
Selepas mengurus Diqiu Zongli, baik Han Xiao dan Ne Zha kembali kedalam Kuai You Shengqi untuk melanjutkan perjalanan yang sempat terganggu, wajah Han Xiao juga sudah bersinar riang lagi tidak kesal karena ada orang yang menyerang mobil kesayangannya.
Ne Zha sendiri kembali tidur setelah memakan satu porsi tofu dan segelas susu kedelai, tubuh Ne Zha sedikit bergidik ketika merasakan aura mengerikan yang terpancar padanya. Bukan sebuah kekuataan yang mengerikan namun itu membuat dia sedikit ketakutan. Tidak tahu apa itu namun dia yakin aura itu terpancar dari Su Lihwa. Ne Zha memilih tidur karena tidak paham kenapa gadis itu sedikit menegerikan hari ini.
"Hmph..." Su Lihwa mendengus kesal ketika melihat Ne Zha yang tertidur lagi, dia kesal karena belum ada ucapan selamat dari tunangannya itu karena dia berhasil mendapatkan Istana Surga dan memiliki Sembilan Istana Takdir.
Su Lihwa gagal membuka Istana Takdir kesepuluhnya karena dia tidak bisa melawan ketakutannya, yang merupakan takut kehilangan akan sosok yang kini tengah tertidur seolah tidak memiliki dosa.
Jika Ne Zha mengetahui kegagalan Su Lihwa membuka Istana Takdir kesepuluh mungkin pemuda itu akan terkejut hingga muntah darah.
Perjalanan kali ini berjalan sangat mulus, tanpa sedikitpun gangguan, dengan kecepatan yang dikendalikan oleh Han Xiao. Kuai You Shengqi kini sudah memasuki daerah Benua Tengah yang bernama Longfeng, daerah Longfeng adalah tempat dimana Akademi Naga dan Phoenix berdiri.
"Akhirnya sampai..." Han Xiao meregangkan ototnya.
***
Kaisar Yang Qian tercengang ketika aura Han Xiao dan Ne Zha melesat dengan cepat melewati Titan yang sedang terbng dengan cepat, pria itu tersenyum kecut dan mau tidak mau mengakui bahwa apa yang dikatakan Han Xiao sebelumnya memang benar adanya.
Lagi-lagi Kaisar Yang Qian terkejut ketika satu minggu perjalanan dan menemukan sebuah kapal terbang yang hancur berantakan, saat dia memeriksa kapal tersebut ternyata milik sekte aliran hitam bernama sekte jurang racun. Hal yang membuat Kaisar Yang Qian berkedut adalah adanya aura kehancuran Han Xiao dan aura elemen dari Ne Zha yang tertinggal disini.
"Hais anak dua itu, mereka akan bertarung di Pertarungan Keajaiban namun sudah buang-buang energi disini." Yang Shui yang juga mengecek kapal tersebut menggelengkan kepalanya pelan.
Sedangkan sosok pemuda berjubah santai berwarna emas disampingnya hanya diam dan mengamati kapal tersebut, pemuda itu tak lain adalah Yang Qianfan. Dia menahan napasnya ketika menemukan jasad Patriark sekte jurang racun. Sebagai orang yang pernah berhadapan dengan Han Xiao dia Sangat hafal dengan aura Han Xiao, dan sudah jelas pada leher Patriark itu terpotong oleh tangan Han Xiao sendiri.
__ADS_1
"Sudahlah, ayo kita lanjutkan perjalanan," ajak Kaisar Yang Qian, sejujurnya dia sedikit menyayangkan karena tidak menemukan jasad murid yang dirumorkan mendapatkan Istana Surga dan membentuk Sepuluh Istana Takdir, jika saja murid itu mati maka itu akan menjadi hal yang sangat baik untuk pihak Kekaisaran.
Yang Shui dan Yang Qianfan mengangguk ringan lalu mengikuti Kaisar Yang Qian untuk kembali ke Titan.
Tiga hari selanjutnya Kaisar Yang Qian mendapatkan kabar bahwa sekte jurang racun telah dihancurkan oleh Petapa Gila, sebuah senyum terulas disudut bibir Kaisr Yang Qian, kini dia yakin bahwa murid jenius dari sekte jurang racun tidak akan mengikuti Pertarungan Keajaiban.
Memang benar apa dugaan Kaisar Yang Qian tentang Diqiu Zongli tidak akan mengikuti Pertarungan Keajaiban, namun dia salah menduga Diqiu Zongli mati. Karena pemuda itu aman sehat dan bahkan bertmbah kuat, tapi hal pasti adalah Diqiu Zongli tidak akan berada di pihak oposisi dengan Kekaisaran Yang karena Diqiu Zongli merupakan pasukan dari Han Xiao.
Kabar mengejutkan lainnya datang, berita itu berisikan tentang ketidak ikut sertaan Kuil Intan Matahari, hal ini membuat banyak pertanyaan kenapa kelompok biksu itu tidak mengirim murid mereka ke Akademi. Namun penjelasan dari Mahaguru Kuil Intan Matahari tentang Kuil Intan Matahari akan menutup diri dari dunia Kultivator sudah cukup membungkam sebagian banyak orang. Ada orang yang menyayangkan karena kuil tersebut tidak ikut serta, namun banyak orang yang puas karena Kuil Intan Matahari tidak ikut serta.
Walaupun terlihat enteng, tetapi Kuil Intan Matahari adalah kekuatan yang sangat besar dan tidak bisa dihadapi dengan mudah wlaupun itu hanya sekedar muridnya saja. Sudah terbukti dari salah satu murid mereka yang bernama Wu Long yang membasmi banyak Binatang Iblis dan Siluman di Kekaisaran Yang dan Kekaisaran Ren seorang diri.
***
"Wooaaaaah... indah sekali!!!" Ren Yanyu terpana melihat Akademi Naga dan Phoenix.
Juga posisi Akademi Naga dan Phoenix dikelilingi oleh sebuah sungai, terdapat beberapa air terjun disekitar Akademi. Hal itu menambah kesan indah pada teritori Akademi.
Ne Zha memimpin jalan manuju gerbang, disana terdapat beberapa penjaga yang tengah berdiri tegak.
"Selamat datang wahai pendekar muda, silahkan kemari untuk mengisi data," sambut seorang pria paruh baya ketika Ne Zha dan lainnya masuk kedalam gerbang.
__ADS_1
Pria paruh baya itu terduduk dibalik meja, dia menyodorkan sebuah kertas dan pena bulu pada Ne Zha.
Han Xiao dan para gadis mengerubungi Ne Zha untuk melihat isi kertas tersebut, disana tertulis beberapa hal seperti nama tim, perwakilan dari kekuatan mana, serta nama-nama anggota dalam tim tersebut.
"Apa nama tim kita?" tanya Xia Shiva.
Gadis lainnya menanyakan hal serupa pada Han Xiao, karena menurut mereka Han Xiao lah yang harusnya memberi nama pada tim karena mereka disini bagian tim dari tim yang dipimpin oleh Han Xiao.
"Tim Penguasa Generasi," kata Ne Zha singkat.
"Penguasa Generasi." Ren Yanyu mengulang nama tim yang dikatakan oleh Ne Zha.
"Nama yang keren, aku suka," sahut Xia Shiva.
"Bukankah terlalu mendominasi?" tanya Bing Xing.
"Terlalu berat untuk nama tim ini," ucap Su Lihwa.
"Tidak, kalian sangat cocok dengan nama tim ini." Pria paruh baya tadi mengeluarkan pendapatnya seraya tersenyum lebar, jelas dia melihat bahwa ada dua jenius Istana Surga dan dua Istana Bumi yang kuat dari biasanya. Belum lagi dua pemuda dihadapannya ini bahkan tidak bisa dia baca apa Istana yang dimiliki oleh dua pemuda tesebut.
Ne Zha segera mengisi data tersebut, untuk nama tim dia isi dengan nama Penguasa Generasi, perwakilan sendiri Ne Zha isi kekaisaran Yang. Sedangkan nama dia serahkan pada masing-masing. Ada satu hal yang dia sayangkan, biksu muda yang sempat berburu Siluman bersama timnya, jika saja Wu Long ada maka akan bertambah seru.
Namun Ne Zha mendengar bahwa Kuil Intan Matahari menutup diri, jelas dia tahu apa yang terjadi pada Kuil tersebut, namun dia tidak banyak berpikir karena masih belum bisa melakukan apapun untuk membantu.
__ADS_1
***
Crazy Up Awal Arc 3 : 5/9