
"Hei, bangunlah." Suara halus menginterupsi sebuah telinga untuk bergerak.
Kelopak mata yang sebelumnya dengan halus tertutup kini terbuka secara perlahan memperlihatkan sepasang mata biru gelap yang sangat dalam seolah terdapat Alam Semesta di sana, mata itu menatap sosok di hadapannya, seorang gadis cantik berpesona dewasa matang, segala yang terdapat padanya hanya dapat diucapkan dengan satu kata. Sempurna, tatapan lembut penuh kasih sayang dari sosok itu membuat siapapun akan terhanyut dalam pesonanya. Aroma yang terpancar alami dari tubuhnya segera membuat pemuda berambut biru gelap itu tersenyum dan terkekeh ringan saat dia menarik sosok gadis cantik itu kedalam pelukannya, pemuda itu menempelkan wajahnya pada dada gadis tersebut.
"Haaaan! Bangun cepat!" seru gadis tersebut, dia tak lain adalah Xian Chin. Dia menjauh Han Xiao dari tubuhnya, tapi pelukan Han Xiao sangat erat. Hal ini membuat Xian Chin mengeram kesal.
"Diam dulu sebentar," ucap Han Xiao dengan nada kantuknya.
"Kita sudah terlambat dua hari Han, ayo bangun!" Xian Chin mencubit telinga Han Xiao.
"Argh, kau benar-benar seperti ibu-ibu, baiklah aku akan bangun." Han Xiao membuka matanya seraya menggerutu karena telinganya yang kini memerah.
"Baguslah, cepat bersiap." Xian Chin merapihkan pakaiannya yang sedikit berantakan.
Han Xiao segera pergi untuk membersihkan diri, setelah beberapa saat dia keluar dari kamar mandi mengenakan Kaos oblong dengan celana pendek santai.
Xian Chin menghiraukan Han Xiao yang menggunakan pakaian seperti itu, dia mengaitkan tangannya pada lengan Han Xiao dan membawa Han Xiao keluar dari Domainnya.
Segera saja Han Xiao dan Xian Chin muncul di ruangan sebelumnya dimana mereka melakukan percepatan Waktu, tempat ini berada di dalam Istana utama Alam Semesta Dewa, karena seluruh pelayan dan penjaga sudah dibunuh oleh Shen Yaozu, tempat ini menjadi sangat sepi. Hanya menyisakan Shen Yaozu sendiri yang tengah terfokus pada Mutiara Pemanggil Dewa.
"Ayo menuju titik buta." Han Xiao melambaikan tangannya membuka Portal teleportasi, sebuah lingkaran muncul di hadapan Han Xiao dan Xian Chin. Lubang itu menampilkan Shen Yaozu yang sedang menunggu teleportasi Mutiara Pemanggil Dewa aktif.
Han Xiao bersama dengan Xian Chin melangkah masuk kedalam portal teleportasi yang secara langsung membawa mereka ke titik buta yang berada di ruang Mutiara Pemanggil Dewa. Kekuatan Ruang Angkasa Han Xiao sudah sangat tinggi, dia sekarang sudah bisa menciptakan titik buta, itu adalah ruang yang membuat orang di dalam titik buta bisa melihat ke luar dengan jelas, tetapi orang luar tidak akan bisa melihat siapapun di titik buta. Ini adalah tempat mengamati dan bersembunyi terbaik dari Kekuatan Ruang Angkasa.
__ADS_1
"Komunikasi segera dimulai." Xian Chin melihat Mutiara Pemanggil Dewa yang berkelip cahaya keemasan.
Benar saja, segera sebuah suara muncul dari Mutiara Pemanggil Dewa.
"Shen Yaozu, seluruh persiapan telah selesai, aku akan segera datang ke Kesatuan Monster Darah." Suara itu persis milik Pangeran Klan Dewa.
"Maaf Yang Mulia Pangeran, aku memiliki informasi penting terbaru," ucap Shen Yaozu penuh rasa hormat.
"Katakan." Pangeran Klan Dewa memerintahkan dengan nada sombong.
"Kesatuan Monster Darah telah meningkat, saat ini sudah empat puluh persen dari puncaknya, akan lebih baik jika Tetua Besar atau Pemimpin Klan datang bersama Pangeran," tutur Shen Yaozu.
"Kau tidak berbohong Shen Yaozu? Kesatuan Monster Darah mulai menyembuhkan diri lagi?" Suara Pangeran Klan Dewa menjadi lebih dalam setelah mendengar informasi dan saran baru dari Shen Yaozu.
Hening terjadi cukup lama di ruangan tersebut.
"Sial, apakah akan gagal?" Han Xiao tidak tahan dalam atmosfer menegangkan ini.
"Sabar Han, mereka sedang berdiskusi." Xian Chin berkata untuk menenangkan Han Xiao.
Setelah beberapa saat, Mutiara Pemanggil Dewa bersinar sangat terang, aura mengerikan menyebar luas dari Mutiara Pemanggil Dewa.
Kemegahan aura itu membentang hingga membuat Alam Semesta Dewa dan Alam Semesta terdekat bergetar oleh gelombang tidak terlihat, jelas bahwa kini Mutiara Pemanggil Dewa tengah melakukan teleportasi! Tidak hanya satu aura yang menggetarkan langit dan bumi ini, melainkan terdapat tiga!
__ADS_1
Saat ini Mutiara Pemanggil Dewa membesar hingga memiliki tinggi lima meter dengan lebar empat meter, itu terus bersinar sangat intensif.
Shen Yaozu yang berada di hadapan Mutiara Pemanggil Dewa menatap penuh antisipasi besar dan pemujaan kepada tiga aura yang datang, ketiga sosok ini sangat luar biasa, hanya dari aura kehadiran mereka saja, itu cukup untuk membuat langit dan bumi bergetar.
Dalam tarikan napas berikutnya, sebuah langkah kaki terdengar keluar dari Mutiara Pemanggil Dewa, ketika langkah itu terhenti, terdapat tiga sosok yang mengesankan dan gagah perkasa, seorang pria paruh baya memimpin paling depan, wajahnya terlihat tampan serta berwibawa tinggi, sebuah Pedang besar melayang terbang di punggung sosok tersebut. Sosok itu memiliki rambut berwarna merah terang, matanya sangat tajam seperti elang pemburu. Perawakannya yang kekar membuatnya semakin terlihat mengagumkan.
"Salam hormat kepada Yang Mulia Pemimpin Klan!" Shen Yaozu langsung bersujud sangat dalam kepada sosok tersebut.
Ya, sosok berambut merah dengan Pedang di belakang punggungnya adalah Pemimpin Klan Dewa!
"Salam hormat kepada Yang Mulia Pangeran!" Shen Yaozu mengalihkan sujudnya pada sosok pemuda bermata tajam serta memiliki perawakan halus, berbeda dengan Pemimpin Klan yang memiliki tubuh kekar, sang Pangeran justru terlihat kurus. Namun, walaupun dia terlihat kurus, aura wibawa yang menguar darinya tidak bisa dihiraukan, dia memiliki penampilan mewah dengan jubah emas terpasang di tubuhnya, pada tangan Pangeran, terdapat sebuah sepotong bambu, jika dilihat lagi dengan jelas. Itu bukanlah sekedar bambu, melainkan Seruling.
"Salam hormat kepada Tetua Besar!" Shen Yaozu kini mengarahkan sujudnya kepada sosok yang berdiri tepat belakang sebelah kiri pemimpin Klan, tubuhnya tidak terlalu kekar seperti Pemimpin Klan, tetapi dia memiliki tubuh bugar yang sangat kontras dengan umurnya yang sudah milyaran tahun, dia terlihat seperti pria yang baru saja menginjak umur tiga puluh tahun. Aura yang memancar dari Tetua Besar hanya sedikit lemah dari Pemimpin Klan.
"Shen Yaozu, kau tidak menceritakan secara jelas bukan tentang informasi barumu?" tatapan Pangeran jatuh pada Shen Yaozu.
"Benar Yang Mulia Pangeran, saat ini aku mengalami sedikit kesulitan karena adanya Aliansi dari Alam Semesta Waktu. Mereka memiliki tiga belas Kaisar Abadi pertama tahap awal," ucap Shen Yaozu.
"Hanya sekelompok semut dan kau meminta Pemimpin Klan serta Tetua Besar datang?!" Pangeran Klan Dewa berdesis tajam.
Keringan segera mengucur dari sekujur tubuh Shen Yaozu saat aura mengerikan jatuh pada dirinya.
"Gu'er tahan." Pemimpin Klan angkat suara bersamaan menghilangkan aura menekan dari Pangeran Klan Dewa yang memiliki nama Shen Gu itu.
__ADS_1
"Lanjutkan." Tatapan Pemimpin Klan Dewa jatuh pada Shen Yaozu.