Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab294. Memuaskan diri


__ADS_3

Tangan indah berkulit putih bersih bagaikan giok dengan lentik menyusuri sebuah bagian dada bidang, lalu dengan posesif memeluk tubuh tersebut. Terlihat jelas sebuah keengganan dari sang pemilik tangan itu ketika dia memeluk sosok pemuda yang terlihat sangat tampan berambut hitam segelap malam terseut.


"Zha, tidak bisakah kita terus bersama? Biarpun aku harus terus berada di Alam Nirwana Api, itu bukan masalah untukku, yang terpenting aku bisa terus disampingmu," ucap gadis yang memeluk dengan erat tersebut. Ya, dia tak lain adalah Su Lihwa.


Ne Zha menghela napasnya panjang ketika mendengar permintaan Su Lihwa yang tidak pernah berhenti, biarpun semuanya berbuni beda, tapi semuanya memiliki tujuan yang sama. Dan itu membuat dirinya semakin sulit untuk meninggalkan istrinya tersebut.


Tangan Ne Zha terangkat untuk mengusap rambut Su Lihwa, "Aku tidak tahu berapa lama akan berada di Alam Abadi dan kapan bisa kembali kesini, tapi sudah kupastikan aku akan kembali secepat mungkin setelah urusan kami selesai disana," kata Ne Zha dengan nada yang terdengar parau.


"Berapa lama? Ratusan tahun? Ribuan tahun? Atau bahkan jutaan tahun?" Su Lihwa segera memberondong pertanyaan pada Ne Zha.


Ne Zha masih dengan tenang membelai pucuk kepala Su Lihwa, dia tidak segera menjawab pertanyaan dari Su Lihwa, itu karena dia sendiri saja masih ragu berapa lama dia berada disana, bisa saja hanya sebentar atau justru membutuhkan waktu jutaan tahun. Juga dia sangat paham akan musuh yang akan dilawan, yaitu sembilan puluh sembilan Kaisar dunia! Biarpun nanti Xian Chin menembus Alam Kaisar Abadi, masih tidak ada jaminan apakah bisa melawan sembilan puluh sembilan orang tersebut, jika semudah itu. Kenapa sembilan puluh sembilan Kaisar Dunia lain tidak melakukan pengorbanan sebanyak mungkin agar bisa menembus Alam Kaisar Abadi.


Juga Ne Zha mengetahui bahwa tidak sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menembus Alam Kaisar Abadi, biarpun kini dia tidak mengetahui apa langkah ketika menembus Alam Kaisar Abadi, tapi yang pasti akan sulit karena itu adalah puncak dari dunia aneh ini.


"Sudah kubilang, aku akan secepatnya pulang. Kau harus berlatih dengan baik disini, dengan sumberdaya yang kuberikan, itu lebih dari cukup untuk kau hidup sampai jutaan tahun kedepan," ujar Ne Zha lalu menarik Su Lihwa kedalam dekapannya, dia senagaja melakukan itu agar Su Lihwa tidak lanjut mengeluarkan pertanyaan lainnya.


***


"Ah aku harus kemana?" Han Xiao bingung ketika sudah sampai di IStana Kekaisaran, kini dia hanya berbaring diatas ranjangnya, tatapan pemuda itu terarah keatas langit.


Awalnya dia ingin memuaskan diri sesuai yang ada dalam pikirannya, tapi ada sesuatu yang sangat mengganjal dalam kepalanya, hal yang melarangnya untuk melakukan hal tersebut. Dan jelas ketika dia melihat bayangan samar Xian Chin dan Bing Xing di kepalanya. pada saat itu juga Han Xiao bertekad untuk tidak melakukan hal seksual jika tidak terpaksa oleh Manual Kultivasinya. Bahkan jika itu hanya untuk melampiaskan hasrat perihnya, dia tidak ingin Xian Chin merasakan sakit.

__ADS_1


Jelas dia tau bahwa Xian Chin akan terus memperhatikannya, Han Xiao bukanlah ******** murni, dia masih memiliki hati nurani, rasa seperti apa jika melihat tunangannya melakukan hal seintim itu dengan wanita lain? Bahkan jika itu adalah keterpaksaan, itu sudah pasti ada rasa sakitnya.


Sudah cukup dua kali kemarin rasa sakitnya dibagikan dengan Xian Chin, dia tidak ingin lagi Xian Chin merasakan sakit karenanya.


Tangan Han Xiao menjentik ketika sebuah ide cemerlang melintas di kepalanya, jika dia tidak bisa melakukan hal tersebut, setidaknya dia bisa memuaskan diri dengan bersenang-senang menggunakan cara lain, dia bisa berjalan-jalan dan menghibur diri dengan cara berkeliling Benua Angin Selatan, lebih tepatnya dia bisa mengeksplorasi perjalanan yang pernah dia lewati selama di Benua Angin Selatan, setidaknya dia bisa bernostalgia dengan kedatangannya ke dunia luar biasa ini.


Hanya dalam kedipan mata, Han Xiao muncul dihadapan Feng Jin, gadis itu terkejut karena Han Xiao muncul secara tiba-tiba dihadapannya.


"Bang Han! Jangan pernah lakukan itu lagi! Bagaimana jika jantungku meledak karena terkejut!" gerutu Feng Jin.


"Tidak mungkin terjadi." Han Xiao segera menyangkal dengan enteng.


Mata Han Xiao berkedip setelah beberapa saat, dengan cekatan dia melakukan Ilmu Sihir air untuk membersihkan wajahnya. Pemuda itu menggerutu atas tindakan Feng Jin.


"Ikut tidak?" tanya Han Xiao pada Feng Jin.


"Kemana?" Feng Jin kembali bertanya.


"Tempat yang menarik, kau ingin mengetahui petualangan kami saat pertama kali datang ke dunia ini secara nyata bukan?" jawab Han Xiao.


Mata Feng Jin bersinar terang, gadis tersebut segera memasukan adonan kue kedalam Cincin Spasialnya, dalam sekejap mata tangahn belepotan penuh adonannya bersih.

__ADS_1


"Ayo!" Feng Jin menarik lengan Han Xiao.


Han Xiao tersenyum lebar, dia meraih Feng Jin kedalam pelukannya lalu dalam sekejap menghilang, hanya dalam hitungan menit kini Han Xiao sudah sampai di perbatasan Hutan Kegelapan dan Provinsi Han.


Sebuah senyum miris terukir pada bibirnya, dulu dia membutuhkan banyak waktu untuk sampai dari provinsi Han ke Kota Kekaisaran, dan kini bisa ditempuh hanya dengan hitungan menit. Mungkin jika dia berapa di dunianya yang dulu, dia bisa mengelilingi dunia dalam hitungan jam, Han Xiao percaya diri dengan kecepatannya pasti melebihi jet tempur.


"Abaaaang!" Feng Jin memekik keras membuat perhatian Han Xiao teralih.


Wajah Han Xiao membeku ketika melihat penampilan Feng JIn yang berantakan, rambut emas gadis itu yang sebelumnya terkepang rapi kini berantakan tak karuan. Han Xiao tertawa kering sebelum membantu merapihkan penampilan Feng Jin.


Setelah beberapa saat, barulah mereka selesai. Han Xiao membawa Feng Jin kedalam Hutan Kegelapan, juga tidak butuh waktu lama untuk Han Xiao sampai di mulut gua tempat dia dan Ne Zha bertemu Harimau Suci yang mengubah mereka menjadi sangat kuat.


Han Xiao berjalan tak jauh dari mulut gua, tak beberapa langkah kemudian dia berdiri diam. 


"Disini, disinilah tempat dimana kami datang ke dunia ini." Han Xiao menceritakan bagaimana awal mula kenapa mereka bisa datang ke dunia ini seraya menelusuri Hutan Kegelapan secara perlahan. Dia bahkan menunjukan tempat secara detail dimana dia, Ne Zha dan lainnya beristirahat, bertarung dengan Kera Giok Petir. Perjalanan itu sungguh tidak terasa hingga akhirnya mereka berdua sampai di perbatasan kembali, disanalah Han Xiao menceritakan bagaimana dirinya menemukan gadis yang sedang menjual permen, kala itu Han Xiao merasakan sebuah hubungan yang kuat, tapi masih kabur, sehingga dia memilih untuk memastikannya lain kesempatan. Namun, siapa sangka kesempatan itu datang saat sang gadis itu tengah menjual dirinya untuk pemakaman orang tuanya.


***


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 38/75

__ADS_1


__ADS_2