
BAAAM!!!
BOOOM!!!
Pertukaran serangan dari Gao Kou dan Yun Yingjun sungguh menakjubkan untuk menjadi tontonan, pertarungan dua jenius Istana Surga memang patut diacungi jempol, bebrbeda seperti sebelumnya, para jenius Istana Surga ini belum memiliki bentrokan yang sengit karena lawan mereka adalah jenius Istana Bumi yang berada di tingkat lebih rendah dari mereka.
Namun pertarungan kali ini mereka mengeluarkan kekuatan terkuat mereka untuk saling menyerang, baik Gao Kou atau Yun Yingjun tidak ingin kalah, itu karena pertarungan kali ini menentukan mereka untuk mendapatkan kursi Kelas S.
"Cambukan Tali Neraka!" Gao Kou menarik tali neraka di tangannya dan mengumpulkan mereka hingga menebal lalu menyambukan kearah Yun Yingjun.
Yun Yingjun mendengus melihat apa yang dilakukan oleh Gao Kou, "Tapak Angin!" Yun Yingjun melakukan Ilmu Sihir Angin dan menyerang dengan serangan tapak pada cambuk tali neraka milik Gao Kou.
BAAAAM!!!
Sekali lagi suara ledakan keras terjadi oleh pertukaran jurus mereka berdua, dua pemuda itu terbang mundur ke belakang karena gelombang kejut dari serangan mereka sangatlah kuat.
Yun Yingjun segera menggunakan Langkah Awan, tubuhnya segera melayang ringan, dalam hembusan berikutnya Yun Yingjun maju menyerang Gao Kou yang kini tengah menyeimbngkan diri.
"Tapak Angin!" Yun Yingjun kini menyerang lebih kuat dari sebelumnya, dalam posisi Gao Kou yang kini tengah terpojok, dia ingin menjatuhkan Gao Kou kebawah panggung pertarungan dan mengakhiri dengan sangat cepat.
Sungguh sial bagi Gao Kou, dia sangat lemah dalam pertahanan karena terbiasa bertarung jarak jauh menggunakan Tali Neraka, ketika serangan mendadak dari Yun Yingjun yang sangat kuat, dia belum sempat mengumpulkan Tali Neraka yang berceceran untuk menahan serangan Yun Yingjun. Ingin menghindarpun Gao Kou tidak melihat celah, hal yang bisa dilakukannya saat ini adalah melawan dengan kekuatan yang dia bisa.
Gao Kou mengumpulkan Qi pada lengannya, segera saja serangan dari Yun Yingjun menarat pada pergelangan tangan dari Gao Kou yang sedang dalam posisi bertahan.
BOOOOM!!!
__ADS_1
Ledakan ini lebih besar dari sebelumnya, Yun Yingjun mengeluarkan kekuatan dari Istana Takdirnya untuk memberikan kekuatan tersebesarnya, dia sangat bertaruh pada serangan ini, jika gagal. Maka kekalahannya sudah pasti, itu karena dia menggunakan seluruh kekuatannya pada tapak ini.
Tubuh Gao Kou terpental hingga keluar dari panggung pertarungan dan menabrak dinding podium penonton hingga menciptakan sebuah retak yang sangat besar, tubuh Gao Kou bahkan sedikit tertanam kedalam dinding podium tersebut.
Mata Yun Yingjun memunculkan sebuah cahaya kesenangan dan kelegaan yang sangat besar, dia berhasil dalam serangan tadi, wasit segera mengumumkan kemenangan dari Yun Yingjun, setelah mendengar pengumuman kemenangannya, Yun Yingjun berjalan turun dari Panggung Pertarungan.
Bruk...
Tubuh Yun Yingjun ambruk terjatuh, segera wasit yang terdekat menghampiri dan memeriksa kondisi Yun Yingjun.
"Dia kehabisan Qi dan tenaganya, bawa dia ke ruang perawatan," ujar wasit pada tim medis yang juga sedang menggotong Gao Kou yang kehilangan kesadaran juga.
Pertarungan pertama ini sungguh menarik karena berakhir secara singkat, pun dengan kedua peserta berakhir dengan tidak sadarkan diri.
"Sepertinya akan menarik," komentar Su Lihwa seraya memasukan makanan bernama jagung ledak yang dibuat oleh Ne Zha. Nama jagung ini seperti proses pembuatannya, ketika digoreng, jagung itu akan meledak dan mengembang beberapa kali lipat, Ne Zha mengatakan bahwa makanan ini sangat cocok untuk menemani menonton pertarungan.
"Kenapa dia ada disini?" ujar Han Xiao heran.
"Kau mengenalnya?" Ne Zha bertanya pada Han Xiao.
Han Xiao menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mengenalnya, tapi aku pernah melihatnya dan eerrr..." Han Xiao bingung apakah harus menceritakan bahwa gadis itu yang dia selamatkan dari kekejaman gadis lainnya yang menjadikan gadis jahat itu korban pelampiasannya di hutan saat dalam keadaan mengamuk.
Ne Zha menggelengkan kepalanya ringan ketika Han Xiao tidak ingin menjelaskan lebih jauh.
"Gadis itu adalah orang yang ditolong oleh Han'gege di hutan saat berburu Siluman dari gadis yang disana," Xiao Wushuang menyeletuk ringan seraya menunjuk kearah gadis berjubah ungu di tempat lain. "Dan memper... mmph...!"
__ADS_1
Mulut gadis kecil itu segera disumpal makanan oleh Han Xiao, "Mulutmu sungguh seperti ember bocor," ketus Han Xiao kesal.
Xiao Jiang mengunyah habis makanan yang ada di mulutnya, gadis itu menatap penuh jenaka pada Han Xiao, "Han'gege memper..."
Sekali lagi Han Xiao menyumbat mulut gadis kecil itu dengan makanan, "Jika kau berani mengatakan hal itu lagi aku yakin berikutnya bukan makanan yang masuk kedalam mulutmu." Han Xiao mengeluarkan kaos kakinya.
Wajah Xiao Wushuang segera memucat, "Aku akan tutup mulut! Aku akan tutup mulut!" seru Xiao Wushuang segera menutup mulutnya dengan tangan dan segera bersembunyi di belakang Xiao Jiang.
"Anak baik." Han Xiao kembali menggunakan kaos kakinya dan mengelus kepala Xiao Jiang.
Han Xiao tidak menyadari pandangan gadis diatas panggung pertarungan tengah menatap padanya, masih ingat dalam kepalanya sosok penyelamat di hutan beberapa bulan yang lalu, jika bukan karena pemuda itu, dia tidak yakin akan terus bertahan dibawah siksaan gadis berjubah ungu itu, juga karena penyelamatan itulah tekadnya untuk menjadi lebih kuat membara, dibawah pelatihan yang ketat, kini dia memiliki Istana Surga yang diimpikan oleh banyak Jenius dan bisa berdiri disini, di panggung pertarungan final untuk masuk kelas S.
"Siap?" Wasit menyadarkan lamunan gadis tersebut.
Gadis itu segera terbangun dari lamunannya dan mengangguk untuk memberi tanda bahwa dia telah siap.
Mata gadis itu segera berubah, dari lembut kini menjadi sangat dingin menatap lawannya dalam pertarungan final ini. Pemuda dihadapannya menatap penuh celaan pada gadis tersebut.
"Sungguh memalukan aku harus bertarung denganmu, seorang pelac*r!" Pemuda itu segera menyerang secara verbal.
Gadis itu tidak marah, memang kekuatan di belakangnya adalah rumah bordil terkenal di Benua Angin Selatan, yaitu Pavilium Bunga Malam. Tapi satu hal yang tidak banyak orang ketahui adalah Pavilium merupakan sebuah organisasi pembunuh terbesar di Benua Angin Selatan, kekuatan Pavilium Bunga Malam sendiri bahkan mnyamai sekte sebesar Gunung Giok. Hampir merata dengan Sekte Musim Semi Kosong, jika Fu Daiyu tidak menembus ke Alam Dewa beberapa waktu yang lalu.
"Jika kau tidak sudi bertarung denganku, maka silahkan turun," jawab gadis itu dengan senyum yang sangat tenang, sebagian besar orang ini akan memiliki pikiran bahwa dia menjalani manual kultivasi umum yang diberikan pada anggota Pavilium Bunga Malam yang mengharuskan menghilangkan keperawanan mereka.
Tapi gadis itu mendapatkan sebuah manual kultivasi khusus dari Matriark Pavilium Bunga Malam, dan kondisi khusus dari manual itu mengharuskan pengguna adalah perawan, jika tidak. Maka semuanya akan sia-sia bahkan jika gadis itu berlatih ribuan tahun.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 13/14