
Ne Zha mengerutkan keningnya ketika melihat Futou yang sebelumnya memiliki tubuh kekar bugar mulai melayu hingga terlihat seperti tulang yang dilapisi kulit. Benar-benar tanpa daging. Pada berikutnya juga secara perlahan kulit Futou menyatu dengan tulangnya, kini dia benar-benar menjadi tengkorak hidup.
Futou saat ini memiliki wujud tengkorak merah darah dengan dua bola api merah di matanya. Kapak yang digenggam oleh Futou pun kini berubah dari kapal besi menjadi Kapak Tulang berwarna Merah.
"Kau akan merasakan kekuatan Ras Tengkorak Surgawi!" Futou mengeluarkan suara dengan paduan tulang rahangnya hal itu membuat sangat aneh.
"Darimana pita suara tengkorak itu Bang?" Feng Jin yang tiba-tiba muncul bertanya heran.
Ne Zha menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari adiknya tersebut, "Mundur bantu yang lain menghancurkan Tower."
Feng Jin mengangguk menuruti perkataan Ne Zha, dalam sekejap gadis itu menghilang kedalam hutan.
"Mari lanjutkan pertarungan kita." Futou langsung menghilang dari tempatnya untuk menyerang Ne Zha.
Berbanding terbalik dengan Futou yang langsung menghilang, Ne Zha justru terdiam di tempat seraya memejamkan matanya, dalam sedetik kemudian semua disekitarnya menjadi sangat gelap, pijakan yang sebelumnya tanah kini berganti dengan air. Sejauh mata memandang hanya ada air dan kegelapan di sekitar Ne Zha.
Ne Zha menggunakan keadaan super sadar untuk berhadapan dengan Futou. Namun, saat dilihat lebih jelas lagi, keadaan super sadar Ne Zha telah berubah dengan drastis, yang sebelumnya hanya menyajikan pandangan putih disekitarnya. Kini menjadi ruang gelap serta pijakan Air, itu persis seperti ruang pada Pedang Lima Elemen dimana kelima Avatar berada.
Tas...
Tas...
Tas...
Suara percikan dari langkah kaki terdengar, diiringi oleh gelombang air yang dikirim langsung kedalam kesadaran Ne Zha.
Futou yang melihat Ne Zha terdiam mulai heran, "Kenapa kau diam Nak? Kau takut hingga tidak bisa bergerak? Hahaha!"
Tawa Futou lantang, dia tidak menghentikan serangannya dan terus melaju menuju Ne Zha.
"Putaran Kapak Kematian!" Futou mengangkat kapaknya bersamaan dengan tubuhnya mengayunkan Kapak secara memutar bagaikan badai.
Sejumlah besar Qi meledak mengelilingi Futou, dengan putarannya dia seolah menjadi Badai Qi mengerikan.
Pada saat Kapak Futou hendak menyentuh Ne Zha.
__ADS_1
Ne Zha yang sedang berada dalam keadaan super sadar memiringkan kepalanya ringan.
BAAAAAM!!!
Suara ledakan bisa terdengar saat Kapak Fuotu dihentikan oleh Pedang Lima Elemen, melihat serangannya dipadamkan oleh Ne Zha. Keterkejutan tercetak jelas pada wajah Futou, dengan perhitungannya akan sangat mustahil Kapaknya yang sedang memutar kencang hingga tidak terlihat akan terhentikan, bahkan Gurunya tidak berani secara langsung mengambil serangan pamungkas Futou ini!
Ne Zha membuka sedikit matanya, nyaris saja dia gagal menghentikan serangan Futou. Dengan keadaan super sadar, Ne Zha bisa melihat putaran Kapak Futou menjadi sangat lamban, maka dari itu dia berhasil mengambil celah dalam serangan Futou dan menghentikannya.
"Giliranku," gumam Ne Zha.
Pedang Lima Elemen terangkat lepas dari sarungnya, pada saat itu Juga Ne Zha mengeksekusi teknik Pedangnya.
Gerakan Ne Zha sangat cepat dan luwes hingga sulit bagi Futou untuk mengimbangi serangan Ne Zha, mata Api Futou semakin membara membuktikan bahwa dia sangat marah. Dia memiliki spesialisasi dalam kecepatan serta kekuatan, tetapi dia sangat kesulitan untuk menangani serangan Ne Zha.
BAAAAM!!!
Akhirnya serangan Ne Zha mendarat pada tulang lengan Futou membuat tangan tersebut patah, dengan tulang patah tersebut. Futou tidak memegang senjata lagi, hanya tersisa lengan kirinya yang kosong tanpa senjata.
"Berakhir."
"Eh?" Ne Zha mengernyit heran.
"Siapa yang menghancurkan Markas?" Ne Zha tidak menyangka disaat-saat terakhir akan mengeksekusi musuh timnya sudah menang karena menghancurkan Markas musuh.
"Hehe." Feng Jin menggaruk kepalanya.
"Kau sangat larut dalam pertarungan Bang, hingga tidak menyadari aliran waktu, aku memutuskan sendiri untuk menghancurkan Markas musuh," jelas Feng Jin.
Ne Zha menghela napas ringan, benar dia terlalu larut dalam pertarungan yang jarang dia temukan, melawan Futou membuat teknik Pedang Ne Zha meningkat cukup pesat karena Futou adalah lawan terkuat yang dia lawan sejauh ini.
Bukan saja kuat, Futou juga sangat cepat! Pertarungannya terasa singkat karena kecepatan mereka berdua dalam beradu serangan.
"Bagaimana tim Han Xiao?" tanya Ne Zha.
"Lawan Tim Han Xiao sulit dihadapi, mereka berasal dari Kesatuan Iblis." Instruktur memberikan informasi pada Ne Zha dan lainnya.
__ADS_1
Ne Zha terkekeh ringan, benar lawan Han Xiao akan sulit karena kemungkinan Kekuatan Kejahatan Han Xiao tidak akan berdampak terlalu mengerikan pada Ras dari Kesatuan Iblis yang merupakan pusat dari berbagai Kejahatan.
***
"Wah... Wah... Nona cantik kenapa kau bersikeras untuk bertemu denganku? Kau ingin melemparkan dirimu ke rangkulanku dan menghangatkan ranjangku?" ujar Han Xiao santai seraya tertawa riang yang mengesalkan.
"Kau!" Gadis liar di hadapan Han Xiao adalah gadis liar yang menggunakan pakaian minim, dia sebelumnya mengira jalur Naga memiliki banyak orang karena alam bawah sadarnya merasakan bahaya dari Jalur Naga. Tidak pernah dia sangka di Jalur Naga hanya ada sesosok pemuda berambut biru gelap dengan wajah riang yang mengesalkan.
"Baiklah kita berkenalan terlebih dahulu, bukankah akan terasa tidak nyaman saat berhubungan tetapi tidak mengenal satu sama lain?" kekeh Han Xiao seraya menatap tubuh Gadis itu tanpa menutupi rasa malunya.
"Kepalamu!" Gadis itu menyentak kesal, segera saja sebuah Cemeti dan langsung menyerang Han Xiao dengan ganas.
"Cambuk pengoyak langit!" pekik Gadis tersebut seraya mengayunkan Cemeti miliknya ke arah Han Xiao.
Bukan hanya namanya yang mendominasi, tetapi kekuatan yang dikeluarkan oleh Cemeti itu sungguh kuat dan mengerikan, itu benar-benar seolah akan mengoyak langit!
Senyum nakal Han Xiao masih tergantung, dia mengambil langkah ke samping dan memasuki Mode Perang miliknya, segera saja Delapan Pulau Kejahatan keluar dan melayang di atas kepala Han Xiao. Jubah merah darah juga menghiasi tubuhnya dilengkapi dengan Pedang Delapan Kejahatan, sosok Han Xiao terlihat agung juga mengerikan bagi kelima musuhnya.
BAAAAAM!!!
Ketika Cemeti dan Pedang Delapan Kejahatan beradu, itu menciptakan sebuah ledakan yang membuat lubang sedalam dua meter pada tanah Arena yang kokoh.
Han Xiao mengambil tiga langkah mundur, sedangkan gadis berpakaian minim itu mundur hingga lima langkah, jelas dalam pertukaran ini gadis itu dirugikan.
"Kau lebih kuat dari yang kuharap, itu bagus hahaha! Aku akan terhibur!" Han Xiao sedikit terkejut, dia menggunakan delapan puluh persen kekuatannya tetapi belum cukup untuk membunuh gadis tersebut!
"Apa yang kalian tonton?! Cepat serang dia!" Gadis itu memekik kesal lantaran keempat gadis di belakangnya hanya diam terpaku melihat pertukaran Han Xiao dan dirinya.
"Baik Nona Jinu!" seru mereka bersamaan.
"Oh namamu Jinu? Sangat nakal," kekeh Han Xiao saat mengetahui nama Gadis liar berpakaian minim itu adalah Jinu.
***
Update seenak jidat : 10/10
__ADS_1
Mari berbacod ria 😌 Update seenak jidat udah abis, kalo mau baca lebih bisa ke W3bnovel disana udah lebih dari 500Bab. hatur tengkyu 🤘🏻