
Yang Shui berhasil masuk kedalam air terjun, ternyata dibalik air terjun yang sangat deras yang besar itu terdapat sebuah gua raksasa, pandangan gadis itu terpana ketika melihat sekelilingnya terdapat berbagai stalaktit yang berwarna warni, gua ini terlihat sangat hidup! Pula ada berbagai ukiran di dinding gua yang terlihat seperti sebuah wilayah.
Langkah gadis itu terus berjalan mengikuti jalan setapak dalam gua tersebut, berkali-kali Yang Shui berdecak kagum, dia seolah sedang berjalan diantara hamparan dunia. Namun dalam versi kecilnya.
"Tempat apa ini?" gumam Yang Shui setelah cukup mengagumi seluruh isi gua, tidak! Dia belum cukup mengagumi semuanya, tapi kini dia lebih terkendali akan keindahan yang tampil dihapannya ini.
"Ini adalah Dunia yang kusebut, Kesunyian." Seorang gadis yang menggunakan jubah merah longgar bermotifkan bunga muncul secara tiba-tiba di belakang Yang Shui dan meraih lembut pundak Yang Shui.
Sontak saja yang Shui terkejut, bahkan gadis itu melompat karena keterkejutannya.
Gadis berjubah merah itu tertawa ketika melihat Yang Shui terkejut, suara tertawa dari gadis itu sangat indah, Yang Shui bahkan sampai terlena karena suara gadis tersebut sangatlah luar biasa.
Yang Shui mengamati gadis yang barusaja datang mengejutkannya itu, gadis tersebut menggunakan sebuah tudung dan cadar. Hanya bagian mata saja yang terlihat, tapi Yang Shui sudah bisa melihat kecantikan luar biasa dari gadis itu walaupun tertutup oleh cadar tipis. Dari matanya saja sudah terlihat sangat menakjubkan!
"Si-siapa kau?" Yang Shui sedikit mengambil jarak, tapi ekspresinya masih tenang walaupun terpasang sedikit heran dan wapada.
"Aku." Gadis berjubah merah itu menunjuk dirinya sebelum menggelengkan kepalanya ringan. "Kau tidak perlu mengetahui siapa aku, kau hanya akan mengetahui satu hal." Lanjut gadis itu dengan senyum misterius.
"Apa?" Yang Shui merasa sangat penasaran.
"Kekuatan, aku akan memberimu kekuatan." Gadis berjubah merah itu menjawab dengan santai dan ringan.
Alis Yang Shui berkerut bertanda dirinya semakin bingung, seharusnya dia sudah mati, dan kini akan melakukan hukuman atas dosa yang ditanggungnya. Tapi siapa sangka dirinya kini sampai di tempat luar biasa menakjubkan ini, juga bertemu sosok yang sangat luarbiasa dihadapannya yang menawarkankekuatan besar padanya.
Tentu saja Yang Shui bisa dengan sangat cepat tenang, dia akan memilih mengikuti arus terlebih dahulu seperti yang biasa dia lakukan, jika jalannya salah, maka dia akan menjadi ombak yang melawan arus.
__ADS_1
Yang Shui menanyakan atas apa gadis dihadapannya ini menawarkan kekuatan besar padanya, lagipula, bukankah tubuh aslinya sedang terbaring sekarat di dunia nyata? Atau bahkan tubuhnya itu sudah matidan keluarga Kekaisaran sedang melakukan upacara kematian untuknya. Mengingat hal tersebut, Yang Shui menjadi sedikit merasa sedih dan miris. Cita-cita dan mimpinya belum tercapai, tapi dia harus gugur di tengah jalan yang baru dia tempuh.
"Janganlah bersedih." Gadis berjubah merah itu menyentuh lembuh pipi Yang Shui dan menghapus jalur air mata yang barusaja keluar dari mata indah Yang Shui. Dia menjelaskan bahwa tubuh Yang Shui diluar sana sudah sembuh dan sehat, tidak ada lagi Racun Iblis, bahkan tubuhnya lebih kuat dari sebelumnya.
Gadis itu menjelaskan bahwa Ne Zha lah yang melakukan penyembuhan padanya, sedikit tidak percaya pada gadis itu, Yang Shui mulai menjauh sedikit demi sedikit.
"Terserah padamu, apakah kau percaya atau tidak. Aku disini akan memberitahumu, terimalah kekuatan dariku dengan tangan terbuka lebar, atau aku akan memaksanya masuk dalam dirimu, jangan biarkan pilihan kedua terjadi. Karena, jika itu sampai terjadi. Kau tidak akan memiliki kendali atas dirimu, berbeda dengan pilihan pertama, kau sepenuhnya dirimu, tidak bisa diatur olehku," ucap gadis tersebut diakhiri dengan tertawa ringan.
Deg...
Wajah Yang Shui segera membeku, tidak! Bukan karena ancaman dalam pilihan yang diberikan oleh gadis tersebut, tapi cara tertawa gadis itu! Tawa yang sangat dia hafal dan kenal!
"Han kau tidak sedang bermain mengendalikan alam bawah sadarku kan?!" ujar Yang Shui seraya menerjang kesal pada gadis tersebut.
BAM!
"Han? Han Xiao maksudmu? Ah dia lelaki sialan, hanya tahu mengejar perempuan yang menurutnya setia, sedangkan au disini yang mengorbankan segalanya untuk dirinya tidak mendapat perhatian apapun," ceplos gadis berjubah merah itu.
Yang Shui sedang terbangun dan membersihkan dirinya dari debu menjadi bingung ketika mendengar ceplosan dari gadis tersebut, "Apa maksudmu?" Yang Shui bertanya tidak menghiraukan darah yang mengucur dari sudut bibirnya.
"Tidak usah banyak tanya, kau hanya menerima kekautan dariku, aku hanya memintamu untuk melindungi lelaki bodohku itu," ucap gadis tersebut lalu menyuruh Yang Shui duduk dalam posisi berkultivasi.
Setelah mengetahui bahwa dia tidak memiliki pilihan lain, Yang Shui memilih untuk menurut mengambil pilihan pertama, lagipula permintaan dari gadis itu sangat mudah, hanya melindungi Han Xiao? Ah dia yakin justru akan sebaliknya karena Han Xiao sendiri sangatlah kuat.
"Jangan menganggap enteng kekautna dariku, kau bisa mengalahkannya dengan mudah setelah menerima kekuatan dariku. Ingat, gunakan kekuatan ini untuk melindunginya, aku tidak bisa mengendalikanmu lagi setelah ini. Walaupun memiliki resiko yang tinggi, tapi ini patut dicoba," kata gadis tersebut sebelum menutup mata dihadapan Yang Shui.
__ADS_1
Mereka berdua duduk saling berhadapan dalam posisi berkultivasi, beberapa saat kemudian, gadis itu meminta Yang Shui merentangkan tangan padanya, dalam beberapa saat saja segera cahaya biru yang sangat kuat mengalir masuk kedalam tubuh yang Shui.
Yang Shui menggertakan rahangnya ketika merasakan bahwa kekuatan yang masuk kedalam dirinya sungguh diluar nalar.
"Tahanlah, ini tidak akan membuang banyak waktu," kata gadis berjubah merah itu seraya menyalurkan kekuatan lain pada Yang Shui.
Tubuh Yang Shui merasa rileks ketika merasakan ada kekuatan lain masuk kedalam tubuhnya, seolah kekuatna yang barusaja disalurkan oleh gadis itu adalah obat penenang bagi sakitnya.
Seolah dipermainkan, beberapa waktu berikutnya, Yang Shui merasakan sakit yang lebih teramat dari sebelumnya. Lagi-lagi gadis itu memberikan kekuatan untuk menenangkannya, kejadian itu terus berulang hingga Yang Shui sudah tidak bisa menghitung berapa lama dia berkultivasi dengan cara gila dari gadis berjubah merah itu.
Setiap dia menerima kekuatan setelah ditenangkan, sakit yang dirasa akan bertambah berkali-kali lipat, tapi karena tekadnya yang sangat kuat. Dia memilih untuk terus menahannya hingga sampailah suatu saat, aliran hangat memenuhi tubuhnya.
Berakhir...
Sudah berakhir kesakitannya ketika gadis berjubah merah mengatakan bahwa pengiriman kekautannya telah selesai.
Setelah semuanya selesai, Yang Shui bertanya kenapa dirinya tidak dikirim kembali ke tubuhnyayang ada di Benua Angin Selatan. Gadis berjubah merah itu berkata bahwa dirinya membutuhkan teman untuk berbagi keluh kesah.
Yang Shui menggernyit heran, "Apakah orang sekuat dirimu bisa memiliki masalah yang membuat kepalamu pusing?" batin Yang Shui heran.
"Tentu saja!" Gadis berjubah merah itu menatap kesal pada Yang Shui.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 36/75