
Ne Zha merasakan saat muncul di arena, kekuatannya ditekan sangat jauh, sekarang dia merasakan bahwa kekuatannya hanya berada di Alam Perunggu! Sungguh penekanan yang sangat gila! Dari Alam Kaisar menjadi Alam Perunggu!
Segera Ne Zha menghitung seluruh tingkatan yang berjumlah 20, jika mencapai Alam Kaisar, seharusnya pada tingkat 13. Tentu saja ini hanya perhitungan kasar Ne Zha.
"Kaisar Abadi tingkat 14, apakah akan berlanjut dengan hitungan Kultivasi selanjutnya, atau tetap pada kekuatan Kaisar Abadi?" Saat Ne Zha tengah hanyut dalam spekulasinya, tiba-tiba sebuah petir menyambarnya dan membuat Ne Zha tidak bisa bergerak beberapa detik sebelum Ne Zha segera merespon dan mengambil jarak aman.
Mata Ne Zha memicing saat bertemu dengan seorang pria berkulit gelap berambut putih, mata pria itu sangat dingin. Sementara tubuh pria itu terua memancarkan aura petir samar, ada sedikit kebingungan pada Ne Zha. Yaitu siapa orang ini? Dia sudah tahu bahwa murid Kaisar Petir telah dibunuh oleh Han Xiao.
"Dia sepertinya dari Alam Langit." Ne Zha tidak membuang apapun lagi, segera dia mengeksekusi Pembelah Lautan.
Pedang Lima Elemen ditegaskan oleh Ne Zha menuju pria berkulit gelap di hadapannya.
"Sial!" Pria berkulit gelap itu mengutuk saat melihat Ne Zha mengeluarkan Pembelah Lautan yang memiliki unsur air.
Ne Zha tetap seperti biasa, tidak memasang ekspresi apapun. Tatapan Ne Zha sangat dingin hingga bahkan memberikan perasaan dingin pada pria berkulit gelap itu.
"Cih! Kau dari Alam rendah, berani menantang ku?!" pekik pria berkulit gelap itu dengan nyaring.
Ne Zha mengerutkan dahinya, sedikit memiringkan kepala.
Pria berkulit gelap tersebut berhasil memecah Pembelah Lautan miliknya, jumlah Qi yang bisa dia gunakan sangat terbatas. Pembelah Lautan hanya mengeluarkan satu persen dari kekuatan penuhnya. Ne Zha menarik Pedang Lima Elemen, dia segera melepaskan serangan lainnya, walaupun tidak menggunakan jurus. Pemahaman serta keahlian Ne Zha dalam memainkan Pedang sudah sangat mengerikan walau Kultivasi dan Qi nya sangat dibatasi.
Tak selang beberapa saat, ketika Ne Zha dan pria berkulit gelap tersebut bertukar serangan, datang seorang pria lainnya. Pria yang datang ini memiliki kulit putih dan memiliki rambut berwarna kuning selaras dengan iris matanya yang berwarna kuning.
Pria berambut kuning itu membawa sebuah panah di tangannya, dia tidak mendekat, tetapi diam di dekat Tower dan menembak ke arah Ne Zha.
"Seharusnya ada jarak serangan." Ne Zha sering bermain game di dunia lamanya, naas. Kini dialah yang menjadi petarung dalam game tersebut.
__ADS_1
Dengan berbekal pengetahuannya, Ne Zha mendekat dan mulai menghitung jarak area serangan yang dimiliki oleh pria berambut kuning tersebut.
Ketika menghitung, Ne Zha masih dibawah serangan gencar pria berkulit gelap tadi. Namun, Ne Zha tidak merasa terpengaruhi. Dia hanya mendapat luka ringan.
"Dia hanya bisa menembak dalam jarak lima meter," batin Ne Zha saat melihat pria berambut kuning tersebut mendekatkan jarak padanya ketika dia melebihi jarak lima meter dari pria tersebut.
"Baiklah!" Ne Zha melepaskan Pembelah Lautan sekali lagi.
Ne Zha tidak sembarang melepaskan Pembelas Lautan, dia menyerang pada titik vital serta celah besar pada pria berkulit gelap yang berhadapan dengannya.
BAM!
Pria berkulit gelap itu terhempas semakin jauh dari jangkauan pria berambut kuning, dia tidak diberikan waktu untuk menarik napas oleh Ne Zha. Tebasan segera mengoyak tubuh pria tersebut, keadaan pria berkulit gelap itu langsung kritis, tidak bisa melakukan apapun.
Ne Zha segera melancarkan serangan terakhirnya, pria itu langsung mati dan menghilang dari pandangan Ne Zha. Ekspresi keterkejutan tercetak jelas pada wajah pria berambut kuning yang menggunakan panah. Dia mendengus kesal sebelum mengambil langkah mundur menjauh dari Ne Zha. Tetap berada di dalam jangkauan Tower seraya menembaki prajurit tim Ne Zha yang kini saling berbentrokan saling serang dengan Prajurit timnya.
"Saatnya bersih-bersih." Ne Zha melesat maju secara mendadak ke arah pria berambut kuning.
Belum sempat bereaksi, pria berambut kuning itu langsung terkena eksekusi oleh Pillar Lima Elemen Ne Zha.
Kelima Pillar muncul mengelilingi pria tersebut, pada detik berikutnya dia merasakan seluruh tubuhnya sangat kesakitan. Luka-luka juga mulai bermunculan saat lima cahaya yang keluar dari Pillar mengurungnya serta menyiksanya. Ne Zha juga tidak diam, langsung dia mengeksekusi Pembelah Lautan pada pria tersebut.
Dalam sekejap kepala pria itu terbang terpisah dari bagian tubuhnya.
Ne Zha tidak mengatakan apapun setelah itu, dia segera masuk ke Hutan, Ne Zha berencana untuk terus menaikan tingkatnya dengan membunuh Monster. Dengan tingkat yang tinggi, Ne Zha yakin bisa menekan seluruh tim musuh.
Segera Ne Zha sampai di depan Monster Landak berjumlah lima ekor, dari kelima itu. Terdapat satu yang paling besar. Ne Zha segera menyerang Monster tersebut.
__ADS_1
Serangan Ne Zha sudah cukup kuat, tetapi dia masih harus menggunakan lebih dari sepuluh tebasan untuk membunuh Monster itu. Ne Zha kembali naik tingkat, kini berada di tingkat 5, Kekuatan Ne Zha sudah setara dengan Alam Raja.
"Seharusnya ini cukup." Ne Zha menelusuri hutan lagi, kini dia bertemu dengan Monster Kelelawar. Sama seperti sebelumnya, Ne Zha menggunakan sepuluh tebasan untuk membunuh Monster Kelelawar tersebut.
Ne Zha berjalan lagi, dan sekarang dia bertemu dengan Monster yang dicarinya, itu adalah Monster Golem batu yang memiliki ukuran dua kali lipat darinya.
"Kau akan sangat berguna." Ne Zha melepaskan Pillar Lima Elemen lalu Pembelah Lautan.
Golem yang memiliki elemen Api dan Tanah segera tunduk dibawah serangan gencar dari Ne Zha. Karena Ne Zh berada di tingkat 5, tidak sulit baginya membunuh Monster tersebut. Namun tetap ada bayaran, Ne Zha mengalami luka yang cukup besar.
Setelah Membunuh monster itu, Ne Zha memilih untuk kembali ke markas dan memulihkan tubuhnya.
"Bagaimana kabar kalian?" Ne Zha mengirim pesan telepati pada seluruh tim nya.
"Hahaha, sangat baik bang!" seruan Feng Jin terdengar.
"Sangat terkendali." Yang Shui menyahut.
"Bagus." Ne Zha mengirim perintah untuk menghancurkan Tower secepat mungkin.
"Mereka kemungkinan besar dari Alam Langit, kita tidak tahu seberapa kuat mereka jika tidak menekan sedini mungkin," ujar Ne Zha.
"Aye... Aye... Kapten!" sahut Feng Jin.
Yang Shui dan Xian Xuenai juga menyahut setuju dengan Ne Zha, mereka tidak tahu sekuat apa orang-orang dari Alam Langit ini. Lebih baik menekan mereka dari awal sesuai arahan Ne Zha.
***
__ADS_1
Update seenak jidat : 01/10