
"HAHAHA SAATNYA BERSENANG-SENANG!!!" suara teriakan dan nyaring bergema ke seluruh medang perang.
Sebuah kapal berwarna emas berbentuk naga melayang diatas langit, ada sebuah titik hitam kecil yang melayang bebas dari kapal tersebut.
Titik hitam itu semakin membesar dan menjadi jelas, itu adalah seorang pemuda dengan pedang besar merah darah pada tangannya.
BOOOOOOOM!!!
Pemuda itu mendarat di tanah dan menciptakan sebuah lubang besar, tidak sedikit orang dari Ras Sayap dan Ras Pola Hantu terluka oleh gemlombang kejut tersebut.
Slaashhh...
Sebuah cahaya tebasan pedang merah gelap membelah debu yang berterbangan dan mendarat pada tubuh kultivator dua Ras yang segera saja membelah tubuh mereka menjadi dua.
Mo Moshi yang melihat itu segera terkejut, dia bisa saja melakukan tebasan untuk membunuh para manusia seperti yang dilakukan pemuda itu, namun dia tidak yakin untuk meluncur dengan kecepatan mengerikan seperti pemuda itu dari ketinggian seperti sebelumnya.
Tebasan demi tebasan terlempar dari dalam debu hingga kini menunjukan seorang pemuda berambut kebiruan tengah berdiri memasang wajah penuh senyum ketika berhasil membunuh puluhan orang dalam beberapa tebasan. Dia adalah Han Xiao!
Satu titik hitam lagi muncul dari langit dengan kecepatan seperti yang dilakukan oleh Han Xiao, titik itu juga menjadi seorang pemuda berambut hitam legam.
BOOOOM!!!
Ledakan terjadi lagi ketika pemuda itu mendarat, pedang tipis di tangannya berkilat ketika terkena sinar matahari. Dalam beberapa ayunan dia juga berhasil membunuh kultivator dari dua ras Benua Api Barat.
Pria berjubah hijau menyerang Mo Moshi selagi pemuda itu sedang lengah, serangan itu berhasil membuat luka pada Mo Moshi, walaupun tidak dalam tapi itu membuat dia tersadar seketika.
Mo Moshi menatap horor pada dua pria dihadapannya.
"Kau sudah sadar?" pria berjubah hijau itu tersenyum kecil.
"Kau Xiao Jiang!" Mo Moshi mundur penuh ketakutan ketika menydari orang yang berhasil melukainya.
"Identitas kita sudah diketahui, lebih baik kita menonton saja, biarkan Xiao Han yang mengurus ini semua," ucap Xiao Jiang pada pria berjubah biru disampingnya, dia melakukan sebuah mudra tangan. Sekejap kemudian penampilannya berubah, kini Xiao Jiang menjadi gadis cantik yang sangat mempesona, dia terlihat seperti berumur sembilan belas tahunan.
Pria disamping Xiao Jiang juga melakukan hal yang sama, penampilannya berubah menjadi seorang gadis muda. Gadis ini berpenampilan lebih muda dari Xiao Jiang, terlihat seperti berumur lima belas atau enam belas tahunan. Ketika melihat tampilan ini, tubuh Mo Moshi semakin bergetar.
__ADS_1
"Xiao Wushuang!" Mo Moshi tidak mengetahui kenapa dua jenius terkuat dari Benua Kayu Tengah berada di Benua Angin Selatan.
"Tenanglah, lawan kalian kali ini bukanlah kami, tapi mereka." Xiao Wushuang menunjuk arah Han Xiao dan Ne Zha.
"Mereka adalah adikku, Xiao Han dan Xiao Nezha. Kalian akan menjadi boneka berlatih yang baik," ujar Xiao Jiang lalu melenggang pergi dari medan perang dalam sekejap.
Darah Mo Moshi mendidih ketika mendengar identitas Han Xiao dan Ne Zha ternyata adalah bagian dari Klan Xiao di Benua Kayu Tengah, sebelumnya dia sudah mendapatkan informasi bahwa dua pemuda ini berbuat ulah di Kekaisaran Ming yang merupakan sekutu mereka di Benua Angin Selatan, tidak pernah dia sangka Kekaisaran Ming akan dihancurkan, yang berarti mengurangi kekuatan mereka.
"Akan kubunuh mereka." Sebuah kilatan mengerikan melesat dari mata Mo Moshi.
Segera saja Mo Moshi memimpin jenius lainnya untuk menghampiri Han Xiao dan Ne Zha.
Ketika Mo Moshi dan lainnya hendak sampai di lokasi Han Xiao dan Ne Zha, berbagai serangan meluncur pada mereka.
"Badai Tapak Es!"
"Kayu Bertautan!"
"Bunga Peledak!"
"Ombak Mengamuk!"
"Badai Api!"
"Tinju Dewi Es!"
Berbagai serangan itu terluncur dari langit bagaikan hujan, enam sosok melesat kearah mereka dari langit, walaupun tidak seperti ketinggian yang dilompati oleh Han Xiao dan Ne Zha, tapi serangan dari lima sosok itu sungguh bagaikan serangan kejutan.
BOOOOOOOOOM!!!
BAAAAAAAAMM!!!!
DUUUAAAAAAAAARR!!!
Suara ledakan bergema keras ketika enam serangan itu mendarat telak pada kelompok jenius dari dua ras, Mo Moshi sungguh tidak menyangka ada jenius sekuat mereka di Benua Angin Selatan.
__ADS_1
Tentu saja! Para jenius ini disembunyikan dengan baik oleh sekte dan kekaisaran, jadi sulit untuk mendapatkan informasi mengenai mereka.
Ledakan dari berbagai serangan itu mereda, kini dilihat seratus jenius yang mengikuti Mo Moshi memerah karena marah, mata mereka menatap nyalang pada enam sosok yang baru datang tak lain adalah Yang Shui, Yang Qianfan, Su Lihwa, Bing Xing, Bing Kong, Ruan Jian dan Xi Wang.
Sesuai rencana, mereka semua akan bergerak untuk menyerang para jenius dari dua ras terlebih dahulu, awalnya enam orang ini sedikit gentar ketika mengetahui sebagian besar musuh mereka berada di Alam Raja, blum lagi Mo Moshi yang berada di Alam Roh, tapi dengan dorongan Han Xiao dan Ne Zha mereka yakin bergerak sesuai rencana yang sudah disusun oleh Ne Zha.
"Hanya Istana Surga tapi berani melukaiku?! Kalian mencari mati!" pekik salah satu jenius dari Pola Hantu, jelas dia langsung mendeteksi kekuatan musuh dengan kemampuan ras Pola Hantu.
"Kenapa tidak berani? Kalian hanya sekelompok ******** sialan yang mengotori Pantai Selatan kami yang indah!" kutuk Yang Qianfan.
"Tidak ada gunanya beradu mulut, lebih baik kita maju dan menunjukan kekuatan kita pada mereka." Han Xiao menghampiri Yang Qianfan dan menepuk pundak pemuda tersebut.
Setelah melakukan pemindaian, Han Xiao mengetahui bahwa para jenius yang memiliki kultivasi Alam Raja ini hanyalah pada tingkat satu dan dua, itu tidak akan menjadi masalah bagi Yang Qianfan dan lainnya.
"Zha serahkan si sialan itu padaku," pinta Han Xiao seraya menunjuk Mo Moshi dengan Pedang Delapan Kejahatan.
Ne Zha mengangguk ringan untuk menimpali, kini juga Tiga puluh sembilan orang lainnya datang ke medan tempur, mereka adalah Pasukan Penguasa Generasi!
"Hahahaha... Kalian ingin melawan kami dengan pasukan berisi Istana Bumi? Sungguh lelucon terlucu dalam hidupku!" Salah seorang jenius dari Ras Pola Hantu tertawa puas diikuti oleh yang lainnya.
"Baiklah, aku ingin mengetahui apa nama pasukan kecil kalian ini?" tanya jenius itu seraya tertawa mengejek.
Senyum Han Xiao melebar, ketika orang yang mengenal Han Xiao melihat senyum itu, mereka segera menatap penuh nanar pada jenius Pola Hantu itu. Senyum itu adalah senyum khas Han Xiao sebelum melakukan pembantaian.
"Kau akan mengingat nama Pasukan kami..." Han Xiao berbisik tepat disamping jenius tersebut.
Semua orang segera terhenyak ketika melihat Han Xiao yang sudah berada dibelakang pemuda tersebut, sungguh kecepatan yang menakutkan!
"Kami adalah Pasukan Penguasa Generasi," bisik Han Xiao lambat sebelum dengan mudahnya memotong leher jenius Pola Hantu itu menggunakan Pedang Delapan Kejahatan semudah memotong kertas . Belum sempat jenius lain bereaksi, Han Xiao sudah melesat menuju Mo Moshi.
"First Blood!" Han Xiao berseru nyaring ketika berhasil membunuh jenius tadi dan melesat menuju Mo Moshi.
***
Update Mingguan : 09/14
__ADS_1