Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab484. Kecil


__ADS_3

"Zha apakah kau memiliki rencana untuk kembali ke Kekaisaran Yang?" Su Lihwa membantu Ne Zha memasang jubahnya dengan penuh kasih sayang saat dia memeluk Ne Zha ketika jubah putih bersih itu sudah terpasang rapi pada tubuh Ne Zha.


Ne Zha membalas pelukan Su Lihwa, dia sedikit termenung ketika mendengarkan pertanyaan Su Lihwa, benar, sudah lebih dari tiga juta tahun mereka pergi dari rumah mereka, Kekaisaran Yang. Ne Zha juga sangat penasaran bagaimana keadaan Lima Benua setelah mereka tinggalkan begitu lamanya. Mengingat di dunianya dulu manusia hidup paling lama hanya seratus tahun, dan setiap abad akan ada perubahan. Bagaimana kehidupan di dunia ini yang sudah berjalan tiga juta tahun? Hal itu menggelitik rasa penasaran Ne Zha.


"Kita akan pulang setelah urusan di sini selesai, aku takut jika kita pulang sekarang dan para Kaisar pihak musuh mengetahui keberadaan Bintang asal kita, itu akan membawa musibah pada Bintang asal kita," ucap Ne Zha seraya mengelus rambut hitam Si Lihwa, mereka berdua berjalan dan duduk di balkon untuk melihat pemandangan indah di Bintang Cahaya Ungu.


"Sangat indah, tidak berlebihan menyebut tempat ini surga." Su Lihwa berdecak kagum.


Ne Zha juga melihat ke depan, beragam flora dan fauna yang eksotis memenuhi pandangan mereka, pemandangan ini tidak pernah dia lihat di manapun, hanya ada dalam imajinasinya! Bahkan keindahan Menara Tianxia kalah dengan sangat jauh. Su Lihwa benar, menyebut Bintang Cahaya Ungu ini surga bahkan sangat cocok tidak ada kata berlebihan.


Mereka berdua duduk dan melanjutkan dengan obrolan ringan untuk memenuhi suasana istirahat mereka, melakukan pertarungan di Menara Tianxia membuat mereka lelah dan tidak memiliki waktu untuk bersantai berdua seperti saat ini.


***


"Jin'er kau tidak tertarik dengan Kekuatan Waktu? Ini sangat menarik." Xian Xuenai menunjukan Kekuatan Waktu yang perlahan membuat dirinya menjadi sesosok gadis berumur sepuluh tahun, tetapi wajah itu tidak berubah. Masih Xian Xuenai hanya saja versi kecilnya.


"Wah... Wah... Wah... Nai'jiejie sangat lucu dan menggemaskan ketika masih kecil." Feng Jin mencubit pipi Xian Xuenai dengan gemas. "Hahaha! Nai'jiejie mulai sekarang kau gunakan tampilan ini saja, dan aku akan mengubah panggilanku padamu menjadi Nai'er dan kau harus memanggilku Jin'jiejie!" Feng Jin tertawa lantang.


Xian Xuenai mengerucutkan bibirnya kesal, dalam versi kecilnya, Xian Xuenai terlihat lebih menggemaskan ketika mengeluarkan ekspresi kesal.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah senyum nakal penuh kelicikan muncul pada bibir Xian Xuenai, gadis itu mengetuk dahi Feng Jin, pada saat itu juga Feng Jin yang memiliki tampilan gadis dewasa menyusut menjadi tampilan saat dia berumur lima tahun! Namun, ketika Feng Jin dikembalikan pada versi umur lima tahun kecantikannya masih sangat luar biasa memancar.


Xian Xuenai tertawa kecil, "Kau masihlah adikku." Tangan Xian Xuenai menepuk lembut kepala Feng Jin.


Feng Jin masih terkejut, ketika dia tersadar wajahnya langsung menatap penuh amarah pada Xian Xuenai.


"Ututututu... Jin'er kecil marah ya? Apakah kau ingin permen?" Sebuah permen muncul di tangan Xian Xuenai dan melambaikannya pada Feng Jin.


"Huaaaaaah!!! Nai'jiejie kembalikan tubuhku!!!" Feng Jin menjerit keras.


"Kenapa? Bukankah kau menyukai aku versi kecil? Aku juga sangat menyukai versi kecilmu jadi ini imbang, aku berjanji tidak akan mengubah tubuhku, aku akan terus menggunakan tubuh versi kecil ini," ucap Xian Xuenai seraya terkekeh. "Tapi aku akan tetap menjadi kakak," lanjutnya.


***


Satu hari telah terlewati, kini Bintang Cahaya Ungu kedatangan satu kelompok pasukan besar yang dipimpin oleh seorang wanita berjubah putih yang memiliki motif bintang terpatri besar pada bagian belakang jubah wanita tersebut. Terdapat tiga sosok lain yang tidak kalah dengan aura wanita tersebut, satu seorang wanita dan dua lainnya adalah pria yang memiliki tempramen berbeda-beda, satu memiliki aura keras dan tajam seperti Baja dan satunya memiliki aura kehidupan yang sangat luar biasa memancar darinya. Sedangkan untuk wanita terakhir, itu terlihat sangat misterius karena dia menggunakan topeng Ular Giok, tidak ada yang berjalan dekat dengannya seolah dia adalah makhluk mengerikan.


Wanita berjubah putih tak lain adalah Xing Yi Kaisar Bintang, lalu pria yang mengeluarkan aura Baja adalah Kaisar Baja Ching Shi, lalu pria yang menguarkan aura kehidupan luar biasa tentu Kaisar Kayu Yin Hulin dan yang terakhir adalah She Ling sang Kaisar Racun.


Jelas tidak ada yang ingin berjalan dekat dengannya bahkan bagi Kaisar Kayu yang memiliki kekuatan kehidupan yang sangat kuat menjauh dari Kaisar Racun, itu karena Racun di tubuh Kaisar Racun sangat kuat hingga bahkan udara disekitar Kaisar Racun terkontaminasi oleh Racun yang menguar dari tubuhnya walau tidak sengaja.

__ADS_1


Melihat kedatangan empat Kaisar, Jendral bertubuh tinggi dari Alam Semesta Waktu menyambut mereka sebelum mengarahkan keempatnya menuju ruang pertemuan.


"Kalian semua beristirahat di luar Istana, jangan berbuat hal-hal apapun yang merusak Bintang Cahaya Ungu, aku tidak akan mentolerir bahkan jika kalian hanya mencabut satu rumput ataupun daun juga kalian dilarang keras bahkan untuk membunuh satu semut pun di Bintang Cahaya Ungu ini." Kaisar Bintang membalikan badannya untuk menatap rombongan yang datang bersamanya, mereka adalah Jendral dan pasukan dari keempat Kaisar.


"Yang Mulia bisa tenang," ucap Jendral dari Alam Semesta Bintang, mereka memang mendapatkan beberapa rumah untuk beristirahat, tetapi mereka juga mengetahui bahwa Bintang Cahaya Ungu adalah Bintang paling sakral di Alam Semesta Waktu, karena ini adalah rumah dari Zi Yao!


"Tidak, lebih baik kalian pergi ke Bintang tingkat 5 terdekat, tunggu kami di sana." Kaisar Racun angkat suara.


Suasana langsung menjadi hening, tidak ada yang angkat suara bahkan Ching Shi dan Yin Hulin terdiam.


Melihat keheningan tersebut, She Ling menatap Xing Yi.


Xing Yi mengangguk ringan, itu masuk akal, bahkan para prajurit dari Alam Semesta Waktu saja tidak berada di Bintang ini, mereka berada di Bintang tingkat 5 terdekat. Bisa dilihat betapa berharganya Bintang Cahaya Ungu ini.


Sudah beruntung bagi para Jendral dan pasukan keempat Kaisar bisa menginjakan kaki untuk melihat secara langsung keindahan Bintang Cahaya Ungu, karena sebelumnya, tempat ini benar-benar terisolasi tidak membiarkan siapapun masuk terkecuali tiga orang, itu tak lain adalah Zi Yao, Xian Chin dan Xian Xuenai.


"Itu lebih baik, kalian tunggu perintah kami di Bintang tingkat 5 terdekat," kata Xing Yi.


Mendengar kata-kata Xing Yi, semua Jendral dan pasukan keempat Kaisar pergi dari Istana dan tanpa mengucapkan sepatah katapun mereka pergi dari Bintang Cahaya Ungu.

__ADS_1


"Ayo lanjutkan, jangan sampai Yang Mulia Xian Chin menunggu." Xing Yi berkata lalu meminta Jendral memimpin jalan menuju ruang pertemuan.


__ADS_2