
"Yang Mulia telah datang! Kerahkan seluruh kekuatan kalian!" Pasukan Alam Semesta Waktu berbeda dengan pasukan Aliansi yang takut terkena serangan Kaisar mereka sendiri. Pasukan Alam Semesta Waktu justru tidak perduli dengan nyawa mereka, itu karena mereka memiliki pikiran. Mereka diberi hidup oleh Xian Chin, mereka diberi kekayaan oleh Xian Chin, diberi kekuatan oleh Xian Chin. Hidup dan mati mereka untuk Xian Chin!
Semangat pasukan Alam Semesta Waktu membara hingga membuat musuh gentar, berbagai serangan diluncurkan untuk terus membunuh musuh. Karena dua Kaisar tengah berbentrokan dengan Xian Chin, pasukan kecil seperti mereka tidak takut lagi dibunuh secara cuma-cuma oleh Kaisar Air dan Kaisar Api.
"Yingzi, bantu perang disana, jangan tahan kekuatanmu, bunuh sebanyak mungkin." Xian Chin memerintahkan Yingzi Mao yang berada dalam bayang-bayangnya.
"Tapi Yang Mulia." Yingzi Mao sedikit ragu karena kini yang dihadapi oleh Xian Chin bukan hanya satu Kaisar Abadi, tetapi dua!
"Kau meremehkanku?" Xian Chin memiringkan kepalanya.
"Tidak Yang Mulia." Segera saja Yingzi Mao melesat pergi ke medan perang untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Xian Chin.
Tatapan Xian Chin beralih pada dua Kaisar yang kini berada sangat jauh dari Bintang Cahaya Ungu, dalam satu kedipan mata. Xian Chin muncul dalam jarak seratus meter dengan kedua Kaisar. Tanpa basa-basi Xian Chin melepaskan sebuah serangan Tapak yang sangat mengerikan.
"Tapak Pengoyak Waktu!"
Kedua Kaisar mencibir, jika itu mereka yang belum menerobos ke Alam Kaisar Abadi, mereka tanpa pikiran apapun akan lari sejauh mungkin. Namun, kini mereka berbeda karena memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan Xian Chin.
"Ombak kematian!" Kaisar Air melakukan tendangan, dari tendangannya ombak besar tercipta dengan sangat mengerikan.
"Semburan Naga Api!" Kaisar Api menyatukan lalu memajukan tangannya pada saat itu juga semburan Api mengerikan keluar dari kedua tangannya bagaikan Naga yang marah melonjak menuju Xian Chin.
Xian Chin menatap dingin pada kedua serangan musuh, dia melakukan serangan lain pada saat bersamaan, tidak hanya diam pasif. Bukan hanya satu, tetapi Xian Chin dengan kekuatan Waktu melepaskan berbagai serangan dalam waktu singkat.
Wajah Kaisar Air muram, inilah yang membuat Xian Chin menjadi Kaisar terkuat diantara seratus Kaisar di Alam Abadi, dengan Unsur waktunya dia bisa melepaskan berbagai serangan sesingkat mungkin. Xian Chin memiliki ruang waktu sendiri yang terpisah dari dunia luar, dan itu bisa diatur sesuai dengan keinginan Xian Chin.
__ADS_1
BAAAAAAAAAAAANG!!!
Serangan mereka beradu, beruntung itu sangat jauh dari medan perang sehingga para pasukan baik dari Aliansi ataupun Alam Semesta Waktu tidak musnah dalam sekejap. Namun, serangan itu membuat ratusan Bintang yang berada di dekat mereka hancur luluh lantah. Hanya Bintang Cahaya Ungu yang bertahan tanpa sedikitpun gangguan. Dari kejauhan walaupun tidak keseluruhan Pasukan mati, tetapi yang memiliki jarak dekat dengan pertempuran Xian Chin melawan dua Kaisar langsung hancur menjadi debu.
Pertukaran mereka sungguh sangat mengerikan! Bahkan Bintang tingkat 4 dan 5 tidak lolos dari kehancuran.
Setelah ledakan itu, tiga sosok masih melayang dengan tenang di tengah-tengah ledakan, seolah hal besar tadi tidak mengganggu mereka sama sekali.
"Kalian ingin mati? Baiklah aku akan mengabulkannya," desis Xian Chin seraya menyerbu ke arah Kaisar Air dan Kaisar Api.
"Kau melebih-lebihkan dirimu sendiri!" dengus Kaisar Air seraya menyambut serangan Xian Chin.
Kaisar Api bagaimanapun memiliki tempramen kasar dan membara, dia tidak tahan dengan Xian Chin yang meremehkan mereka, dia juga bergabung dengan Kaisar Air untuk mulai menekan Xian Chin.
Yingzi Mao yang kini tengah melakukan pembantaian menatap pertarungan Xian Chin, wajahnya menunjukkan kekhawatiran, walaupun dia yakin dengan kekuatan Xian Chin. Namun, bagaimanapun lawan Xian Chin adalah dua Kaisar Abadi!
"Kau adalah Pemimpin Ras Pembunuh Bayangan! Cepat pergi atau para Kaisar lain yang sedang dalam perjalanan akan membunuhmu!" Seseorang tiba-tiba berteriak saat melihat Yingzi Mao.
Alis Yingzi Mao terangkat saat mendengar teriakan itu, tidak ada yang mengetahui Ras Pembunuh Bayangan selain Xian Chin, Xian Xuenai dan beberapa orang saja. Namun, siapa orang ini hingga mengetahui Ras Pembunuh Bayangan?
Saat melihat wajah orang yang berteriak padanya Yingzi Mao langsung teringat, itu adalah Matriark Xiu dari Alam Semesta Air.
Matriark Xiu adalah guru Shuiyu, bagaimanapun dia dilahirkan dan dibesarkan di Alam Semesta Air, jadi mau tidak mau harus mengikuti perang ini, atau tidak seluruh Sekte-nya akan dihancurkan.
"Para bedebah itu sedang menuju kemari?" Kilatan mengerikan muncul pada mata Yingzi Mao.
__ADS_1
"Ya, mereka akan tiba dalam waktu dekat, aku mendengar Jendral menghubungi markas Aliansi pusat tentang rencana pembunuhan untuk Yang Mulia Xian Chin," sahut Matriark Xiu.
Yingzi Mao yang sebelumnya hanya menggunakan cakarnya untuk membunuh, kini mengeluarkan sepasang pisau berwarna merah darah, mata kucingnya kini menjadi sepenuhnya merah. Kilatan mengerikan pada matanya terarah pada pasukan Aliansi yang masih berjumlah jutaan orang.
"Kalian yang ingin mati lebih cepat." Selesai mengucapkan kalimat tersebut, Yingzi Mao menghilang dari pandangan Matriark Xiu, detik berikutnya medan perang yang sebelumnya hiruk pikuk menjadi hening secara mendadak.
Kegelapan bayangan memenuhi medan perang, pada saat itu juga jutaan pasukan Aliansi terbunuh dalam sekejap, menyisakan Jendral yang kini sedang menatap horor diatas Kapal perang.
Matriark Xiu menarik napas dingin melihat pembantaian singkat yang dilakukan oleh Yingzi Mao, Matriark Xiu merasakan dari aura yang dilepaskan oleh Yingzi Mao, itu berada di tingkat Alam Kaisar! Yingzi Mao adalah Kaisar!
Melihat orang-orang dari Sekte-nya selamat, Matriark Xiu menghela napas panjang. Pilihan yang dia pilih benar-benar tepat, jika saja dia sempat ragu untuk memihak pada Alam Semesta Waktu, kemungkinan Sekte-nya juga terbantai oleh Yingzi Mao.
"Bawa orang-orang Sektemu pergi ke Bintang Cahaya Ungu." Suara Yingzi Mao berdering di kepala Matriark Xiu.
Tanpa ragu Matriak Xiu memanggil seluruh Murid dan Tetua Sekte-nya untuk pergi ke Bintang Cahaya Ungu.
Jendral yang melihat Matriark Xiu membawa murid dan Tetua Sekte-nya ke Bintang Cahaya Ungu bersama dengan pasukan Alam Semesta Waktu menggeram marah, dengan melihat tidak adanya anggota Sekte Matriark Xiu digores oleh pembantaian Yingzi Mao, jelas ini adalah pengkhianatan!
"Xiu! Beraninya kau berkhianat!" teriak salah satu Jendral dari atas kapal perang.
Belum sempat dia memaki lagi, detik berikutnya pemandangan yang dilihat oleh Jendral itu adalah tubuh tanpa kepala, tubuh itu sangat dia kenal, karena tersebut adalah tubuhnya sendiri! Segera saja kegelapan memenuhi sang Jendral. Dia telah mati!
***
Update Dua Penguasa vol2 : 4/5
__ADS_1