
"Bukankah menyenangkan dunia seperti ini? Tanpa konflik sekte, perebutan tahta dan hal mengenai kekuasaan lainnya?" Qin tiba-tiba berkata saat mereka telah menghabiskan semua harta di sarang Kadal Magma.
Sekarang mereka berada di luar sarang untuk beristirahat, tidak ada berbedaan pada mereka walaupun sudah ratusan tahun mereka hidup. Ne Zha dan Feng Jin sangat kagum akan semua yang mereka lewati.
Jika di dunia sebelumnya, hal yang sangat jarang bagi orang mencapai umur seratus tahun. Biarpun itu ada, tetapi sangat jarang dan juga orang berumur seratus tahun itu akan sakit-sakitan, tetapi di dunia ini, bukan hanya mereka tidak sakit-sakitan. Justru mereka semakin kuat.
Ne Zha tiba-tiba teringat sesuatu karena perkataan Qin, dengan dirinya dan Bing Xing yang membantai Murid Kaisar, sudah dipastikan kini Alam Semesta Waktu tengah dalam masalah. Ne Zha benar-benar berharap bahwa rencana yang dikatakan Xian Xuenai berjalan lancar. Jika tidak maka Alam Semesta Waktu akan hancur dibawah serangan gabungan berbagai Alam Semesta lainnya.
Memang selama ini Alam Semesta Waktu digempur terus-menerus, tetapi sebelumnya mereka hanya mendapatkan serangan dari para Kaisar secara bergantian. Akan sulit dikatakan jika seluruh Kaisar bersatu dan menyerang Alam Semesta Waktu.
"Bang, apa yang kau pikirkan?" Feng Jin melambaikan tangannya di hadapan wajah Ne Zha.
Ne Zha mengedip sebelum dia mengatakan tidak apa-apa, mereka melanjutkan beberapa pembicaraan ringan sebelum Qin kembali menentukan tujuan mereka berikutnya.
Qin mulai menjelajah takdir sang Kadal Magma sebelum ini, matanya menjadi cerah saat menemukan sesuatu yang baik pada jalan Takdir Kadal Magma ini, Qin segera memberitahu Ne Zha mengenai apa yang dia dapatkan.
Ne Zha tidak kalah terkejut, dalam waktu dekat ini akan ada perkumpulan dari berbagai Monster untuk menunggu sesuatu yang muncul.
"Ini adalah Teratar Lima Elemen! Zha, jika kau mendapatkannya. Kekuatanmu akan meningkat sangat banyak!" ujar Qin dengan semangat.
Ne Zha senang dengan hal baru ini, tetapi dia segera menekannya. Dia belum mendapatkan Teratai Lima Elemen ini, sehingga Ne Zha tidak inign bersenang diri. Juga dari penjelasan Qin, Monster yang datang besar kemungkinan yang datang adalah tinkgat 20 keatas.
Teratai Lima Elemen, jika mengatakan, seluruh harta yang Ne Zha dapatkan selama tiga ratus tahun di sini. Tidak akan ada nilainya dengan Teratai Lima Elemen, itu karena Teratai Lima Elemen adalah polesan untuk Roda Lima Elemen miliknya, dengan polesan Teratai Lima Elemen, kekuatan Ne Zha akan benar-benar ditingkatkan.
Darah Ne Zha terasa terbakar karena dia sangat bersemangat untuk mendapatkan Teratai Lima Elemen, setelah mengetahui bahwa Teratai Lima Elemen akan muncul dalam sepuluh tahun lagi. Ne Zha tambah tidak sabar, waktu sepuluh tahun akan terasa singkat di alam lantai lima ini.
Untuk bertarung dengan Monster tingkat 21 saja membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi Ne Zha dan lainnya hingga membunuh Monster itu seperti Kadal Magma.
Sehingga waktu sepuluh tahun bisa dibilang pendek.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, dalam perjalanan Takdirnya. Kadal ini pernah menemukan sebuah Peninggalan seerti Kuil, itu tidak jauh dari sini." Qin angkat suara ketika mengetahui hal lainnya pada Kadal Magma.
"Peninggalan? Kuil?" Ne Zha mengerutkan dahinya, sejauh ini tidak ada Manusia yang mereka temukan selain Murid Kaisar. Siapa yang membangun Kuil ini?
Ne Zha segera meminta arahan jalan pada Qin untuk pergi ke Kuil tersebut. Ne Zha yakin akan ada hal yang lebih menarik pada Kuil tersebut, bisa saja itu membahas tentang sejarah Alam ini atau hal lainnya yang mengenai alam ini.
***
"Apanya yang dekat!" gerutu Feng Jin, mereka menghabiskan waktu setengah tahun untuk sampai pada sebuah tembok raksasa yang membentang panjang serta memiliki tinggi mencapai seratus meter.
"Ini akan terasa dekat jika dibandingkan dengan menjelajah Alam semesta ke Alam Semesta lain," sahit Qin dengan santai.
Ne Zha tidak menghiraukan keduanya yang terus berkelahi, sekarang Ne Zha mencoba untuk menganalisa tembok besar dihadapannya.
Terdapat sebuah kekuatan aneh yang menahan mereka ketika akan terbang melewati tembok tersebut, juga saat terbang di kejauhan untuk melihat apa dibalik Tembok tersebut, Ne Zha tidak mendapatkan apa-apa selain kabut putih.
Semuanya setuju dengan Ne Zha, sekarang mereka dibagi menjadi dua tim.
Ne Zha dan Feng Jin menelusuri Tembok kanan, sementara Bing Xing dan Qin ke arah Tembok kiri, dengan begitu mereka bisa menggunakan waktu sebaik mungkin.
"Ingat beri tanda jika ada apapun itu," ujar Ne Zha sebelum pergi membawa Feng Jin untuk mulai menelusuri tembok mencari Gerbang Utama.
Qin dan Bing Xing mengangguk, mereka berdua juga pergi untuk mencari Gerbang Utama.
Dalam spekulasi Ne Zha, tempat ini pasti akan sangat luar biasa, karena memiliki pertahanan yang sangat kuat. Tembok ini terlihat sudah berumur sangat kuno, tetapi masih kokoh hingga bahkan Ne Zha tidak bisa meninggalkan lecet sedikitpun.
***
Pada sisi lain Tembok, sepasang pemuda dan gadis baru saja sampai disana. Keduanya mengamati Tembok lalu berusaha untuk terbang melewatinya tetapi segera menabrak sesuatu yang tidak terlihat.
__ADS_1
"Yan'gege!" Gadis itu berteriak penuh khawatir saat melihat sang pemuda mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
"Aish... aku terlalu ceroboh." Pemuda itu menggaruk kepalanya setelah menghapus darah dari mulutnya.
"Yan'gege. Tembok ini pasti tidak sesederhana yang kita lihat, ada sesuatu yang luar biasa mungkin di dalam sana!" ujar sang gadis itu.
"Kita akan mencari Gerbang masuknya, ayo Gouyu," ajak pemuda tersebut yang tak lain adalah Yan Zhong pada sang gadis yang merupakan Gouyu murid dari Kaisar Bintang.
Gouyu mengangguk dan pergi mengikuti Yan Zhong untuk mencari gerbang dari Tembok besar ini.
***
"Seluas apa Tembok ini? sudah dua hari kita berjalan menyusurinya Bang, tetapi tidak menemukan petunjuk apa-apa." Feng Jin yang berjalan di samping Ne Zha berkata dengan heran, dengan berjalan selama dua hari. Itu sudah dipastikan mereka menghabiskan ribuan mil, lantas seberapa luas dibalik Tembok ini?
Ne Zha menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, teruskan saja. Kita memiliki banyak waktu," sahut Ne Zha.
"Aaargh... Bang aku sangat pegal," keluh Feng Jin.
"Awooooo!" suara lolongan terdengar di samping Feng Jin.
Feng Jin yang tadinya berjalan diangkat oleh moncong Serigala hingga sedikit terangkat dan mendarat pada punggung sang Serigala.
"Aku lupa ada dirimu." Feng Jin menepuk keningnya sebelum dia mengelus Serigala besar tersebut. "Haha ayo Bang, bahkan jika seratus tahun aku akn mengikutimu!"
Ne Zha menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.
***
Update Mingguan : 04/14
__ADS_1