalanan yang harus ditempuh melewati laut bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh Iblis muda yang memiliki kultivasi rendah sepertinya," jelas Ne Zha dengan perlahan.
Yang Shui dan lainnya terdiam, sedangkan Bing Xing sudah mengetahui hal ini, jadi dia tidak terkejut seperti yang lainnya. Manusia mana yang sanggup bertahan dari tinju mengerikan yang dilayangkan Han Xiao?
"Kau berbohong?" Yang Shui menatap Ne Zha lalu Han Xiao bergantian.
"Tidak, mereka tidak berbohong, aku sendiri yang menjadi saksi mata Han Xiao menangkap Iblis tersebut." Bing Xing angkat suara dan segera menceritakan kejadian di Penginapan Es Abadi.
"Jika dia manusia, sudah jelas walaupun dia memiliki Kultivasi Alam Inti Kosong, aku tidak yakin akan bertahan dari kekuatan mengerikan yang dilepaskan oleh Han Xiao, mengingat Han Xiao telah melangkah ke Alam Raja, bukan tidak mungkin dia bisa membunuh kultivator Alam Inti Kosong hanya dengan jentikan jari, saat berada di Ekspansi Istana saja mampu menyiksa Alam Dewa dengan mudah," tutur Bing Xing.
Hanya segelintir orang saja yang mengetahui kebenarannya, dan Yang Shui serta lainnya adalah salah satunya.
"Lalu dimana dia?" tanya Yang Shui.
"Ah karena kalian membahas dia, aku jadi teringat untuk mencongkel informasi darinya. Baiklah ayo kita menuju ruang hukuman," ajak Han Xiao seraya melangkah keluar dari ruangannya menuju ruang dulu tempat dia memberikan 'hukuman' pada Mo Yanjing.
Yang Shui dan lainnya segera mengikuti Han Xiao, mereka penasaran berasal dari Ras mana Iblis yangditangkap oleh Han Xiao.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di ruang hukuman yang Han Xiao katakan, sesampainya disana Han Xiao segera melambaikan tangannya, sesosok pemuda muncul dihadapan mereka dengan wajah yang sangat pucat.
"Kau tidur dengan nyenyak?" Han Xiao tersenyum riang.
"Kepalamu tidur nyenyak!" Pemuda ras Iblis itu mengutuk ketika bertemu dengan Han Xiao, selama dikurung, dia mendapatkan siksaan dari kultivator Alam Dewa yang melampiaskan amarah padanya. Seolah belum selesai, dia dipaksa masuk kedalam sebuah pagoda mengerikan.
Di dalam Pagoda itu dia bertemu dengan sosok orang tua yang memiliki Mata Dewa, disana dia disiksa melalui tidurnya, dia bermimpi yang sangat menakutkan dan buruk baginya. Siksaan dari kultivator Alam Dewa sebelumnya terasa ringan jika dibandingkan dengan mimpi buruk didalam Pagoda sana.
"Mulutmu kasar sekali." Han Xiao menjentikan jarinya lalu tiba-tiba mulut pemuda itu mengalami pendarahan.
Sebagai pemilik Istana Dao, dia memiliki kendali atas apa yang ada dalam Dao, pemuda itu bagian dari Alam, begitu juga manusia, Han Xiao bisa melakukan hal apapun pada orang yang lebih lemah darinya tanpa menggerakan sedikitpun posisinya.
"Aku disini ingin mencongkel informasi darimu, kau pasti tidak datang sendirian kesini, dimana Raja Iblismu?" ujar Han Xiao.
"Cih, bahkan jika kau melakukan siksaan lebih mengerikan dari sebelumnya, aku tetap akan menutup mulutku!" Pemuda Iblis itu meludahkan darah yang mengalir pada mulutnya ke lantai seraya menatap sinis pada Han Xiao.
"Kau yang memintanya," ucap Han Xiao dengan santai, pemuda berambut biru itu dengan riang dan santai menyentuh kepala pemuda tersebut.
Seketika saja tubuh pemuda itu mengejang ketika kepalanya bersentuhan dengan tangan Han Xiao.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Yang Qianfan pada Ne Zha, dia mengetahui bahwa tidak ada yang baik dari penyiksaan yang diberikan oleh Han Xiao.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 06/14
Update Merdeka : 08/75