Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab329. Ajakan


__ADS_3

Sudah satu setengah tahun lebih dari sekepergian Ne Zha, Su Lihwa yang berada di Benua Angin Selatan kini tengah menatap langit gelap malam. Sebuah senyum tercetak ironi pada bibirnya ketika melihat gelapnya malam.


"Malam gelap selalu saja mengingatkanmu Zha." Su Lihwa menggerakkan tangannya untuk menggapai langit, tapi itu hanya sebatas angan karena dia tidak bisa mencapainya.


"Sungguh berat untuk tidak bisa memikirkanmu, sedang apa sekarang kau di Alam Abadi sana?" gumam Su Lihwa dengan tatapan nanar, dia sungguh tidak menyangka akan seberat ini rasa rindunya terhadap sang suami.


Su Lihwa sungguh tidak bisa lagi membayangkan jika dia harus menunggu hingga ratusan atau bahkan jutaan tahun lagi.


Dalam satu setengah tahun ini Su Lihwa sungguh penuh dengan kultivasi dan menghiraukan apapun yang terjadi di luar kediamannya, tujuannya kini adalah menjadi kuat dan bisa menyusul Ne Zha ke Alam Abadi untuk mencari sang suaminya.


"Kau terus seperti itu." Sebuah suara memecahkan keheningan pada balkon tempat Su Lihwa berdiam.


Pandangan Su Lihwa masih menghadap ke langit dan tidak menghiraukan orang yang kini datang dan duduk di sampingnya, orang yang barusaja datang adalah gadis berjubah biru ringan dengan pembawaan yang sangat tenang.


"Shui'jiejie, ada apa kau kemari?" tanya Su Lihwa tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.


"Panggil saja aku Shui seperti dulu, jangan karena aku adalah kakak angkat dari Ne Zha, kau memanggilku demikian. Aku tidak terbiasa dengan panggilan itu darimu." Ya, gadis yang datang itu adalah Yang Shui.


Su Lihwa mengangguk ringan, dia dengan perlahan mengambil poci di hadapannya dan menuangkan teh dari poci pada cawan.


"Ini adalah teh kesukaan Ne Zha, rasanya memang pahit, tapi coba resapi. Sungguh menenangkan bagi pikiran dan jiwa," ucap Su Lihwa seraya memberikan cawan berisikan teh pada Yang Shui.


Yang Shui tersenyum lembut, dia mengambil cawan tersebut lalu meminum teh disana dengan perlahan, wajah Yang Shui sedikit berubah ketika merasakan betapa pahitnya teh tersebut.


Su Lihwa terkekeh melihat wajah Yang Shui, dia mengatakan bahwa dirinya juga memilii ekspresi seperti itu ketika pertama kali mencobanya, tapi setelah beberapa kali meminum teh itu, rasa pahit itu akan sedikit mengurang. Su Lihwa memberikan arahan untuk Yang Shui lebih santai.

__ADS_1


Ekspresi masam dari wajah Yang Shui segera digantikan oleh rasa tenang yang sangat damai, Su Lihwa tersenyum karena khasiat teh tersebut mulai bekerja.


"Jadi, apa yang membawamu kemari?" Su Lihwa kembali menanyakan kedatangan Yang Shui, jarang bagi Yang Shui untuk berkunjung, tapi setiap kunjungan. Hubungan mereka menjadi semakin erat sebagai saudari.


Yang Shui tersenyum sangat lembut pada Su Lihwa, "Aku ingin mengajakmu."


"Mengajak diriku? Kemana?" Su Lihwa segera memotong dengan heran.


"Dengarkan dulu, sekarang dirimu berada di Alam Dewa kedua, mungkin dalam satu atau dua tahun kau berada di puncak Alam Dewa. Lalu dua atau tiga tahun kau akan menembus ranah Dewa Roh, akankah kau terus berada disini?" pernyataan Yang Shui membuat Su Lihwa sedikit bingung, jadi gadis itu meminta penjelasan lebih jauh atau meminta tujuan mereka dengan tidak bertele-tele.


"Aku mengajakmu ke Alam Abadi, jika kau berada disana. Kultivasimu akan lebih cepat, juga disana kita bisa mencari suamimu. Kau tidak perlu menunggunya ratusan atau jutaan tahun untuk bertemu dengan Ne Zha lagi," jelas Yang Shui.


Hati Su Lihwa segera tergerak ketika mendengarkan penjelasan Yang Shui, memang dia memiliki pemikiran seperti itu. Tapi dia tidak mengetahui cara masuk ke Alam Abadi, belum lagi ditambah dia sekarang hanya berada di Alam Dewa, dia hanya akan menjadi sasaran empuk di Alam Abadi.


"Ta... tapi... Kekuatanku sangatlah kecil, juga aku tidak mengetahui sejauh apa kekuatanmu sekarang. Biarpun kau mengetahui jalan menuju Alam Abadi, tapi jika kita sembrono pergi kesana, sama saja menghampiri kematian." Su Lihwa mengeluarkan hal yang mengganjal dalam kepalanya.


Yang Shui kembali tersenyum ketika mendengarkan perkataan dari Su Lihwa, "Kau tenang saja, kekuatanku lebih dari cukup untuk melindungimu dan diriku di Alam Abadi," ujarnya. "Bagaimana? Kau ingin ikut? Jika tidak pun aku tidak masalah pergi sendiri." Yang Shui bangkit dari duduknya hendak melenggang pergi.


Namun saat hendak melenggang, Su Lihwa mencekal tangan Yang Shui. Mata gadis itu dipenuhi oleh harapan dan tekad, "Apakah yang kau katakan serius?"


"Tentu saja."


"Setidaknya tunjukan padaku kultivasimu, untuk meyakinkanku," pinta Su Lihwa.


Senyum lebar tercetak pada Yang Shui, gadis itu perlahan membuka segel pada kultivasinya, ketika merasakan kultivasi Yang Shui, Su Lihwa segera terdiam. Tidak banyak lagi yang dia tunggu segera Su Lihwa mengatakan dia akan ikut dengan Yang Shui menuju Alam Abadi.

__ADS_1


"Persiapkan dirimu, aku menunggumu di kamar bawah. Setelah itu kita akan segera pergi," ujar Yang Shui lalu melenggang pergi.


Su Lihwa segera mengikuti apa yang diujarkan oleh Yang Shui, dia mengambil barang-barang yang menurutnya penting saja, dia memasukan pakaian dalam satu Cincin Spasial, Sumber daya dari Ne Zha juga dia pisahkan dalam Cincin Spasial lainnya.


Total ada empat Cincin Spasial dari persiapan Su Lihwa, gadis itu bergegas menemui Yang Shui di kamar tamu lantai satu.


"Aku harus pamit pada Ayah," ucap Su Lihwa.


"Tidak perlu, aku sudah meminta ijin Patriark Su untuk melakukan perjalanan bersamamu sebelum datang ke kediamanmu," sahut Yang Shui.


"Kau sangat percaya aku akan ikut eh?" Su Lihwa mengerutkan dahinya.


Yang Shui sekali lagi tersenyum lembut, "Aku sudah memastikan kau akan ikut, gadis yang sedang dimabuk cinta. Sudah pasti bukan?" Yang Shui mengedipkan matanya menggoda Su Lihwa.


"Kau!" Wajah Su Lihwa memerah padam karena sangat malu digoda oleh Yang Shui.


"Sudahlah, ayo genggam tanganku, kita akan memasuki lorong waktu untuk ke Alam Abadi." Yang Shui merentangkan tangannya pada Su Lihwa.


Su Lihwa menuruti permintaan Yang Shui, dia menggenggam erat tangan Yang Shui. Sungguh dia tidak sabar untuk sampai di Alam Abadi, Su Lihwa yakin disana kultivasinya akan berkembang cepat dibantu oleh Sumberdaya dari Ne Zha. Semakin cepat dia kuat, semakin cepat dia bertemu dengan Ne Zha.


Perasaan antusias membanjiri sekujur tubuh Su Lihwa ketika memikirkan dirinya tidak memerlukan jutaan tahun untuk bertemu Ne Zha lagi.


"Tunggu aku Zha!" batin Su Lihwa dengan sangat senang ketika cahaya mulai mengelilinginya dengan Yang Shui, pada detik berikutnya, dia dan Yang Shui berada pada sebuah lorong transparan. Sekelilingnya adalah lautan berbintang.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 72/75


__ADS_2