
Han Xiao mengerutkan dahinya ketika mendengar pekrataan dari Mo Qing, selama dia hidup, Han Xiao mempelajari bahwa orang yang berada diambang kematian selalu jujur, namun apakah Mo Qing yang merupakan Iblis bisa dipercaya?
"Aku tidak bisa mempercayaimu." Han Xiao menggelengkan kepalanya, tangan pemuda itu kembali bergerak untuk menyentuh dahi Mo Qing.
Ras Iblis memiliki ketahanan tubuh yang sangat luar biasa, tidak banyak orang mengetahui bahwa meridian Neigong adalah kelemahan dari para Ras Iblis.
"Terserah padamu, jika kau tidak bisa mempercayaiku, maka tolong selamatkanlah anakku, biarpun dia adalah manusia setengah Iblis, namun darah Iblisnya telah kutekan dengan sisa kekuatanku, inilah yang menyebabkan keadaanku saat ini," ujar Mo Qing seraya memejamkan mata bersiap untuk menyambut kematiannya.
Han Xiao mengerutkan dahinya, sebuah rasa penasaran menggelitik dirinya, "Kenapa kau melakukan itu? Kau Iblis bisa hidup ratusan ribu tahun tanpa kultivasi, dan kau membuang semuanya untuk anakmu?"
"Kenapa tidak? Dia adalah anakku dan darah dagingku, bagaimanapun aku adalah yang mengandungnya, tentu saja aku akan melakukan hal terbaik untuk anakku," jawab Mo Qing.
"Bukan itu maksudku, kenapa kau menekan darah Iblis padanya? Selama ini manusia yang dapat bertahan karena memiliki darah Iblis akan menjadi sangat kuat," ucap Han Xiao.
Ucapan Han Xiao membuat Mo Qing tersenyum kecut, "Aku tidak ingin dia menjadi gila pembantaian seperti para Iblis sialan itu, aku adalah Iblis yang jatuh cinta pada manusia, kau tahu rasa jatuh cinta itu sungguh mengagumkan, maka dari itu aku ingin Ke'er bisa hidup layaknya manusia seperti ayahnya dan merasakan hal yang aku rasakan saat jatuh cinta dulu. Kau tahu? Di Ras Iblis, kita tidak diperlakukan dengan baik, kita wanita hanya digunakan untuk memuaskan nafsu dan mengandung anak," terang Mo Qing seraya tersenyum pahit.
Han Xiao terdiam, dalam ingatan Harimau Suci, Ras Iblis tidak melakukan hal yang dikatakan oleh Mo Qing. Namun hal itu bisa saja terjadi, populasi Ras Iblis sangatlah sedikit dibandingkan dengan populasi manusia.
"Kau adalah Master Kunci, mereka tidak akan melakukan itu padamu," ujar Han Xiao berpikir secara logi.
Master Kunci adalah orang paling penting, itu karena dalam lima Benua hanya akan ada satu Master Kunci, selain bisa membuka akses pada portal lima Benua secara mudah, Master Kunci juga bisa dengan mudah merusak atau menembus sebuah Array formasi jebakan ataupun hal-hal yang terkunci.
Seorang Master Kunci akan memiliki Roh Beladiri Kunci tentunya, ini adalah Roh Beladiri yang sangat legendaris, biarpun tidak memiliki kekuatan tempur yang kuat, namun hal ini sangatlah diperebutkan.
__ADS_1
Dengan adanya seorang Master Kunci, bahkan Portal yang kini dijaga oleh Kuil Cahaya Matahari meskipun mendapat bantuan dari orang-orang terkuat di Benua Angin Selatan sekalipun untuk menekannya, itu semua akan menjadi tidak berguna dan Master Kunci bisa dengan mudah masuk seperti memasuki kamar mereka.
Maka dari itu Han Xiao memiliki pikiran bahwa Mo Qing akan diperlakukan istimewa.
Mo Qing tersenyum simpul melihat Han Xiao yang terlihat bingung, "Bahkan untuk para Ratu Iblis saja tidak diperdulikan, bagaimana denganku?"
"Kau bercanda?" Han Xiao menggernyitkan dahinya.
"Untuk apa aku bercanda? Kami Ras Iblis, ah tidak. Mereka, memiliki sepuluh Raja Iblis dan sepuluh Ratu Iblis para Raja Iblis tidak memiliki hati, selama Ras mereka memiliki keturunan lagi itu adalah hal yang terbaik, satu Raja memimpin satu Klan, kau harus tahu ini bukan?"
Han Xiao tidak menyangka Ras Iblis yang mengacau di Benua Kayu Tengah akan memiliki sepuluh dari Klan Ras Iblis, ingatan dari Harimau Suci belum semuanya terbongkar, namun dia mengetahui ada total lima belas Klan Ras Iblis, dan kini sepuluh diantaranya tengah mengacau di Benua Kayu Tengah?
"Hais akan sulit nanti ketika datang ke Benua Kayu Tengah," batin Han Xiao.
Mata Mo Qing melebar tidak percaya mendengarkan perkataan dari Han Xiao, "Kau yakin?" Mo Qing memastikan.
Sebuah senyum ironi muncul pada bibir Han Xiao, tangannya bergerak untuk menyalurkan Qi dari dirinya dan perlahan mengobati Mo Qing, "Kau tahu, terkadang aku merindukan kasih sayang seorang ibu, banyak orang yang mengatakan kasih sayang ibu tak terhitung sepanjang masa. Namun hal itu tidak kurasakan pada diriku, dan aku menyaksikan kau yang berkorban demi Ou Ke, secercah rasa iri berkobar pada diriku," ucap Han Xiao seraya terus mengobati Mo Qing.
"Aku belum mengetahui namamu," kata Mo Qing ketika teringat hal tersebut.
"Han Xiao," jawab Han Xiao dengan santai.
Tubuh Mo Qing bergetar tiba-tiba saat mendengar nama tersebut, dia memandang penuh serius pada Han Xiao, "Kau Pangeran Mahkota kekaisaran Yang saat ini?"
__ADS_1
"Hahaha, orang-orang memanggilku seperti itu," sahut Han Xiao seraya tertawa riang.
"Itu berarti kau anak dari Zi Yao!" seru Mo Qing dengan sangat senang.
Kini giliran Han Xiao yang terdiam, tidak banyak yang mengetahui identitasnya yang merupakan anak dari Zi Yao, tangannya tiba-tiba berhenti. Tatapan pemuda itu jatuh pada Mo Qing.
"Darimana kau mendapatkan informasi ini?" tanya Han Xiao.
"Aku berlari ke Benua Angin Selatan bersamanya! Tentu saja aku mengetahuinya dimana anak Zi Yao satunya? Jika tidak salah Zi Yao menitipkannya pada Klan Ne kan? Apakah kalian datang bersama kesini?" Mo Qing yang baru setengah disembuhkan oleh Han Xiao kini tampil lebih bersemangat, wajahnya berangsur menjadi lebih muda dan menjadi cantik.
"Diam dulu, biarkan aku mengobatimu lalu membicarakan hal lain," ujar Han Xiao seraya mendorong Mo Qing agar tertidur lagi.
Mo Qing menurut dan membaringkan tubuhnya, dia merasakan sebuah aliran hangat yang lebih menyenangkan dari sebelumnya, Mo Qing juga merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Setelah setengah jam barulah Han Xiao berhenti mengobati Mo Qing, tampilan Mo Qing kini sungguh berbeda jauh dari ketika dia datang, yang asalnya ringkih dan tidak memiliki tenaga, kini menjadi berisi dan penuh vitalitas kekuatan.
"Hahaha, kau memang pantas menjadi anak Zi Yao, kekuatanmu sangat murni dan kuat, aku bahkan sampai mendapatkan kembali tubuhku saat masih muda dulu," kata Mo Qing dengan sangat senang.
Memang kini wanita itu terlihat seperti wanita yang baru menginjak umur dua puluh lima tahunan, Han Xiao sendiri merasa pangling ketika melihat sosok dari Mo Qing.
***
Update Merdeka : 04/75
__ADS_1