Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab305. Menara Tianxia


__ADS_3

Han Xiao mengerucutkan bibirnya kesal, "Kau sungguh bawel, baiklah." Tangan Han Xiao bergerak perlahan, tapi segera berhenti ketika hendak menyentuh bungkusan daun tersebut, sebuah senyum tercetak pada bibir Han Xiao.


Pandangan Han Xiao jatuh pada Xian Chin, "Kau adalah tunanganku, wanitaku, calon istriku. Bukankah seharusnya kau mengambilkannya untukku?" Han Xiao tersenyum lebar.


Xian Chin tersenyum untuk menanggapi Han Xiao, "Bagaimanapun aku adalah penguasa di dunia ini, mau ditaruh dimana jika aku harus mengambilkan makan untukmu?" kata Xian Chin.


Han Xiao tidak langsung memprotes, pemuda itu juga ikut tersenyum, tapi pada senyumnya terselip sebuah hal yang mengesalkan.


"Taruh dimana? Kau tidak perlu memikirkan itu, taruh saja pada tempatnya. Itu sangat nyaman dilihat, juga jangan lupa. Biarpun kau adalah penguasa di duniamu ini, kau tetaplah tunanganku. Atau perlu percepat pernikahan kita? Agar kau menjadi istriku?" ucap Han Xiao dengan santainya.


"Oh, kau berani menikahiku? Kapan kita kan nikah?" Xian Chin menyauti.


"Detik ini juga aku siap dan berani, kenapa takut?" Han Xiao berkata dengan sangat percaya diri.


Kriuuuuk...


Ketika hendak saja Xian Chin membalas perkataan Han Xiao, sebuah bunyi membuat ruangan itu menjadi sangat hening.


Kriuuuk...


Bunyi itu kembali terdengar, pandangan Han Xiao dan Xian Chin terarah pada sosok gadis kecil yang duduk tak jauh dari mereka, suara itu tidak lain berasal dari Feng Jin.


"Eh... Maaf mengganggu, tapi bisakah kalian membahas itu lain kali? Aku sudah sangat lapar," ucap Feng Jin dengan senyum polosnya.


Pada akhirnya Xian Chin mengambilkan makanan untuk Han Xiao, senyum pada Han Xiao mengembang dengan sangat lebar. 


Mereka berlima makan dengan sangat tenang, tidak ada suara selain bunyi dari sendok atau sumpit yang mereka gunakan.

__ADS_1


Ketika semuanya selesai makan, Xian Chin mulai mengangkat suaranya.


"Aku akan segera masuk kedalam kultivasi tertutup, ada baiknya setelah kalian menembus Alam Inti Kosong, kalian pergi ke Menara Tianxia untuk menaklukan menara tersebut," ucap Xian Chin.


"Menara Tianxia?" Ne Zha mengulang nama tempat yang disebut oleh Xian Chin.


Xian Chin mengangguk sebelum menjelaskan, di Alam Abadi, ada sebuah tempat yang sangat misterius, yaitu Menara Tianxia. Menara itu tidak dimiliki oleh siapapun, bahkan oleh seratus Kaisar.


Pada Menara Tianxia, terdapat lima tingkat. Namun, sejauh ini hanya ada tiga orang yang berhasil sampai di tingkat ketiga, orang itu adalah Xian Chin, lalu disusul oleh Kaisar Bintang, dan Kaisar Dewa.


Tetapi, hanya mencapai tingkatan ketiga saja sudah membuat ketiga orang itu sangat kuat, Xian Chin kini bisa disebut yang terkuat dari seratus Kaisar karena menemukan sumberdaya berharga dari sana. Sementara dua lainnya kini berada di tempat kedua dan ketiga.


"Bagaimana cara masuk kesana?" Han Xiao bertanya.


"Setiap seratus milyar tahun sekali itu akan terbuka dengan sendirinya," jelas Xian Chin, tapi tidak sembarang orang yang bisa masuk kesana. Karena untuk masuk kedalam Menara Tianxia, dibutuhkan kunci untuk masuk, dan kunci itu hanya ada tiga ratus yang mana kunci itu dipegang oleh seratus Kaisar.


"Aku memiliki empat kunci." Xian Chin tersenyum seraya menunjukan empat liontin giok berwarna hitam pekat.


"Ini adalah kunci yang didapatkan oleh Zi Yao, oh iya. Aku lupa menceritakan bahwa hanya Zi Yao yang sanggup mencapai lantai empat, hanya dia, tidak ada yang lain," balas Xian Chin, namun kalimat tentang Zi Yao yang mencapai lantai keempat, Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin sungguh terkejut bukan main.


Bukankah itu berarti Zi Yao seharusnya lebih hebat dari Xian Chin?


Melihat tiga ekspresi aneh itu, Xian Chin tidak menyurutkan senyumnya dia dengan perlahan menjelaskan, saat itu tantangan yang ada di lantai ketiga adalah soal logika dan kepandaian, biarpun Xian Chin sangat pandai, begitu juga dengan dua Kaisar lainnya, tapi mereka masih belum sampai pada tingkat kepandaian yang dimiliki oleh Zi Yao.


"Aku beritahu padamu, biarpun kami berteman, tapi aku masih tidak mengetahui darimana asal Zi Yao, yang pasti dia bukan berasal dari Alam Semesta ini," ucap Xian Chin dengan jujur.


Han Xiao terdiam, darimana ibunya berasal? Sampai bahkan Kaisar seperti Xian Chin tidak mengetahuinya?

__ADS_1


"Kalian jangan banyak berpikir, cepatlah naikan kultivasi kalian, lalu masuk ke Menara Tianxia yang akan terbuka dalam empat tahun lagi," ujar Xian Chin lalu bangkit dari duduknya.


"Kenapa tidak kau saja yang berangkat?" tanya Han Xiao. "Dengan kekuatan dan pengalamanmu kali ini, bukan tidak mungkin kau akan naik ke lantai demi lantai dengan mudah," lanjutnya.


Xian Chin menggelengkan kepalanya, "Tidak semudah itu, setiap terbuka, tantangan akan berbeda, tapi memiliki inti yang sama. Namun, satu hal yang pasti, semakin rendah kultivasi yang masuk kedalam, semakin mudah untuk naik keatas sana."


Tangan Xian Chin melambai, dalam satu kejap mata saja dia sudah menghilang, dan membawa Han Xiao bersamanya, kini hanya tinggal Ne Zha, Feng Jin dan Xian Xuenai di ruang makan.


"Hais, kalian harus memahaminya, Chin'jiejie sangat merindukan anak aneh itu, ini sudah hampir tujuh ratus juta tahun untuknya menunggu pertemuan ini," ceplos Xian Xuenai.


Ne Zha dan Feng Jin tersedak hingga batuk ketika mendengar penantian Xian Chin yang sangat lama, tujuh ratus juta tahun! itu bukan waktu yang sebentar.


"Tunggu sebentar, itu sangat ganjal bagiku, bukankah terakhir mereka bertemu saat bertunangan, dan itu baru saja terjadi tiga tahun silam?" Ne Zha menyuarakan apa yang ada dalam pikirannya. 


Xian Xuenai tertawa kecil, "Ah kau masih menganggap dirimu delapan belas tahun? Perjalananmu dan Han Xiao untuk melintas dari dunia lama ke Benua Angin selatan saja itu sudah menghabiskan enam ratus sembilan puluh juta tahun, itu berarti. Kalian sudah berumur ratusan juta tahun," jawab Xian Xuenai dengan entengnya.


Mata Ne Zha membulat sempurna, enam ratus sembilan puluh juta tahun! Itu bukanlah waktu yang pendek!


"Lalu bagaimana aku yang sudah berada di dunia ini terlebih dahulu? Apakah aku lebih tua dari Bang Han dan Bang Zha?" Feng Jin menunjuk hidungnya dengan nanar.


Xian Xuenai tertawa melihat adik kakak tersebut, "Ah aku hanya bercanda, walaupun memang waktu yang kalian habiskan sebanyak itu, tapi itu adalah perbedaan waktu antar dimensi, baik tulang, kulit, dan organ kalian masihlah berumur dengan seharusnya. Maka dari itu di Benua Angin Selatan, alat pendeteksi apapun tidak menghitung kalian berusia diatas dua puluh tahun." Selain menjelaskan hal tersebut, Xian Xuenai juga berkata bahwa tidak ada juga alat di Alam Abadi yang akan mengetahui umur mereka yang ratusan juta tahun.


Bagaimanapun, mereka akan terlihat seumur dengan yang dilihat, Ne Zha tetap delapan belas tahun, dan Feng Jin lima belas tahun.


"Ah syukurlah," ucap Feng Jin.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 49/75


__ADS_2