Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab387. Menara Tianxia terbuka


__ADS_3

Satu bulan berlalu, Ne Zha dan tim nya melakukan pemburuan murid Kaisar. Namun nihil, seolah para murid Kaisar menghindar atau memang Benua ini sangat luas hingga mereka tidak bisa bertemu. Ne Zha berpikir mungkin Gou Ren, Yutian dan lainnya kebetulan saja mendarat dekat dengan tim nya.


Menara Tianxia akhirnya sudah terbuka sepenuhnya, Ne Zha tidak masalah jika tidak mendapatkan Murid Kaisar di pesisir pantai


seperti sebelumnya, tidak ada penyesalan walaupun nanti akan lebih sulit membunuh mereka karena sudah dipastikan mereka membentuk kelompok yang besar.


Walaupun Benua sekarang berkali kali lipat lebih besar, Xian Xuenai mengatakan ink masih memiliki posisi tempat yang sama. Hanya diperbesar saja.


Ketika masuk ke Benua, Xian Xuenai menggunakan kecepatan tercepatnya untuk mencapai ujung lain dari Benua, hal itu menghabiskan setidaknya satu hari penuh dan dengan kembali maka menghabiskan dua hari penuh.


Ketika Ne Zha mendengar penuturan Xian Xuenai mengenai luas Benua, dia menghela napas kagum. Dengan kecepatan Xian Xuenai, sehari penuh itu bisa melintasi satu Alam Semesta!


"Pantas kita kesulitan mencari mereka di pesisir pantai," kata Ne Zha.


Disisi lain Han Xiao tengah berkeliling untuk melihat sekitar, pemuda itu berulangkali takjub ketika melihat berbagai sumber daya langka di berbagai Alam Semesta berceceran dimana-mana seperti rumput.


"Ini akan sangat berguna untuk Kultivator Benua Angin Selatan!" seru Han Xiao sangat senang, dia tidak segan untuk mengambil sumber daya tersebut, memang sumber daya itu tidak terlalu berguna baginya. Tapi lain lagi untuk Kultivator Benua Angin Selatan yang sebagian besar adalah Kultivator Alam Inti Kosong kebawah.


Sumber daya yang Han Xiao dan Ne Zha dapatkan di Alam Abadi sebagian besar tidak akan bisa dipakai oleh orang-orangnya di Benua Angin Selatan, jika mereka mengkonsumsi sumber daya yang mereka dapatkan, bukan hanya berakibat buruk. Bahkan meledakan kultivator tersebut. Bintang Makhluk Buas dimana Benua Angin Selatan adalah Bintang tingkat rendah, Kultivator terkuat saja hanya berada di Alam Dewa. Sedangkan sumber daya yang didapat Ne Zha dan Han Xiao rata-rata untuk ranah Dewa Roh keatas.


Han Xiao tidak akan segan mengambil sumber daya ini, dia memiliki banyak Cincin Spasial dengan ruang penyimpanan yang bahkan bisa menyimpan tiga gunung besar pada saat yang sama.

__ADS_1


Ne Zha tidak melakukan apa yang Han Xiao lakukan, dia sudah merasa apa yang dilakukan Han Xiao cukup. Sehingga tidak perlu baginya bergerak.


"Aku sungguh tidak sabar untuk bertemu para murid Kaisar, semoga saja mereka benar-benar berkumpul hingga bisa membuatku putus asa," ujar Han Xiao dengan penuh semangat.


Pertarungan sebelumnya semakin membangkitkan niat bertarung pada dirinya, tiga kelompok saja sudah bisa menekan dirinya. Patut dia acungi jempol kelompok Gou Ren sebelumnya, taktik yang mereka gunakan untuk melawannya sangat sederhana. Tapi karena taktik sederhana itu jarang ada yang memikirkan hal itu akan berhasil.


"Xuenai, apakah kau bertemu dengan murid Kaisar di jalan saat melakukan perhitungan?" tanya Ne Zha.


Xian Xuenai menggelengkan kepalanya ringan, "Tidak, tetapi seharusnya aku bisa menemukan mereka walaupun satu kelompok. Namun, sungguh aneh. Seolah mereka bersembunyi."


Xian Xuenai sudah pernah datang kemari dengan Xian Chin dan Zi Yao, dengan sambil mengukur luas Benua, mereka bisa menemukan satu atau dua kelompok. Pada saat itu masihlah para Kaisar yang masuk kedalam Menara Tianxia, sehingga sulit untuk membunuh mereka. Xian Chin hanya berhasil membunuh teman yang dibawa oleh para Kaisar itu, bagaimanapun Kaisar pasti memiliki Senjata Kaisar dan juga berbagai trik lainnya. Jadi tidak semudah itu untuk membunuh Kaisar.


"Ikuti kemana angin membawa kita, pintu ke lantai dua sungguh misterius. Bisa saja itu ada di hadapan kita, maka dari itu perhatikan setiap Monster di sekitar kita," jawab Ne Zha, dia sudah mendapatkan banyak pengetahuan tentang Menara Tianxia dari Xian Xuenai. Sehingga dia bisa memberikan arahan dan pilihan terbaik dalam perjalanan.


Sesuai dengan arahan Ne Zha, mereka berjalan mengikuti kemana angin membawa mereka. Tidak ada tujuan sama sekali, harapan besar mereka bukanlah menemukan pintu lantai kedua sekarang, bukan berarti mereka tidak ingin ke lantai dua, tetapi ada yang harus mereka prioritaskan dulu saat ini, yaitu membunuh murid Kaisar dan memberikan pukulan fatal untuk para Kaisar.


Dengan gugurnya para Murid Kaisar ini, masa depan sebuah Alam Semesta akan langsung terpaku dan tidak akan bisa maju. Hingga sampai Menara Tianxia dibuka lagi baru mereka bisa merubah masa depan mereka.


Bisa dibilang Menara Tianxia adalah sebuah penentu dalam Kesatuan, jika ada yang sampai ke lantai teratas, dia akan semakin maju dan berkuasa. Sementara yang menetap di lantai bawah hanya akan terus begitu, dan jika gugur. Itu lebih menakutkan untuk Alam Semesta, mereka tidak akan memiliki kemajuan sama sekali bahkan kemunduran telak.


Ne Zha mengusulkan ide membantai murid Kaisar inu karena dia yakin, dengan musnahnya para murid ini, kekuatan dari berbagai Alam Semesta akan melemah sangat banyak, hanya dengan begitu Alam Semesta Waktu bisa memberikan perlawanan yang lebih sengit. Jika ditambahkan dengan Xian Chin yang menembus ke Kaisar Abadi, itu akan menjadi pembantaian mutlak untuk Alam Semesta lain.

__ADS_1


Rencana sederhana Ne Zha sudah tersusun rapi dengan setiap langkah sangat diperhitungkan. Tidak akan ada salah langkah pada saat ini, mungkin rencana ini memiliki resiko sangat tinggi. Walaupun kini mereka bersama Xian Xuenai, tapi melawan ratusan murid Kaisar masih akan sangat merepotkan. Keberadaan Xian Xuenai disini hanya untuk mengamankan saja, dia tidak akan ikut bertarung jika bukan benar-benar saat kritis.


"Whoaaaa, lihat itu Bang! Sangat besar!" Feng Jin mendadak berteriak penuh kekaguman seraya menunjuk ke atas langit.


Secara perlahan cahaya matahari tertutup dan menjadi gelap, ini bukan oleh pergantian hari dan juga bukanlah fenomena gerhana. Tapi ada makhluk raksasa yang sungguh sangat megah membentar ratusan meter di langit, makhluk raksasa itu memiliki sayap lebar yang sangat megah memberikan semakan dominasi pada dirinya.



"Kun Peng!" Xian Xuenai berseru terkejut.


"Han! Zha! Apapun caranya. Kita harus mendapatkan dia!" seru Xian Xuenai lalu melesat terbang ke langit untuk menghampiri Kun Peng.


Ne Zha dan Han Xiao saling berpandangan, mereka berdua belum pernah melihat Xian Xuenai seantusias itu terhadap sesuatu.


"Ayo Bang," ajak Feng Jin lalu gadis itu juga melesat terbang.


Han Xiao dan Ne Zha juga akhirnya terbang untuk mengikuti Xian Xuenai, mereka berdua juga sangat terpana oleh kemegahan dan dominasi dari Kun Peng.


***


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


__ADS_2