
BAAAAAAM!!!!
Serangan pria itu dengan mudah ditepis oleh Han Xiao dan Ne Zha, mata dua pemuda itu menjadi lebih dingin ketika melihat sosok tersebut. Mereka segera membaca tingkat praktik pria tersebut, pria itu memiliki kekuatan dua tingkat lebih tinggi dari dua orang Suci.
"Keluar juga kau baj¡ngan celaka! Saat ini adalah waktumu untuk mati!" Han Xiao berteriak keras.
Awan Darah keluar lebih banyak dari tubuh Han Xiao, pemuda itu juga melakukan Perubahan Tubuh Naganya, kekuatan Han Xiao segera melonjak lebih kuat lagi.
Ne Zha melakukan Perubahan Tubuh juga, sepasang sayap indah menghiasi punggung Ne Zha, kuku emas tajam juga muncul dari setiap jari tangannya.
"Formasi Naga dan Phoenix!" Ne Zha dan Han Xiao berseru rendah lalu menyerang pria tersebut.
"Kunang-kunang ingin melawan bulan?" Pria mengejek tindakan dua pemuda yang dia anggap tidak tahu batasan tersebut.
BOOOOOOOOOM!!!
Karena terlalu percaya diri, pria itu menerima serangan gabungan dari Ne Zha dan Han Xiao dengan tangan terbuka lebar, awalnya dia mengira dia tidak akan memiliki luka yang berarti, namun pikirannya kini terbukti salah.
Tubuh pria itu menjadi luluh lantah bagaikan bubur daging berceceran jatuh dari langit, ketika seseorang menginjak Alam Dewa, Roh mereka bisa terpisah dari tubuh, jadi ketika tubuh hancur. Mereka tidak akan langsung mati.
"Jika memiliki kesempatan reinkarnasi, janganlah menjadi sombong kelak." Han Xiao berkata lalu menganggukan kepalanya pada Ne Zha.
"Penghancur Roh!" Ne Zha memuat mudra tangan dan mengarahkan sebuah jurus ketika selesai membentuk mudra pada Roh pria tersebut.
Cahaya terang segera memenuhi tubuh pria tersebut, secara perlahan tubuh pria itu terbakar lalu menghilang.
Mati, leluhur Ras Pola Hantu telah mati!
__ADS_1
Jantung Mo Yanjing merosot ketika melihat leluhur yang paling dia takuti mati di tangan dua pemuda yang sebelumnya dia tindas, sungguh dia tidak menyangka dua pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
"Kita akhiri ini secepat mungkin Zha, aku ingin memberikan siksaan pada ******** ini." Mata Han Xiao berkedip penuh kegilaan ketika menatap Mo Yanjing.
Seringgaian mengerikan muncul pada sudut bibir Ne Zha ketika melihat mata mengerikan Han Xiao, kini pandangan Ne Zha jatuh pada Mo Yanjing, sudah dipastikan pria itu akan merasakan neraka dalam waktu dekat.
"Aku akan mengurus yang lainnya," ujar Ne Zha lalu melenggang pergi dari dekat Han Xiao.
Tubuh Han Xiao berhembus sebelum menghilang, sesaat kemudian dia sudah tiba disamping Mo Yanjing.
BAAAAM!!!
Mo Yanjing memiliki relfek yang baik, jadi dia sanggup menangkis serangan dari Han Xiao. Akan tetapi serangan Han Xiao tidak bisa dianggap remeh, pedang milik Mo Yanjing yang merupakan Alat Roh Emas Hitam tingkat tinggi langsung hancur menjadi banyak serpihan ketika beradu dengan Pedang Delapan Kejahatan.
Han Xiao melancarkan serangannya lagi pada Mo Yanjing, pria itu tidak sempat menangkis kali ini, serangan HanXiao mendarat telak pada tubuhnya, Mo Yanjing terpental hingga menabrak kapal dan membuat lubang besar disana.
Mo Yanjing disisi lain bukannya tidak memiliki kemampuan untuk melawan, tapi dari serangan Han Xiao sebelumnya, dia merasakan bahwa seluruh titik meridiannya dikunci dan Qi dalam tubuhnya dikuras oleh Pedang milik Han Xiao.
"Apakah aku akan mati ditangan bocah sepertinya?" batin Mo Yanjing penuh rasa enggan, matanya kini menatap penuh kesal pada Yu Mao, wanita itu mengatakan bahwa tidak akan ada kesalahan dalam rencananya. Tapi kini mereka semua tengah terpojok dan menghadapi ancaman pemusnahan!
"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah," suara dingin terdengar oleh teling Mo Yanjing, sekujur tubuhnya tiba-tiba merinding dan ketakutan memenuhi jiwanya ketika mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Han Xiao yang kini telah berdiri dibelakangnya.
Han Xiao menancapkan Pedang Delapan Kejahatan pada punggung Mo Yanjing yang langsung menembus pada dada pria tersebut, berikutnya Han Xiao mencabut pedang dan melemparkan pil pada mulut Mo Yanjing.
Luka pada tubuh Mo Yanjing dengan cepat sembuh, tetapi Han Xiao segera menusuknya lagi membuat luka yang menganga pada dadanya, lagi-lagi Han Xiao melemparkan pil dan memaksa Mo Yanjing untuk mengkonsumsinya.
Seperti itu terus yang dilakukan oleh Han Xiao, dia memberikan luka parah lalau menyembuhkannya lagi, melukainya lagi, menyembuhkannya lagi. Mo Yanjing kini tengah menangis darah merasakan sakit yang dideranya, siksaan dari Han Xiao sungguh mengerikan untuknya. Banyak kultivator lain melihat hal yang dilakukan oleh Han Xiao dan mereka semua bergidik ngeri.
__ADS_1
Hal yang dilakukan Han Xiao sungguh terasa ahli oleh Mo Yanjing, berulangkali Han Xiao menusukan Pedang besarnya pada tubuhnya, namun tidak mengenai titik vital untuk membunuhnya, semua ini seolah memang sengaja dilakukan oleh Han Xiao untuk menyiksanya!
BOOOOOOOOOM!!!
Di tempat lain, Ne Zha menatap pada roh yang kini tengah menatap horor padanya.
Rambut hitam legam Ne Zha terhembus oleh angin memberikan kesan elegan padanya, namun tidak ada rasa terlena pada wanita dari Ras Pola Hantu yang menjadi lawannya.
Setelah melakukan Mudra tangan, Ne Zha dengan resmi berhasil membunuh kultivator Alam Dewa milik Ras Pola Hantu.
Tentu ini menjadi sebuah bahan bakar semangat untuk pasukan Benua Angin Selatan dan menjadi cambuk keras untuk pasukan Benua Api Barat.
Tatapan Ne Zha teralih pada Han Xiao yang kini tengah menyiksa Mo Yanjing dengan gila, dalam hatinya tidak ada salahnya Han Xiao berbuat demikian, kehilangan orang yang bisa memberikan rasa tulus tanpa sedikitpun pamrih yang menjadi orang spesial, tentu akan menjadi sangat stress. Jikapun itu dirinya pasti dia melakukan hal yang sama.
"Tidak ada gunanya aku menceramahi dia," batin Ne Zha, dia sudah mengenal Han Xiao seperti dia mengenal dirinya sendiri, jadi tidak perlu mempertanyakan apa yang dilakukan oleh Han Xiao, dia hanya akan mengikutinya.
"Ampuun... beri aku kesempatan... kumohon bunuh saja aku langsung!!!" Mo Yanjing menjerit penuh kesakitan ketika Han Xiao terus-menerus menyiksanya.
"BAJ¡NGAN SIALAN!!! JIKA BUKAN KARENA KAU!!! RUAN JIAN TIDAK AKAN MATI!!!" suara Han Xiao menggelegar bagaikan petir diseluruh medan perang, tidak sedikit orang yang memiliki pendarahan pada telinganya karena teriakan penuh amarah dari Han Xiao.
Mo Yanjing yang paling dekat dari Han Xiao mengalami pendarahan hebat dari telinganya, kepalanya sudah berputar dan secara perlahan kesadarannya mulai terkikis.
Ketika Mo Yanjing terlelap dalam pingsan, Han Xiao membuat serangan agar pria itu bangun kembali, spontan saja Mo Yanjing terbangun.
"Siapa yang menyuruhmu tidur huh!" bentak Han Xiao.
***
__ADS_1
Bonus update : 2/4